Demon Lord System

Demon Lord System
~ DLS Arc 3 : Perang Besar Chapter 212 : Mengembangkan Kekuatan Tempur


__ADS_3

Keberadaan Ling Chen serta ke empat pelayannya sudah tersebar luas di kerajaan. Kelima nya bahkan mendapatkan julukan dari berbagai masyarakat, seperti Ling Chen yang mendapatkan julukan Ksatria Mata Iblis.



Levi yang mendapatkan julukan, Ksatria Burung Kematian, Xan Zhang yang mendapatkan julukan Ksatria Pedang Suci dan Kurumi yang mendapatkan julukan Penyihir Sesat. Tetapi dari mereka semua, Xin yang baru mendapatkan tubuh juga mendapatkan julukan yang tidak kalah hebat, dia mendapatkan julukan sebagai Ksatria Numpang Tenar.



Di kediaman Ling Chen tidak jarang Arthur membuat Xin marah kepadanya, dibandingkan dengan yang lainnya Arthur memang memiliki sifat layaknya anak berusia 10 tahunan.



Ling Chen juga akhir-akhir ini membantu perkembangan Kerajaan Diamond, mulai dari mengatur pengeluaran uang kerajaan serta keamanan di seluruh wilayah kerajaan.



Di ruangannya Ling Chen sedang menatap langit yang cerah, Kurumi yang duduk di sofa ruangan Ling Chen hanya menatapnya sambil tersenyum.



Ling Chen membalikkan tubuhnya dan menatap Kurumi, “Hmm, apa ada yang salah dengan wajahku?”



“Bukan itu Tuan, hanya saja kau yang sekarang terasa jauh lebih hangat ketimbang saat kami dulu bertemu denganmu.” Kurumi menghela nafas, “Yah aku bahkan tidak menduga tuanku yang seperti ini, ku pikir tuan akan terus seperti dulu, dingin dan kejam. Mungkin ini disebabkan Rafaela...”



“Aku tidak dapat memungkiri namun sepertinya itu kebenarannya, kau tau? Aku sebenarnya tidak mengerti sifatku ini, aku dulunya hanya anak pemalu yang memasang wajah dingin untuk menutupi sifatku. Tetapi...” Ling Chen mulai bercerita.



Kurumi berusaha menjadi pendengar yang baik, dia selalu memberikan nasehat kepada Ling Chen saat dia mengatakan yang sebenarnya, tetapi pada akhirnya Kurumi sendiri juga tidak mengerti sifat Ling Chen, dia hanya dapat menghela nafas sebelum keluar ruangan.



Tidak beberapa lama sejak Kurumi keluar, Arthur dan Xin Zhang datang ke ruangan Ling Chen, mereka memberikan hormat lalu bertanya kepada Ling Chen.



“Tuan Chen, Apakah kau membutuhkan sesuatu dari kami?”


__ADS_1


Sebelumnya Ling Chen mengatakan kepada Arthur dan Xin untuk datang ke ruangannya lewat batinnya.



Ling Chen mengangguk beberapa kali sebelum mengatakan sesuatu, “Dalam beberapa Minggu ini, aku ingin kalian pergi ke kerajaan Gronmond dan meminta bantuan mereka. Tetapi sebelum itu, Kalian bantu mereka mengembangkan militer dengan mengajarkan teknik bertarung...”



Keduanya saling berpandangan, mereka tidak ingin pergi karena ingin melindungi Ling Chen, tetapi kalau mereka menolaknya pun akan membuat hubungan di antara mereka dan Ling Chen menjauh.



Keduanya akhirnya sepakat untuk menerima tugas tersebut, mereka menunduk hormat sebelum berpamitan undur diri.



Ruangan tersebut akhirnya hanya tersisa Ling Chen di dalamnya, dia mengambil teh hangat yang sudah di sediakan Kurumi dan meminumnya hingga habis dalam satu tarikan nafas.



Ling Chen menghela nafas, “Sebaiknya aku juga mulai mengembangkan militer kerajaan... Perang yang terjadi nanti akan sangat membutuhkan banyak bantuan.”



Ling Chen berdiri dan bersiap keluar ruangan, tetapi sebelum sempat membukanya, pintu tersebut terbuka dari luar dan menampilkan sosok gadis berambut putih, Rafaela.




“Tidak bisa Rafaela, aku ingin pergi ke kerajaan untuk mengajarkan teknik berpedang, sebaikny–”



Ling berhenti berbicara saat wajah Rafaela mulai memelas, dia bahkan memasang raut wajah yang siap menangis. Ling Chen menggaruk kepalanya, dia ingin sekali pergi untuk membantu Xan Zhang melatih militer kerajaan, tetapi... Ling Chen tidak cukup tega membiarkan Rafaela menangis.



Ling Chen menghela nafas, dengan berat hati dia menyetujuinya, dengan syarat hanya satu sampai dua jam sebelum dirinya menyudahi jalan-jalan mereka.


**


Situasi kerajaan Diamond mulai terkendali, satu-persatu desa telah diamankan oleh prajurit berpengalaman, membuat banyak Penyamun tidak lagi kembali menyerang desa.

__ADS_1



Sementara itu, Kurumi saat ini memutuskan untuk melihat-lihat situasi kerajaan dari atas bangunan tertinggi, dia menaiki bangunan kerajaan dan duduk di atasnya sambil menatap langit.



Di sampingnya Levi datang dan ikut duduk, dia menatap langit bersama dengan Kurumi.



“Apa yang kau inginkan?” Kurumi bertanya tanpa memalingkan wajahnya.



“Tidak ada, aku hanya bosan dan ingin mengobrol denganmu. Dan juga, menurutku sifat mu yang paling dewasa di antara yang lainnya. Sebenarnya kau mati saat berumur berapa?” Levi bertanya balik dengan wajah datarnya.



“Hmm sebelum aku wafat, umurku mencapai dua ratus tahun. Dulunya aku hanyalah seorang biarawati kecil di sebuah gereja pedesaan, aku di asuh oleh sister di sana dan menjadi pengurus gereja. Tetapi suatu saat, terjadi dimension break, yang mengeluarkan monster dari sebuah portal. Hari itu hanya aku yang selamat...”



Kurumi juga menambahkan setelah dia selamat dari sana, dia mulai mempelajari sihir dan akhirnya menjadi Penyihir. Dia menjadi pembunuh bayaran paling di takuti di seantero benua. Tetapi waktu itu dia mengalami luka yang cukup parah dan terpingsan, untungnya ada seorang pria yang menyelamatkan nya.



Levi mendengarkan dengan seksama sambil membayangkan kalau wujud tersebut adalah Kurumi dan Xin saat ini, Levi hanya dapat menahan tawa karena terasa lucu baginya.



Selesai bercerita Levi memahami lebih dalam pemikiran Kurumi, “Kau bisa jatuh cinta juga rupanya, aku baru tau, sepertinya memang di dunia ini kita semua memiliki penjinak.” Levi terkekeh kecil sebelum bangkit dari tempat duduknya.



“Kau ingin kemana?”



“Aku ingin pergi menonton Xan Zhang, dia sedang melatih prajurit militer Kerajaan.”



“Kalau begitu aku ikut.”

__ADS_1



Levi dan Kurumi bergerak cepat menuju kamp pelatihan militer, mereka juga ingin menyaksikan dan juga berharap dapat membagikan beberapa ilmu mereka kepada salah satu prajurit.


__ADS_2