
Gress bergerak dengan cepat menuju ke atas gerbang Selatan, sambil berlari ke sana, Gress juga membunuh beberapa monster Undead untuk membantu Giant bawahannya.
Gress memiliki senjata berupa sabit, sabit itu berbeda karena ukurannya yang raksasa. Dan juga, dari sabit itu tercium bau darah yang pekat, itu wajar karena Gress tidak pernah membersihkan sabitnya, dan karena dia juga membunuh banyak sosok, bau darah jadi terasa kental di sabitnya.
“Tebasan angin tornado!” Gress melemparkan sabitnya.
Sabit tersebut memutar dan secara cepat membuat sebuah angin kencang disekelilingnya. Angin tornado itu mengarah langsung ke arah gerbang.
Ke empat pelayan Ling, dari jauh dapat melihat, Undead yang terkena angin itu. Bahkan mati dengan cepat, tubuh mereka seakan-akan di cabik padahal tubuh mereka terbuat dari gabungan senjata tajam.
Melihat hal tersebut, keempat pelayan Ling berpencar menghindari tornado tersebut. Dua ke kanan dan dua ke kiri, dan saat sabit itu membentur gerbang kerajaan, satu persatu batu mulai terlepas dan hancur menjadi serpihan debu.
Xiao Li dan ketiga pelayan lainnya, menelan ludah mereka melihat hal tersebut.
‘Sihir yang mengerikan, jika kami terkena sihir itu, kami akan mati. Sihir ini jelas sangat kuat, para Giant ini tidak heran dapat membunuh Miru...’ Batin Xiao Li sambil bergerak menjauhi tornado tersebut.
“Haha! Ada apa?! Kalian sekarang menyadarinya bukan?! Kami para Giant tidak dapat disandingkan dengan manusia rendahan itu. Kami terlahir sebagai penguasa duni-” Belum menyelesaikan perkataannya, Gress terdiam.
‘Yang benar saja, sihir ini masih belum bisa ku kuasai. Akibatnya aku sendiri terkena dampaknya, sialan, sihir Raja Victor sangatlah kuat.’
Saat ini, karena merasakan dampak dari sihir yang belum dikuasainya, Gress terdiam. Tangannya yang melemparkan sabit itu, saat ini terasa pecah (uratnya) namun yang sebenarnya terjadi meredian pada tubuh Gress rusak. Akibatnya, Gress mengalami beberapa detik kelumpuhan di tangan kanannya.
Namun karena dia masih dapat menggerakkan tubuh dan juga bagian anggota tubuh lainnya, dia kembali memperlihatkan wajah sombongnya. Seakan-akan, dia memang tidak kenapa-kenapa.
“Ada apa! Apa kalian mulai takut?”
“Takut? Kau bercanda? Kami tidak takut denganmu, kuakui sihirmu barusan memang dapat membunuh kami dalam sekejap. Tetapi, sihir yang sebesar itu, apa kau sanggup menahannya? Ku rasa tanganmu itu sudah tidak sanggup digerakkan lagi, ya.. kan?” Xiao Li tersenyum tipis.
Kata-kata Xiao Li seperti Guntur bagi Gress, tidak pernah menyangka akan bertarung dengan sosok yang begitu pintar.
“Hebat, hahaha hebat sekali. Akan tetapi, jika memang benar kalian bisa apa?!”
“Hmm, kau terlalu meremehkan kami! Liat ini!” Xiao Li terlihat mengeluarkan pedang pendeknya, dan dia menggerakkan pedangnya dengan pelan membentuk sebuah bulat di udara.
__ADS_1
Sebuah air muncul dari pedangnya lalu terlihat membuat sebuah cincin besar di udara. Cincin itulah yang membentuk sebuah bulatan di udara tadi, lalu saat Xiao Li menusukkan pedangnya di bulatan tersebut, sekitar belasan pedang air terbang ke arah Gress.
Gress terkejut namun masih sempat menghindarinya, dia melompat ke kiri, namun dari belakangnya, terdapat sosok yang bergerak cepat dan menyerang lehernya. Untungnya, Gress berhasil menghindari serangan fatal tersebut, serangan tersebut hanya membuat sebuah goresan di lehernya.
‘Mereka, tidak dapat diremehkan, seharusnya aku tau dari pertamakali bahwa mereka bukanlah lawan yang dapat dengan mudah ku bunuh. Tetapi karena dibutakan dengan kemarahanku, aku menjadi sedikit teledor. Huh, aku seharusnya berlatih mengontrol emosi.’ Gumam Gress tanpa berpaling dari Xiao Li dan pelayan lainnya.
Xiao Li dapat mengetahuinya, saat ini fokus Gress sangat terarah kepadanya. Mungkin karena Xiao Li sangat pintar, dan dia menjadi waspada kepadanya.
Xiao Li melirik kearah Leonard, di antara yang hadir saat ini, yang memiliki fisik paling kuat adalah Leonard. Xiao Li dengan pintarnya, memberikan kode kepada Leonard untuk menyerang Gress dari belakang.
Leonard menganggukkan kepalanya, dia kemudian mengarahkan pedangnya kepada Gress, lalu melompat ke arahnya.
“Gress, dibelakangmu!” Fred secara tiba-tiba memberitahu Gress.
“Haha aku tau!”
Gress terlihat bergerak dengan sangat cepat memutar balikan tubuhnya, sekaligus sabitnya. Membuat Leonard yang mengarah kepadanya, terkena luka tebasan dan terpental.
* *
Sudah beberapa menit, Ling telah sampai di gerbang Selatan, hanya saja. Gerbang Selatan itu, tidak terlihat baik, membuat Ling segera terbang dan melihat dari atas langit.
“Hah, Leonard bahkan terluka seperti itu!” Ling dapat melihat dari atas.
Tubuh Leonard terlihat mengeluarkan darah berwarna merah. Dan lebih, darah yang keluar cukup banyak.
“Ini, sebaiknya aku turun tangan...” Ling bergumam.
* *
15 Menit telah berlalu sejak Ling dan Gress mulai bertarung, Ling dan Gress telah bertukar 25 serangan, dan Gress terlihat terluka parah. Tubuhnya berdarah-darah dan tangan kanannya telah hilang.
Sedangkan Ling, sama sekali tidak terlihat terluka akibat regenerasi pada tubuhnya.
__ADS_1
Tiba-tiba, muncul sebuah panel dari sistem, panel tersebut memberitahu kepada Ling. Bahwa Ling mendapatkan misi terpicu, dia harus membunuh dua pemimpin Giant itu, lalu reward dari misi tersebut adalah. 25.000 Point tukar dan 25.000 EXP.
“Ah, hari ini adalah hari keberuntungan ku. Sudah naik tertimpa emas.” Gumam Ling dengan wajah tersenyum lebar.
Sedangkan untuk Gress, dirinya diam seribu bahasa, tidak mempercayai bahwa dirinya dikalahkan oleh manusia yang sering di rendahkannya. Dan lebih memalukannya lagi, dia bahkan terluka parah, untuk saat ini memang Gress masih dapat berdiri.
Akan tetapi, dalam beberapa menit lagi, Gress yakin akan terjatuh lemas karena banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Energi Mana pada tubuh Gress terbatas, dan tidak dapat membuat semua darahnya berhenti.
Fred yang melihat hal tersebut, jelas tidak bisa diam saja, dia maju mendekati Gress untuk membantunya.
“Gress kau baik-baik saja?”
“Tidak, aku mengalami luka yang sangat besar, jika aku tidak dapat pergi dari sini. Kemungkinan besar aku akan mati, kita harus melarikan diri dan melaporkannya kepada Raja Victor untuk membalaskan dendam kita.” Saran Gress.
“Aku tidak yakin dia akan membiarkan itu terjadi, dan juga Giant yang lainnya.. Merek...” Fred menunjuk ke arah para Giant yang bertarung dengan Undead.
Jantung Gress berhenti berdetak sesaat setelah melihat sekumpulan Giant yang telah dibantai habis oleh monster Undead itu, monster Undead kadal itu saat ini sedang memakan tubuh dari para mayat Giant.
“Kau pergilah Gress, aku akan menahan mereka sebisaku. Dan jangan lupa, untuk segera memberitahukan hal ini kepada Raja Victor.”
“Tapi bagaimana denganmu?”
“Tenanglah, kau tidak usah memikirkannya, lebih baik kau segera pergi, kita tidak memiliki waktu banyak. Cepatlah pergi!”
Dengan segala kegelisahan dan rasa benci, Gress berniat meninggalkan kerajaan Whazard dan bersembunyi untuk mengobati lukanya dan melaporkan kejadian ini kepada Raja Victor. Namun, belum beberapa detik sejak dirinya pergi...
“Siapa bilang kalian boleh pergi?! Kalian harus mati di sini, karena jika tidak...”
Sebelumnya...
[ Hukuman : Anu tuan akan di potong ]
Ling menelan ludahnya, hukuman yang sangat berat, dirinya tidak boleh membiarkan kedua pemimpin Giant itu lari atau jika tidak.. Dia harus merelakan masa depannya.
__ADS_1