Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 147 - Kemenangan


__ADS_3

Ling mengerutkan keningnya saat melihat tatapan sinis dan tajam dari Hades. Jujur saja, tatapan mata Hades membuat dirinya teringat dengan dirinya di masa lalu.


Ling sedikit tersenyum menanggapi tatapan sinis dari Hades. Namun, sebenarnya Ling tidak sedang bersantai, dia tersenyum sambil memikirkan cara yang ampuh untuk melumpuhkan Hades dan menjadikannya boneka hidupnya.


Namun sepertinya pemikiran Ling untuk menjadikan Hades boneka hidupnya tidak akan terwujud. Ling berfikir demikian bukan karena asal menebak, melainkan dirinya juga memikirkan bagaimana cara pandang anak dari Hades saat melihatnya mengendalikan ayahnya.


Ling tidak memiliki banyak pilihan, dia juga seharusnya sudah berhasil membunuh Raja jikalau tidak bertemu dengan Hades dan lainnya. Ling menghela nafas pelan, dia kemudian menggerakkan boneka hidupnya...


NOTE : Untuk lebih mudahnya, author akan memanggil ke tujuh Ghoul serangga dengan sebutan warna.


Ghoul merah, memiliki esensi api yang kuat, berbeda dengan seseorang pemilik esensi api pada biasanya. Ghoul merah tua ini memiliki kekuatan untuk mengubah esensi apinya menjadi lava.


Ghoul merah tua itu, segera maju saat Ling gerakan dirinya. Namun tentu saja, Ling masih tetap membuat mereka semua menjaga jarak.


Ling lalu membuat beberapa Ghoul lainnya kembali menyerang, Ghoul hijau tua dan coklat bergerak mengelilingi Hades. Dan juga, sebenarnya Hades sendiri saat ini terlihat lebih mirip seperti seorang monster. Memiliki tanduk dan matanya yang berwarna merah.


Itu jelas membuat dirinya dilihat dari segi pandang manapun seperti seorang monster. Terlebih tanduknya yang akan menarik perhatian banyak orang.


Hades yang melihat kedua Ghoul bergerak dengan cepat mengelilingi, tidak tinggal diam dan kembali mengeluarkan sihir panah hitamnya. Sedangkan itu, Ghoul dengan warna coklat langsung mengambil tindakan untuk membuat sebuah Barrier pelindung.


Barrier pelindung yang terbuat dari tanah itu, nyatanya tidak berhasil membuat panah hitam itu berhenti. Jangankan berhenti, bahkan panah hitam tersebut tetap bergerak cepat meskipun telah di tahan dengan Barrier tanah.


Alhasil, Ghoul berwarna coklat hampir saja mengalami kematiannya, jika saja Ling tidak bertindak menggerakkan tubuhnya atau tidak membuatnya bergerak dengan pemikiran Ling. Ghoul coklat yakin akan kehilangan nyawanya karena salah mengambil tindakan atau terlalu lama mengambil tindakan.


Hades semakin geram saat sasaran tembakannya menghindar, dia kembali menatap Ling yang sedang menggerakkan jari-jarinya seperti sedang bermain dengan dirinya.


“Rawrrr!”

__ADS_1


Teriakan Hades, terdengar kencang. Suara Hades, bahkan saat ini memang seperti monster, sangat mengerikan dan besar. Aura yang di tunjukkan oleh Hades, juga tidak seperti yang sebelumnya. Aura kegelapan yang kental menyelimuti tubuhnya itu lebih mirip seorang monster.


Ling bukannya takut, dia justru menikmati keindahan yang dilihatnya. Mungkin bagi orang-orang normal itu akan terlihat menakutkan, namun di mata Ling, hal itu justru membuat dirinya terpacu untuk bertarung.


Ling tersenyum lebar lalu menggerakkan semua boneka hidupnya lebih cepat. Dan tentu saja, mana yang dibutuhkan untuk menggerakkan seluruh boneka hidupnya tidak main-main. Dalam 20 menit saja itu sudah menguras 700 mana dari mana aslinya Ling.


Namun itu sebanding dengan hasil yang didapatkan oleh Ling. Hades saat ini telah wafat dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya. Dan sebelum Ling pergi, Ling memasukan mayat Hades ke dalam inventori yang berada di sistem miliknya.


Dengan begitu, hari itu, pemimpin Organisasi Malam Purnama, wafat di tangan Ling. Ah tidak, lebih tepatnya wafat di tangan Boneka Ling.


* *


Selesai bertarung, Ling akhirnya kembali teringat tentang anak dari Hades. Dan dia memasang wajah yang terkejut bukan main. Tanah yang berada di sekitarnya, retak bahkan beberapa hancur, Ling khawatir terjadi sesuatu terhadap anak dari Hades.


Meskipun Ling orang yang cukup tidak berperasaan, Ling sendiri belum pernah mengingkari janjinya. Kalaupun pernah, dia akan menebusnya dengan hal lain.


Dengan perasaan yang gelisah, Ling kembali memasuki markas Bulan Purnama. Namun dia tidak dapat menemukan gadis yang dilihatnya di ingatan Nanako.


Mereka mengunci kamar tuan putri dengan formasi sihir tingkat tinggi. Itu memungkinkan meskipun terjadinya ledakan tinggi, atau robohnya bangunan, kamar tuan putri yaitu Rafaela akan tetap aman. Dan lalu, mereka juga mengatakan formasi sihir juga hanya dapat di buka dari luar.


Ling langsung saja membuka kamar dari tuan putri yang di maksud ke tujuh Ghoul di belakangnya. Tanpa kesulitan, Ling membuka formasi sihir tingkat tinggi itu dengan mudah. Namun yang sebenarnya terjadi, Ling hanya menutupi wajahnya dengan topeng datar.


* *


Suara pintu terbuka terdengar, Rafaela yang mendengarnya langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah pintu. Dia sangat takut kehilangan ayahnya, dia mengharapkan sosok yang membuka pintu adalah ayahnya.


Namun, harapannya ternyata salah, sosok yang masuk ke dalam kamarnya. Adalah seorang pemuda berwajah tampan. Rafaela kembali murung.

__ADS_1


Rafaela jelas juga sudah mengetahui kebenaran tentang ayahnya yang nekat ingin merebut kerajaan.


Dia tahu betul, dari seluruh buku sejarah yang pernah di bacanya, tidak ada kerajaan yang dapat di akhiri oleh satu kelompok. Itulah kebenaran yang dirinya yakini.


Dan dia menduga, ayahnya mungkin akan tewas saat ingin merebut kerajaan ini. Bukan ingin menyumpahi, hanya saja berdasarkan fakta memang begitulah nasib mereka yang ingin merevolusi suatu kerajaan. Dan mereka, yaitu pemuda tampan itu dan beberapa Ghoul aneh yang baru saja pernah dilihatnya, membuat Rafaela bingung namun sudah mendapatkan beberapa gambaran.


Rafaela beranjak dari kasurnya dan lalu berjalan ke arah pemuda tampan itu. Saat sudah berada tepat di depannya, Rafaela sedikit membungkuk hormat dengan kenaikan gaun tidurnya yang lumayan panjang itu.


* *


Ling yang melihat perlakuan dari putri Hades sedikit tersenyum, jelas anak dari tua Bangka itu jauh lebih sopan dan hormat. Sebagai balasannya, Ling juga sedikit menunjukkan sikap hormatnya kepada Rafaela.


Ling tanpa basa-basi, langsung mencoba berbicara ke intinya.


“Tuan putri Rafaela, sebenarnya ayahmu Hades sudah wafat. Aku tidak akan menyembunyikan apapun darimu, aku adalah sosok yang membunuh ayahmu...”


Ling tidak peduli dengan perkataannya, dia hanya perlu jujur mengatakannya. Dan jujur saja, Ling sudah menebak akan seperti apa kedepannya.


“Ouh, begitu...” Rafaela menundukkan kepalanya, dengan kedua tangan yang terpangku di kedua pahanya.


Dia sangat sedih mendengar perkataan dari Ling, namun dia tidak menunjukkan raut wajah kemarahan ataupun dendam.


Dan hal tersebut, tentunya membuat Ling sedikit terkejut. Dia sedikit heran dengan Rafaela yang tidak membentaknya, apakah otaknya terbentur? Namun setelah beberapa saat kemudian Ling menyadari bahwa Rafaela adalah anak dengan sifat netral.


_ _ _


Hmm, aku itu kalau abis baca novel kak Shunjikuron jadi lebih bagus tulisannya daripada yang sebelumnya (menurutku doang atau emang bagus?)🤔 sepertinya aku harus baca novel kak Shunjikuron sebelum nulis novel lagi.

__ADS_1



Nah, jadinya tolong kasih kritikan yah. Ah yah, dan juga masih ada 1 episode lagi malam ini yang release. Mungkin lebih tepatnya di atas jam 00;00 release nya, di tunggu aja yah. Akhir kata terima kasih atas dukungannya.


__ADS_2