Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 109 - Kota Hals dan Potion


__ADS_3

Setiap aliansi memiliki setidaknya satu peta menuju garis finis. Tujuannya sama, yaitu mencapai garis finish paling cepat. Saat ini, waktu telah berlalu 8 jam sejak dimulainya pertandingan. Dengan total 44 aliansi yang tersisa.


Ling dan aliansinya yang lain saat ini sedang menunggangi hewan sihir Ling, Binatang ajaib Ling adalah seekor rubah berukuran 3 meter. Memiliki gigi yang tajam dan memiliki penampilan bulu berwarna putih dan merah.


"Kota terdekat sisa beberapa meter lagi, kalian tunggu saja dulu..."


Sambil menunggu rubah miliknya sampai di kota terdekat, Ling mengeluarkan sebuah smartphone dari inventorinya. Tidak ada yang melihat darimana munculnya barang tersebut, itu semua karena Ling membuat HP tersebut tidak terlihat lalu dengan tiba-tiba memperlihatkannya kembali saat sudah berada di depan matanya.


'Kalau tidak salah benda yang bernama smartphone ini dapat menangkap momen-momen tertentu. Kalau begitu apa aku bisa menyimpan peta tersebut di dalamnya?'


Ling saat ini larut dalam pikirannya, hingga beberapa lama kemudian Ling dikejutkan dengan sebuah tangan yang memegang pundaknya.


Ling yang dulu adalah seorang pembunuh sekaligus orang yang tidak memiliki hati nurani meresponnya dengan menangkap tangan itu, dan tangan lainnya langsung meraih leher dari orang yang ingin menyentuhnya.


Ling kembali tersadar dan melihat bahwa tangannya saat ini sedang mencekik salah satu anggota dari aliansinya.


"Ah maaf, aku tidak sengaja."


Ling menggaruk kepalanya pelan, dia sebenarnya agak sedikit kesal dengan responnya. Namun mau bagaimana lagi? Ling dulu sangat tidak mempercayai siapapun. Bahkan anak kecil pun tidak luput dari kecurigaannya, karena hal itu Ling dulu adalah seorang monster berdarah dingin yang dapat membunuh siapapun.


Anggota yang terkena cekikan Ling tadi adalah Shukaku, Shukaku sama sekali terkejut sekaligus takut saat Ling mencekiknya. Dari pengalamannya barusan, Shukaku menyadari perbedaan antara dirinya dan Ling. Jika Ling adalah seekor burung elang, maka bisa dibilang Shukaku adalah burung pipit.


Shukaku membenarkan pakaiannya dan menatap Ling sedikit waspada, dia tidak tau apa yang Ling hadapi sehingga responnya bisa seperti seorang pembunuh ahli.


Kaito saat itu juga sedikit khawatir dengan Shukaku, dia langsung mengeluarkan sebuah Potion dari cincin miliknya. Setelah memberikan Potion kepada Shukaku, Kaito menatap Ling.


"Ling, sebenarnya ada apa? Apa kau ada masalah?"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak apa-apa. Lebih dari itu, kita sedikit lagi sudah sampai." Ling menunjuk gerbang kota sudah terlihat, dia kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah Shukaku, "Maaf, aku sama sekali tidak berniat melukaimu."


* *


Beberapa menit kemudian Ling dan aliansinya sampai di kota Hals. Menurut apa yang terlihat di peta, kota ini adalah kota kecil dan juga kota ini cukup dekat dengan sebuah kota lainnya yang bernama Dan.


Ling dan anggotanya beristirahat di kota Hals, hingga pagi datang, mereka pun melanjutkan perjalanan.


"Tunggu sebentar..."


Ling meminta waktu sebentar, dia kemudian pergi ke kamar kecil lalu sesampainya di sana. Ling bertanya kepada sistem cara untuk menaikan Rank miliknya, dan sesuai yang Ling harapkan. Sistem memberikan jawaban yang sangat memuaskan.


[ Sistem : Anda dapat menggunakan point tukar untuk menaikan Rank pada Class anda. Membutuhkan 3.000 point tukar untuk menaikan Rank C - A ]


"Baiklah, naikkan Rank Class Void ku."


Sistem segera menaikkan rank pada Class Void milik Ling. Dari rank C kini rank pada Class Void milik Ling naik menjadi rank B. Namun itu saja belum cukup, Ling membutuhkan setidaknya Rank S untuk dapat mengakses skill ketiga.


'Ini akan cepat bila aku sendiri.' Ling menghela nafas panjang, sebenarnya jika saja Ling sendiri. Dirinya pasti bisa sampai dengan sangat cepat.


Setelah mendengar apa yang dikatakan sistem, Ling pun menghilang dan muncul kembali di tempat semula.


Melihat Ling telah kembali, semua rekan Ling meminta Ling untuk mengeluarkan hewan sihirnya. Mereka tidak memiliki waktu untuk bersantai, jika tidak mereka pasti akan kalah.


Ling hanya tersenyum tipis sebelum mengeluarkan kubus berwarna biru tua dari sistem. Jika orang lain memiliki sihir MC untuk menyimpan barang-barang, Ling sama sekali tidak membutuhkannya. Itu semua karena keberadaan dari inventorinya dan juga dimensi miliknya.


Ling melemparkan kubus itu ke bawah tanah yang berada di depannya, dalam sekejap. Seekor rubah berwarna merah berpaduan putih itu keluar.

__ADS_1


Ling segera mengambil kembali kubus itu dan menyimpannya di dalam dimensi miliknya. Barulah setelah itu, Ling pun naik ke atas rubah tersebut dengan yang lainnya.


* *


Sepanjang perjalanan Ling hanya melamun karena merasa rubah miliknya kurang cepat. Ling ingin mengeluarkan seekor monster namun tidak bisa. Itu semua karena Ling harus menjaga rahasianya.


"Tidak ada pilihan lain, semuanya! kita turun dulu..."


Ling turun dengan cepat setelah rubah miliknya berhenti, begitu pula dengan anggota lainnya. Ling kemudian membeli sebuah Potion yang dapat mempercepat gerakan dari sistem.


'Aku ingin yang sangat cepat, namun tidak yang paling cepat...'


Dengan segera, sistem memasukan Potion yang baru saja di beli oleh Ling kedalam inventori milik Ling. Potion itu sendiri berharga 500 point, namun jumlah yang diberikan adalah 5 Potion penuh. Setidaknya setiap Potion berharga 100 point tukar.


Dengan begini, point Ling saat ini hanya tersisa 6,4k point tukar. Jumlahnya masih terbilang banyak untuk saat ini, namun itu saja tidak cukup untuk menaikan Rank Class milik Ling. Saat ini setidaknya Rank tertinggi Ling adalah Rank B dan rank terendah adalah D.


Rank Assassin milik Ling naik menjadi rank C, Rank Undead milik Ling saat ini mencapai rank D, dan yang terakhir adalah rank Void milik Ling yang baru saja naik menjadi rank B.


Ling segera mengeluarkan Potion tersebut dari sistem, kali ini dirinya tidak menutupinya karena sudah tidak peduli. Setelah berfkir berkali-kali, tidak mungkin ada juga yang menyadari perbedaan antara inventori maupun sihir MC. Karena itu Ling tanpa basa-basi segera mengeluarkannya.


"Hhm, semoga ini berkerja dengan baik di tubuhmu." Gumam Ling lalu setelah itu dirinya menuangkan isi cairan di dalam Potion di ke mulut dari rubah itu.


Sebuah cahaya merah terang muncul dari rubah tersebut, bersamaan dengan itu Ling bisa merasakan sedikit tekanan yang keluar dari dalam tubuh hewan sihir miliknya.


Ling tersenyum tipis, 'Sepertinya ini tidak hanya membuat gerakan semakin cepat.'


Setelah itu Ling dan anggotanya pun naik ke atas rubah tersebut. Count dan kedua anak kecil kembar langsung menanyakan kepada Ling tentang Potion yang baru saja diberikan olehnya, Ling hanya tersenyum tipis lalu mulai menjelaskannya.

__ADS_1


_ _ _


Tunggu jam 23:00 yah, auhtor sudah tercerahkan oleh penulisan kak Shunjikuron. Jadinya lebih baik lagi tulisannya, hihi.


__ADS_2