Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 234 : Pedang Demon Slayer


__ADS_3

Ketika keesokan paginya Ling Chen terbangun tubuhnya terasa sangat berstamina. Namun, di saat yang bersamaan dirinya juga mengalami kesakitan di seluruh area tubuhnya, terutama di bagian kepalanya. Hal ini di sebabkan benturan Petir bertenaga jutaan volt yang mengenai kepalanya terlebih dahulu.



Ketika melihat ke sekelilingnya Ling Chen menemukan Kurumi yang sedang membakar sebuah daging di atas api unggun. Dirinya tersenyum tipis melihat Kurumi telah menyiapkan makanan untuk keberangkatannya.



Tetapi tidak seperti dugaannya, Ling Chen tertidur di atas kasurnya dengan nyaman, dirinya mengira Master Petir akan membiarkannya berada di tanah berbaring akibat kesal terhadapnya.



“Yah ngomong-ngomong di mana Master Petir? Aku tidak melihatnya.” Ling Chen bergumam sendiri mencari Master Petir di segala arah.



Ketika Ling Chen menatap atas langit, terlihat awan besar yang menutupi matahari di dekatnya. Itu adalah Awan buatan Master Petir kemarin.



“Awan ini tidak hilang, lalu di mana Master Petir?”



Ling Chen mencoba mencarinya di segala arah namun juga tidak menemukannya. Dia akhirnya berhenti mencari ke sekeliling nya dan berjalan menuju Kurumi yang terlihat sedang memasak daging.



Mengetahui Ling Chen mendekatinya Kurumi memberikan sapaan pagi kepada tuannya, lalu menyuruhnya menunggu beberapa saat sebelum daging panggang nya jadi.



Ling Chen duduk berhadapan dengan Kurumi sambil menatap daging di hadapannya dengan antusias, tidak sabar untuk segera menyantapnya. Sementara tuannya sedang menatap daging dengan antusias, Kurumi berjalan pergi menuju kedua kuda yang terbaring tidak jauh darinya.



Dirinya mengambil dua buah apel dari kantong penyimpanan di punggung kuda lalu terlihat memberikan dua buah apel tersebut kepada kedua kuda di bawahnya. Mengendus aroma buah segar, kedua kuda segera bangun dan menyantap apel di hadapan mereka.



Setelah memberikan makan kepada kedua kuda Kurumi berjalan kembali menuju Ling Chen. Duduk berseberangan dengan tuannya.



Ling Chen melirik Kurumi, merasa Kurumi tidak boleh mati di Pertempuran nanti. Dirinya kemudian sedikit melirik ke area tubuh Kurumi, lama-lama keseluruhan tubuh Ling Chen lihat, setelah melihat semuanya Ling Chen hanya dapat mengatakan Kurumi memiliki lekuk tubuh yang indah.



“Ngomong-ngomong Kurumi Apa yang kau dapatkan dari Kotak Hadiah Kemarin?” Ling Chen sendiri belum mengetahui hadiah yang berada di dalamnya, karena itu dirinya penasaran.



Mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba Kurumi terdiam sejenak sebelum memberitahunya, “Aku mendapatkan ini...” Kurumi mengambil Pisau yang lumayan panjang dari punggungnya, lalu memperlihatkannya kepada tuannya.


__ADS_1


Terlihat Kurumi merasa senang karena mendapatkan pisau dari tuannya, meskipun sebenarnya merasa aneh dengan pisau ini.



Ling Chen yang melihatnya terdiam sejenak sebelum raut wajahnya berubah menjadi terkejut, “Ini... Pisau! Dan ini juga sebuah Pisau Demon Slayer!”



Mengetahui Pisau tersebut adalah Pisau pembunuh Ras Demon, Ling Chen merasa senang akan keberuntungan milik Kurumi, dia lalu kembali bertanya apalagi yang di dapat oleh Kurumi dari kotak hadiah.



Kurumi menunjukkan tiga buah anggur berwarna merah tua yang gelap juga sebuah kartu yang menurut Kurumi sendiri ialah sebuah kartu takdir. Ling Chen yang melihat kartu tersebut mencoba memahaminya, tetapi dirinya masih tidak memahami maksud kartu tersebut.



Ling Chen menghela nafas, menyerah untuk mencari tau tentang kartu tersebut. Meskipun mengetahui bahwa kartu tersebut adalah sebuah Kartu Takdir, dirinya tetap tidak tau apa maksudnya meskipun... Telah di bantu oleh mata X-ray.



Ketika ingin mencari tau ada sebuah peringatan dari X-ray, membuat Ling Chen tidak dapat memaksa arti kartu tersebut. Ling Chen kembali menghela nafas, memikirkannya kembali hanya membuatnya pusing. Memang Sepertinya Takdir tidak dapat di lihat.



Ketika Ling Chen melihat tiga buah Anggur di hadapannya, dia langsung menggunakan matanya untuk mencari tau tentang Anggur dihadapannya. Dijelaskan bahwa Anggur ini ialah sebuah sumber daya yang sangat berharga bagi Para Demon, karena di dalamnya mengandung darah manusia termurni yang dapat membuat Seorang Demon menjadi begitu kuat.



Ling Chen kembali tersenyum senang, dia merasa pelayannya ini memiliki begitu banyak keberuntungan, “Kau memiliki keberuntungan besar! Buah ini seperti sebuah takdir yang memang di siapkan untukmu. Kau akan naik satu tingkat ketika memakannya. Dan Jika kau memakan tiga buah, kau akan naik ke tingkat yang belum dunia ini tau.”




“Terima kasih Kepada Tuan, karena telah memberikan sumber daya sebesar ini. Juga kau memberikan Pisau ini, meskipun tidaklah panjang tetapi aku dapat menggerakkannya seperti ini...” Kurumi mengintroduce kemampuan pisaunya, pisau tersebut terbang dengan cepat selaras dengan ayunan jari-jari Kurumi.



Ling Chen yang melihatnya merasa terpukau dengan Pisau tersebut. Dia kemudian mengeluarkan sebuah Pedang biasa dari sistem nya lalu kembali menatap Kurumi yang masih mendistribusikan Kemampuan Pisau nya.



“Kurumi bisakah kau memberikannya terlebih dahulu Pisau mu? Ada sesuatu yang ingin ku lakukan untuk Pisau mu itu.”



Kurumi segera menghentikan introduce nya dan menyerahkan Pisau Demon Slayer kepada Ling Chen, menduga bahwa Tuannya tertarik dengan Pisau tersebut.



Ketika sudah memberikan Pisau Demon Slayer kepada tuannya, Kurumi menggerakkan tangannya seolah meminta kepada Tuannya untuk memberikan Pedang yang berada di tangannya.



Ling Chen yang melihat hal tersebut hanya dapat tersenyum, “Tunggulah sebentar lagi. Aku akan menyerahkan kembali Pisau ini, berapa tidak sabarnya dirimu ini, haha.” Ling Chen tertawa menduga Kurumi yang sudah tidak sabar ingin Pisaunya segera di kembalikan.

__ADS_1



Kurumi menghela nafas berat, tidak berusaha menyalahkan Tuannya karena ke tidak pekaan nya. Dia hanya melihat ke tangannya, yang kemudian mengeluarkan kuku-kuku tajam.



“Memamg sepertinya menggunakan Kuku jauh lebih fleksibel dibandingkan menggunakan Senjata.” Gumam Kurumi sambil melihat jari-jarinya yang mengeluarkan kuku panjang.



Tiba-tiba saat Kurumi masih menatap tangannya, sebuah Pedang yang besinya berwarna merah hitam menutupi tangannya yang mengeluarkan kuku panjang, ketika Kurumi menaikkan wajahnya, terlihat tuannya sedang menatapnya dengan senyuman.



“Jarak Pisau mu sangat kecil, jadi aku menyatukan Pisau mu dengan Pedang Biasa. Meskipun begitu, Pisau tersebut kini berubah menjadi Pedang Pemburu Demon. Ah aku juga memasukan satu buah anggur di dalam Pedang Demon ini. Kekuatannya akan sangat besar ku rasa.” Ling Chen tersenyum canggung, karena tanpa seizin Kurumi dirinya memasukan sumber daya yang begitu berharga ke dalamnya.



“Ah untuk Anggur itu aku minta maaf, tanpa seizin mu...”



Kurumi menutup bibir tuannya dengan jari telunjuknya, juga senyuman menggodanya, dirinya merasa Tuannya terlalu baik, “Tuan tidak perlu minta maaf, aku seharusnya yang minta maaf karena meskipun Tuan telah memberikan ku banyak sesuatu yang berharga.”



“Aku masih begitu lemah dibandingkan dengan Tuan, padahal seharusnya aku menjadi lebih kuat untuk melindungi Tuan.” Senyuman Kurumi menghilang menjadi sebuah ekspresi sedih.



Melihat itu Ling Chen dengan senang menepuk pundak Kurumi, “Kau memiliki Tubuh Demon, wajar dirimu sulit naik tingkat karena kebutuhan Demon pastinya jauh lebih besar ketimbang yang lainnya. Bagiku kau saat ini pun seharusnya sudah sangat kuat.”



“Saat ini kau hanya harus memakan satu anggur ini. Jika sudah mari kita pergi bersama Ke Istana Krajaan Whazard dan lakukan sesuai rencana!” Ling Chen mengakhiri pembicaraan dengan teriakan semangat.



Kurumi yang melihatnya tersenyum tipis melihat Tuannya yang tidak berusaha menyalahkannya, dirinya merasa begitu nyaman ketika Ling Chen berbicara demikian.



Ketika keduanya mulai canggung, Master Petir muncul entah darimana dan mengejutkan keduanya.



......CONTINUE......


Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis, Penulis Hanya Berharap Tanpa Paksaan untuk melakukan :


•Like (Setelah membaca)


•Komentar (Positif/Negatif+Saran)


^^^Written by : arkan^^^

__ADS_1


...(Sekian Terimakasih)...


__ADS_2