Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 207 : Pertempuran Asosiasi Penyihir Hitam II


__ADS_3

Levi merasakan kakinya terikat oleh sesuatu, saat dia menoleh ke bawah, dia menemukan sebuah akar pohon mengikat kakinya, mengelilingi kakinya dan bahkan mulai mengikat sampai ke lututnya.



Levi bisa merasakan aliran mana ini berasal dari sekelilingnya, dia kemudian memerintahkan Gagak-gagak miliknya membunuh setiap pemimpin maupun prajurit di sekitar.



Tidak lama sejak Burung Gagak miliknya menghabisi setiap manusia, akar yang mengikat kakinya mulai lepas dan lama-kelamaan seperti tanaman yang mati.



Levi langsung berjalan ke arah kedua Pemimpin Principal Lector, tangannya perlahan mengeluarkan pedang berwarna hitam yang terbuat dari esensi miliknya.



Levi telah berdiri di hadapan keduanya, dia telah bersiap untuk menebas keduanya namun secara tiba-tiba Scorpions mengangkat tubuh Belinda dan menggunakan tubuhnya sebagai pelindung.



Belinda sadar akan dijadikan tumbal, dia berusaha untuk memberontak namun kekuatan fisiknya tidak mampu membuat Scorpions melepaskannya.



Scorpions berlari menuju Levi sambil menaruh tubuh wanita itu di depannya, dalam hitungan detik Belinda terbunuh oleh pedang milik Levi namun karena Scorpions berada di belakangnya dia masih sempat menghindar dan melancarkan serangannya.



Tebasan pedang terukir di dada bidang milik Levi, setelah berhasil melancarkan serangannya Scorpions mundur, mengambil jarak karena mengetahui Levi adalah sosok yang berbahaya.



Dari kejauhan Scorpions dapat melihat perubahan dari raut wajah Levi, dirinya seketika itu langsung tersenyum puas.



“Kau akan mati dengan rasa sakit yang luar biasa, jika kau tidak ingin merasakan itu sekarang kemari dan jilat kakiku!” Scorpions menyeringai.


**


Levi merasakan sesuatu di dalam tubuhnya, hanya saja itu tidak lama sampai Levi tidak merasakan apapun kembali. Levi melirik Scorpions yang berada dihadapannya, dia sedikit heran dengan perilakunya.



“Apa dia berpikir aku akan merasakan sakit dari racunnya?” Levi bertanya-tanya heran, setelah melihat lebih jelas dia dapat memastikan bahwa Scorpions menganggapnya seperti itu.


Levi seketika menyeringai, namun segera menyembunyikan wajahnya dengan menunduk tidak ingin diketahui, dia kemudian berjalan seperti orang yang tengah sekarat, Levi dapat mendengar Scorpions tertawa lantang akibat tingkahnya.



Saat berada dihadapan Scorpions Levi memperlihatkan wajahnya yang tersenyum, Scorpions mengerutkan keningnya dia bersiap mundur namun tangan Levi dengan cepat meraih gagang lehernya.



Scorpions dapat merasakan tulang lehernya sedikit berbunyi, seketika itu Scorpions berteriak histeris.


__ADS_1


“Bag -aimana mungkin?” Scorpions dengan terbata-bata berbicara.



Levi membuat Scorpions melihatnya, dia menunjukkan senyuman terbaiknya, jelas Levi saat ini nampak layaknya seorang penyiksa atau orang-orang biasa menyebutnya masokis.



“Katak hendak menjadi lembu? Jangan terlalu banyak bermimpi.”



Darah mulai membahasi tangan Levi, dia kemudian melemparkan tubuh Scorpions yang telah mati ke sembarang tempat, seketika Gagak-gagak nya mulai menghampiri mayat Scorpions dan memakannya.



Levi menjilat jari telunjuknya, “Darah orang jahat, nikmat sekali...”


**


Ling Chen sejak tadi telah membunuh belasan pemimpin, tidak ada yang berani mengambil tindakan untuk menyerangnya kembali.



Ling Chen akhirnya menyerang lebih dulu, tidak ada pemimpin yang dapat bertahan lebih dari dua gerakan pedangnya, semua itu terjadi begitu cepat.



Puluhan menit kemudian, saat Corvette dengan Mark sampai, mereka dapat melihat pemuda yang duduk di atas tumpukan mayat, mata mereka benar-benar terkejut melihatnya.




Dia mengangkat tangan kanannya, sebuah bola api kecil terlihat, Ling Chen melemparkannya pada tumpukan mayat seketika mereka dilahap api tersebut.



Corvette menelan ludahnya, tidak menyangka akan segera menghadapi lawan yang cukup keji seperti Ling Chen.



Sementara itu Mark yang berada di samping Corvette dari tadi telah mengeluarkan gulungan yang di bawa olehnya, dia meletakkan gulungan tersebut di tanah lalu menggigit ibu jarinya.



Mark menggambar sebuah tulisan di atas gulungan, gulungan tersebut seketika bersinar dan mengeluarkan boneka. Boneka itu memiliki bentuk tubuh seperti laba-laba, tangannya enam dan di setiap tangannya terdapat pedang berwarna perak, kepalanya seperti anjing dan tubuhnya di lengkapi dengan zirah besi.



Ling Chen membuka tutup mulutnya, dia cukup terpana melihat Talisman milik musuhnya.



“Aku baru melihat sebuah Talisman yang dapat mengeluarkan boneka, ku pikir Talisman hanya dapat mengeluarkan elemen-elemen saja...”


__ADS_1


Ling Chen telah lama berhadapan dengan Pendekar yang sering kali masih menggunakan Talisman ketika bertarung, karena itu tidak sulit untuk mengenali gulungan yang digunakan oleh Mark adalah sesuatu yang sama.



Sementara itu, Mark menaikan alisnya ikut terkejut mengetahui Ling Chen mengetahuinya. Namun dia tidak berniat saling bersapa dan mengulur waktu terlalu lama, dia mulai menggerak-gerakkan jari-jarinya, membuat boneka itu bergerak-gerak.



Sementara Mark sedang menggunakan Talisman tipe bertarung jarak lamanya, Corvette telah mengeluarkan pedang panjangnya dan maju mengikuti Boneka milik Mark dari belakang.



Ling Chen tersenyum sebelum mengangkat satu tangannya, dalam batinnya dia mengucapkan sebuah mantra.



‘Το παγίδα του διαβόλου.’



Tangan berwarna hitam yang memiliki besar tiga meter keluar dari dalam tanah dan menangkis serangan pedang yang di lakukan Boneka Mark, akan tetapi tangan tersebut sama sekali tidak terluka, ketika Ling Chen menurunkan tangannya, tangan hitam tersebut menghilang.



Ling Chen secara tiba-tiba muncul setelah tangan hitam tersebut menghilang, dia mengayunkan pedangnya, namun Boneka Mark menangkisnya menggunakan ke enam pedangnya.



Angin berhembus kencang dan membuat Corvette yang di dekatnya terdorong sedikit ke belakang, sementara itu Mark yang berada di belakang batuk dan mengeluarkan darah segar dari dirinya.



Mark menelan ludahnya, dari pertukaran serangan tadi Mark membutuhkan banyak sekali mana untuk menahannya agar Boneka nya tidak hancur, jika pertarungan ini terus berlanjut Ling Chen mungkin akan menang.



Mark tidaklah bodoh, dia mengetahui jelas dari pertukaran serangan tadi betapa kuatnya tebasan milik Ling Chen.



**


Ling Chen sejak awal serius, meskipun masih sedikit mengulur waktu, dia tidak berniat berlama-lama lagi karena nyawa orang yang dekat dengannya akan dipertaruhkan.



Ling Chen mengangkat pedangnya dan maju dengan gesit ke arah Corvette, Corvette terlihat sudah bersiap-siap menanti kedatangan Ling Chen.



Ling Chen mengayunkan pedangnya, gerakannya sangat cepat membuat Corvette tidak memiliki banyak waktu untuk menyerang balik, dia dengan cepat bertukar ke dalam posisi bertahan.



Corvette merasakan setiap ayunan pedang memiliki energi yang banyak di dalamnya, membuat tanah-tanah di bawah yang hanya terkena anginnya hancur, Corvette tidak dapat membayangkan sekali dirinya terkena, Mungkinkah dia mampu menahannya?


__ADS_1


Corvette mulai di hadapakan dengan situasi yang mendesak, dia tidak tau sampai kapan dia mampu menghindar dari ayunan pedang Ling Chen, namun yang pasti Corvette menyadari tidak lama lagi sampai dirinya benar-benar terhantam pedang Ling Chen.


__ADS_2