Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 270 : Ledakan di Istana


__ADS_3

Perlahan dari bayangan Ling Chen seekor Laba-laba yang sangat besar muncul, dia adalah Laba-laba Es Perak yang berhasil di bunuh oleh Ling ketika berada di makam sebelum di ekstrak menjadi mahluk bayangan.



Penampilan Laba-laba Es Perak menjadi lebih besar dari terakhir kali, mungkin karena beberapa saat yang lalu Laba-laba Es Perak mendapatkan asupan nutrisi dari beberapa Giant.



“Mulai hari ini namamu adalah Lucy...”



Perlahan tubuh Laba-laba Es Perak menyusut kecil lalu mengeluarkan cahaya, beberapa saat selanjutnya setelah cahaya menghilang seorang gadis yang masih berumur belasan tahun terlihat memberikan penghormatan kepada Ling Chen.



Gadis itu mengangguk sebagai jawaban, sebelum gadis itu pergi Ling Chen memberikannya sebuah katana dengan panjang kali lebar yang menurutnya cocok dengan tubuh kecilnya.



Ling Chen keluar dari ruangan distorsi dan melihat situasi di luar. Sebuah Istana Raksasa terlihat, mata Ling Chen terpana melihat penampilan indah istana tersebut, dia berfikir akan sayang sekali jika istana itu hancur.



“Pangeran Chen, apa yang membuatmu keluar dari ruangan mu? Musuh masih belum memanggil Raja mereka keluar.” Pria paruh baya itu berjalan sambil tertawa.



Di antara manusia yang ikut dengan Ling Chen, Raja Kerajaan Diamond juga ikut dengan dirinya sebagai orang yang melayani kebutuhannya. Ling Chen agak tidak enak jika harus menyuruh seorang Raja, jadi dia jarang memanggilnya.



“Aku hanya merasa bosan di dalam ruangan ku ketika prajurit-prajurit ku sedang berperang dengan gembira, aku hanya duduk menonton dari belakang.”



Sebagai seseorang yang selalu mengandalkan Prajurit, Daun tidak dapat memahami perasaan Ling. Karena menurutnya berada di garis belakang merupakan tempat yang paling nyaman, daun hanya tersenyum tipis menanggapinya.



Ketika sedang asik berbincang, sebuah bola api menghancurkan salah satu kereta kuda yang berada di dekat Ling Chen, bola-bola api lainnya muncul beberapa saat setelahnya. Kurumi muncul dengan cepat menghancurkan setiap bola api yang berjatuhan, sementara pecahan-pecahan dari bola api itu di tangkis oleh sebagian Prajurit monster.



“Itu mengejutkan, apa kau baik-baik saja Pangeran Chen?”


__ADS_1


“Tentu aku baik-baik saja, terima kasih telah mengkhawatirkan diriku.” Bola api itu memang membuat Ling Chen terkejut, namun itu salahnya karena tidak mewaspadai serangan jauh lainnya.



Kurumi datang beberapa saat setelah mengurus bola-bola api, sama seperti Daun dia menanyakan kondisinya, Ling Chen menjawabnya seperti menjawab Daun.



Lebih dari itu saat ini Ling Chen merasakan energi yang sangat besar muncul dari dalam Istana. Kurumi juga bisa merasakan energi tersebut, sementara Prajurit monster masih menunggu perintah selanjutnya.



“Kurumi, mereka menunggu kita mendekati Istana, sebaiknya kau bersama Levi menghancurkan formasi musuh lebih dulu, aku dengan para prajurit akan bergerak biasa.” Ling Chen bisa melihat puluhan Raksasa sedang menunggu di balik pintu untuk menyergap mereka.



“Seperti yang anda inginkan Tuan.”



Bagi Kurumi yang merupakan seorang pemilik darah iblis bangsawan, kecepatan adalah bagian dari hidupnya. Di belakangnya Levi bergerak mengikutinya, tidak butuh waktu lama untuk keduanya sampai di atas Istana itu.



Selain beberapa raksasa yang nekat menyerang mereka, selebihnya tidak menimbulkan masalah berarti. Keberadaan Levi dan Kurumi segera membuat tempat itu menjadi hening beberapa saat.




Nampak seorang Raksasa dengan ukuran badannya yang berbeda dengan raksasa lainnya berteriak membentak pasukan raksasa yang terlihat diam di atas. Dia merupakan pemimpin dari Raksasa normal, dia bernama Vinsen.



Vinsen berlari menaiki tangga menuju tembok atas untuk memberikan pelajaran bagi anggotanya itu, tetapi sebelum dia berhasil menaikinya kepalanya sudah hilang lebih dulu.



“Untuk seorang pemimpin dia sangatlah lemah...” Kurumi menjilati tangannya yang berlumuran darah.



Dalam hanya hitungan detik hampir sebagian Istana terjatuh dalam ketakutan, mereka yang sudah mendengar kabar kematian dari ketiga pemimpin ras juga mengalami kehilangan semangat hidup.



Levi kemudian membunuh para Raksasa yang telah kehilangan semangat hidupnya dengan singkat menggunakan sayap-sayap besinya, sementara untuk yang berteriak Kurumi yang membereskannya.

__ADS_1



Pintu Istana Raksasa terbuka lebar, para prajurit Monster dengan cepat bergerak memasuki gerbang tersebut dan mencari para raksasa yang tersisa. Sementara itu Levi dan Kurumi kembali untuk memberikan laporan kepada Ling Chen.



“Lapor Tuan, sebagian pasukan raksasa di Istana mengalami ketakutan karena kami. Namun ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya, ini mengenai energi besar yang berada di dalam Istana...”



Kurumi menjelaskan energi besar itu semakin lama semakin melonjak dengan cepat, dirinya mengkhawatirkan para Raksasa Pribumi sedang merapal sebuah mantra sihir terlarang.


TL/N : Raksasa Elemen ~ Raksasa Pribumi



Ledakan besar muncul secara tiba-tiba ketika Kurumi baru saja selesai berbicara. Ledakan itu membawa sebagian Prajurit monster dalam kematian, Ling Chen kali ini meningkatkan kewaspadaannya.



Beberapa saat setelah ledakan, puluhan sosok yang terlihat seperti manusia muncul dari api yang membakar pintu masuk Istana.



“Manusia! bagaimana perasaan kalian setelah membuat kekacauan di Istanaku? Apa kalian sudah merasa menang karena membuat kekacauan itu?” Seorang pria yang memiliki kharisma berbeda dengan sosok lainnya terlihat tersenyum sinis melihat Ling Chen.



Tatapannya itu seakan mengandung rasa jijik terhadap seluruh manusia di muka bumi, Kurumi mengepalkan tangannya melihat pandangan pria itu terhadap Tuannya, sementara Levi sudah menyiapkan beberapa sayapnya untuk membunuhnya.



“Kau mengatakan itu saat kau sedang menggunakan wujud manusia? Apakah kau sedang bercanda atau memang kau tidak memiliki malu?” Ling Chen membalas dengan senyuman kemenangan.



Sosok tersebut mendengus kesal mendengar perkataan Ling Chen, dia adalah Raja para Raksasa, ialah Victor! Perasaan amarah segera membuatnya mengeluarkan perkataan penghinaan kepada Ling Chen, namun setiap perkataannya justru balik menyerangnya.



“Kau benar-benar manusia yang pandai berbicara!!!!” Victor mendengus kesal mendengar Ling Chen membalas perkataannya, sementara Ling tertawa kecil melihatnya.



Victor bersumpah atas nama Iblis mammon, dia akan menghancurkan setiap tulang yang dimiliki Ling Chen untuk memuaskan amarahnya.


__ADS_1


Ling Chen berdiri sambil tersenyum, dia sudah lama menantikan pertarungannya.


__ADS_2