
Boom!
Boom!
Boom!
Ledakan demi ledakan terdengar keras oleh penonton, meskipun tak dapat melihat. Kurang lebih mereka dapat menggambarkannya lewat imajinasi mereka.
Ling tersenyum puas, burung-burung api kecilnya itu berterbangan ke arah Asta dengan cepat dan bersamaan. Membuat sebuah ledakan yang cukup besar untuk melukai seseorang.
Ledakan terjadi, yang berarti saat ini tubuh Asta telah di tutupi oleh sebuah asap hitam. Namun itu hanya sementara karena lentera cahaya itu membuat asap-asap itu menghilang dengan cepat.
Sosok Asta yang hanya terlihat mengalami luka ringan berhasil membuat Ling tertarik kepadanya.
"Ah, kau cukup menarik. Bagaimana jika kau menyerah dan bergabung dengan kelompokku? Apa tadi yang kau bicarakan tadi? Kalau tidak salah Rakyat jelata dapat memiliki tempat di istana kerajaan? Itu akan ku kabulkan asal kau bergabung denganku."
"Hhm, kau kira aku akan percaya denganmu? Kalian para bangsawan sama sekali tidak memandang rakyat jelata. Hanya karena mereka rakyat biasa kalian berkata bahwa mereka tidak pantas untuk memiliki tempat di kerajaan! Aku sudah muak dengan sikap kalian!"
Asta meloncat ke arah Ling sambil menghunuskan pedangnya ke arah Ling. Ling hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan lalu mengangkat tangannya santai.
Grrrrrrrr...
Sebuah gerbang yang terbuat dari tanah muncul menghalangi jalan Asta. Asta yang tidak dapat menghentikan laju lompatnya pun bertabrakan dengan gerbang tanah tersebut.
Asta terhuyung-huyung lalu terjatuh, namun dia kembali berdiri lagi dan langsung menghancurkan tembok tanah itu.
"Pikirkan lah lagi."
Asta mengerutkan keningnya, dari tadi Ling terus mengoceh tanpa henti. Membuatnya sedikit kesal.
Ling mengubah pangkuan kakinya, dari kiri yang di atas kini kanan yang di atas.
"Aku membenci menunggu, begini saja. Jika kau dapat mengalahkan ku. Akan ku kabulkan agar kau dapat memiliki posisi di kerajaan. Tapi dengan syarat kau harus bergabung denganku. Tapi jika aku yang menang, kau harus menjadi pelayan setiaku. Hidup dan matimu berada di genggamanku. Kau setuju?"
Ling tidak main-main dengan perkataannya, dia saat ini menjadi memiliki tujuan besar. Bahkan, setelah merebut kerajaan Whazard sendiri. Ling berencana untuk pergi ke kerajaan lainnya lalu kembali merebut kerajaan tersebut.
Asta memasang wajah serius, menatap Ling layaknya elang yang melihat mangsanya.
"Kau, tidak bercanda bukan?"
"Tidak aku tidak bercanda," Ling tertawa kecil lalu, "Ah, aku tambahkan, jika kau menjadi pelayan setiaku. Aku akan mengabulkan untuk membuat rakyat biasa pun memiliki posisi di kerajaan. Hanya itu yang bisa ku katakan, selebihnya, saat kau menjadi pelayan ku setiaku. Akan ku beritahu, meski tau kau tidak percaya ini. Tapi apa salahnya mencoba bukan?"
__ADS_1
Ling tersenyum seringai, jika Asta masuk kedalam tim nya. Asta akan menjadi kuda hitam miliknya. Saat ini, Ling memiliki dua kuda hitam, jika Asta menjadi pelayan setianya. Dengan begitu kuda hitam milik Ling akan menjadi 3.
_ _ _
Formasi/Posisi dalam catur :
King : Ling
Queen : Kurumi
Bishop : Levi & Miru
Knight : Arthur & Zabuza
Benteng : Leonard & Xan Zhang
Pion : Xiao Li, Xiao Zhang, Hyugo dan sisanya undead-undead andalan Ling.
___
"Baik, aku setuju. Meskipun tidak terlalu percaya, namun setidaknya aku akan lebih termotivasi untuk dapat mengalahkanmu. Jika aku di masa depan adalah pelayanmu. Ku harap kau melupakan apa yang kulakukan saat aku menyerangmu." Ucap Asta dengan wajah yang serius.
"Baiklah." Ling membalasnya dengan senyuman khasnya.
"A-aura ini? Sungguh kuat. Hhm, tapi ini masih tidak dapat dibandingkan dengan aura membunuhku." Gumam Ling dengan senyuman seringai. Dia kemudian mengeluarkan aura membunuhnya, seketika itu juga. Asta terdiam dan tangan yang memegang pedang sedikit bergetar.
Asta menggertakan gigi saat merasakan aura yang mengintimidasi dari Ling.
'Aura yang menakutkan, jika saja aku tidak memiliki aura setan aku tidak akan dapat menahannya.' Batin Asta sambil menatap Ling tajam.
Ling hanya memasang wajah tersenyum, dia kemudian melambaikan tangannya. Seketika itu juga, puluhan Golem muncul dari tanah.
"Huahhhh, aku sedikit lelah, aku tidur dulu."
Ling tidur di singgasana tanah itu, tidak lupa, Ling juga menggunakan perisai hologram yang sudah di kuasai olehnya. Karena sudah di kuasai menyeluruh, Ling dapat membuat dinding pertahanan itu tidak terlihat.
Asta yang merasa di remehkan maju dengan cepat ke arah Ling. Golem-golem yang berada di sekitar Ling tidak membiarkan hal tersebut. Mereka langsung menyerang Asta.
* *
40 menit berlalu, Asta mengerutkan keningnya, wajahnya juga bercucuran keringat karena telah melawan banyak sekali Golem.
__ADS_1
'Golem-golem ini sungguh membuatku kesal, mereka terus bangkit dan bangkit. Apa orang itu tidak kehabisan mana? Sungguh tidak masuk akal.'
Asta pun kemudian memutuskan untuk memanggil bantuan kepada rekannya. Namun saat dirinya melihat ke arah anggota aliansinya.
* *
"Kaito!"
"Shukaku!"
"AKU TIDAK AKAN KALAH DARIMU!" Ucap kdua orang itu bersama-sama.
Kedua orang itu sangat membara. Mata Kaito berubah menjadi merah tua dan seluruh tubuhnya di tutupi oleh api. Bahkan, di punggungnya terdapat sepasang sayap yang terbuat dari api.
Sedangkan Shukaku, tubuhnya terlihat mengeluarkan listrik yang sangat kuat. Tubuhnya melayang di udara, matanya berubah menjadi berwarna biru dan dia memiliki sebuah ekor yang terbuat dari listrik.
Kedua orang itu mengamuk sejadi-jadinya. Membuat, sekelompok Aliansi YTZ sama sekali tidak dapat berkutik saat berhadapan dengan mereka. Di tambah lagi, dengan Buff yang terus diberikan oleh si kembar, kekuatan sihir mereka bertambah kuat 2× lipat.
Shukaku mengarahkan jari nya ke arah harimau itu, dalam sekejap. Sebuah petir keluar dari jarinya.
Untungnya, Yun dan Yin dapat menghindar, jika tidak mereka akan bernasib sama dengan lantai lapangan yang kini telah hancur.
"Cih, menghindar," Shukaku berdecak kesal, dia kemudian melirik arah Kaito. Dia dapat melihat Kaito dengan mudahnya mengalahkan lawan hanya dengan satu serangannya, 'Mustahil, bahkan idiot itu dapat mengalahkan lawan lebih cepat dariku?' Batik Shukaku tak percaya.
Shukaku menghela nafas, dia sadar ternyata orang konyol bukan berarti lemah.
"Huh, Lightning Shuriken!"
Sebuah Shuriken yang terbuat dari listrik terlihat memutar di jari jemari tangan Shukaku. Dia kemudian memutar beberapa kali sebelum melepaskannya ke arah harimau itu.
Wushhh...
Duarrr!!!
Duarrr!!!
Ledakan-ledakan itu sangat cepat, harimau gabungan itu sampai kelelahan dibuat oleh Shukaku. Saat Harimau gabungan itu telah kehabisan tenaga dan menjadi sosok gadis kecil kembali.
Shukaku tersenyum seringai, "The lightning of eternity!"
Langit berubah menjadi gelap, tiba-tiba, dalam sekejap sebuah petir dari awan muncul lalu menyambar kedua gadis kecil itu.
__ADS_1
"Ahhh!!"
Kedua gadis itu terpental akibat petir yang sangat dahsyat. Tubuh mereka bergetar hebat, mereka syok akibat dikejutkan petir yang sangat kuat.