
Beberapa menit sudah berlalu, kini sepuluh aliansi sudah berkumpul di garis finis dan memenangkan Round kedua ini.
Ling dan seluruh orang yang berada di garis finish berdiri diam menunggu di out dari dunia ini. Tidak beberapa lama kemudian, pandangan di sekeliling Ling pecah layaknya cermin yang hancur. Namun bukan itu intinya, intinya adalah suasana di sana retak dan hancur berkeping-keping.
Ling dan seluruh orang di sana panik saat melihat kejadian tersebut. Karena pemandangan tersebut telah hancur, kegelapan pun muncul dan menghilangkan seluruh pecahan kaca yang memperlihatkan pemandangan dunia sebelumnya itu.
Tidak lama setelah kegelapan itu, sebuah gerbang yang terlihat sama dengan saat mereka masuk muncul. Mereka semua segera bergegas masuk kedalamnya dan berakhir keluar dari gerbang dunia itu.
Saat kesepuluh aliansi telah melewati gerbang itu, mereka dapat melihat cahaya matahari, namun itu tidak terlalu panas karena mereka dapat melihat matahari telah tenggelam.
Dan juga saat mereka melirik ke kiri dan kanan, banyak sekali penonton yang bersorak kegirangan melihat mereka. Mereka yang memenangkan Round kedua tersenyum bahagia karena mendapatkan banyak sorakan dari para penonton.
Berbeda dengan kebanyakan orang, Ling langsung berniat turun karena melihat matahari hampir terbenam. Namun belum sempat Ling turun dari arena, seorang pria paruh baya menghentikannya.
* *
Ling hanya memasang raut wajah tersenyum, dia kemudian menyapa pria paruh baya tersebut lalu meminta izin untuk kembali karena lelah.
"Hahahaha, kalian semua telah masuk ke 100 orang terkuat. Karena itu sebagai hadiahnya. Aku! Kepala sekolah Akedemi Feniks mengumumkan untuk mengadakan pesta di kediaman ku..."
Rupanya, pria paruh baya tersebut adalah ketua dari Akedemi Feniks. Ling tentu saja menjadi terkejut, namun Ling tetap memasang wajah senyum seperti biasanya.
"Ah baiklah, itu akan dilakuka -"
"Itu akan dilakukan malam ini di kediaman ku."
Ling tersenyum lalu mengangguk-angguk, kepala sekolah tersenyum lalu langsung melewati Ling dan berjalan ke arah aliansi lainnya.
Ling langsung pergi menuju keluar dari arena yang mengambang ini, sedangkan itu, anggota aliansi Reven Gouse segera mengikuti Ling dari belakang.
* *
Beberapa menit telah di lalui, kini Ling telah berada di kediamannya dengan seluruh pelayannya maupun Kaito dan pasukan Undead miliknya.
Namun, yang membuat Ling aneh adalah Yuki yang sama sekali tidak menyaut saat dirinya bertanya. Bahkan Yuki menggembungkan pipinya sambil melirik ke arah lain. Tentu saja itu membuat Ling merasa aneh, untuk orang yang baru saja memiliki perasaan. Itu sudah wajar.
Ling tidak mempersoalkannya lagi, dia hanya makan bersama dengan pelayan maupun lainnya di meja makan. Setelah selesai dirinya segera naik ke atas kamarnya. Matahari baru saja terbenam, Ling merasa tidak perlu terburu-buru untuk pergi ke pesta dan lebih memilih untuk melihat status sistemnya.
__ADS_1
* *
Sesampainya di dalam kamar, Ling membuka layar status yang di mana di sana terdapat opsi pilihan untuk menunjukkan data, trik, dll.
Ling menekan tombol data, di sana Ling dapat melihat 11 papan nama yang tertera di dalamnya. Data yang pertama adalah tentang dirinya.
Data kedua dan seterusnya adalah Undead miliknya. Ling memeriksa satu-satu tentang data yang di tampilkan di layar status milik pelayannya.
Setelah memeriksa semuanya, bisa dibilang seluruh Undead milik Ling memiliki kekuatan dan Class yang berbeda-beda. Ini adalah hal baru bagi Ling, sebelum hari turnamen ini dimulai. Ling saat itu sama sekali tidak menyangka bahwa dengan dirinya memberikan izin penguatan pada pelayannya.
Undead miliknya menjadi memiliki Class, namun level mereka turun menjadi 1. Namun itu dahulu, untuk saat ini level mereka rata-rata 8. Namun, meski begitu kekuatan mereka sama sekali tidak dapat disandingkan dengan tingkat Master sekalipun. inilah yang membuat perbedaan sekaligus heran.
Kembali ke inti cerita, pelayan Undead Ling memiliki beberapa Class. Contohnya, Xan Zhang dan Xin Zhang. Mereka adalah roh dalam tubuh yang sama. Class mereka adalah Paladin dan Fighter.
Kurumi, sebelumnya dia menggunakan kukunya untuk bertarung. Namun saat ini tidak lagi, Class nya pun sekarang adalah Assassin dan ilusi.
Levi, dia adalah orang yang ceroboh dan bertindak gegabah. Namun untuk saat ini dia sudah memperbaiki sikapnya dan berubah menjadi sosok yang dingin. Class miliknya adalah Dark.
Arthur, sebelumnya dia seperti Xan dan Xin yang terjebak dalam satu tubuh, namun kali ini dia telah memiliki tubuhnya. Arthur memiliki Class, Tierra Magician.
Ling saat mengetahui ini sangat terkejut, apa ini? Tierra Magician? Ling sama sekali belum pernah mendengarnya. Namun saat menerima jawaban dari sistem, Ling menjadi mengetahui bahwa 'Tierra Magician' adalah tingkat lanjutan setelah Class Mage.
Zabuza - Fighter
Miru - Assassin & Gunner
Leo - Mage & Dark
Xiao Zhang - Assassin & Ilusi
Xiao Li - Assassin & Ilusi
Hyugo - Gunner
Di antara pelayan Ling, yang menduduki posisi pertama terkuat adalah...
__ADS_1
Kurumi
Arthur
Xan Zhang & Xin Zhang
Levi
Leo
Miru
Zabuza
Xiao Zhang
Xiao Li
Hyugo
Terlebih, kesepuluh pelayan Undead Ling ini memiliki kekuatan khususnya. Itu semua berkat hunting mereka selama masa pelatihan.
Ling tersenyum tipis, dia kemudian berjalan ke arah jendela kamarnya lalu membuka jendela tersebut. Ling menoleh ke atas langit dan menemukan bulan yang bersinar terang.
Ling tersenyum tipis sambil memandangi bulan itu, "Aku sama sekali tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan hidup kedua," Ling tersenyum lalu menghela nafas, "Karena itu, aku akan mencoba memperbaiki sikapku, yah sepertinya aku juga butuh kekasih. Hhm, tapi sepertinya tidak untuk saat ini. Karena, besok akan terjadi sesuatu yang luar biasa..."
Ling tersenyum seringai dengan matanya yang bersinar kemerahan. Setelah itu, Ling kembali berjalan ke arah lemarinya untuk mempersiapkan diri pergi ke pesta.
* *
Beberapa puluh menit kemudian, Ling sampai di kediaman kepala sekolah. Berbeda dengan lainnya, kepala sekolah memiliki kediaman yang berada tidak jauh dari Akedemi. Dan juga, hanya seratus orang yang mencapai round 2, yang mendapatkan izin masuk ke pesta di kediaman kepala sekolah. Namun, terdapat pengecualian, jika yang memiliki kekasih, mereka diperbolehkan untuk ikut.
Namun, karena pesta ini juga Ling menjadi waspada, sebab. Wanita yang bernama Ino itu pernah sekali di jebak olehnya. Dan bahkan, Ling tidak tau apakah kedua aliansi yang digiring olehnya saat itu sudah mengetahuinya apa tidak.
Ling hanya menghela nafas panjang, dia saat ini sama sekali tidak membawa pelayan Undead nya. Namun sebagai gantinya, Ling saat ini sedang bersama dengan Yuki.
__ADS_1
Namun tentu saja sebenarnya Ling sama sekali tidak tau. IIu semua karena akal-akalan Yuki agar dapat merenggut hati milik Ling. Bagaimanapun juga Yuki telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk mendapatkan hati milik Ling dengan semampunya.