
Tidak terasa, waktu telah berjalan cukup panjang. Ling dan bawahannya segera pergi ke Akedemi Feniks untuk menghadiri turnamen yang telah dinanti-nanti oleh seluruh murid dalam.
"Tuan apakah kau sudah siap?"
Seorang anak muda berambut kuning berantakan terlihat berpaling ke arah Ling dan bertanya. Itu adalah Johan, setelah dilatih keras oleh Ling. Tubuh maupun kekuatanya sangat meningkat drastis. Dari tingkat perak menjadi tingkat emas hitam bintang satu.
"Tentu saja, jalan yang kencang." Titah Ling terhadap Johan.
"Baik tuan!" Johan membalas dengan semangat.
Kini, Ling tengah berada di dalam kereta kuda miliknya. Seperti sebelumnya, di dalam kereta terdapat Yuki, Estes dan Eric pastinya. Kedua orang dari kelompok mereka juga tengah berada di luar untuk menjaga perjalanan Ling menuju Akedemi Feniks.
Tidak lupa, sebagian pelayan Ling kini mengikuti Ling dari belakang dengan terbang dan menggunakan skill Ghost untuk tidak terlihat. Sebenarnya, anggota Ling saat ini terbagi menjadi dua, yaitu luar dan dalam. Tugas orang luar adalah menjaga Ling dengan terus berada di sekitarnya. Untuk tugas orang dalam, mereka mendapatkan perintah untuk melatih Vamas menjadi lebih kuat dengan cara mereka masing-masing. Asal Vamas tidak mati, semua latihan diperbolehkan.
Kembali ke jalan cerita saaat ini, sepanjang perjalanan, mereka hanya berbincang tentang beberapa hal. Ling sendiri saat itu sedang fokus kepada game yang baru saja di download olehnya. Ling menjadi sangat menyanjung tinggi sistem, dirinya belum pernah bermain game. Jangankan pernah bermain game, arti dari game saja dirinya tidak tau.
Ling saat ini sedang bermain game bernama The lord of the hero kingdom. Game ini mengajarkan Ling cara menyuburkan tanah dan menjadi penguasa yang hebat sekaligus disanjung oleh seluruh rakyatnya.
Yuki, Eric dan Estes, mereka sudah mengetahui apa yang sedang di pegang oleh tuannya. Mereka pernah meminjam sekali, namun mereka tidak puas dengan itu. Barang yang saat ini sedang di pake oleh Ling bukan dan tidak lain adalah smartphone. Ling menggunakan mata X-ray miliknya untuk mengetahui cara menggunakan smartphone tersebut.
"Hahaha, yes, aku mendapatkan Hero fighter bintang 3. Para bandit tidak akan berani menyusup ke wilayah ku." Ling tertawa senang karena mendapatkan Hero fighter bintang 3.
Melihat hal itu, para pelayan Ling menjadi penasaran dan pada akhirnya meminta tuannya untuk meminjamkan barang tersebut. Akan tetapi, Ling tidak memperbolehkannya. Itu semua karena dirinya juga bosan. boredom is death, bagi Ling, kebosanan adalah kematian batin. Karena hal itu dirinya tidak ingin memberikan smartphone tersebut.
"Tuan kami bosan. Pinjamkan kami sebentar tuan, kami mohon."
Dengan wajah yang lesu, ketiga orang itu terlihat memohon untuk Ling meminjamkan smartphone yang saat ini sedang di gunakannya. Acuh tak acuh Ling terus memainkan game di ponselnya dengan riang.
Hingga beberapa lama kemudian, mereka pun sampai pada tempat tujuan mereka.
__ADS_1
Kereta Ling berhenti sejenak lalu tidak lama kembali berjalan. Itu semua karena prajurit yang menjaga gerbang memeriksa identitas mereka terlebih dahulu sebelum memperbolehkan mereka masuk.
* *
Ling turun dari kereta kudanya setelah memasukan smartphone miliknya kedalam inventori. Ling tidak ingin menggunakan kemampuan Class Void karena menurutnya ini bukanlah hal yang bijak.
*Sebenarnya Ling cuma gk ingin ribet mengorek-ngorek
Dari depan kediaman Ling, terlihat banyak orang yang keluar dari dalam kediamannya. Mereka terlihat sangat familiar namun di keadaan yang sama mereka terlihat cukup berbeda.
Yuki tersenyum tipis terhadap seluruh orang yang baru saja keluar dari kediaman tuannya. Tidak salah lagi, mereka adalah anggota kelompok Ilusi, Wizard maupun Elf.
Yuki langsung menjatuhkan tas milik tuannya lalu berlari ke arah mereka. Yuki berpelukan dengan anggota-anggotanya itu.
"Sudah lama kita tidak bertemu dengan ketua Yuki, uh kami sangat merindukanmu ketua." Ucap mereka dengan senyuman dan tawa.
Amedia juga segera turun dari kudanya dan ikut berpelukan dengan rekan-rekannya.
"Aku bingung, kenapa wanita suka melakukan hal ini ..." Ucap Ling pelan.
Estes dan Eric yang berada di dekatnya langsung menjawab pertanyaan dari tuannya.
"Hahaha, tuan. Biarkan saja, wanita memang suka seperti itu." Estes tertawa sambil merangkul pundak Ling.
Eric tidak menghiraukannya dan juga ikut memberitahu Ling apa yang dirinya tau tentang ini.
"Biasanya wanita memang seperti ini tuan, alasannya adalah mereka ... hhm mereka apa yah? Ah sudahlah saya lupa tuan."
"Hhm, yasudah lah. Semuanya aku masuk kedalam dengan pelayan ku mengerti. Kalian semua bawa barang-barang ku. Besok adalah hari turnamen. Aku ingin beristirahat seharian penuh." Ucap Ling dengan mulut yang menguap.
__ADS_1
* * *
Tidak terasa, hari telah berganti. Kamar Ling perlahan mulai dimasuki oleh sebuah cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamarnya. Ling yang saat itu tengah tertidur perlahan mulai kembali mendapatkan kesadarannya. Itu semua akibat pantulan cahaya yang membuat matanya silau.
"Hhm, sudah pagi rupanya. Cepat sekali ..."
Setelah itu, Ling pun merenggangkan tubuhnya sebelum mulai beranjak dari kasurnya untuk membersihkan dirinya. Hari ini adalah hari yang penting bagi Ling dan aliansinya. Karena itu dirinya telah siap-siap tidur sangat lama, namun karena hal itu pula Ling semalam tidak memakan sesuatu karena dirinya yang tertidur.
Selesai membersihkan tubuhnya, Ling langsung bersiap-siap dan menggunakan pakaian terbaiknya. Setelah itu, dirinya menghilang dalam sekejap telah berada di lantai dasar. Mungkin lebih tepatnya Ling langsung menghilang dan duduk di kursi makan.
Saat Ling muncul di salah satu kursi, semua orang langsung menunduk hormat beberapa saat sebelum kembali berdiri dan mengambil makanan.
Perlahan, mereka mulai berdatangan kembali dengan sebuah makanan di tangannya. Setelah itu, mereka kemudian membariskan makanan-makanan tersebut di atas meja berada.
"Silahkan dinikmati tuan." Ucap mereka serentak namun lembut.
Ling tersenyum puas melihat banyaknya makanan yang telah disediakan oleh mereka semua. Sepertinya saat Ling tertidur, mereka membeli pangan dan bahan-bahan untuk membuatkannya makanan, itulah yang kini sedang dipikirkan oleh Ling.
Hanya dalan beberapa detik, meja yang penuh akan makanan itu langsung habis tidak tersisa. Semuanya masuk kedalam tangan Ling. Ling juga beberapa saat setelah menghabiskan makanan langsung bersendawa pelan.
Ling bangkit dari tempat duduknya setelah meminum air, dia lalu menghapiri anggota yang berada di depannya.
"Yuki dan lainnya? Dimana?" Tanya Ling.
"Ah, mereka telah menunggu di depan. Sepertinya mereka sudah sangat tidak sabar tuan." Ucap salah satu dari wanita yang kini tengah berkumpul.
"Begitu rupanya, kalau begitu aku akan langsung ke depan. Kalian juga bergegaslah agar tidak ketinggalan tontonan Turnamen Kasara." Setelah berkata demikian, Ling menghilang dan muncul di dalam kereta kuda miliknya.
"Jalan!" Teriak Ling bersemangat.
__ADS_1
_ _ _
Pengumuman - Gambar karakter pada novel ini akan saya hapus yah, soalnya mungkin memiliki hak ciptanya. Karena itu saya ingin memberitahukan kepada kalian tentang Ig saya. Di sana terdapat informasi karakter dan juga tampilan dari karakter. [ Ig : ar_xh ] sekian terima kasih. Oyasuminasai~