Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 184 : Permintaan Dewa


__ADS_3

Ling bangun pagi-pagi sekali dan melakukan olahraga kecil di belakang halaman kediamannya. Tidak lupa dia meminta Rafaela membuatkan susu untuknya.


Ling masih akan menunggu di kota Monday paling tidak hingga 2 hari mendatang, untuk menunggu jawaban Melia.


Setelah berolahraga Ling minum susu hangat yang baru saja dibuat oleh Rafaela. Rafaela melihat dari kursi taman, sambil tersenyum, Ling meliriknya dengan mata kirinya sambil meminum susu.


‘Hmm? Kenapa dia melihatku terus?’


Setelah menghabiskan susu hangat, Ling kembali ke kamarnya dan mulai membersihkan tubuhnya. Tidak berselang lama setelah membersihkan tubuhnya, Ling merasakan kehadiran dewa petir.


“Keluarlah, kau pikir aku tidak bisa merasakan kehadiranmu?” Ling berkata dingin.


“Hmm ku pikir aku menyembunyikan auraku dengan sempurna, sepertinya aku terlalu meremehkan mu pendekar hampa...” Dewa Azure muncul dengan wujud anak harimau kecil yang mengeluarkan listrik disekujur tubuhnya.


Ling terdiam. Sepertinya Dewa Azure mengenal kehidupan masa lalunya dari ingatan yang di baca olehnya.


“Ya lalu apa? Apa kau datang ke sini hanya untuk mengatakan itu? Kalau begitu pergilah, aku sedang membersihkan diri, setidaknya bisakah kau menghormati orang yang tengah mandi. Dasar dewa mesum...”


“Hei hei hei, aku masih normal kau tau, mana mungkin aku tertarik dengan tubuh priamu...” Dewa Azure membalas perkataan Ling dengan wajah datar.


“Lalu apa?”


Ling masih terus membersihkan seluruh tubuhnya sambil berbicara dengan Dewa Azure.


“Aku ke sini hanya ingin melihat keadaan pewaris ku. Memangnya ada masalah dengan itu?”


Ling diam, tidak bisa membalas 'tidak' kekuatan nya dan Dewa Azure sangat berbeda. Jujur saja, Ling bahkan masih waspada terhadap Dewa Azure karena tidak tau apa tujuannya.


“Melihatmu diam sepertinya kau tidak terlalu suka dengan alasanku, baiklah-baiklah ku katakan maksud tujuan ku ke sini...”

__ADS_1


Ling menyiram kepalanya seketika busa-busa yang menempel berjatuhan. Meskipun begitu, apa yang tengah disampaikan Dewa Azure masih terdengar jelas ditelinga Ling. Akhirnya setelah berada tiga puluh menit di kamar mandi, Ling keluar. Tentunya, Dewa Azure masih terus mengikutinya.


Setelah memakai pakaian biasanya, Ling berbaring di kamar. Diikuti oleh Dewa Azure yang terbang di atas kepalanya.


“Kau memintaku untuk membasmi roh jahat di Benua Selatan? Untuk membantu mahluk ciptaan mu? Tidak-tidak, itu terlalu jauh, aku terlalu malas...” Ling memijat kepalanya, memikirkan betapa jauhnya saja sudah membuat Ling menggelengkan kepalanya.


“Sayangnya kau tidak bisa menolaknya, aku beberapa saat yang lalu baru saja mendapatkan izin dari Dewa Teknologi, kau bisa melihat window mu itu...” Dewa Azure tertawa kecil.


Sedangkan Ling yang mendengarnya terkejut, dia buru-buru melihat sistem dan melihat layar notifikasi. Dan benar saja, ada sebuah notifikasi baru. Ling tidak menyalakan mode aktif notifikasi, maka karena itu dia tidak mengetahui pesan masuk.


Dia melihat sebuah notifikasi khusus dari Anonim yang dikatakan Dewa Azure sebagai Dewa Teknologi yang membuat sistemnya saat ini.


[Permintaan khusus 'Dewa Petir Azure']


[Diskripsi : ]


[Sebagai salah satu pewaris kekuatan leluhur]


[Makhluk ciptaannya karena anda manusia]


[Yang mewarisi kekuatan Dewa petir nya]


[Bunuh roh jahat (0/200) dan selamatkan]


[Ciptaannya, ras 'Prissy']


[Hadiah : Tongkat sihir ? Box emas, Peta ?]


[Kegagalan : 30% kekuatan host akan hilang]

__ADS_1


[Batas waktu : 7-9 bulan]


[Y/Y?]


“Apa ini?! Kenapa tidak ada tanda N?” Ling menatap Dewa Azure dengan wajah kebingungan.


“Sudah ku katakan Dewa Teknologi telah memberikan ku izin, kau tidak akan bisa menolaknya. Tapi berpikir ada kekuatan semacam ini, Dewa Teknologi sungguh luar biasa...” Dewa Azure masih terkagum-kagum dengan window milik Ling. Itu terlihat seperti game yang berada di kediaman Dewa Teknologi.


Tentu saja, sebagai salah seorang Dewa, melihat window sistem Ling tidaklah sulit. Terlebih Dewa Teknologi tidak memblacklist dirinya.


“Cih, sial... 30% kekuatan ku akan hilang kalau seperti ini. Baiklah...”


Ling terpaksa menerima permintaan tersebut, namun dia belum pernah bertemu dengan mahluk yang bernama Prissy. Jadi dia sepertinya akan bertanya kepada Dewa Azure.


“Hei Dewa Azure, mahluk seperti apa ciptaanmu?” Ling bertanya dengan mimik wajah serius.


“Mahluk ciptaanku adalah...”


...* *...


Dewa Azure akhirnya pergi setelah mengatakan maksud dan tujuannya, dia berkata besok kemungkinan dia akan kembali. Tetapi Ling tidak menyangka mahluk ciptaan Dewa Azure rupanya memiliki hubungan khusus dengan tujuannya, Ling merasa permintaan ini tidak terlalu buruk. Terlebih Ling mendapatkan sesuatu dari Dewa Azure sebelum dia pergi.


Segera setalah itu, Ling berjalan ke ruang makan dan mulai sarapan pagi. Ling memakan dengan cepat menggunakan tangan kanannya yang menghisap semua makanan.


Setelah menyelesaikan makannya, Ling pun menyuruh keempat pilar demonic nya berkumpul di meja makan. Ling memberitahu kepada mereka untuk membantu ras Prissy, tentu Ling tidak mengatakan dari siapa dia mengatakan hal tersebut. Namun yakin para pelayannya itu tidak akan mempermasalahkannya.


“Baiklah kalau begitu, Levi ikut aku. Yang lain berdiam lah di kediaman menjaga kediamanku. Ah yah dan satu lagi, ku harap Kurumi memantau terus pergerakan walikota dan mulai mengaturnya... Kalian paham?”


“Siap paham!”

__ADS_1


“Bagus, kalau begitu Levi, bersiaplah karena kita akan membuat perjanjian dengan ras Prissy. Atau kalian bisa menyebutnya, ras setengah hewan!”


__ADS_2