
Harimau hitam putih itu terlihat menjatuhkan pemuda yang berada di mulutnya. Setelah itu, tubuh mereka langsung bercahaya.
Tidak lama setelah cahaya itu padam, nampak sosok gadis kembar tadi.
Hans melihat mereka dengan tatapan sinis, namun pandangannya segera teralihkan kepada anggotanya yang berada di samping gadis kembar itu.
'Bertahanlah Samuel, aku akan menyelamatkan mu.' Batin Hans sambil memandang anggotanya yang bernama Samuel.
Pandangan Hans kembali teralihkan kepada sosok gadis kembar itu. Kebencian! Amarah! Nafsu membunuh! Semuanya tersirat dalam hatinya.
'Aku akan membunuh gadis kembar ini!' Batinnya dengan mengepalkan tangan.
Bersamaan dengan itu, nafsu membunuh yang terpancar dari tubuh Hans semakin besar. Aura biru itu juga terlihat membesar seiring membesarnya nafsu membunuh Hans.
Mata Hans berubah menjadi berwarna biru tua yang terang, dua giginya berubah menjadi seperti drakula. Kuku di tangannya berubah menjadi memanjang dan dari belakangnya terlihat ekor berwarna biru tua yang muncul.
Jumlah ekor tersebut berjumlah tiga. Bentuknya sendiri seperti tangan gurita.
Hans menjulurkan kedua tangannya ke arah dua gadis itu, dalam sekejap, sebuah tantakel yang jauh lebih besar dan kuat terbang ke arah mereka.
Kedua gadis kembar itu terkejut namun mereka sudah menduga hal ini akan terjadi. Mereka pun akhirnya berhasil menghindar, namun mereka juga mendapatkan luka fisik yang membuat pipi mereka seperti terkena pisau.
"Cih! Kemana nyali kalian?! Ayo lawan aku! Jangan hanya menghindar saja! Dan juga kalian!," Hans berpaling melirik ke delapan orang lainnya dari aliansi YTZ, "Kalian tidak ingin bertarung? Kalian hanya sampah rupanya!"
Kedua gadis kembar itu memasang wajah yang jelek.
"Hanya kau saja! Kau bahkan tidak dapat melawan kami! Bagaimana bisa kau meremehkan ketua aliansi kam-"
Mulut itu berhenti saat sebuah tentakel menabrak tubuhnya, gadis berambut pink itu langsung mengalami patah tulang hanya karena satu tinju dari tentakel Hans.
"Tubuh ini aneh, tapi berkat ini aku dapat memiliki kekuatan yang luar biasa."
Gumamnya dengan tatapan sinis terhadap gadis berambut hijau.
* *
Dari barisan penonton, terlihat seorang wanita muda dengan kipas di tangannya. Dia terlihat tersenyum melihat Hans.
"Dia akhirnya menggunakannya tuan Hades..."
"Ssts, diam, jangan terlalu keras. Identitas ku tidak boleh diketahui di sini."
"Ah maaf tuan."
"Hhm, tapi yang kau katakan benar, tubuh Ghoul ternyata bisa sekuat ini. Kita harus melakukan percobaan yang lainnya, mungkin kita bisa menggunakan pahlawan sebagai percobaan penyatuan." Ucap Hades dengan pelan.
"Iyah, tapi tuan."
"Ada apa?"
__ADS_1
"Tuan adalah pahlawan, apa tidak apa-apa pergi di saat turnamen di Lexington di lakukan?"
"Tidak apa-apa, sebagai pahlawan bahkan raja tidak dapat mengaturku secara semaunya."
Hades ini bukan lain dan tidak lain adalah Hades sang pahlawan yang memiliki julukan Devil Han.
"Baiklah, ngomong-ngomong tuan, sepertinya ini akan menarik."
"Yah, vaksin Ghoul yang kita berikan kepadanya akan merubah sifatnya menjadi monster, aku yakin percobaan ku tidak akan gagal."
"Aku padamu tuan."
* *
"Beraninya! Beraninya kau membuat Meong mati!"
Setelah beberapa menit berlalu, wanita berambut pink itu mati. Hanya dengan satu pukulan? Kalian bercanda? Bagaimana bisa ini terjadi?
Sebuah tekad untuk membunuh Hans terlintas di dalam tubuh wanita yang memiliki nama Yin. Kematian nyatanya tidak menjadi halangan Akedemi untuk melanjutkan pertandingan, itu semua karena ke egoisan Raja.
Raja memerintahkan kepada seluruh Akedemi untuk memberikan pertandingan final sebagai pertadingan yang mempertaruhkan nyawa.
"Ku bunuh kau kapar*t!"
Yin melompat ke arah Hans yang saat ini sedang berada di udara. Hans menatapnya sinis, dia kemudian memainkan ekor berbentuk tangan gurita nya menuju Yin.
Yin yang dipenuhi oleh ambisi membunuh tanpa pikir panjang hanya berusaha melewati itu semua. Di kedua tangannya, sebuah bola berwarna putih muncul.
Bola bola itu dilemparkan kepada Hans sambil terbang menujunya, namun Hans dengan mudahnya menangkis itu semua dengan buntut guritanya.
'Serangannya terlalu lemah, kalau begini seharusnya aku dapat memenangkan pertandingan kali ini.'
Hans merasa kesempatan untuk menangnya meningkat. Sebenarnya, kemampuan gurita ini adalah kemampuan khusus keluarganya, namun sebenarnya kekuatan ini tidak sekuat sekarang.
Biasanya, keluarga Hans hanya dapat mengeluarkan satu ekor, terlebih aura biru yang kental di sekujur tubuh tidak setebal seperti Hans. Itu semua karena sebelum hari masuknya Akedemi, tubuh dia mendapatkan percobaan. Hanya saja dia lupa siapa orang yang membantunya itu.
Hans kembali menatap Yin dengan sinis, dia sudah bersiap akan menusuk Yin dengan aura birunya yang kental saat Yin berada di hadapannya.
"Sialan!!!"
Yin berteriak keras sambil mengarahkan cakarnya ke arah Hans, dia juga menggunakan ilusinya agar persentase membunuhnya meningkat.
Hans tersenyum senang, dia berharap Yin mati langsung di tangannya. Namun, saat jarak Yin berada beberapa langkah lagi darinya, sebuah bayangan dengan cepat membuat dirinya menghilang.
Hans meskipun terkejut namun masih dapat melihatnya. Hans melirik ke arah bayangan itu, dia dapat melihat seorang wanita berpakaian ketat hitam yang menggendong Yin.
Yin yang berada di gendongannya juga terlihat sudah tidak sadar.
Dari kejauhan, ketua aliansi YTZ memberikan sebuah tanda aneh dari jariinya, namun beberapa saat tanda itu diberikan. Seorang pria berbadan kekar dan terlihat macho segera meninggalkan posisinya yang seperti patung tadi.
__ADS_1
"Hahahaha, akhirnya Benteng di gunakan, aku tidak tau kau sehebat ini. Yang ku tau keluarga guritamu sangatlah rendah, bagaimana bisa kau mempunyai kekuatan sebesar ini. Hahahaha."
Gelak tawa yang besar dan terasa berat itu membuat Hans semakin marah, dia kini tidak lagi memperdulikan wanita pakaian ketat dan juga si kucing. Saat ini nafsu membunuhnya terarah kepada pria macho itu.
"Apa? Itu kenyataannya kan? Hahahahaha. Ah iya, namaku Gardian, salam kenal wahai mayat masa depan!"
Satu kata untuk menggambarkan sikap Gardian. Kurang ajar!
Dua ekor kembali muncul dari belakang Hans, matanya berubah menjadi berwarna biru terang. Dan juga, di beberapa bagian tubuhnya berubah menjadi warna kebiruan.
Akhirnya, saat ini Hans memiliki 5 ekor untuk menyerang. Dia menerbangkan tiga ekornya ke arah Gardian itu dengan cepat.
Ekor gurita itu bagaikan sebuah tembakan yang pistol. Cepat dan juga mematikan.
"Heh, ini dia." Gumam Gardian sambil memasang senyum seringai.
Dia menaikan perisainya persis di depan kepalanya, dia juga mengatakan sesuatu dengan pelan.
"Shield of repetition."
Bersamaan dengan itu, tiga ekor gurita itu kemudian langsung menghantam perisai yang di gunakan oleh Gardian.
Lantai di sekitar Gardian hancur, tidak lama, tubuh Gardian juga tidak dapat menahan hantaman dari ketiga serangan ekor gurita Hans.
Alhasil, Gardian pun terbanting di lantai arena dengan keras akibat dorongan ekor gurita yang sangat kuat itu.
* *
Suasana menjadi hening melihat kepulan asap yang berada tepat di tinjuan ekor gurita itu.
Ekor gurita Hans kemudian terlihat kembali di tarik, saat itu juga, semua orang dapat melihat bahwa tubuh Gardian membuat sebuah gambar pada lantai.
Hans yang berada di udara tertawa melihatnya, dia berfikir benar-benar bodoh untuk menggunakan tenaga sebanyak itu hanya karena untuk menyerang Gardian.
Sementara itu, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari Akedemi Feniks sedikit berdiri untuk melihat lebih jelas.
"Ketua, apa menurutmu Gardian masih dapat bertarung?"
"Iya."
"Ehh?! Kenapa? Lihat tubuhnya bahkan mengeluarkan darah."
"Tidak, coba perhatikan dengan benar..."
Wakil kepala sekolah segera mengikuti apa yang kepala sekolah katakan.
Beberapa saat kemudian, dia baru menyadari sesuatu.
"Ketua!"
__ADS_1
"Iyah aku tau," Berpailng ke arah wakil kepala sekolah, "dia tersenyum..."