
Ling melemparkan satu buah botol yang berisikan ramuan yang bernama obat bius itu kepada salah seorang dari kelompok Wizard, meskipun tempat berdirinya cukup jauh, tetapi dengan mata X-ray, Ling dapat memperkirakan jatuhnya botol itu, mata ini seperti dapat melihat masa depan, meskipun hanya sedikit, tapi itu lebih dari cukup bagi Ling.
Ling kemudian seperti sedang menulis di udara, kata katanya berkata untuk menyiramkan mereka yang kesakitan dengan ramuan yang tadi dirinya kasih, kata kata itu terbang ke arah para kelompok Wizard, dan tentu itu sangatlah menakjubkan bagi mereka yang memandang, karena tulisan yang terbang itu berwarna biru muda dan mengeluarkan aura dingin dari dalamnya, namun itu menyejukkan.
Mereka yang melihat tulisan itu, segera menyuruh teman mereka yang tadi mengambil botol yang dilempar oleh Ling, dengan cepat, sosok yang mengambil botol ramuan Ling segera berjalan mendekati 4 orang yang sedang kesakitan.
'Aku tidak yakin ada ramuan yang dapat menyembuhkan orang secara instan, kecuali ramuan itu adalah tingkat Daun, tetapi aku tidak yakin tuan Ling mempunya-.' Setelah dia menaruh air itu di tangan seorang temannya yang kesakitan, bekas luka yang berwarna hitam kini hilang seketika, membuat dirinya terkejut bukan main.
Para teman anggota lainnya juga cukup terkejut, mereka tidak menyangka bahwa tuannya memiliki ramuan tingkat tinggi seperti itu.
Sedangkan itu, Ling kini berpaling dan kembali mendekati kelompok ilusi yang masih berlatih, Ling kemudian terbatuk pelan seperti biasanya, itu adalah hal yang sering Ling lakukan untuk menjadi pusat perhatian.
"Siapa yang telah dapat mengendalikan ilusi raga sekarang akan aku ajarkan ilmu berpedang." Ucap Ling dengan mata yang terpejam dan tangan yang mengepal menutupi bibir manisnya.
Semua kelompok ilusi membuka matanya secara bersamaan, entah itu disengaja atau tidak tetapi Ling tak peduli. Ketua kelompok ilusi segera mengangkat tangannya.
"Silahkan." Ling menyadari adanya pertanyaan besar dari kelompok ilusi.
"Maaf tuan Ling, sebenarnya aku tidak paham kenapa harus teknik berpedang? bukankah lebih bagus Class ilusi menyerang tersembunyi?" Tanya Yuki heran.
__ADS_1
"Kau benar, tetapi ada yang lebih bagus dari pada itu, yaitu kalian lebih bagus jika menyerang menggunakan pedang, alasan ku adalah karena saat kalian telah menguasai ilusi raga, kalian sangat tepat untuk mempelajari teknik Class Assassin, terlebih dengan adanya ilusi yang dapat menyerang musuh, itu akan sangat bagus jika ditambahkan dengan ilmu berpedang." Ling menjelaskan cukup rinci agar semua kelompok ilusi mengerti jalan pikirannya, Ling kemudian melanjutkan, "Dan juga aku telah menyusun formasi kelompok kalian, karena itu jangan banyak bertanya lagi." Ucap Ling mengakhiri perkataannya.
Yuki kembali ke tempat barisannya, dia kemudian menatap Ling penuh hormat.
"Latihan ini mungkin akan sulit, tetapi aku yakin kalian dapat melakukannya, tetapi sebelum itu, aku ingin kalian menguasai ilusi raga, baiklah, sampai disini saja latihannya, buat satu barisan ke arahku."
"Baik." Ucap mereka serentak, kemudian, semua kelompok ilusi segera membuat satu barisan yang mengarah ke arah Ling, mereka kemudian maju satu persatu setelah Ling memperbolehkan nya.
Sama seperti halnya kelompok Elf, Ling juga membuka titik Guangzhou pada atas pusar mereka, para kelompok ilusi yang semuanya adalah wanita tidak mempermasalahkan nya, lagipula itu hanya bagian perut saja, sudah biasa di kerajaan seorang wanita berpenampilan ketat.
Ling tanpa ragu segera menotok bagian atas perut mereka, satu persatu dengan cepat telah Ling selesaikan, mereka kini duduk karena merasakan cukup sakit saat Ling menotok perut mereka.
Setelah 1 jam terlewatkan, mereka kini telah selesai berlatih dengan Ling, karena itu pula mereka kini bergantian dengan kelompok Wizard yang terlihat sudah sangat tidak sabar untuk mendapatkan latihan dari tuannya.
Segera setelah mereka duduk menggantikan posisi kelompok wizard, para kelompok Wizard segera berlari dan berbaris rapih di hadapan Ling, mereka duduk bersila di atas tanah. Seperti kelompok Elf yang masih duduk bersila sambil melakukan Kultivasi, kelompok ilusi kini juga diperintahkan untuk mempertahankan ilusi raga untuk melindungi diri mereka sekaligus menyerap energi sekitar seperti yang dilakukan oleh kelompok Elf.
Sedangkan itu, melihat kelompok wizard langsung berbaris rapih di depannya, Ling cukup senang karena mereka sepertinya sangat tidak sabar untuk mendapatkan pengajaran darinya, padahal dulu Ling tidak pernah mengajarkan orang lain, jadi karena itu pula dirinya tidak menyangka bahwa dirinya ternyata sangat berbakat dalam hal mengajar.
"Baiklah, karena sepertinya kalian sudah sangat tidak sabar, mari kita mulai latihannya." Ucap Ling penuh semangat.
__ADS_1
* * *
2 Jam Sebelumnya
Sedangkan itu, kini seorang laki laki berpenampilan Estes sedang berlari ke kediamannya Tetua Queen, dia adalah seorang bawahan Undead Ling yang bukan dan tidak lain adalah Levi, setelah Ling turun dari kamarnya, Ling memberikan sebuah surat kepada Levi dan menyuruhnya untuk memberikan surat itu kepada Tetua Queen.
Dengan cepat, Levi berlari sangat cepat ke arah Tetua Queen, namun tentu saja itu menjadi pertanyaan besar dari para murid dalam yang melihatnya, pasalnya mereka baru melihat seorang pria berambut putih panjang dengan wajah yang terlihat masih baru di area murid dalam, namun mereka tidak menyangka kecepatan dari pria itu sangat tidak wajar, membuat banyak pertanyaan besar, mereka yang melihatnya sebenarnya tidak terlalu jelas melihatnya, karena kecepatannya saja sungguh luar biasa, mereka para murid dalam hanya dapat melihat wajahnya sekilas, namun berbeda dengan para murid luar yang menjadi bawahan mereka, mereka sama sekali tidak dapat melihat wajahnya.
"Siapa pemuda tadi?" Bingung salah seorang Tetua yang kebetulan saja sedang berniat untuk membeli beberapa makanan, namun dia tidak menyangka akan melihat pemandangan tidak biasa seperti tadi, pasalnya anak laki laki berambut putih itu berlari sangat cepat di atas genteng genteng kediaman dan rumah rumah pedagang.
Beberapa menit kemudian, Estes sampai cukup dekat di kediaman Tetua Queen, dia pun segera memperlambat gerakan nya.
Melihat seorang pria muda berambut putih datang ke kediaman Tetua Queen, para penjaga segera menanyakan apa maksud pria muda itu datang ke kediaman Tetua Queen.
Levi tersenyum sebelum menjawab, "Aku adalah bawahan dari tuan Ling, tuan Ling memerintahkan ku untuk memberikan surat ini kepada Tetua Queen, kalau begitu, aku serahkan kepada kalian saja yah." Setelah itu, Levi berbalik badan dan segera berlari kembali ke kediaman Ling.
Para penjaga segera mengenali anak yang bernama Ling, karena kemarin pun seorang anak bernama Ling datang ke kediaman Tetua Queen, dengan cepat, salah seorang dari mereka masuk kedalam untuk mengabarkan kepada Tetua Queen.
_ _ _
__ADS_1
TO BE CONTINUED√