Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 259 : Situasi 3 Hari Sebelum Perang


__ADS_3

Perkembangan Militer Kerajaan saat ini sangatlah meningkat Drastis. Dengan Xan Zhang yang mengajarkan Ksatria Kerajaan, Levi yang mengajarkan Penyihir Kerajaan. Kekuatan Tempur Kerajaan setidaknya menjadi Berfaliasi sembilan.



Hari ini tiga hari sebelum seluruh Prajurit berkumpul untuk berperang. Mereka yang sudah memiliki istri dan anak sedang mengucapkan salam perpisahan jikalau saja mereka tewas dalam Peperangan.



Namun, tentunya pihak-pihak istri dari seluruh Prajurit rata-rata mengajukan protes terhadap Kerajaan. Mereka sangat-sangat tidak ingin suatu hal buruk terjadi pada suami mereka.



Tetapi tentunya suami-suami mereka yang menjabat sebagai Prajurit Kerajaan, segera menenangkan istrinya masing-masing.


**


(Ruang Tahta Kerajaan)



Hari ini Daun berada di atas kursi tahtanya menunggu Ksatria Burung Kematian dan Ksatria Pedang Suci yang akan segera datang ke Kerajaan untuk menghadapnya.



Daun tidak sendirian, di samping kursi Tahtanya Layla berdiri sambil memegangi sebuah buku. Buku yang di mana berisi semua jadwal yang akan dilakukan Raja Daun.



“Yang mulia, apakah tidak masalah tidak menaruh satupun Prajurit di sini? Hamba hanya merasa khawatir saja apabila salah satu di antara mereka melakukan tindakan diluar perkiraan.” Layla memecah keheningan setelah beberapa menit lamanya diam.



Menurutnya orang yang paling patut di waspadai adalah Levi. Karena jika dilihat dari kepribadiannya, Levi adalah sosok yang sangat dingin. Mengetahui Raja Daun baru memberitahu kepergian Lord mereka setelah tujuh hari berlalu... Layla merasa khawatir apabila dia marah.



Sementara Daun yang mendengar pertanyaan tangan kanannya, kini memasang senyum khasnya, “Tidak perlu khawatir Layla, mereka tidak bodoh. Meskipun salah satunya memiliki perilaku dingin, aku yakin dia memikirkan perilakunya akan berdampak dengan rencana Tuannya.”



Layla yang awalnya merasa khawatir kini merasa sedikit mendingan, “Hmm saya harap akan seperti itu.”



Suasana kembali hening untuk beberapa saat sampai akhirnya pintu Ruang Tahta terbuka, muncul dua orang. Salah satunya berpakaian satu set perlengkapan Perang. Dan yang satunya mengenakan Pakaian Khas Penyihir Kerajaan.



“Hormat kepada Yang Mulia Raja


Daun.” Pria berpakaian tempur menunduk hormat diikuti Pria di sebelahnya. Beberapa saat kemudian mereka kembali menatap Raja Daun penuh makna.



Mereka berdua bukanlah lain adalah Xan Zhang dan Levi, mereka segera bergegas menuju Kerajaan karena Raja memberitahu ingin menyampaikan sesuatu terhadap keduanya.

__ADS_1



“Apa yang ingin Raja beritahu kepada kami? Mungkinkah ada suatu masalah yang harus kami urus?” Tanya Xan Zhang, menatap Raja dengan serius.



Sementara Levi diam sambil menatap Raja Daun, tatapannya datar seperti tidak tertarik dengan yang ingin disampaikan Raja.



“Pertama-tama aku ucapkan terima kasih karena bersedia dengan cepat datang kemari. Aku merasa kalian sangat sopan sekali terhadap ku, baiklah. Tanpa basa-basi kembali, aku akan menyampaikan maksud ku memanggil kalian.”



“Pangeran Chen, pemimpin kalian saat ini berada di Kerajaan yang ditempati oleh Giant-giant.”



Raja Daun menyampaikan pesannya dengan intonasi yang baik, berharap dengan begitu mereka tidak akan melakukan tindakan gegabah.



Beberapa saat setelah memberitahu kedua orang tersebut, suasana dalam Ruang Tahta berubah menjadi menegangkan. Ruangan tersebut kini berisi aura membunuh yang lumayan tinggi, Prajurit yang berada di depan Pintu Ruang Tahta bahkan langsung terjatuh lemas merasakan aura tersebut.



Sementara Xan Zhang yang merasakan niat membunuh dari Levi segera menghalanginya berjalan menuju Raja Daun.




“Apa yang ingin kau lakukan? Jika aku menyingkir dari jalanmu kau pasti akan melakukan tindakan gegabah! Mereka adalah Rekan Tuan kita! Jangan kau berani melakukan tindakan apapun kepada mereka atau aku sendiri yang akan menghakimi dirimu!” Xan Zhang berteriak tegas sambil menekan aura membunuh milik Levi dengan aura membunuhnya.



“Apa yang membuatmu berpikir kau dapat menghalangiku?” Masih dengan tatapan dinginnya, Levi bersikeras maju mendekati Raja.



“Tentu saja karena kekuatan yang diberikan Tuan kepadaku!” Sesaat setelah berkata demikian, tubuh Xan Zhang membesar dan membesar hingga beberapa saat kemudian penampilannya berubah menjadi seekor Giant.



“Roarrrr!” Dalam bentuk Raksasanya, Xan Zhang meraung keras menghadap Levi.



Sementara Levi yang mendengar teriakan tersebut kini terpental mundur hingga menabrak pintu Ruangan Tahta hingga hancur.



“Uhuk... Sialan! Pakaian ku basah semua gara-gara air liurmu yang keluar saat berteriak!” Levi terbatuk-batuk ketika sedang berusaha kembali berdiri.


__ADS_1


Telinganya mengeluarkan darah dan hidungnya juga ikut mimisan. Semua hal tersebut terjadi akibat tubuhnya yang mendengar suara sangat keras dari Xan Zhang.



“Cih, kalian tidak perlu membantuku. Pergi! Jika tidak...” Levi memasang senyum seringainya, hal tersebut membuat Prajurit di luar pintu kini berlarian merasa takut dengannya.



“Hmm.” Melihat sekumpulan Prajurit akhirnya berlari meninggalkan dirinya, Levi kembali berdiri dan menatap Xan Zhang.



“Setelah sekian lamanya akhirnya aku dapat melihat perubahan mu dalam wujud Giant. Ketika kita berusaha menyelamatkan Tuan, aku tidak melihat mu dengan jelas, jadi aku tidak tahu perubahan wujudmu dalam bentuk Giant.”



“Hentikan omong kosong mu! Kau harus meminta maaf kepada Raja karena perilaku mu yang sudah melewati batas. Meskipun aku juga kesal... Tetapi aku akan mendengarkan penjelasannya lebih dulu. Itu agar aku tidak bertindak gegabah dan membuat Tuan mendapatkan masalah dari apa yang ku perbuat!” Xan Zhang kembali berteriak tegas, tetapi dalam bentuk Raksasa, suaranya terdengar sangatlah berat.



Mendengar perkataan Xan Zhang, Levi tertegun memikirkan perkataannya. Setelah beberapa saat berpikir dia akhirnya menghela nafas panjang lalu melangkah maju.



”Hmm baiklah aku yang salah. Aku minta maaf kepada yang mulia.” Terdengar santai namun suara tersebut terdengar hingga ke seluruh ruangan.



Mendengar perkataan Levi, Xan Zhang akhirnya kembali dalam bentuk manusianya. Mereka berdua kini menatap Raja yang terlihat sedang menghela nafas lega.


**


“Jadi begitu.”



Setelah mendengar penjelasan dari Raja Daun akhirnya Xan Zhang sedikit mengerti mengapa Raja Daun baru mengatakannya saat ini.



Sementara Levi sedikit bersyukur karena Xan Zhang membuatnya berhenti melakukan tindakan gegabah. Jika Xan Zhang tidak berada di sini, mungkin Levi akan melakukan hal yang membuat Tuannya mendapatkan masalah besar.



“Hmm... Yah begitulah, Pangeran kalian tidak ingin kalian mengetahuinya karena ingin kalian membuat Kerajaan ini memiliki Kekuatan Tempur Berfaliasi sepuluh. Karena Pangeran Chen berkata jika kekuatan Tempur Kerajaan tidak Berfaliasi sepuluh, maka pupus sudah harapan untuk memenangkan Peperangan nantinya.”



Meskipun menyampaikan dengan santai Raja Daun sendiri masih merasa khawatir dengan Pertempuran Besar yang nantinya akan terjadi. Meskipun sangat yakin dengan para Pahlawan Kerajaan, Raja Daun masih merasa Prajuritnya tidak cukup kuat untuk mengalahkan para Giant.



Seperti menyadari perasaan Raja Daun, Levi dan Xan Zhang mengucapkan beberapa patah kata kepadanya yang membuatnya sedikit tenang.


__ADS_1


“Begini saja, Raja Daun silahkan menghampiri Penyihir yang ku latih dan Prajurit yang dilatih oleh Xan Zhang. Aku menjamin mereka memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Dan dalam tiga hari ini akan ku pastikan mereka meningkatkan kemampuan mereka hingga setingkat Master sampai Grand Master!”


__ADS_2