
Ling membalas perkataan pria paruh baya itu dengan senyuman manisnya, dia lalu berkata sedang mencari beberapa bahan obat obatan untuk membuat ramuan.
Pria paruh baya itu sedikit terkejut dengan perkataan Ling, tidak banyak anak yang menyukai tentang obat obatan, mereka lebih menyukai membelinya dari pada membuat nya.
"Ehm, kalau begitu ikuti saya anak muda." Pria itu tersenyum lalu berpaling dan berjalan menuntun Ling ke rak bahan bahan obat-obatan.
Suasana di tempat penjualan Ramuan hanya terdapat beberapa orang saja, namun saat Ling masuk kedalam area bahan obat-obatan, disana sama sekali tidak ada orang kecuali dirinya dan pria paruh baya itu.
"Kalau begitu aku akan kembali, kau bisa memilih bahan obat yang kau cari, aku akan menunggu di kasir sambil melayani yang lainnya." Pria paruh baya itu pergi setelah berkata seperti itu.
Ling nampak tidak memperdulikan nya, dia kemudian berjalan mengambil keranjang belanja, kemudian dia berjalan kembali ke arah rak bahan/tanaman obat, Ling melirik ke berbagai bahan obat yang berada di rak rak itu, menurutnya bahan bahannya cukup bagus.
'Bahan bahan ini cukup bagus, dan juga banyak tanaman obat yang sepertinya mengandung energi Yin dibandingkan Yang, sepertinya aku harus menggunakan pelatihan es.' Ling tersenyum kecut, dia sungguh malas dengan yang namanya kedinginan, namun apa boleh buat, energi Yin juga lebih cepat melatih tulang dibandingkan Yang, karena energi Yang lebih berfokus kepada pembakaran lemak dan darah murni saja.
Ling mengambil sekitar 20 tanaman obat yang berada di rak, semuanya adalah tanaman yang mengandung energi Yin, namun sebenarnya Ling tidak terlalu tau jenis tanaman itu karena dirinya pun belum mempelajari banyak hal tentang dunia yang dirinya kini tempati.
Segera setelah memasukkan tanaman obat kedalam keranjang belanjaan nya, Ling pergi kembali ke area ramuan, disana masih terlihat beberapa orang yang sedang memilih ramuan.
Ling berjalan santai menuju ke tempat kasir, namun sebelum dirinya sampai, tiba tiba saja seorang pria berambut putih dengan mata yang berwarna merah dan juga terdapat bekas tebasan di pipinya datang ke arah Ling lalu mengandeng nya erat seakan teman yang akrab.
"Yo Ling, aku tidak menyangka kau akan menjadi murid di Akedemi Feniks." Pria muda berambut putih itu tertawa sambil mengandeng Ling.
Sedangkan itu, Ling dibuat heran dengan tingkah laku anak itu, perasaan dirinya tidak pernah berteman dengan pria yang berada di hadapannya, Ling juga mengingat, bahwa pria yang kini mengandeng nya adalah seorang anak yang pada saat penyambutan murid baru dikerubungi oleh para jurnalis akibat perbuatan Kaito, Ling menduga pria yang kini mengandeng nya adalah seorang anak dari keluarga terpandang.
__ADS_1
Ling tersenyum pahit lalu berkata bahwa dirinya sama sekali tidak mengenalinya, membuat pria yang berada di hadapan Ling menatapnya dengan tatapan kecewa.
"Bagaimana bisa kau melupakan sahabat mu? apakah kau masih ingat saat kita bertemu 3 tahun yang lalu?" Tanya nya sambil memperlihatkan ekspresi memelas.
Ling tersenyum tipis lalu menggeleng gelengkan kepalanya, membuat pria berambut putih itu terjatuh.
"Sebenarnya aku melupakan ingatanku yang sebelumnya karena perang, karena itu aku tidak ingat dengan mu." Ucap Ling sambil tersenyum memperlihatkan giginya.
Pria itu kembali bangun dan menatap Ling dengan wajah yang tersenyum.
"Aku baru ingat kau telah menjadi anggota prajurit penerjang, tetapi syukurlah kau dapat selamat pada saat perang itu, padahal aku dengar Orc sangat kuat loh, kau bisa selamat dari perang pantas saja kau bisa menjadi murid dalam Akedemi Feniks." Pria itu tertawa sambil kembali mengandeng Ling
"Lepaskan." Ucap Ling dingin. Perubahan sifat Ling membuat Pria berambut putih itu segera menyingkir.
Ling tidak memperdulikan nya, dia berjalan kembali menuju ke kasir, meninggalkan pria berambut putih itu.
"Namaku Drian Count, apakah kau tertarik untuk menjalin aliansi dengan ku?" Pria berambut putih itu bertanya kepada Ling dari belakang, membuat Ling berhenti seketika.
'Aliansi?' Ling merenung, dia tidak tau apa arti aliansi, dan juga Ling sama sekali tidak tau kegunaan aliansi.
Ling yang penasaran pun segera berputar balik dan mendekati Drian Count.
"Jelaskan padaku arti dan kegunaan aliansi." Ucap Ling dingin.
__ADS_1
"Baiklah baiklah." Balas Count.
Count kemudian mulai menjelaskan tentang dan apa arti Aliansi di Akedemi ini.
"Aliansi dalam Akedemi berbeda dengan pengartian di luar sana, Aliansi di Akedemi adalah tentang menjalin kerja sama di antara murid dalam dengan murid dalam lainnya, dan juga Aliansi ini hanya sebagai kerja sama bagi para murid dalam untuk menyambut turnamen dalam satu bulan mendatang, kita para murid dalam akan berkompetisi di turnamen, dan hanya Aliansi yang memiliki 5 anggota yang akan boleh ikut dalam turnamen, jadi ini seperti 10 melawan 10, dan juga menurut pembimbing ku, jika kita menang menjadi juara pertama, kita akan menjadi murid inti, ini adalah jalan satu satunya untuk dapat menjadi murid inti dengan cepat." Count menjelaskan.
Ling kurang lebih paham arti aliansi di Akedemi, aliansi di Akedemi Feniks ini kurang lebih hanya untuk bekerja sama dengan sesama murid dalam lainnya, mereka akan bekerja sama untuk memenangkan turnamen, dan jika menang dan mendapatkan juara pertama, maka mereka akan menjadi murid inti dalam waktu singkat, hadiah yang ditawarkan memang sangat bagus, yang pastinya akan banyak mengundang murid dalam lama maupun baru untuk berlomba lomba mengikuti turnamen tersebut.
Count melanjutkan, "Namun tentang aturan, aku belum mendapatkan informasi nya" Ucap Count sambil mengangkat bahunya,
"Baiklah, kalau begitu terima kasih atas informasinya, aku akan kembali ke kediaman ku, hari Minggu kau dapat pergi ke kediaman ku." Ling berpaling dan melanjutkan perjalanan ke kasir, meninggalkan Count di belakangnya.
Setelah membayar bahan obat obatan itu, kini Ling pergi meninggalkan toko itu dan segera terbang ke tempat kediaman nya tanpa menggunakan mode ghost nya.
Tidak lama kemudian, Ling pun sudah berada cukup dekat dengan kediaman nya, Ling kembali menatap langit malam sambil berjalan ke arah kediaman nya langit malam terlihat sangat indah dengan bulan purnama yang terlihat bersinar terang, Ling berjalan mendekati kediamannya, sesampainya di depan gerbang, kini Ling dapat melihat enam orang prajurit bersenjata lengkap kini berada di depan gerbang kediamannya.
Ling mengacuhkan mereka dan segera berjalan masuk ke kediamannya, namun para prajurit itu segera menghadangnya dengan tombak besi yang mereka bawa.
"Siapa kau?!" Tanya salah satu prajurit tegas.
"Aku? aku adalah Ling! ada apa! aku adalah pemilik kediaman ini!" Ling sengaja berbicara keras, itu semua untuk memberikan tanda kepada Levi yang berada di dalam kediamannya, Ling juga sengaja agar Levi yang mendengar nya segera merubah wujudnya kembali ke wujud manusianya dan menyuruh para bawahan Ling untuk pergi memberitahu para prajurit bahwa dia adalah Ling.
_ _ _
__ADS_1
C o n t i n u e d :