
Saat ini, Ling tengah berada di kasur milik Hans. Dirinya baru saja menyelesaikan penyembuhan ke beberapa orang. Sisanya tergantung Hans.
"Kalau begitu aku hanya ingin bertanya. Bukan kah kekuatan keluarga mu seharusnya tidak sebesar ini? Jika aku tidak salah tebak, ku rasa ada suatu hal yang membuat kekuatan mu meningkat."
Hans terdiam saat mendengarkan perkataan Ling, dirinya sudah menduga bahwa kekuatan yang baru saja digunakannya akan mengundang banyak pertanyaan nantinya.
Namun, jika dipikir-pikir tidak buruk juga untuk memberitahu kepada Ling. Terlebih Ling berjanji akan menyembuhkan seluruh rekannya.
Hans menghela nafas panjang sebelum pada akhirnya menjawab pertanyaan.
"Sebenarnya, beberapa hari yang lalu...."
Hans menceritakan, beberapa hari yang lalu sebelum dirinya kembali ke Akedemi. Dia pernah menuju ke pasar gelap. Di sana banyak sekali orang jahat, namun dia tidak terlalu takut karena dirinya yakin kekuatanya mampu menghadapi mereka.
Namun, entah kapan. Tiba-tiba dirinya pingsan dan terjatuh. Saat bangun, dia mendapatkan tubuhnya berada di sebuah ruangan. Hanya saja Hans tidak terlalu ingat jelas. Yang dirinya tau, terdapat seorang wanita berambut pink dan pria berambut hitam lebat.
Setelah mendengarkan perkataan Hans, Ling mulai masuk kedalam mode batinnya.
'Yah, ku rasa orang yang dapat membuatnya pingsan dalam seketika hanya sedikit dari beberapa orang saja. Di kerajaan ini, orang-orang kuat aku yakin hanya berasal dari kerajaan, pahlawan, ataupun petualang. Jadi, aku mulai berfikir ada seseorang yang telah memiliki niat tersembunyi. Tapi yah, ku pikirkan nanti saja."
'Untuk sekarang mari kita sembuhkan orang-orang ini dahulu.' Batinku yang kemudian berdiri di samping Hans.
"Nah Hans, sepertinya kau mengalami banyak kerusakan di tulang yah. Hhm, sepertinya aku akan memberikanmu Potion dari keluarga Phoneix saja."
"Apa?! Potion milik keluarga Phoneix? Jenis apa?!"
"Hahahaha santai-santai, aku tidak tau nama Potion ini, tapi kalau tidak salah Potion ini bernama darah Phoneix."
Hans terkejut mendengarnya, baginya Potion seperti ini sangatlah mahal karena kegunaannya sendiri sangatlah besar. Jika ada Potion Darah Phoneix, bukannya tidak mungkin untuk menumbuhkan kembali kaki dan tangan.
"Sebelum itu apakah kau mengetahui kegunaannya?" Tanya Hans.
"Ouh, belum sih, tapi sebentar..." Ling mulai mengamati Potion darah Phoneix. Dan yah, dalam sekejap Ling telah mengetahui kegunaan Potion ini.
"Yah sebenernya aku bisa saja memberikannya, namun jika di pikir-pikir lagi kalian akan rugi. Yah terserahlah, lagipula aku saat ini masih harus segera pergi. Kalau begitu Potion ini untuk kalian."
Ling menaruh Potion itu di meja yang berada di dekat tempat tidur Hans.
"Ah yah, bisa kau beritahu menurutmu itu tempat seperti apa?"
__ADS_1
"Ah, aku rasa itu seperti sebuah kastil tua yang sangat besar. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah udara di sekitar terlalu... seperti itu."
"Ouhhhh, baiklah, terima kasih atas kerjasamanya. Kalau begitu, aku pergi."
Dalam beberapa detik Ling menghilang.
* *
Ling saat ini telah berada di luar Akedemi, dengan santainya dia segera melompat terbang ke udara.
'Yah, suasana di pagi hari ini sungguh nikmat. Jika di pikir-pikir. Sifatku berubah drastis semenjak bergaul dengan mereka...'
Ling kembali mengingat masa-masa dirinya masih sangat dingin. Dia lupa kenapa dirinya bisa berubah seperti saat ini. Sambil terbang menuju kastil tua, Ling terlarut dalam pikirannya karena merasa aneh saja dengan sifatnya yang seketika berubah drastis.
Beberapa menit berlalu, Ling teringat sesuatu.
'Sial, bagaimana bisa aku melupakan itu.' Batin Ling sambil menepuk jidatnya.
Ling kemudian turun dari langit, dirinya saat ini telah berada di area perkotaan wilayah 3.
Suasana bisa dikatakan tidak terlalu ramai, yah Ling sudah dapat menebaknya. Melihat dari penonton di Akedemi Feniks, Ling tau bahwa para warga pergi ke Akedemi terdekatnya untuk menonton pertandingan.
"Hhm, karena di sini aku tidak merasakan siapa-siapa. Dan juga tidak ada orang terlihat, aku akan menggunakannya sekarang." Gumam Ling.
Ling kemudian menggigit ibu jarinya, dia kemudian meneteskan sepercik darah ke jalan. Dalam sekejap, saat Ling perintahkan, muncul banyak mayat manusia atau mungkin biasa dipanggil dengan sebutan zombie.
Zombie ini tidak terlihat pada umumnya, itu karena mereka adalah mahluk panggilan.
"Aku ingin kalian mencari beberapa informasi di sekitar kerajaan, kota, Akedemi dan yang terakhir adalah membantuku mencari sebuah kastil atau apapun itu yang terlihat aneh. Mengerti?"
"Zwa zwa zwa!" Jawab mereka serentak.
"Bagus, kalau begitu sekarang pergi!"
Para zombie itu segera pergi dengan cepat.
Sementara itu, Ling saat ini sedang berkonsentrasi untuk membuat 1 cloning. Yah, cloning ini akan digunakan Ling untuk kembali ke dalam Akedemi.
Blusttt!
__ADS_1
Seorang pria yang memiliki fitur wajah tampan dan rambutnya yang sedikit panjang terlihat di sisi kanan Ling. Yah, itu bukan dan tidak lain adalah cloning Ling.
"Wah, apakah ini benar-benar diriku? Tampan sekali."
Ling menyentuh-menyentuh pipi cloning nya, dia dapat melihat bahwa cloning nya tidak memiliki raut wajah. Hanya seperti biasa, sama seperti Ling yang dulu.
"Baiklah, tugasmu hanya ikut turnamen Kasara lalu memenangkan pertandingannya. Itu saja, pergi."
Setelah berkata demikian, cloning Ling langsung kembali dengan kecepatan yang luar biasa tinggi.
Ling hanya melambaikan tangannya. Dia kemudian terpikirkan sesuatu.
'Aku tidak tau kapan Giant yang di maksud oleh Xan Zhang muncul. Akan tetapi sepertinya aku tidak terlalu butuh persiapan juga. Toh Xan Zhang sendiripun bisa mengalahkan banyak Giant."
* *
Sedangkan itu, di saat yang sama saat Ling keluar. Di Colosseum bagian penonton, Hades sang pahlawan kini beranjak pergi dari kursinya.
"Kita pergi, sudah tidak ada lagi yang kita butuhkan di sini." Ucap Hades menarik tangan wanita di sampingnya.
"Baiklah tuan."
Mereka berdua pergi dari Colosseum dengan cepat dan tanpa ada yang mengetahui. Wajar, mereka memiliki kekuatan yang tinggi.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di luar Akedemi. Namun Hades melihat sesuatu yang cukup ganjal.
Seorang pemuda berpakaian hitam yang terlihat seperti salah satu peserta turnamen terlihat baru saja terbang ke udara. Namun beberapa saat setelah terbang di udara, pemuda itu langsung tidak terlihat seperti menyatu dengan alam.
Hal itu tentunya membuat pertanyaan muncul di kepala Hades.
"Miku, kau tau siapa dia?"
"Aku tidak terlalu ingat, tapi dari pakaiannya ku rasa dia adalah peserta dari aliansi Reven Gouse."
"Yah, aku juga berfikir demikian. Tapi sihir apa yang baru saja digunakannya?"
"Aku tidak tau tuan."
"Hhm, ini menarik. Tapi sayangnya kita harus tetap harus memprioritaskan penelitian kita. Kalau begitu kita kembali ke laboratorium."
__ADS_1