Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 104 - Detik-detik pertandingan


__ADS_3

• Sebagai bentuk dukungan dari temen-temen buat dukung novel ini. Penulis hanya berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini •




Like sebelum membaca




Vote 10 poin saja jika punya


_____________________________________✓




Ahli formasi adalah sebuah job khusus bagi seseorang yang mempelajari tentang atau teknik sihir formasi. Biasanya manusia yang ingin menjadi ahli formasi selalu belajar dari buku sihir jenis formasi. Itupun mereka membutuhkan sekiranya 10 tahun untuk menjadi ahli formasi peri 1.


Namun ... bagaimana bisa seorang anak muda berhasil menjadi ahli formasi di usianya yang masih terbilang muda? Ini pastinya hanya bualan, namun saat ini Count dan Kamaki sama sekali tidak bisa bisa berkata demikian. Sebab, Ling melakukan hal itu langsung di saksikan oleh mereka sendiri.


"L -ling, kau hebat sekali! bagaimana bisa kau menjadi ahli formasi? Apakah kau memiliki guru seorang pahlawan?! Hah? Hah?" Count tidak bisa berhenti takjub, dia sangat menganggap temannya ini sangatlah luar biasa. Kini dalam hatinya dia menjadi heran dengan orang-orang yang mengatakan Ling sampah. Sudah jelas Ling adalah seseorang yang luar biasa. Darimana mereka bisa menyimpulkan bahwa Ling sampah? Mereka pasti hanya iri!


"Ah itu, aku belajar otodidak." Jawab Ling sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Ah sudahlah, kalau begitu dimana kostum itu?"


"Ah sebentar."


Ling membuka sistem lalu mengklik pada bagian penyimpanan. Di sana, Ling dapat melihat terdapat banyak sekali item-item sihir maupun gambar hewan. Gambar hewan pada inventori Ling sendiri adalah mayat dari seekor hewan sihir. Ling sengaja menaruhnya di sana agar tidak basi, itu semua dirinya lakukan untuk berjaga-jaga bila tidak memiliki makanan.


Kembali ke pusat cerita, Ling terlihat mengklik pada bagian Jubah. Dalam gambar tersebut, terlihat sebuah nomor di atasnya sebagai penanda jumlah dari jubah tersebut.

__ADS_1


Ling kemudian mengeluarkan jubah hitam putih tersebut dalam jumlah tiga .


Dalam sekejap, kini sebuah jubah hitam berpaduan putih terjatuh di depan Ling dan kedua rekan itu.


Count hanya diam tak bergeming, dia berusaha untuk menutupi keterkejutannya dengan diam. Count kemudian mengambil kostum tersebut dan langsung menggunakannya. Saat selesai menggunakan kostum dari Ling, secara tiba-tiba tubuhnya menjadi sangat lega dan releks. Count yang dihadapkan dengan hal itu tidak bisa tidak memperlihatkan ekspresi nyamannya. Dia tidak tau apa yang Ling buat pada formasi tersebut yang pasti dirinya sangat menyukai apa yang dibuat olehnya.


Kamaki melirik ke arah Count dengan teliti, dia dapat merasakan adanya emosi yang terkandung dari raut wajah Count. Melihat emosi nyaman dari Count, Kamaki langsung ikut mencoba memakai kostumnya. Kamaki terdiam saat selesai menggunakan kostum dari Ling. Saat dia selesai menggunakan kedua pakaikan itu, seperti ada sebuah sensasi yang sangat nyaman masuk kedalam tubuhnya dan seperti ada listrik-listrik yang mengalir keseluruh tubuhnya.


"Ling, kau hebat sekali! aku tidak tau kenapa tapi ini sangat membuat aku nyaman. Saat tadi menggunakannya seperti ada listrik-listrik yang berubah menjadi energi ku."


"Listrik itu memang untuk menambah energi kita. Aku dari beberapa Minggu ini fokus terhadap formasi sihir ini. Karena aku Assassin, aku dapat menggunakan angin, petir dan api. Formasi sihir ini bukan hanya menggunakan kepintaran, tetapi jika ingin mempelajari formasi sihir ini seseorang harus memiliki esensi listirk. Karena itu bisa dibilang tidak semua orang dapat mempelajari teknik ini meskipun mereka sangat berbakat." Ling menjelaskan cukup rinci.


Tiba-tiba, dari pintu terlihat empat orang masuk. Orang-orang itu cukup familiar bagi Ling, yang satu terlihat macho dengan rambut yang panjang sebahu. Lalu tiga orang lainnya terlihat masihlah kecil. Yap, mereka adalah Hamura, Taori, Sakuya dan Sakuyi. Mereka sudah terlihat lebih tinggi dari terakhir kali Ling bertemu. Hamura pun sama, badannya menjadi lebih kekar dibandingkan terakhir kali bertemu.


"Kak Ling." Sapa Taori sambil berjalan dan melambaikan tangannya.


Ling hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut. Dia kemudian langsung mengeluarkan sebuah kostum yang sudah dipersiapkannya khusus bagi ketiga anak kecil tersebut. Jika pakaian yang Ling gunakan dan lainnya lebih banyak hitamnya. Pakaian mereka bertiga lebih banyak putihnya. Itu sengaja Ling gunakan, alasannya adalah untuk menjadikan mereka umpan yang bergerak.


Ketiga anak itu langsung memakainya di kamar mandi. Berbeda dengan yang lainnya, Hamura telah memakai pakaian dari Yuki. Mereka tadi sempat bertemu dengan Yuki.


* *


Waktu telah lewat 1 jam sejak Ling dan yang lainnya menggunakan kostumnya. Beberapa anggota sudah datang termaksud Kaito. Yang tersisa kini hanya timnya Shukaku.


Tiba-tiba, dari layar kristal. Sebuah gambar muncul dan memperlihatkan arena Colloseum. Dari layar yang ditampilkan oleh mutiara tersebut, Ling dan ketujuh rekan aliansinya itu dapat melihat bahwa bangku penonton sudah sangat penuh. Hanya menyisakan beberapa ratus kursi saja lagi.


"Wah, aku tidak menyangka akan sebanyak ini penonton yang hadir. Kalau tidak salah setiap aliansi memiliki nama khusus bukan. Ngomong-ngomong nama khusus tim aliansi kita apa kak Ling?" Taori bertanya.


"Nama aliansi kita? Hhm, nama aliansi kita adalah ..."


"K -keren, keren sekali!" Ucap mereka serentak.


Bersamaan dengan itu, pintu kembali terbuka dan memperlihatkan sosok dari kedua anggota aliansi. Tidak salah lagi, mereka adalah Shukaku dan Law.


Ling bertukar sapa kecil dengan Law maupun Shukaku. Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka saling bertukar sapa. Shukaku datang dengan pakaian aliansinya. Dia bercerita tadi Yuki datang ketempat kediamannya. Dan sekarang, Yuki telah duduk di kursi penonton menunggu pertandingan dimulai.

__ADS_1


"Yasudah, tunggu 1 jam lagi, kita lebih baik bersiap-siap. Lawan kita soalnya ada yang memiliki tingkat master Bintang 3. Lebih parahnya lagi terdapat murid dalam yang memiliki tingkat Master bintang 7. Karena itu mari kita berlatih!" Usul Count dengan semangat.


Ling yang mendengarnya hanya menguap, dia kemudian mengeluarkan HP miliknya dan bermain game The lord of the hero kingdom.


"Aku tidak ikut, kalian saja yang berlatih huah." Ucap Ling yang kemudian menguap kembali, "Hanya Master saja, itu mudah." Ucap Ling sambil membuka game miliknya.


"Mudah matamu! ah Iyah, ngomong-ngomong Shukaku, Ling adalah seorang Ahli formasi."


"Ouh, begitu ..."


"Tunggu apa! kau tidak berbohong bukan?!"


"Awalnya aku kira Ling berbohong. Tapi tadi dia memperlihatkan kepadaku. Di depan mataku dan Kamaki. Aku juga tidak menduga ada anak yang bisa menjadi ahli formasi di usianya yang terbilang muda." Count jujur iri, dia sangat menyayangkan bakatnya yang tidak sebagus Ling.


Mereka semua kemudian melirik ke arah Ling yang sedang duduk di pojokan sambil bermain HP.


Ling yang sudah terbawa kedalam dunia game tidak memperdulikan sekitarnya. Dia terus bermain game miliknya sembari menunggu turnamen di mulai.


* *


Tidak terasa satu jam telah terlewati. Kini turnamen telah dimulai. Namun ...Ling tidak menyangka bahwa tim aliansi miliknya akan maju lebih dulu.


"Semuanya, kalian sudah siap?" Tanya Count penuh semangat juang.


"Kami siap!"


Di saat orang-orang berkata siap dengan semangat, Ling hanya menguap karena bosan. Master? Lawan ku adalah master? Kau bercanda? Bahkan 100 orang tingkat master tinggi saja tidak bisa melawanku. Kalian pasti bercanda. Hahahaha. Begitulah pemikiran Ling saat ini.


Mereka kemudian memasuki sebuah lorong, saat mereka berjalan di dalam lorong tersebut. Mereka dapat melihat terdapat sebuah cahaya di ujung lorong itu. Mereka kemudian semakin bersemangat saat sedikit lagi saja hampir keluar dari lorong.


Mereka kemudian tidak lama sampai pada ujung lorong. Detik-detik mereka keluar dari sana untuk bertanding sangatlah menegangkan ( kecuali Ling ) sekaligus. Mereka sangat bersemangat karena akan bertarung.


Saat mereka keluar dari dalam lorong, sebuah cahaya matahari mulai menyilaukan mata mereka. Di saat bersamaan ...


"Kita sambut, aliansi dari sembilan Keluarga besar, Raven Goose!"

__ADS_1


__ADS_2