Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 249 : Pengerasan


__ADS_3

(Area Pertigaan Lorong)



Setelah membunuh Laba-laba Es Perak, Ling Chen mengambil beberapa bagian tubuh Laba-laba tersebut. Di antara nya, Ling Chen mengambil Bola mata, Kelenjar Racun, Jantung termaksud Inti Kristalnya.



Barulah setelah itu Ling Chen membangkitkan kembali Laba-laba Es Perak. Meskipun ketika di bangkitkan Laba-laba Es Perak tidak memiliki kemampuan sekuat saat dirinya hidup, tetapi Ling Chen dapat memastikan, tidak butuh banyak waktu sampai dirinya dapat membuat Laba-laba Es Perak bayangannya menjadi sekuat ketika dirinya hidup kembali.



Di sisi lain Naga Kecil yang mendapatkan perintah untuk menyerap Inti Kristal, sedang melakukan meditasi untuk menyerapnya. Inti Kristal milik Laba-laba Es Perak, saat ini telah berada di dalam perut Naga Kecil. Hal ini dilakukan agar salah satu kemampuan milik Laba-laba Es Perak akan bermutasi ke tubuh Naga Kecil.


**


Dalam perjalanan mencari keberadaan Ling Chen, Kurumi terus mengikuti bau dari tubuh tuannya. Berada di dekat Ling Chen dalam waktu yang lama, membuatnya tidak sulit mengenali bau tubuhnya.



Saat ini Kurumi berjalan sambil di temani rombongan Orc yang terdiri dari sembilan Orc. Masing-masing Orc setidaknya memegang sebuah Palu tengkorak, sambil menyenderkan palu tersebut di bahunya.



Ketika sedang mengikuti aroma tubuh Ling Chen, Kurumi kehilangan aroma tersebut akibat ngengat dari aroma yang amis. Amis dan sedikit bau, Kurumi dapat langsung menebak bahwa ini adalah darah.



“Aku mencium bau darah yang pekat, sebaiknya kita hati-hati.” Kurumi memberitahu Orc di belakangnya. Lalu berjalan maju.



Ke sembilan Orc mengangguk pelan sebelum mengikuti Kurumi yang telah berjalan maju keluar ruangan.



Makam yang berada di ruangan bawah tanah ini sendiri memiliki banyak ruangan. Seperti sebuah Labirin, tetapi orang-orang tidak perlu merasa panik, karena meskipun mereka terpisah dari kelompoknya. Seharusnya tidak sulit bagi mereka untuk kembali ke atas.


__ADS_1


Semakin aura yang di rasakan mengecil, maka jalan keluar adalah menuju ke sana.



Ketika Kurumi keluar dari ruangan, dia dapat melihat banyak mayat Laba-laba Putih yang berceceran. Setidaknya terdapat dua puluh yang anggota tubuhnya sudah tidak berbentuk.



“Kekuatan sebesar ini untuk saat ini hanya di miliki oleh Tuan. Sepertinya Tuan berjalan ke jalan besar di sana.” Kurumi mengalihkan pandangannya ke kanan, sebuah jalan besar terlihat. Di jalan Besar tersebut, kiri dan kanannya terdapat banyak ruangan terlihat. Tetapi di ujung jalan besar ini, terdapat sebuah Lorong besar.



Melihat perhatian Kurumi tertuju pada sebuah Lorong, para Orc mengikutinya. Mereka ternganga ketika merasakan aura yang begitu dingin keluar dari sana.



Di sisi lain Kurumi nampak sudah siap untuk pergi, tetapi sebuah tangan besar tiba-tiba memegang pergelangan tangannya. Membuatnya mengalihkan pandangannya kebelakang.



“Kenapa?” Kurumi bertanya, tatapannya dingin juga mengintimidasi.




Kurumi melepaskan tangan Orc tersebut ketika melihatnya menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dirinya mengetahui apa yang di inginkan Orc tersebut.



“Jika kalian tidak berani maka jangan ikuti aku. Kalian hanya perlu menunggu di sini memastikan tidak ada Laba-laba Putih yang ikut masuk ke dalam, itu saja.” Kurumi nampak tidak memperdulikan isyarat Orc, dan berjalan ketika selesai mengatakan hal tersebut.



Rombongan Orc yang terdiri dari sembilan Orc hanya memandangi punggung Kurumi. Mereka tidak terlalu berani mengambil resiko, pada akhirnya punggung wanita yang mereka lihat itu perlahan-lahan menghilang dalam Lorong.


**


Dua jam telah berlalu ketika Ling Chen telah selesai memulihkan mana dalam tubuhnya. Ketika dirinya membuka mata, dia dapat melihat sesosok Naga Hitam di hadapannya. Sosok tersebut tidaklah lain adalah Miya, si Naga Kecil.

__ADS_1



“Kau sudah selesai menyerapnya... Tingkat mu saat ini telah mencapai Puncak Grand Master. Tetapi kenapa aku tidak melihat sesuatu yang berubah darimu?” Ling Chen baru saja membuka matanya, tetapi dengan otaknya yang berpikir dua kali lebih cepat, dia mampu menganalisa dalam waktu singkat.



Naga Kecil yang mendengar hal tersebut tiba-tiba menjilati wajah Ling Chen, membuat wajah Tuannya kini basah dengan air liurnya.



Tidak beberapa lama kemudian Naga Kecil mulai menunjukkan sesuatu, dia mengangkat kaki depan kanannya. Menggerak-gerakkan kaki tersebut seolah meminta untuk di pukul. Ling Chen sebenarnya tidak mengerti. Tetapi dia akhirnya mengerti, ini bukan karena paham isyaratnya, hanya seperti sebuah institusinya memberitahu.



Dia pun memukul kaki Naga Kecil, ketika hampir mengenai Kaki tersebut. Kaki Naga Kecil terlihat mengeras, seperti sebuah es tipis melindungi kakinya. Namun, Ling Chen yang memukulnya, dapat memastikan bahwa kaki milik Naga Kecil sangat keras ketika pengerasan terjadi.



“Apakah ini yang kau dapatkan?” Setelah memukul, Ling Chen mundur beberapa langkah lalu menatap Naga Kecil.



Naga Kecil terlihat mengangguk beberapa kali, terlihat sangat antusias ketika menyadari Ling Chen tersenyum tipis ke arahnya.



Di sisi lain Ling Chen sendiri merasa kemampuan yang di dapat oleh Naga Kecil seperti sebuah Cheat. Karena untuk melakukan pengerasan, hanya butuh beberapa detik yang singkat. Tampilannya seperti sebuah es melapisi kakinya, tetapi yang membedakannya adalah kekerasan dalam kemampuan ini mendekati ketahanan besi baja.



“Karena kemampuan mu ini sangat hebat, juga memiliki kekerasan yang kuat. Aku menamakan kemampuan ini adalah Pengerasan. Baiklah sebaiknya kita tidak terlalu berbasa-basi.” Ling Chen berjalan menuju Lorong Besar di belakangnya.



Ketika baru beberapa kali melangkahkan kakinya, Ling Chen tertegun bersamaan dengan Naga Kecil juga Mahluk Bayangan Laba-laba Es Perak yang berada tepat di belakangnya. Mereka melihat sosok gelap di ujung belokkan Lorong.



Sosok Gelap tersebut perlahan maju. Ling Chen ingin mundur ketika menyadari Bayangan tersebut maju, tetapi sebelum dia dapat merespon dirinya dapat merasakan aura familiar. Berhenti mundur dan tetap berdiri tegak.

__ADS_1



Sampai pada akhirnya bayangan tersebut menghilang dari pandangannya. Dan di saat yang bersamaan pula sebuah tangan merangkul Ling Chen dari belakangnya. Memberikan kesan hangat baginya.


__ADS_2