
Sebelum Shukaku mengeluarkan serangan yang lebih besar, sebuah tangan muncul dari belakangnya lalu memegang pundaknya. Shukaku mengalihkan pandangannya ke belakang, dia dapat melihat Kaito.
“Kaito? Ada apa?”
Kaito membalasnya dengan gelengan kepala, “Biar aku saja, esensi kayu lemah dengan api.” Ucap Kaito.
Shukaku mundur dan memberikan ruang kepada Kaito untuk menyerang. Segera saja, Kaito berjalan mendekati sel tahanan itu.
“Sihir serangan – Ombak api!”
Sebuah api berwarna ungu keluar dari tangan Kaito, api tersebut langsung membuka besi yang bercampur dengan esensi kayu itu meleleh. Shukaku mengerutkan keningnya, Kaito jelas sangat dan lebih kuat darinya. Tetapi sejauh ini Kaito belum pernah memperlihatkan api yang seperti ini.
‘Huh, nyatanya rekan Ling sendiri memiliki kekuatan yang hebat. Aku sama sekali tidak bisa bersanding dengan Ling.’ Shukaku menghela nafas panjang.
Meskipun kakeknya adalah seorang pahlawan legenda, Shukaku tidak yakin memiliki kekuatan yang sebesar kakeknya. Sihir petir milik ayahnya memang sudah di tingkatkan dan lebih hebat sebenarnya dibandingkan dengan sihir kakeknya. Namun, itu saja tidak cukup, kakek Shukaku jauh lebih kuat.
Kakek Shukaku, adalah seorang pria yang hampir saja menaiki tingkat Legenda. Namun sayangnya, kakek Shukaku mati akibat penyakit yang di deritanya.
“Shukaku, ada apa denganmu? Ini sudah terbuka, panggil yang lain. Aku akan keluar duluan untuk melihat dan menghirup udara segar.”
Shukaku terbangun dari lamunannya, dia segera menganggukkan kepalanya lalu berjalan kembali masuk.
Sedangkan itu, Kaito segera keluar dari dalam air terjun. Sambil berjalan keluar Kaito mengeluarkan sebuah sayap api untuk melindunginya dari air.
Baru saja keluar dari dalam air terjun, Kaito dikejutkan dengan banyaknya kepulan asap dari berbagai tempat dan wilayah. Kaito membuka mulutnya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Ada apa ini? Kenapa banyak asap dari berbagai tempat? Ada yang tidak beres, sebaiknya aku segera pergi ke tempat Keluarga ku berada.” Kaito berniat terbang menuju kediaman keluarganya. Namun, sebelum sempat terbang, sebuah tangan memegang pundaknya.
“Kau ingin kemana?”
__ADS_1
Suara yang terasa familiar terdengar, Kaito mengenali suara tersebut sebagai Ling. Kaito menutup matanya sambil mengalihkan pandangannya ke arah Ling. Dia kemudian membuka matanya perlahan.
“Sudah ku duga Ling. Apakah kau tidak dapat melihat? Banyak sekali asap-asap dari berbagai wilayah. Kenapa kau tidak pergi ke kediamanmu? Aku ingin pergi ke kediaman Keluarga ku. Aku tidak ingin keluarga ku kenapa-napa.”
“Ah, itu tidak perlu kau khawatirkan. Ling asli memberitahuku barusan bahwa dia sudah mengirim pelayannya untuk melindungi keluarga kalian masing-masing. Jadi kau tidak usah khawatir.” Jelas Ling.
“Ling asli? Apa maksudnya? Aku tidak paham.”
Saat Ling ingin memberitahu, anggota aliansi lainnya muncul.
Ling menghela nafas, “Baiklah, karena sudah berkumpul semua. Aku akan memberitahu, sebenarnya aku adalah Ling palsu. Aku hanyalah cloning dari Ling asli, aku hanya memiliki 15% dari kekuatan Ling yang asli. Namun 15% ini sudah cukup kuat untuk mengalahkan kalian.”
Shukaku serius mendengarkan perkataan Ling, jika benar yang dikatakan Ling. Seharusnya Ling asli sama sekali tidak akan merasa kesulitan untuk melawan mereka semua.
‘Aku tidak percaya aku memiliki teman monster.’ Batin Shukaku sambil menatap Ling serius.
Sedangkan itu, Ling dari tadi terus berbicara, “Dan juga untuk informasi lainnya, masing-masing dari keluarga kalian sudah dilindungi oleh pelayan diriku yang asli. Karena itu kalian tidak perlu khawatir.
Ling mengalihkan perhatiannya, “Kau tidak perlu khawatir, keluarga Anggel sudah dilindungi oleh pelayan yang sangat kuat. Pelayan itu adalah...”
* *
“Namaku Arthur, mulai saat ini kalian harus mendengarkan perintahku. Jika tidak, aku tidak akan menjamin kalian akan selamat.”
Semua orang menelan ludahnya, mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana orang yang di depan mereka ini menghabisi lawan-lawannya dengan sadis dan brutal.
Bukan hanya membuat para raksasa menjerit kesakitan. Arthur bahkan menyiksa lawannya hingga dia meminta kepadanya berulang kali untuk segera membunuhnya. Namun daripada membunuhnya secara langsung, Arthur lebih suka untuk menyiksa lawannya hingga mereka serasa ingin mati.
“A-aku setuju, tidak-tidak, Keluarga Anggel setuju. Asal tuan dapat menyelamatkan kami. Kami pasti akan memberikan yang tuan inginkan.” Ucap seorang pria tua yang berpenampilan paling gagah. Dia bukan dan tidak lain adalah sosok kepala keluarga Anggel.
__ADS_1
“Bagus. Yah sebenarnya jika tadi kalian menjawab tidak aku akan membakar kalian hidup-hidup. Tapi ku rasa kalian cukup pintar untuk memilih yang benar.”
Kepala keluarga Anggel membuka mulut maupun matanya lebar-lebar. Mereka baru saja melewati kematian, ‘P-pantas saja aku memiliki firasat buruk jika menolaknya, ternyata karena ini.’ Kepala keluarga Anggel syok cukup besar, ‘Sepertinya aku berhutang budi dengan firasat. Lain kali sepertinya aku akan lebih memfokuskan kepada kekuatan mental.’
Arthur menghela nafas lalu berjalan agak menjauh dari kerumunan keluarga Anggel.
“Sihir pertahanan : monster api!” Arthur mengarahkan tangannya ke arah tanah kosong.
Seketika itu, muncul beberapa pasukan berbentuk serigala. Serigala-serigala itu terbuat dari api biru milik Arthur.
30 Serigala muncul dan menundukkan kepalanya kepada Arthur, “Kalian bertugas untuk menjaga mereka. Sebab, aku lebih suka bertarung dengan para raksasa itu. Mereka adalah ras yang sangat kuat, aku suka itu. Karena itu tugas melindungi mereka ku serahkan pada kalian yah...”
Arthur menyuruh para serigala apinya untuk menjaga di sekeliling Keluarga Anggel. Para serigala api yang di summon oleh Arthur menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju Keluarga Anggel.
“Kata tuan, aku dan pelayan lainnya harus mengevaluasi Keluarga-keluarga dari aliansinya ke luar kerajaan. Yah, ku rasa itu kemenag pilihan yang bijak, namun kalau tidak salah itu kalau tidak ada yang mengepung. Kalau begitu aku akan membawa mereka ke wilayah 1. Huh, ini tidak akan mudah, tapi yah... Kurasa perjalanan ku akan menarik.”
Arthur dan orang-orang dari keluarga Anggel kemudian melakukan perjalanan menuju wilayah 1. Perjalanan mereka sungguh penuh perjuangan, itu bukan karena Arthur tidak dapat melawan para raksasa yang banyak. Melainkan karena Arthur memaksa beberapa orang dari keluarga Anggel untuk bergilir melawan para raksasa.
“Terbang ke kanan kaki kiri lentangkan setelah itu tambah ke cepatan dan pakailah sihir penguat pada kaki mu.” Arthur memberikan arahan pada salah satu orang.
Orang itu mengikut apa yang dikatakan oleh Arthur. Dan benar saja, sebuah tinju dari lengan kiri mengarah kepadanya, untungnya berkat mengikut arahan dari Arthur. Dia dapat selamat dan bahkan melukai bagian bawah lengan raksasa itu.
“Cukup bagus, tapi kalian lambat. Ah biar aku tunjukkan. Inilah yang namanya pesta!” Arthur tersenyum sinis.
“Sihir cinta : hati yang hancur pertama!”
Swushhhh...
Sebuah api yang terlihat seperti laser keluar dari sekitar tubuh Arthur. Laser itu mengenai hati 15 raksasa secara bersamaan. Membuat sebuah lubang di tubuh para raksasa.
__ADS_1
“Itu namanya sihir cinta yah, jika kalian ingin aku akan menggunakan kedua.” Arthur tersenyum penuh makna.
‘Ahhh~ sudah kuduga pertarungan memang yang terbaik.’ Arthur tersenyum seringai lebar.