
ㅤ
Sebelum membaca pastikan aturan bacanya seperti di atas yah? Sebab di setiap episode ditujukan untuk melihatnya dari sudut pandang yang di atas. Oke selamat membaca~
ㅤ
ㅤ
...— — —...
Rombongan Ling Chen akhirnya melanjutkan perjalanannya setelah tinggal selama tiga hari di rumah kayu buatan. Ling Chen tidak menghilangkan rumah kayu itu dan bahkan meletakkan karung yang berisikan roti kering. Dengan beberapa tambahan sihir Ling Chen membuat roti tersebut setidaknya dapat bertahan selama satu tahun.
ㅤ
Tujuannya hanya agar orang yang tersesat atau lapar, ketika menemukan roti ini, setidaknya bisa melihat secercah harapan untuk hidup.
ㅤ
Namun, siapa sangka ketika Ling Chen keluar dari rumah kayunya, sebuah pemberitahuan muncul dan mengejutkan dirinya.
ㅤ
[Selamat kepada host atas pencapaian 'The King Of Tsundere' karena menolak kebenaran bahwa tujuan host adalah membantu orang yang tersesat atau kelaparan]
ㅤ
Ling Chen hampir tersedak nafasnya sendiri ketika melihat pemberitahuan tersebut, namun beberapa saat kemudian Ling Chen langsung merubah ekspresi terkejutnya agar tidak menimbulkan reaksi heran dari orang-orang.
ㅤ
[Selamat kepada host, mendapatkan sebuah Skill Support – Karisma. Dari prestasi 'The King Of Tsundere']
ㅤ
Kali ini Ling Chen tersedak nafasnya sendiri karena dikejutkan kembali dengan panggilan 'The King Of Tsundere' Ling Chen meminum air di botol kayunya dan setelah meminum air dari botol itu. Dia bisa melihat bahwa semua mata tertuju padanya.
ㅤ
Kazan melihat Ling Chen dari dalam kereta kuda, Kazan tidak mengerti dengan Ling Chen yang terkadang berperilaku aneh seperti berbicara sendiri. Membuat Kazan menggelengkan kepalanya.
ㅤ
Ling Chen buru-buru naik ke kereta kuda, di sana dia masih melihat tatapan heran Kazan dan Rafaela, Ling Chen hanya dapat tersenyum menanggapi tatapan heran mereka.
ㅤ
__ADS_1
Saat kereta kuda sudah mulai berjalan, Ling Chen masih memikirkan pencapaian yang telah diraihnya beberapa saat yang lalu. Berapa kali pun Ling Chen memikirkan prestasinya, itu masih tidak dapat diterima untuk akal sehatnya.
ㅤ
‘Apa-apaan dengan The King Of Tsundere.’ Ling Chen masih belum terbiasa menerima panggilan seperti itu, tetapi dia masih belum melihat hadiah prestasi lainnya.
ㅤ
Ling Chen menghela nafas, mungkin dia akan melihatnya nanti, karena dia berada di kereta kuda dan diawasi oleh Rafaela dan Kazan.
**
Desa Saman adalah sebuah desa kecil yang letaknya paling dekat dengan ibukota Scrollaves, desa ini berpenduduk sekitar 230 jiwa keatas.
ㅤ
Namun belakangan ini para penyamun mulai beraksi, berkeliaran dan merampok desa-desa kecil. Kepala desa yang mendengar desas-desus itu menghentikan aktivitas warganya dan memerintahkan mereka untuk menetap di rumah masing-masing.
ㅤ
Namun ternyata perbuatan kepala desa menjadi bumerang, para penyamun dengan cepat membobol setiap rumah dan menculik setiap perempuan yang berada di desa.
ㅤ
Para prajurit yang menjaga desa tidak dapat melakukan banyak perlawanan karena jumlah penyamun tampaknya ratusan. Apalagi di antara mereka ada seorang penyamun terkenal bernama Yaemo.
ㅤ
ㅤ
Yaemo tersenyum atas keberhasilan serangannya yang mudah, dia memikirkan semua desa kecil yang dia serang beberapa hari yang lalu, dan Yaemo menganggap desa Saman adalah desa yang paling mudah untuk diserang.
ㅤ
Yaemo melihat para anak buahnya telah kembali dengan menggendong paling sedikit satu wanita dan paling banyak dua wanita di pundak. Mereka membawa wanita itu dengan senyuman mesum, berharap mereka mendapatkan jatah untuk bersenang-senang dengan setidaknya satu wanita.
ㅤ
“Bergerak cepat! aku tidak ingin ada pasukan khusus yang berpatroli disekitar tiba-tiba datang ke sini karena melihat kita. Mereka cukup merepotkan, aku tidak ingin berhadapan dengan salah satunya...” Yaemo membuang wajahnya kemudian pergi setelah mengatakan hal tersebut.
ㅤ
Para penyamun menganggukkan kepala mereka berkali-kali lalu mulai mempercepat kinerja mereka setelah Yaemo pergi ke barisan kereta paling depan.
ㅤ
Para penyamun memasukkan wanita-wanita itu ke dalam kereta kuda dengan cepat setelah mereka selesai mengikatnya. Adapun para pria, mereka mengikatnya lebih kuat karena mereka tidak ingin salah satu dari mereka melarikan diri dan membuat Yaemo marah. Karena setiap orang sangat berharga untuk ditukar di rumah bordil ataupun di pelelangan.
__ADS_1
ㅤ
Terdapat beberapa orang lagi yang akan dimasukkan ke dalam gerbong kereta ketika tiba-tiba muncul kereta kuda besar dari kejauhan. Para penyamun itu saling memandang, mereka tersenyum karena mereka memikirkan hal yang sama, mereka segera mempercepat memasukan orang-orang terakhir, karena mengambil inisiatif untuk merampok kereta kuda bermuatan besar yang berjalan ke arah mereka.
ㅤ
Mereka yakin Yaemo akan memuji mereka karena telah merebut kereta kuda yang tampak sekali mahal. Para penyamun itu saling memandang, lalu menganggukkan kepala dan pada saat yang sama mereka membuat barisan untuk memblokir jalur kereta yang menuju ke arah mereka.
**
Ling Chen sedang terkekeh saat tiba-tiba suara Levi terdengar di pikirannya, Ling Chen mengerutkan keningnya mengetahui terdapat beberapa kelompok yang menghalangi kereta kudanya.
ㅤ
‘Apakah tuan ingin saya segera mengurus mereka?’ Levi bertanya memastikan, agar tidak ada kesalahan disetiap tindakannya.
ㅤ
Cukup lama untuk Ling memutuskan, karena di saat yang sama dia ingin menyerahkan masalah ini kepada paman Safir. Ling Chen ingin melihat keterampilan bertarungnya lebih jauh, hanya saja Kazan yang berada di samping Ling Chen mengganggu pikirannya. Ling menghela napas pelan dan kemudian menyerahkan masalah itu pada Levi dan Arthur.
ㅤ
Baru saja Ling Chen memutuskan pembicaraannya dengan Levi dan Arthur, paman Safir membuka jendela kusir dan penumpang. Dia memberitahu pada Ling Chen terdapat sebuah kelompok penyamun yang menghalangi mereka. Ling Chen mengangguk dan menjawab telah menyadarinya sebelum paman Safir melihatnya.
ㅤ
“Tidak masalah, kedua pelayanku akan mengurus mereka semua.” Ling melipat tangannya sambil bersandar.
**
Para penyamun sudah bersiap menyambut kereta kuda yang sebentar lagi akan sampai di tempat mereka, akan tetapi secara tiba-tiba terdapat sesuatu yang jatuh dari langit di antara mereka, membuat asap setidaknya hingga sepuluh detik sebelum menghilang.
Para penyamun itu terkejut ketika mereka melihat seorang pria dengan baju besi lengkap dan pedang besar dipundaknya sedang terduduk di tanah. Mereka segera mengarahkan pedang mereka ke pria di tengah-tengah mereka tersebut, dengan penuh kewaspadaan.
ㅤ
Arthur bangkit dari tempat dia terjatuh, Arthur mendengus kesal karena Levi tidak ragu untuk menjatuhkannya dengan keras.
ㅤ
“Burung sialan, akan ku balas kau nanti.” Arthur masih membelai bokongnya ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa semua penyamun menatapnya dengan waspada.
ㅤ
“Hei hei aku baru saja datang dan ini sikap kalian? Huh.” Arthur menghela nafas berat, “Setidaknya aku bisa melampiaskan kekesalanku pada kalian.” Arthur mengangkat pedang besar di bahunya dengan satu tangan.
ㅤ
__ADS_1
Kemudian Arthur mengarahkan pedangnya kepada para penyamun, “Kalian tidak bisa melihat orang dengan baik ya, kalau begitu kemarilah dan hadapi aku!” Arthur memasang wajah sombong sambil mengibas-ngibaskan tangannya, terlihat seperti dia menantang mereka sekaligus