
“Tidak mungkin...” Ling Chen menatap Dewa Azure tidak percaya, wajahnya juga terlihat sedikit memucat.
ㅤ
Dari apa yang dikatakan Dewa Azure, Ling Chen mendapatkan ciri-ciri seseorang yang di kenalnya dulu... Orag itu tidaklah lain adalah Kaito dan juga Eric, Ling Chen sendiri masih tidak percaya beberapa rekannya masih hidup, namun dia cukup bersyukur.
ㅤ
Ling Chen akhirnya menatap Dewa Azure, kali ini matanya memancarkan tekad yang kuat, “Dewa Azure, aku ingin bertanya satu hal padamu, apa boleh?”
ㅤ
Dewa Azure menatap Ling Chen dari atas ke bawah, tidak ada sesuatu yang mencurigakan seperti yang di pikirkan olehnya, “Hmm, apa yang ingin kau tanyakan?”
ㅤ
“Ini tentang... Ikut campur atas dunia ini... Apa anda dapat melakukannya Dewa Petir Yang Agung?” Ling Chen memanggil dengan perkataan formal, berharap dengan begitu Dewa Azure akan membantu dirinya.
ㅤ
Dewa Azure menatap Ling Chen cukup lama sampai akhirnya menghela nafas berat, “Percuma kau meminta pertolongan kepadaku, meskipun kau merayu selama Dewa Teknologi tidak setuju maka tidak, karena tanggung jawab di dunia ini tidak di tentukan olehku melainkan oleh Dewa Teknologi. Aku bukan berasal dari dunia ini, karena itu aku tidak memiliki hak untuk ikut campur...” Dewa Azure hanya dapat menghela nafas panjang, lalu melihat ke atas langit.
ㅤ
Ling Chen tidak berharap terlalu banyak, namun juga tidak menyangka, bahwa tidak akan ada bantuan untuknya bahkan untuk bantuan kecil. Ling Chen ikut melihat ke atas langit, mengucapkan sesuatu yang bahkan tidak pernah di ucapkan olehnya dulu.
**
Di atas Menara Suci, Ling Chen berdiri di antara genteng-genteng sambil memperhatikan satu demi satu prajurit yang mulai hadir dihadapannya.
ㅤ
__ADS_1
Saat Ling Chen melihat prajurit yang bersama dengannya datang ke Menara Suci telah berkumpul cukup banyak, Ling Chen pun akhirnya mulai membuka suara.
ㅤ
“Aku tau kalian bingung dengan apa yang aku lakukan saat ini, namun aku akan mengumumkan kepada prajurit yang datang ke sini denganku, untuk menjaga Menara Suci ini sampai aku kembali datang...”
ㅤ
Ekspresi para Prajurit seketika berubah, mereka menyadari maksud Ling Chen.
ㅤ
Sementara Feng yang tidak jauh dari sana hanya dapat menghela nafas sambil sesekali memakan cemilan yang di bawa oleh orang-orang Ling Chen. Dia mengetahui meskipun dia benar-benar memaksa Ling Chen untuk tinggal, tidak ada jaminan dia tidak akan marah karena pergerakannya terlalu di batasi.
ㅤ
“Sementara aku pergi dengan rekanku, kalian harus membantu Menara Suci bertahan. Aku tau cukup sulit bila tidak ada aku di sisi kalian, tetapi”, Ling Chen mengeluarkan sesuatu dari tangannya, dia kemudian mengangkat botol yang di dalamnya berisi sebuah cairan ungu, “Aku memiliki cukup banyak Potion untuk kalian bertahan, jadi gunakanlah bila kalian membutuhkannya...”
ㅤ
ㅤ
Ling Chen melirik Levi yang sudah ada di belakangnya, “Mari kita pergi.”
ㅤ
“Baik tuan.”.
**
Udara dingin menembus pakaian yang Ling Chen kenakan, akan tetapi dirinya terlihat menikmatinya dan melihat langit dengan santai. Levi juga telah mengetahuinya namun dia tidak memperlambat kecepatannya karena Ling Chen mengatakan untuk terus bergerak cepat.
__ADS_1
Di kondisi normal Levi hanya dapat terbang mengimbangi kecepatan tenaga kerja burung elang. Namun dalam kondisi burung seutuhnya, Levi mampu mengimbangi sepuluh tenaga burung elang.
“Ngomong-ngomong Levi, dulu kehidupan mu seperti apa?” Ling Chen tiba-tiba bertanya.
Pertanyaan yang mendadak tersebut membuat fokus Levi sedikit teralihkan, namun dia dengan cepat menfokuskan kembali pikirannya.
“E-eh, um baiklah, kalau memang tuan ingin mendengarnya, aku akan menceritakannya pada anda...” Levi kemudian mulai bercerita kehidupan sebelum dirinya menjadi seorang Undead.
Dari yang Levi ceritakan, Levi sebenarnya berasal dari dunia modern, menjadi salah satu anggota mafia terbesar di dunia tersebut. Tentu beberapa hal tidak masuk ke dalam otak Ling Chen karena keterbatasan pengetahuannya. Namun Ling Chen bisa menyimpulkan, dulunya Levi adalah seorang penjahat yang sangat bengis, memiliki wajah tampan membuat namanya semakin terkenal.
Terlebih ciri khasnya yang memiliki sebuah burung gagak yang selalu menemaninya di saat melakukan tindakan ilegal apapun. Membuat Levi dulunya di kenal sebagai Black Crow dari Mafia Bloody Yudian.
“Hmm apa sejak kau bangkit kau telah memiliki niat menjadikan burung gagak sebagai temanmu kembali?” Ling Chen mengangkat alisnya penasaran.
“Yah seperti itulah tuan.”
Sejak tadi Ling Chen dengan Levi asik mengobrol sampai tidak terasa mereka telah sampai tepat di atas Mount Earth Sky, lebih tepatnya berjarak 100 km dari gunung tersebut. Mount Earth Sky adalah sebuah pengunungan yang dikatakan sangat berbahaya, namun Ling Chen tau semakin berbahaya maka semakin banyak orang-orang yang tidak berani masuk ke dalamnya.
Akibatnya, tempat ini mungkin saja menjadi tempat berlindung bagi mereka. Ling Chen mengetahuinya karena dia juga pernah mengalami situasi saat ini.
Levi mulai merendahkan tenaga sayapnya, seketika Ling Chen melompat turun diikuti Levi yang seketika berganti wujud ke manusia.
Ling Chen menyusuri area sekitarnya sampai akhirnya dia menatap Levi dibelakangnya, “Bisakah kau memerintahkan para gagakmu mencari keberadaan mereka?”
Ling Chen sebenarnya sudah mencari dari atas langit, namun tidak menemukan apapun. Kemungkinan memang lokasi markas besar dari Asosiasi Penyihir Hitam bukanlah di sini tetapi juga ada kemungkinan besar mereka ada di sini. Mereka mungkin menggunakan suatu array yang menipu mata. Bagaimana pun juga, mereka adalah sebuah organisasi besar, tidak mungkin tidak ada yang mampu memamakai Array.
Levi dengan cepat membuat jalur bagi gagak-gagak nya keluar.
...— — —...
Hoam aku dah ngantuk, gila sih ini kenapa mataku jadi mata panda, btw selamat tidur yah, buat yang ada daring jangan lupa dikerjain. Hari ini satu dulu, besok ngebut lagi^^
__ADS_1