
Tubuh Nadia berubah drastis, kulit, rambut, wajah, semuanya berapi-api, penampilannya kini seperti layaknya ras demons, saat Ling melihatnya berada di belakangnya, dia sudah tidak sempat untuk menghindar karena kecepatan dari Nadia sendiri melejit pesat.
Ling mendapatkan sekiranya delapan puluh tinju dari belakangnya dengan tambahan terkena serangan api yang berada di depannya tadi, tidak sampai situ saja, Ling kini nampak seperti bulan-bulanan Nadia dan Shukaku, Shukaku sendiri langsung menyerang dengan sihir petirnya, dia sengaja untuk menyimpannya di akhir karena menunggu timing yang pas untuk mengerahkan sihirnya ini.
"Tinju Naga Halilintar!" Sebuah naga yang terlihat disekujur tubuhnya terdapat petir muncul dan keluar dari tangan Shukaku, naga itu sangat besar, dan yang lebih parahnya lagi, Shukaku menggunakan sekitar 80% pada serangan akhirnya ini, oleh sebab itu bisa dikatakan naga petir ini sangatlah kuat.
Ling hanya mengumpat dalam hati, dia tidak menduga akan mendapatkan serangan beruntun seperti ini. Ling tersenyum lalu secara tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan clone yang membantu Ling asli untuk keluar dalam situasi tersebut.
Clone Ling sendiri bisa dikatakan memiliki sekitar 20% dari kekuatan Ling saat ini, sebenarnya Ling dapat mengeluarkan clone yang kekuatannya setara dengannya, hanya saja dia itu akan memakan sekitar setengah energi mana nya.
Nadia yang dari tadi terus menyerang Ling dengan tinju apinya terkejut saat melihat dua orang keluar dari dalam tubuh Ling, dua orang itu melepaskan tapak di perutnya, serangan itu sendiri berhasil membuat Nadia terpental kebelakang dan memuntahkan darah di tepi bibirnya.
Ling segera melompat dari jangkauan serangan naga halilintar milik Shukaku, dia sadar petir itu bisa membuat dirinya mendapatkan luka yang cukup serius.
Begitu juga dengan kedua clone Ling, mereka melompat untuk menghindari serangannya.
Sementara itu, Shukaku mengerutkan keningnya, dia tidak bisa dapat percaya bahwa Ling mempunyai sihir kuno, sihir yang Ling perlihatkan ini juga terbilang sihir kuno, meskipun Shukaku bukanlah berasal dari keluarga hukum, tetapi dia cukup berwawasan mengenai sihir kuno.
Naga halilintar itu pun akhirnya hanya merusak hutan yang berada di belakang Ling sebelumnya, dan untungnya pula, Nadia tidak terkena serangan itu akibat Ling menyerangnya ke samping. Sekitar puluhan pohon besar kini berubah menjadi pohon gosong akibat serangan dari Shukaku, Shukaku sendiri sadar serangannya melebihi ekspektasi nya.
Ling menatap ke arah clone nya secara bergantian, mereka memang tidak dapat Ling kendalikan, tetapi menurut sistem sendiri dia dapat mengendalikannya dengan cara khusus, meski begitu, jika saja Ling memerintahkan mereka menyerang, para clone nya tidak akan ragu untuk mengikuti perintahnya.
__ADS_1
Ling memberikan tanda untuk segera mengakhirinya, mereka yang hanya clone dapat mengerti apa yang dimaksud oleh Ling, segera saja mereka melompat dari pohon ke pohon dan tidak lama setelah sampai di dekat Shukaku, mereka melepaskan pukulan yang keras ke tubuhnya.
Shukaku sendiri tidak dapat menghindar akibat kepulan asap yang semakin tebal di depannya, dia pun terpental kebelakang dan kehilangan kesadarannya beberapa saat kemudian.
**
Sedangkan untuk Farhan sendiri sama sekali tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dilihatnya, dilihat bagaimanapun Ling sama sekali belum mengeluarkan semua kekuatannya. Farhan segera turun dari langit dan menampakkan dirinya.
Beberapa saat setelah menapak di tanah, dia segera berlari ke arah Ling dengan kecepatan penuhnya.
Beberapa saat kemudian dia pun sampai di tempat Ling tadi berada, berbeda dengan melihatnya dari atas, Farhan menjadi lebih terkejut sekaligus kagum saat melihat dari bawah, dia menyadari murid didiknya kali ini adalah generasi yang tidak bisa dianggap remeh, mereka bisa saja menjadi sebelas penguasa keluarga nya masing-masing.
Farhan juga dapat melihat Ling sedang menidurkan ketiga murid lainnya yang bukan lain adalah Shukaku, Nadia dan Taori, segera saja dia berjalan mendekati nya.
Ling menggaruk kepalanya pelan, dia sadar telah menarik perhatian dari gurunya yang terus memandangi nya dari atas langit.
Ling berpaling saat menyadari keberadaan familiar, dia kemudian tersenyum hangat lalu berdiri memberikan hormat kepada sosok yang bukan lain adalah Farhan, guru olahraga di kelasnya.
"Guru Farhan, hari telah hampir menjelang malam, bagaimana jika kita bawa mereka sekarang ke Akedemi?"
Jika dilihat-lihat memang yang dikatakan Ling tidak sepenuhnya salah, hari telah mulai menjelang malam. Farhan hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman, berbeda dengan penampilannya yang terlihat garang, dia seperti orang berotot namun mempunyai hati layaknya boneka.
__ADS_1
Clone Ling sendiri telah masuk kembali kedalam tubuh Ling saat Farhan selesai menapak di tanah tadi, oleh sebab itu guru Farhan tidak terlalu melihatnya jelas, terlebih karena asap yang dihasilkan oleh naga halilintar milik Shukaku sangat besar. Ling menghela nafas lega menyadari hal itu.
Ling pun berakhir membawa murid-murid yang terluka di punggungnya, untuk yang terluka parah sendiri tidak cukup banyak, oleh karena itu masih terdapat beberapa yang masih bisa mengandalkan diri sendiri untuk berjalan.
Perjalanan Ling dan kelompoknya pun cukup dibilang lancar, hingga tiga puluh menit kemudian, mereka sampai di satu desa di wilayah empat.
Farhan melirik para muridnya, dia dapat melihat wajah para muridnya yang telah lesu.
"Apa sebaiknya kita beristirahat di penginapan? aku rasa disini tersedia beberapa penginapan."
"Aku setuju." Ling mengangkat tangannya, dia rasa tidur di luar Akedemi untuk satu malam bukanlah hal yang buruk, Ling kemudian melanjutkan kembali perkataan nya, "Mereka sudah cukup lelah setelah belajar dan bertarung 8 jam, aku rasa menginap untuk satu malam bukanlah hal yang buruk, terlebih disini terdapat keluarga yang menyediakan resort tempat tinggal mewah." Ling melirik ke arah kedua anak kecil kembar di belakangnya.
Kedua anak kecil yang bukan lain adalah Yaya dan Yiyi hanya memandang Ling dengan senyuman polosnya, mereka memang mengerti maksud Ling, "Baiklah, aku tidak akan memperumit, di desa ini terdapat beberapa penginapan yang dikelola oleh keluarga kami, kita bisa beristirahat disana hingga matahari terbit kembali."
Yaya menjawab dengan antusias, dia memiliki sifat yang ramah akan senyum dan pandai membuat orang terkesima, berbeda dengan Yiyi, dia adalah sosok yang pemalu, umur mereka sendiri sekarang adalah 12 tahun.
Semua murid mengucapkan terima kasih kepada Yaya dan Yiyi, memiliki teman dari keluarga terpandang nyatanya memiliki keuntungan seperti ini.
Mereka semua pun berjalan beberapa meter lagi dari tempat sebelumnya, hingga beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di depan bangunan yang bertingkat lima, meskipun ini desa, nyatanya keluarga Sakura tetap menetapkan bangunan yang mewah, mereka memang mengetahui bahwa keluarga sakura sendiri memiliki kekayaan yang tinggi, tetapi mereka tidak menyangka hingga di desa sekecil ini pun mereka rela menetapkan bangunan mewah ini.
Mereka semua pun masuk kedalam bangunan mewah itu, beberapa saat kemudian seorang wanita berkostum ala pelayan datang ke arah mereka dan menyapa kawanan Ling.
__ADS_1
_ _ _
Seneng udah makin ngerti cara nulisnya, aku selalu baca novel kak shunjikuron karena selain seru, disana bisa belajar nulis untuk pemula, pokonya novel kak Ron the best deh, hihi [ 17/40 ]