
Di kehidupan Ling sebelumnya, Ling sudah pernah menghadapi Colosal Dragon jenis api. Namun waktu itu, dia memiliki kekuatan penuhnya yang membuat perburuan sangat mudah. Berbeda untuk saat ini, Ling bahkan di desak untuk mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya.
(Beraninya manusia rendahan sepertimu melawanku!)
Naga itu mengeluarkan nafas api dari mulutnya, sebenarnya Ling tidak akan terlalu kesulitan menghindarinya. Akan tetapi dia tidak bisa hanya menghindar terus, ini semua karena kulit dari Dragon Colossal yang membuatnya menjadi sangat sulit ditangani.
Kulit Colossal Dragon berbeda dibandingkan dengan naga pada umumnya. Kulit mereka benar-benar keras seperti logam, namun bukan berarti Ling tidak mengetahui cara mengalahkannya.
"Kurumi, Debuff dia dengan penghentian waktumu!"
"Baik tuan!"
(Perlawanan yang sia-sia, kau pikir menghentikan waktu dapat mengalahkan ku? Mimpi kalian!)
Naga Colossal benar-benar percaya diri dengan ketahanan tubuhnya, Ling mengetahui itu. Sudah dari dulu Naga Colossal sangat percaya diri dengan kekuatan tubuhnya, namun berkat inilah Ling menemukan kelemahannya di kehidupan lamanya, Ling semakin bersemangat. Bila tubuhnya mengonsumsi mayat Naga Colossal ini. Defens dan MP Ling akan naik drastis. Bahkan Giant normal bukan masalah besar lagi bagi Ling.
Naga Colossal menyerang menggunakan tangan dan dari bawah tanah muncul tombak-tombak logam yang tajam hampir mengenai Ling.
Ling untungnya dapat menghindari pola serangan tersebut, namun Ling hampir tidak dapat menghindari buntut Naga Colossal yang tiba-tiba menyerangnya. Kalau saja Kurumi tidak menghentikan waktu naga tersebut, Ling pasti akan terpental berkat buntutnya.
(Cih, dasar bajing*n menganggu, aku akan membunuhmu lebih dulu)
Naga Colossal mulai menargetkan Kurumi, tetapi Ling tidak membiarkan hal tersebut. Dia mendesak Naga Colossal dengan tinjunya yang cepat.
Tinju itu tidak membuat Naga Colossal terluka tetapi membuatnya mundur dan semakin mundur.
(Kau jelas tau serangan fisik tidak akan mempan, tetapi kau masih menyerangku. Aku puji keras kepalamu, tapi aku akan menghentikan ini)
Naga Colossal mulai terbang ke langit, membuat Ling menatapnya dari bawah.
"Ah, sial! Aku tidak yakin ini akan memakan waktu yang lama. Tapi mungkin masih ada kesempatan sebagai pewaris kekuatan dewa Azure..."
__ADS_1
"Wahai Dewa Azure, pinjamkan lah kekuatan pemusnah milikmu kepada pewarismu yang sedang terdesak ini..."
Ling sebelumnya memang belum pernah melakukan ritual semacam ini. Namun dahulu, dia mengenal seseorang yang diberkati dan menjadi pewaris salah satu dewa, orang itu memuji dewa yang mewarisi kekuatannya kepadanya dan dewa yang dipuji memberikan rahmatnya dalam bentuk kekuatan.
Bayangan sosok dewa mulai muncul di belakang Ling, Naga Colossal yang berada di langit terkejut.
(Ya, ku pikir aku sekarang tau kenapa kau sangat berani. Rupanya kau adalah salah satu pewaris dewa, tapi dewamu itu bahkan jauh lebih lama dari dewa yang ku layani...)
Ling tidak terlalu mengerti, mungkin kekuatannya sekarang sangat hebat namun baru kali ini dia bingung dengan pembicaraan kekuatan. Kekuatan dewa?! Melayani?! Akh itu bahkan belum pernah Ling ketahui, yang Ling tau di dunia sebelum kematiannya ada semacam orang yang diberkati oleh dewa.
Namun, perkataan Naga Colossal membuat tubuh Ling semakin aneh. Banyak petir yang mulai mengalir di tubuh Ling, semakin lama, semakin rasanya Ling di selimuti oleh petir. Dan kesadaran Ling mulai menghilang.
...* *...
Ling membuka matanya, dia berada di sebuah tempat yang hampa di mana tidak ada gravitasi dan hanya gelap. Ini kemungkinan besar adalah tempat akar muasalnya, kesampingkan hal tersebut, di sana Ling dapat melihat akar daun kehidupannya.
“Gronth Ling, atau bisa ku panggil Ling Chen?”
"Siapa kau? Apa kau yang memaksaku ke ruang akar muasal ku?"
“Hey hey, padahal kau tadi yang meminta bantuan ku, apa kau tidak mengenaliku? Aku adalah Dewa Azure. Sebenarnya aku sangat sibuk, tetapi perkataan Colossal Dragon sungguh membuatku muak, kau harus membunuhnya apapun yang terjadi. Aku akan meminjamkan kekuatanku...”
Ling menelan ludahnya, tidak tau harus apa, dia baru kali ini bertemu dengan sosok yang berkuasa atas dunia.
“Pasti kau memikirkan ini, aku tidak tau harus apa, aku benar-benar tidak pernah bertemu dengan sosok dewa sebelumnya.”
Ling terjatuh kebelakang karena terkejut, sialan! Pikirannya bahkan dapat diketahui oleh dewa. Meskipun tidak terlalu tepat, tapi tetap saja tebakan dewa tersebut benar. Apakah dewa adalah sosok yang paling berkuasa?! Hingga dapat membaca pikiran.
“Ah Iyah, kalau aku boleh tau, bagaimana caranya kau menarik perhatian dua dewa lainnya?”
Tiba-tiba dewa Azure bertanya sesuatu yang Ling sulit pahami dan bahkan belum diketahui.
__ADS_1
"A-apa maksudmu?"
“Hmm? Jangan bilang kau tidak mengetahuinya? Kau diberkati oleh dua dewa lainnya, berbeda denganku. Keberadaan dewa seperti mereka adalah eksklusif di tata Surya ini, dewa yang memberkatimu ada dua sebelum diriku, yang pertama kau diberkati oleh Dewa teknologi. Dan yang kedua kau diberkati oleh Dewa Kematian...”
Ling sungguh terkejut, dia baru sadar. Apakah sistem adalah Rahmat dari dewa teknologi? Dan Class Necromancer nya, apakah itu Rahmat dari dewa kematian? Kalau benar begitu, kenapa mereka mencoba membantu Ling? Ukh itu membuat kepala Ling semakin pusing.
“Kau pasti bertanya-tanya mengapa kami memberikan Rahmat kami. Dan apa untungnya bagi kami, tetapi itu bukan sesuatu yang harus ku jawab, bila kau sudah sepenuhnya mewarisi kekuatan dewa ku. Kau akan segera mengetahuinya... Ah yah, aku ada sedikit hadiah. Dewa Teknologi yang ku sebut tadi, dia telah bertemu denganmu di kehidupan sebelumnya. Namun aku tidak bisa melihatnya lebih jauh dan hanya menyimpulkan hal tersebut karena ada kekuatan dewa teknologi yang menghalangiku membaca ingatanmu lebih jauh... Dan kenapa kau bisa kembali hidup adalah karena dewa kematian memberkatimu...”
“Yah pokoknya, habisi dia, aku akan kembali. Selamat tinggal...”
Dalam sekejap, Ling mendapatkan kembali kesadarannya. Mata Ling mulai berubah, menjadi biru-biru muda petir, tubuh Ling bergerak sendiri mengikuti hasrat kekesalan Dewa Azure. Dalam kedipan mata Ling menghilang dan muncul di depan tubuh Naga Colossal.
Boom!
Ling meninju tubuh Naga Colossal, pergerakan Ling sangat cepat dan 'mana' dalam tubuh Ling dengan cepat terkuras. Tetapi itu tidak sia-sia, Naga Colossal dalam sekejap terpental dan membentur tanah, meninggalkan jejak tubuh naga yang mengukir tanah dibawahnya.
(Sialan! Dewa Azure ikut campur tangan di sini. Ini tidak adil!)
Ling mengucapkan sebuah lantunan sihir sambil berjalan santai melewatinya. Bila bagi Ling itu sangat santai, bagi orang-orang disekitarnya, itu seperti kilat. Tubuh Naga Colossal terpotong menjadi dua bagian, kaki dan juga tubuh bagian atasnya terbelah.
Ling tersenyum, dia sudah mulai beradaptasi dengan kekuatan dewa Azure. Selesai menghabisi Naga Colossal, Ling memasukkan tubuh naga tersebut ke dalam inventori, dan setelah selesai. Ling terjatuh.
[Peringatan! Sistem memaksa tubuh host beristirahat karena menggunakan kemampuan Dewa Azure secara berlebihan membuat akar muasal host terluka...]
Kata-kata terakhir Ling hanya mengingat perkataan sistem. Dia benar-benar masih bingung dengan dewa Teknologi dan dewa kematian yang membantunya.
_ _ _
Akhirnya sistem Ling terungkap, dan beberapa rahasia kekuatan Ling telah ikut terungkap. Mungkin sedikit lagi, Ling akan mulai memperlihatkan kekuatannya kepada Benua ini. Oke simak aja untuk kelanjutannya, bye bye
Author masih di SMP btw, dan ku rasa novel ini bila ku remake akan lebih bagus. Mungkin setelah tamat, aku bakalan remake biar lebih bagus. Kalau ada kesalahan kata bisa di tulis di kolom komentar. Udah itu aja sekian terima kasih~
__ADS_1