
Mode duel, adalah kekuatan baru yang dimiliki oleh Xan Zhang. Mode duel memungkinkan untuk Xin dan Xan bertarung secara bersamaan dengan tubuh yang sama. Namun, mode duel hanya dapat digunakan saat menjadi raksasa. Dan juga saat mode duel ini aktif, tangan raksasa akan berubah menjadi empat yang di mana Xan dan Xin masing-masing mengendalikan dua tangan dan dapat bertukar pikiran.
Bukan hanya itu, mata pada tubuh mode duel juga bertambah menjadi 4, di belakang kepala dan di depan kepala.
Awalnya, para raksasa yang melihat Xan Zhang terkejut dengan penampilannya. Karena pada dasarnya, Giant Ras biasa memiliki evolusi yang sedemikian rupa dengan Xan. Bedanya mereka tidak memiliki tambahan mata di belakangnya.
Karena itu, mereka mendekati Xan Zhang tanpa sedikitpun rasa was-was. Mereka kemudian membungkuk hormat, “Kami datang membantu tuan!” Ucap mereka bersama.
Perlu diketahui, status yang dihormati bagi para Giant adalah siapa yang kuat. Jika kuat, maka akan memiliki posisi yang hebat jika tidak mereka hanya akan menjadi pasukan biasa, dan mereka semua menduga setidaknya Xan Zhang adalah raksasa yang kuat karena berhasil berevolusi.
Xan Zhang sedikit tersenyum, ‘Dedukasi lord Ling sungguh menakutkan, bagaimana bisa dia menduga ini akan terjadi,’ Xan Zhang cukup heran, bagaimana bisa tuannya dapat mengetahuinya? Ini aneh, ‘Yah, untuk saat ini akan ku ikuti perintah Lord. Aku harus menyerang raksasa lainnya...’
‘Kita akan memanfaatkan mereka?’ Tanya Xin dalam otak.
‘Iyah, kau tunggu saja, ini tidak akan lama. Sebentar lagi kita akan melihat mereka saling membunuh.’
‘Hahaha, aku sudah tidak sabar lagi Xan, cepatlah!’
Xan maju kedepan mereka, “Berdirilah, kita tidak memiliki banyak waktu.” Ucap Xan.
Namun di saat mereka berdiri, salah satu di antara mereka bertanya, “Tuan! M-mereka di bunuh?”
Xan melirik ke belakangnya, dia dapat melihat gunungan mayat raksasa yang terkumpul layaknya tumpukkan.
Xan Zhang menghela nafas pelan, dia kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah para raksasa di depannya.
“Mereka adalah anggota pasukanku, mereka di bunuh oleh manusia, namun manusia itu saat ini sudah mati di makan oleh diriku. Dia bukan tandingan ku sama sekali...”
“Seperti yang diharapkan dari seorang tuan agung, kami akan mengikuti perintah tuan mulai sekarang!”
Mereka semua bersujud di kaki Xan Zhang, Xin Zhang yang melihat itu hanya tertawa di ruang hampa yang terhubung di antara Xan dan Xin.
“Diamlah!”
Seketika, suasana hening, sedangkan Xan, saat ini panik karena baru saja mengatakan itu, “A-ah, maksudku diamlah! Kalau tidak rekan dari orang yang baru ku makan akan datang.”
“Ahhh, begitu rupanya, baiklah tuan.”
__ADS_1
* *
Xan Zhang benar-benar memanfaatkan kekuatan dari para raksasa untuk membunuh sesama mereka. Dengan di ambalkan para raksasa itu terinfeksi, para raksasa yang berada di pihak Xan Zhang menyerang raksasa dari kelompok lain.
Setelah mengalahkan dua kelompok raksasa, gerombolan kelompok Xan saat ini telah berkurang hingga tersisa 4 saja. Xan Zhang tertawa.
“Kalian sudah berujung cukup keras, kalian pantas untuk menjadi makananku.” Xan Zhang tersenyum seringai sambil mendekati mereka berempat.
“Selamat tinggal!”
Grekkkk!!!
Empat tangan itu meraih satu persatu leher dari keempat raksasa yang tersisa. 5 menit berlalu, semua raksasa sudah tidak bernyawa karena kehabisan nafas akibat di cekik oleh Xan Zhang dan Xin Zhang.
‘Kejam sekali kau Xan, hahaha, kau sudah seperti lord saja.’
‘Iyah, setidaknya kita berhasil membunuh lebih dari 40 Raksasa. Kalau begitu mari kita santap mereka berempat.’
‘Baiklah.’
Suasana di berbagai turnamen, sungguh berbeda-beda. Saat ini, di Akedemi Feniks, Ling cloning telah memenangkan pertandingan, namun baru saja memenangkan turnamen, sebuah batu yang sangat besar muncul dan menghancurkan Colloseum.
Akibatnya, banyak sekali orang yang tewas, Ling hanya menatap hal itu dengan tatapan biasa. Dia kemudian berjalan ke arah berbagai anggota Aliansinya, satu persatu, Ling angkat lalu membawa mereka semua ketempat yang aman.
Yuki dari tempat menontonnya muncul dengan terbang ke arah Ling, namun, saat Yuki hampir sampai di tempat Ling. Yuki terkena batu yang cukup besar, membuatnya pingsan. Ling pun mengangkat dia juga di bahunya.
Di belakang bangunan Akedemi Feniks, terdapat sebuah air terjun, Ling cloning membawa semua anggota Aliansinya dengan menenteng mereka di bahunya layaknya mengangkat barang.
“Sihir pembuat – Pelindung air.”
Di sekitar Ling, secara misterius muncul sebuah air yang membentuk gelembung yang menjaganya dari terjunan air deras. Ling kemudian membawa mereka semua masuk kedalam.
Satu persatu, Ling letakan di berbagai tempat, setelah selesai meletakan mereka di dalam air terjun.
“Sihir penyembuh – Peri elf!” Di sekitar Ling, muncul manusia-manusia kecil berwujud wanita bersayap layaknya kupu-kupu. Mereka semua kemudian mulai menyembuhkan semua orang yang berada di sana.
Setelah itu, Ling kemudian keluar dari dalam air terjun, namun setelah keluar dari sana, Ling membuat sebuah gerbang dari tanah yang menutupi jalan keluarnya mereka.
__ADS_1
Dengan di tambah esensi kayu, Ling membuat sebuah penjara yang akan membuat orang yang memiliki sihir lemas. Itu wajar, semua orang tau esensi kayu sangatlah berbahaya karena dapat menyerap energi sihir dan membuat seseorang lemas.
“Baiklah, ini sepertinya cukup. Entah ala hubungan tubuh asliku dengan Yuki, tapi aku memiliki rasa yang sama sekali tidak ingin meninggalkannya. Apakah aku harus kembali ke tubuh asli atau melindunginya?”
Ling cloning berfikir keras, setelah beberapa puluh menit kemudian. Ling memutuskan untuk berjaga dari dalam air. Menggunakan sihir yang sama, Ling masuk ke dalam air dengan sebuah gelembung. Gelembung itu memungkinkan Ling dapat bernafas meski di dalam air.
*Jurusnya Noell \= Mirip. Dari anime Black clov.
* *
Saat semua orang sadar, mereka terkejut karena melihat banyaknya peri-peri kecil yang berada di sekitarnya.
“K-kita sebenarnya ada di mana?” Tanya Count.
“Entahlah, tapi ku rasa seseorang membawa kita ke sini dan para peri kecil ini kurasa adalah sihir dari orang tersebut. Tubuhku sudah sembuh dan energi mana ku telah kembali pulih, ku rasa aku akan keluar dulu untuk melihat apa yang terjadi.” Ucap Shukaku lalu berdiri dan berjalan ke arah luar.
Dia mengerutkan keningnya saat melihat air terjun berada di depannya. Namun di antaranya yang membuat Shukaku terkejut adalah sel tahanan yang berwarna tanah itu.
“Apa-apaan ini, kenapa orang itu menaruh pagar tahanan di sini. Huh, sudahlah,” Shukaku menghela nafas panjang sambil menutup matanya, dia kemudian membuka kembali matanya secara perlahan, “SIHIR SERANGAN – LEDAKAN BOM PETIR!”
Wushhhh...
Boom!
Boom!
Boom!
Boom!
Sangat banyak bom yang di lemparkan oleh Shukaku, namun saat membuka kembali matanya. Dia dapat melihat pagar itu masih utuh dan hanya memperlihatkan goresan kecil di besi berwarna coklat tanah.
“Apa-apaan ini?! Bagaimana bisa seranganku tidak dapat menghancurkan sel tahanan ini? Sial! Kalau begitu akan ku kerahkan lebih banyak tenaga!”
_ _ _
Buat yang minta crazy up, huh, mau aja sebenernya, tapi tugas pun harus ku selesaikan (╥﹏╥) jadinya gk bisa. Yaudah itu aja see u next time again~
__ADS_1