Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 227 : Kunjungan


__ADS_3

Empat hari berlalu dengan cepat Ling Chen yang berada di hutan wilayah Pohon Surgawi juga sudah bertambah kuat seiring waktu berjalan. Dirinya saat ini sedang mempelajari lebih jauh tentang Manipulasi yang di jelaskan oleh Dark Spirit.



Beberapa langkah dari Pohon Surgawi Dark Spirit dan Master Petir duduk bersampingan sambil meminum secangkir minuman hangat. Mereka menonton muridnya yang sedang mengasah kemampuan pedang dan manipulasi nya di hadapan mereka.



“Kemampuan miliknya dalam menggunakan Pedang sungguh luar biasa. Di tambah dengan manipulasi nya yang semakin mengental, kemampuan nya di masa depan akan sangat luar biasa.” Dark Spirit tersenyum bangga, seperti layaknya investasi dia telah menyumbangkan sumber daya, yang mana di masa depan akan menguntungkan dirinya.



“Di tambah dirinya di bimbing oleh Anak Petir, sangatlah mengejutkan bagiku.”



Master Petir hanya tertawa menanggapi perkataan Dark Spirit, dia setuju di bawah bimbingannya kemampuan Ling Chen akan jauh lebih efisien ketimbang belajar sendiri.



Berbicara tentang Ling Chen sepanjang waktu membuat waktu tidak begitu terasa. Ling Chen menyarungkan pedangnya dan menuju kedua sosok yang sudah di anggapnya gurunya.



Melihat Ling Chen datang ke arah mereka, Master Petir menatapnya dengan senyuman sambutan. Sedangkan Dark Spirit tidak menunjukkan wajahnya karena memang wajah Dark Spirit sangatlah mengerikan di mata manusia.



Raut wajah Ling Chen sangat serius, Master Petir tahu apa yang dipikirkan Muridnya saat ini. Persiapan Untuk Perang! Murid nya mungkin akan menghadapi lawan yang begitu tangguh nanti.



“Hormat Kepada Kedua Guru. Saya sebagai murid berterima kasih kepada kalian yang sudah membimbing saya, hari ini saya mohon pamit undur diri. Sesuatu yang terus menganggu pikiran saya sudah tidak dapat di tahan...” Ling Chen memberikan hormat kepada kedua gurunya lalu menjelaskan keinginannya pergi.



Dark Spirit tercengang mendengarnya, dia belum pernah melawan Giant sebelumnya tetapi dirinya telah melihat sosoknya ketika dirinya masih kecil. Giant yang dilihatnya sangat berbahaya, terutama mereka yang memiliki Ras Udara dan Laut.



^^^TL/N:Elang (udara) Ikan (laut)^^^


“Apakah kau pernah bertarung dengan Giant Ras Udara dan Laut? Kau pasti belum pernah melihat mereka bukan? Ku beritahu saja Giant Udara dan Laut sangat berbahaya.” Dark Spirit memberikan peringatan kepada Ling Chen, tidak ingin muridnya tidak mengetahui resiko yang akan di hadapi olehnya nanti.

__ADS_1



Ling Chen mengerutkan keningnya mendengar perkataan Dark Spirit. Dia menatap Dark Spirit dengan serius, “Guru bisakah kau memberitahuku apa yang membuat mereka harus di waspadai?”



Dark Spirit menganggukkan kepalanya, dia menatap Master Petir yang berada di sampingnya. Melihat tidak ada raut wajah kepedulian Master Petir, Dark Spirit mulai memberitahu kepada Ling Chen.



“Ras Udara, Giant ini memiliki Sayap yang berbeda-beda. Mereka sering kali mengincar Prajurit barisan belakang yang di isi oleh Pasukan Berjarak Jauh”



“Selain itu, kemampuan nya dalam mengontrol angin juga yang membuat Ras Udara patut di waspadai. Bahkan beberapa Giant yang memiliki kemampuan tinggi di Ras Udara akan dengan mudah membuat Manipulasi Badai. Pastikan kau mengincar nya lebih dulu kalau ingin situasi lebih terkendali.”



Ling Chen terlihat menganggukkan kepalanya sambil berpikir untuk mengatasinya. Tetapi ketika Dark Spirit menjelaskan Ras Laut, dirinya langsung fokus mendengarkan perkataan nya.



Setelah mengambil nafas panjang, Dark Spirit kembali bercerita, “Ras Laut, mereka juga berbahaya namun hanya ketika di dekati. Berbeda dengan Ras Udara, Ras laut memiliki pergerakan yang lambat. Itu karena mereka lebih handal dalam pertarungan di dalam air. Meskipun begitu ada beberapa Giant yang masih dapat bergerak lincah di daratan”




Ling Chen mengangguk lalu berterima kasih kepada Dark Spirit yang telah memberitahu suatu informasi yang begitu penting baginya. Sekarang dirinya menatap Master Petir yang tiduran dengan santai menatap mereka berdua.



“Master bisa kita pulang? Aku telah menetap di sini selama empat hari penuh. Kemungkinan Pelayanku mencariku.”



Master Petir yang dari tadi diam akhirnya mulai bergerak, dirinya memegang Ling Chen lalu dalam sekejap mereka berdua kembali di ruangan kamar Ling Chen.


**


Malam Hari yang biasanya ramai begitu sepi saat ini, terlebih ketika mengetahui Ling Chen menghilang tanpa memberitahu apapun kepada dirinya. Rafaela hanya mendegus kesal karena tidak mendapatkan kabar apapun selama empat hari ini dari Ling Chen.


__ADS_1


Ketika Rafaela sedang berjalan ke kamarnya untuk tidur, pintu depan rumahnya terdengar. Rafaela segera berbalik badan berjalan menuju Pintu untuk membukakan pintu, saat pintu terbuka Kazan beserta Paman Safir terlihat sambil tersenyum.



Kazan melompat ke pelukan Rafaela saat pintu terbuka, Rafaela sedikit terkejut namun memeluk kembali Kazan.



“Kakak kami datang berkunjung! Ah iya suami kakak kemana? Dan kenapa suasana di dalam rumah ini begitu sepi, aku sampai mengira tidak ada kehidupan di sini.”



Rafaela tersenyum canggung mendengar perkataan Kazan. Melihat hal tersebut Safir tidak bisa diam.



Safir yang mendengar lalu menaruh tangannya di kepala Kazan, lalu mengelus kepalanya lembut, “Sudahlah Bocah Kecil, ini sudah malam tidak ada bercanda-canda lagi.” Safir Crowmaks terkekeh kecil lalu menatap Rafaela.



Rafaela tersenyum membalas perilaku Safir yang menyelamatkannya dari pertanyaan Kazan. Dia kemudian mempersilahkan keduanya memasuki rumah.



**


Rafaela menceritakan kepada Safir setelah dirinya menaruh masakannya untuk hidangan malam mereka berdua. Dia kemudian menjelaskan bahwa tidak ada orang selain dirinya di rumah setelah duduk di salah satu bangku makan.



“Sebelumnya di sini kami bertiga, setelah Xan Zhang, Levi juga Arthur dan Xin pergi. Kami di sini bertiga, namun ketika Kurumi menghilang tidak beberapa lama saat malamnya Ling Chen juga ikut menghilang.”



“Begitu rupanya, kau pasti kesepian berada di rumah sebesar ini sendirian.” Safir Crowmaks memandangi ruangan makan, ruangan ini hampir sebesar rumah normal.



Ketika Safir Crowmaks dan Kazan menyantap makanannya, tiba-tiba suara seseorang muncul dari belakang mereka.



“Bukankah ini daging kelas tinggi khas mu Rafaela? Sudah lama aku tidak memakannya, bisa kau buatkan satu untukku juga?” Suara yang begitu familiar, baik di telinga Rafaela ataupun Kazan dan Safir Crowmaks.

__ADS_1


__ADS_2