Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 271 : Duel


__ADS_3

Istana raksasa setidaknya memiliki belasan ribu raksasa di dalamnya, lebih dari setengah terbunuh dan di kuasai oleh musuh, tetapi Victor dengan raksasa yang tersisa berhasil kembali merebutnya. Victor memang sangat kesal dengan pemimpin manusia yang membuat dirinya marah, namun salah satu pemimpin memberitahunya agar tidak terpancing.



Victor tidak menjawab tetapi dia mengikuti perkataannya, semua raksasa memandang keduanya secara bergantian, sosok yang berani menasehati Raja saat ini, adalah sang pemimpin raksasa yang kini telah pensiun, Martis.



Martis merupakan seorang Pemimpin Raksasa Darat, dia menggunakan pedang dua tangan sebagai senjatanya, umurnya memang sudah menginjak 200 tahun namun kekuatan yang dimilikinya tidak pernah diragukan.



“Yang mulia Victor, izinkan aku menantang musuh untuk berduel...” Martis sedikit menundukkan kepalanya, menunggu jawaban.



“Baiklah ku izinkan, tetapi kau harus membawa kemenangan!” Tegas Victor.



“Yang Mulia hamba mengerti.”



Raksasa bernama Martis itu kemudian melompat ke luar istana, prajurit Monster di perintahkan untuk mundur karena Ling Chen mengetahui apa yang diinginkan pemimpin tersebut.



Tanpa banyak berbicara Xan Zhang maju untuk menghadapi pemimpin tersebut bertarung, dengan mendapatkan izin dari Tuannya Xan Zhang dapat menghancurkan segel yang mengunci kekuatan aslinya



“Kau tidak ingin menggunakan senjata manusia?” Martis ingin kembali menggunakan bentuk aslinya, tetapi untuk itu dia harus bertanya dulu.



Xan Zhang menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum sebelum berkata, “Seluruh tubuhku merupakan senjata.” Dengan percaya diri.



“Pemimpin manusia, aku tidak percaya akan kembali menggunakan Teknik Pedang Cahaya Hitam, kau membuatku kembali bersemangat setelah sekian lama...”



Kemampuan Martis seperti sebuah api kecil yang tertimpa minyak, sangat kuat! Xan Zhang bahkan merasakan betapa bahayanya pemimpin di hadapannya. Mengerahkan seluruh kemampuannya, Xan bertekad mengalahkannya.


__ADS_1


Martis memutuskan menyerang lebih dulu, Xan Zhang menangkisnya, gerakan Martis seakan mudah terbaca membuat Xan Zhang kembali mampu menangkisnya. Pergerakan pedang dua tangan itu tiba-tiba saja menjadi sangat cepat, membuat Xan Zhang yang terkejut termundur beberapa langkah karenanya.



Xan Zhang menerima luka goresan pada bagian perutnya, namun bekas luka itu seakan semakin membesar dengan diikuti cahaya hitam yang membesar.



Mengikuti instingnya Xan Zhang memotong bagian perut yang terkena goresan, Martis yang tidak terlalu jauh dari sana bertepuk tangan sebelum tiba-tiba kembali muncul dengan cepat di belakangnya.



Xan Zhang tidak sempat menghindarinya dan membuat tangan kirinya putus, anehnya luka itu tidak membesar seperti sebelumnya. Xan Zhang memutuskan menjaga jarak dengan Martis, Ling Chen dari jauh memberitahunya penyebabnya.



Mengetahui penyebabnya, Xan Zhang hampir tidak dapat berkata-kata, “Pedang Cahaya dan Kegelapan... Seperti Pedang pemusnah dan pelahap...”



Martis dengan cepat kembali berada di dekat Xan Zhang dan melancarkan tebasan pedang cahayanya, namun kali ini pedang itu tertahan oleh sesuatu, membuat Martis keheranan. Hanya saja itu tidak berlangsung lama, ketika Martis merasakan radiasi dari sesuatu yang menahannya, dia memutuskan menjaga jarak dengannya.



Martis memang berhasil menjaga jarak dengan Xan Zhang, namun kulitnya terasa mati akibat radiasi itu. Beberapa saat kemudian dia menyadari perkataan Xan Zhang tentang tubuhnya adalah senjata ialah benar.




Radiasi yang di rasakan Martis berasal dari tangan kanan Xan Zhang, kemampuan itu baru pernah di gunakan sekali olehnya ketika menghancurkan salah satu markas Orc yang berada di dekat Kerajaan Whazard.



Martis mengalirkan Mana ke dalam pedang yang lalu di ayunkan nya, membuat gelombang angin yang menyatu dengan kegelapan. Xan Zhang menghindarinya dengan mudah, Martis kembali melancarkan beberapa gelombang angin.



Beberapa di hindari oleh Xan Zhang tetapi beberapa di antaranya di hancurkan, perhatiannya yang tertuju pada gelombang membuat Martis mengambil kesempatan, dengan pergerakannya yang cepat dia berada di belakang Xan Zhang.



“Teknik Pedang Dua Tangan – Naga yang menembus awan!”



Kedua Pedang itu menusuk pada bagian jantung, Martis merobek tubuh itu membuat bagian atas dan bawah terpisah. Martis menghela nafas lega karena hampir semua gerakannya menggunakan Mana, jika pertarungan ini terus berlanjut dalam beberapa jam dia akan kalah.

__ADS_1



Para Raksasa terlihat gaduh dengan kemenangan Martis, sementara Ling Chen memandang mayat bawahannya itu dalam diam. Mengolah ratusan mayat yang berada dalam inventori nya, Ling Chen mentransfer dalam bentuk Mana kepada jasad Xan Zhang.



Martis baru saja ingin meninggalkan tempat kejadian saat tiba-tiba partikel-partikel kecil di sekitar tubuh Xan Zhang kembali menyatu menjadi bentuk semula. Raksasa yang gaduh kini terdiam, tidak menyangka akan seperti ini, sementara Martis terlihat tertekan dengan itu.



“Apa kau benar-benar manusia?!” Martis mendengus kesal, awalnya dia tidak ingin bertarung menggunakan bentuk aslinya tetapi keadaan mulai memaksanya.



Martis berencana menginjak Xan Zhang saat tiba-tiba dia berubah menjadi Raksasa, membuat Martis benar-benar terkejut. Waktu seakan berjalan dengan lambat, Xan Zhang mengayunkan pukulannya.



Pukulan itu terlihat sangat pelan namun setiap pukulan membuat tubuhnya berlubang, kala itu Martis benar-benar tidak mampu menggerakkan tubuhnya, namun matanya masih bisa bergerak dengan cepat. Seorang gadis berambut hitam dengan mata merah dan gigi tajam, Martis menyadari waktu melambat karenanya.



‘Kerajaan ini benar-benar tidak memiliki harapan menang...’ Kata-kata terakhir Martis sebelum menghembuskan nafas.



Tubuh pemimpin Raksasa Darat jatuh perlahan, Xan Zhang menangkapnya dengan cepat, dia menghormati kemampuan Martis karena mampu membuat dirinya mati.



Para Raksasa terlihat sangat marah dan tidak menerima kekalahan itu, mereka turun dari Istana beramai-ramai lalu menyerang prajurit Monster. Ling Chen tidak menghentikannya, pandangan nya saat ini tertuju pada empat pemimpin lainnya.



“Bagaimana? Haruskah bawahan ku membunuh beberapa pemimpin mu lagi baru kau pergi?” Ling Chen tersenyum kecil beberapa saat.



“Kalian pasti melakukan trik kotor, kalian manusia mana mungkin memiliki kemampuan seperti itu!! Jelas-jelas saat itu bawahan mu mati, tetapi bagaimana bisa dia kembali beregenerasi saat tubuhnya terpotong dengan Pedang pemusnah dan pelahap!”



“Apakah senjata itu memiliki kemampuan seperti itu? Wah gawat juga, sepertinya itu akan berbahaya, jadi aku akan mengambilnya.”



“Kau benar-benar...” Victor menggenggam erat tangannya, kemarahannya terlihat jelas.

__ADS_1



Raja Raksasa itu terlihat maju dan ingin meninju wajah Ling Chen, namun sebelum sempat melakukannya Pedang pelahap telah berada di lehernya, kuku tajam milik Kurumi sudah di depan matanya terakhir sayap Levi hampir menghancurkan ***********.


__ADS_2