
Hamura terpental namun sialnya, arah terpental dirinya adalah ke arah Ling. Ling terkejut saat melihat Hamura terbang ke arahnya, dan juga kecepatannya cukup tinggi saat terbang ke arahnya, namun untungnya Ling segera membuat sebuah tembok es, tembok es itu akhirnya menjadi pelindungnya.
Bukk....
brak...
Hamura tertabrak tembok es dibelakangnya dan jatuh kebawah setelahnya, dan juga kira-kira beberapa tulang rusuknya patah akibat serangan dari Laurel yang pada akhirnya menabrak tembok yang Ling buat.
Sedangkan itu, semua orang berpaling ke arah Ling, mereka tidak menyangka bahwa sedari tadi mereka ternyata sedang diawasi.
Untuk Laurel sendiri kini menjadi berapi-api, dia sangat kesal dengan Ling karena telah mempermalukannya di depan murid-murid lainnya.
"Hey sial*n! dasar laki-laki mesum! tidak ada ampun untuk mu! kau akan ku buat lumpuh untuk selamanya!"
Laurel berlari sambil menghunuskan pedangnya ke arah Ling, dia jelas sangat kesal dengan Ling. Hanya dalam beberapa tarikan nafas, Laurel kini telah berada di depan Ling sambil mengayunkan pedangnya, untuk Ling sendiri hanya tersenyum lalu mengangkat tangannya ke arah pedang itu menyerang.
Saat pedang Laurel dan tangan Ling bersentuhan, terdengar bunyi.
Tang!
Laurel terpental kebelakang setelah mengayunkan pedangnya ke arah Ling, Ling hanya tersenyum, kekuatan pelindung Ling saat ini adalah naga, meskipun hanya naga biasa, itu lebih dari cukup untuk mengalahkan Laurel.
'Sisik naga ini cukup efektif untuk menahan serangan, kalau begitu...' Ling berpaling dan melihat ke arah Laurel yang kini sedang berusaha untuk bangun.
Sedangkan untuk Laurel sendiri dia sama sekali tidak menyerah, dia berusaha tetap tersenyum meskipun sebenarnya senyumannya itu adalah senyuman sinis.
"K..kau pikir kau hebat, aku belum menggunakan sihir andalan ku, kalau begitu, aku akan serius."
"Ouh, silahkan, aku bahkan tadi hanya menggunakan sekitar 0,5% dari 100%." Ling tersenyum sinis membalas perkataan Laurel.
Pertarungan pun kembali terjadi, kali ini Ling tidak menunggu lawannya datang, tetapi dirinya datang ke Laurel dan menyerangnya, begitu pula dengan Laurel, dia menggunakan kecepatannya untuk bertarung dengan Ling secara serius.
Pertukaran serangan pun terjadi, hampir semua serangan yang dilakukan oleh Ling mengenai tubuh dari Laurel, sedangkan untuk Laurel sendiri kini sangat terdesak karena tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang melebihi kecepatannya.
__ADS_1
Permainan pedang Ling sendiri bisa dikatakan tajam namun tidak memiliki niat membunuh, Ling sadar membunuh bukanlah hal bijak, dia kini memainkan pedangnya dengan santai dan terus memperlihatkan pola serangan dari Laurel.
Setelah seratus kali pertukaran serangan, kini Laurel benar-benar tidak di untungkan, dia kini berada dalam kondisi bertahan, namun dia sendiri tidak yakin akan dapat menahan serangan dari Ling lebih lama.
'Pria mesum ini kuat sekali.' Batinnya sambil terus menangkis serangan dari Ling.
Tubuh Laurel sendiri kini telah dipenuhi oleh darah dan luka tebasan, meski begitu Laurel masih tetap berusaha.
'Sepertinya aku tidak punya pilihan selain menggunakan sihir itu.'
Laurel kemudian memutarkan pedangnya dan mendorong paksa Ling, untuk Ling sendiri segera melarikan menghindari serangan dari Laurel, namun beberapa saat setelah dia terus menghindar, Laurel mengucapkan sesuatu.
"Tarian pedang - esensi petir - tebasan halilintar!"
Layaknya petir, permainan pedang Laurel menjadi sangat cepat, bahkan Ling dibuat terkejut dan kagum dengan sihir yang kini digunakan oleh Laurel, tetapi kekaguman itu berhenti setelah Ling merasakan sakit yang seperti sedang di cabik-cabik.
Srang, arang, arang.
Laurel tersenyum bak sikopat sambil terus menyerang Ling dengan kecepatan dari sihirnya, namun dia tidak menyerang titik lumpuh Ling, itu dikarenakan dia berniat menyiksa Ling.
Beberapa saat kemudian, tubuh Ling kini terlihat terjatuh ke tanah. Melihat Ling yang sudah tidak berdaya di depannya, Laurel tertawa dengan sangat lepas, dia akhirnya dapat membalas perbuatan dari Ling.
Tetapi, secara tiba-tiba saja, Ling kini bangkit kembali dengan wajah yang tersenyum, dia kemudian melemparkan tatapan meremehkan kepada Laurel.
"Hanya segini? huh, tetapi aku cukup terkesan dengan sihir mu itu." Ling tidak berbohong, dia memang terkesan dengan sihir yang digunakan oleh Laurel.
Untuk Laurel sendiri hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, begitu pula dengan pasangan petarung yang kini sedang bertengkar di tempat lain, mereka berhenti bertarung dan hanya menonton pertarungan antara Ling dan Laurel dari kejauhan.
"T.. tubuhmu...?" Laurel sama sekali tidak dapat percaya, tubuh Ling yang tadi telah robek di beberapa bagian, kini terlihat seperti semula, bahkan terlihat bersih.
Menyadari itu, Ling kemudian mengeluarkan sebuah botol dari sistemnya, namun itu dia lakukan dengan berpura-pura mengambilnya dari belakang sakunya.
Ling menunjukkan botol ramuan yang didalamnya terdapat cairan merah tua.
__ADS_1
"Ini adalah ramuan dari keluarga Phoneix, aku menggunakan ini untuk menyembuhkan lukaku dan mengembalikan Mana ku, jadi kau tidak perlu heran, ingat? tadi guru berkata kita boleh membawa tiga benda tambahan selain pakaian, dan aku membawa ramuan ini." Ling menggerak-gerakkan botolnya, dia kemudian kembali menyimpannya.
Semua orang hanya dapat menutup bibir mereka, mereka jelas tau seberapa mahalnya ramuan itu, bahkan isi dalam satu botol saja tidak lebih 250 ml, lebih tepatnya satu botol kaca hanya menyimpan 100 ml, namun, menurut para keluarga Phoneix, hanya dengan satu tetesan dari ramuan ini, seseorang akan dapat kembali pulih dan mendapatkan energinya kembali dengan waktu yang singkat.
'Seberapa kaya sebenernya orang ini.' Dalam hati semua orang, termaksud guru Farhan yang sedang melirik dari langit menjadi terkejut.
Kembali ke karakter utama, setelah Ling memasukan botol ramuannya, Ling langsung memasang kuda-kudanya, dia kemudian terlihat mengeluarkan pedang dari tangannya, namun tentu saja Ling melakukan sesuatu agar orang melihatnya itu seperti muncul dari belakang tubuhnya.
'M..magic Caster?
"Magic Caster : MC" \= Sihir penyimpanan ruang dan waktu, biasanya digunakan di suatu benda dengan melakukan sihir bernama Magic Caster ini. Seseorang biasanya menggunakannya di cincin, kalung.
Semua orang tentu terkejut, Magic Caster bukanlah sihir biasa, sihir MC sangatlah berguna di keadaan apapun, namun di kerajaan ini sendiri, tidak banyak yang dapat menggunakan sihir Magic Caster.
Ling tidak memperdulikan sifat terkejut mereka, dia saat ini ia hanya berniat untuk membuat Laurel pingsan dan membantu Taori dengan segera, setelah itu, dia kemudian berniat untuk menawarkan kerja sama dengan Taori.
Segera saja Ling bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Laurel, berniat untuk menyerangnya dengan kekuatan 10% nya. Sedangkan untuk Laurel sendiri kembali bersiaga dan mengeluarkan kemampuan gerakan sebelumnya.
Hiyatttt.....
Hiyattt.....
Tang...
Boom!
Saat kedua pedang beradu, perang yang digunakan oleh Laurel langsung hancur, namun Ling menghentikan pedangnya saat hampir mengenai wajah dari Laurel.
Laurel perlahan membuka matanya, dia sadar pedangnya tadi patah, namun dia heran kenapa serangan Ling tidak mengenainya, ternyata, Ling telah menghentikannya gerakannya.
"T..terima kasih karena berbalas kasih." Laurel menjadi campur aduk, dia takut, marah, kesal, namun kagum juga, tetapi setelah selesai berkata Terima kasih, perlahan kesadarannya mulai menghilang dan dia tersungkur, namun sebelum dia terjatuh, Ling telah menggendongnya di tangannya.
_ _ _
__ADS_1
[ 12/40 ]