Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 169 - Patung


__ADS_3

[Nama: Gronth Ling]


[Ras: Half Creature]


[Usia: 17 tahun]


[Gelar:Face Unlimited]


[Skill: Membangkitkan skeleton...]


[Point skill: 0]


[Point pengalaman: 0]


[Point tukar: 1.500]


(INVENTORI - [19/50K] )


[EXP : (9/500.000)]


[STR: 532]


[DEX: 711]


[INT: 418]


[AGT: 1280]


[LUC: 610]


[Level - 50]


____________________________

__ADS_1


"Agility ku kemungkinan besar naik dengan angka yang besar karena tulangku. Dan yah, ini sedikit aneh karena aku melihat burung berterbangan sangat lambat. Ku pikir aku sedang menggunakan agility ku, sepertinya aku harus mengendalikan kecepatan..."


Ling merasa semua yang berada disekitarnya berjalan lambat, saat ini juga dirinya memahami betapa mengerikannya kekuatan Kurumi yang dapat menghentikan waktu. Sayangnya, Arthur dan Levi mengatakan Xan Zhang dan Kurumi berkorban untuk menyelamatkan nyawanya.


Ling sedang memainkan statusnya saat ketiga orang yang familiar datang. Sayap hitam yang mirip layaknya gagak. Ling tersenyum, "Tenang saja aku baik-baik saja." Ling menjawab tersenyum.


Levi baru saja ingin menanyakan, namun pertanyaannya telah dijawab bahkan saat belum ditanyakan. Arthur maju ke sana dengan mata yang tidak percaya. Sekitar kediaman telah menjadi reruntuhan rumah, terlebih tanah-tanah di sekitar masih terasa sangat panas.


Di belakang tubuh Arthur Rafaela sedang bersandar dipundaknya, Rafaela sama sekali tidak terkena dampaknya karena diselamatkan di waktu yang sangat tepat saat petir menyambar, hanya saja energi petir yang mengalir ke tubuh Xan Zhang membuat Rafaela pingsan. Untuk Levi dan Arthur, mereka masih dapat bergerak cepat meskipun dengan menahan sakitnya petir menyambar tadi.


Padahal biasanya, petir sama sekali tidak berdampak bagi mereka karena mereka adalah Undead. Petir dari tanah tidak akan mempengaruhi mereka kecuali petir yang diarahkan langsung.


"Mohon maaf tuan, bagaimana kita menjelaskan ini kepada Menara Jianhou?" Levi bertanya tiba-tiba.


"Tenanglah, aku telah memikirkannya." Ling tersenyum menghela nafas sambil menepuk pundak Levi.


Sementara itu Jiu Lan yang berada jauh dari sana masih dapat melihat Ling dan bawahannya lewat sebuah artefak teropong. Berbeda dengan teropong pada biasanya, Artefak teropong layaknya teropong ajaib yang dapat melihat dengan jelas meskipun dari jarak yang cukup jauh. Terlebih ini dapat ditingkatkan sesuai kemampuan penggunaannya.


"Apa-apan?! Sayap? Petir Azure?! Siapa mereka!" Jiu Lan masih bingung dan terkejut dengan yang dilihatnya. Baru saja dia menyadari kekuatan babtisan ini adalah Pembabtisan yang sangat langka yang muncul 100.000 tahun sekali.


Untuk mengundang petir Azure, bakat Ling sudah layaknya monster. Dia tidak lagi akan menjadi manusia biasa setelah menerima Petir Pembabtisan Azure. Ling akan menjadi pewaris kekuatan dewa Azure karena memang menurut legenda dan kepercayaan banyak orang seperti itu.


"Ketua! Apa anda baik-baik saja?" Yue Lian bertanya karena melihat raut wajah Jiu Lan yang sepertinya sangat terkejut.


"Kau masih tidak sadar? Itu adalah petir Legenda, petir Azure!"


"Apa!" Semua panatua terkejut.


...* *...


Setelah kejadian itu Ling mengembalikan kediaman Menara Jianhou yang dipakainya, hanya saja, kediaman itu menjadi 2 kali lipat jauh lebih besar dan megah. Menjadi Creator, sangatlah menguntungkan karena dimana saja dan kapanpun itu, seorang Creator akan dapat dengan mudah membangun tempat tinggal.


"Hebat! Tuan kau sangat hebat, aku ingin menjadi Creator!" Arthur bersemangat, saat ini menurut sistem Arthur sebentar lagi akan menjadi seorang Sword-man.

__ADS_1


Mungkin kebanyakan orang di dunia ini tidak tau, tetapi Ling lewat sistem mengetahuinya. Ini adalah fungsi lain setelah menaikan sistem ke versi 0,0,7. Sword-man atau dapat dikenal sebagai seseorang yang menggunakan fisik dan sihir secara bersamaan. Biasanya Sword-man menggunakan pedang.


Sword-man adalah counter bagi para warrior serta assassin, dan juga bahkan Sword-man lebih berbahaya bagi assassin daripada seorang Gunner yang juga adalah seorang counter bagi Assassin.


Ling tersenyum mengatakan akan mengajarkan ini kepada Arthur, kelak dimasa depan Arthur akan menjadi tangan kanan miliknya dan Levi akan menjadi tangan kiri Ling. Potensi yang dimiliki Levi juga sama hebatnya dengan Arthur, dia adalah Class Dark yang paling menakutkan sejauh ini yang pernah ditemui oleh Ling.


Suatu saat dia akan menjadi Dark Witch dan menggunakan kegelapan khasnya yaitu gagak-gagak hitam. Ling sangat antusias dengan Levi, dirinya dapat menebak betapa menakutkannya Levi di masa depan.


"Levi kau akan ku ajarkan menjadi Ahli Formasi, bagaimanapun juga kau adalah penyihir sesat. Kau membutuhkan banyak mana untuk pertempuran ulang kita melawan Giant."


"Baik tuan."


Ling dan ketiga orang tersebut pun masuk ke dalam kediaman. Semuanya tertata rapih dan juga ruangan semakin luas dan bersih, terdapat satu furniture yang mencolok yaitu patung Yuki tepat di beberapa langkah setelah memasuki pintu kediaman.


"Tuan, kau masih mengingatnya? Aku minta maaf karena tidak dapat membantunya." Levi cukup merasa bersalah, kalau saja dirinya menjadi lebih kuat dia pasti dapat menyelamatkan Yuki.


"Yah aku masih mengingatnya, dia adalah wanita yang energik. Aku menyukai itu, dia juga ceroboh hahaha." Ling tertawa lepas mengingat seberapa cerobohnya Yuki.


TL/N : *Depan Ling doank cerobohnya. (Salting) Tetapi Ling gk tau, taunya Yuki ceroboh.


Levi dan Arthur saling berpandangan tidak tau harus ikut tertawa juga atau tidak. Atmosfer disekitar Ling berubah semenjak pertama kali bertemu tadi, dan yah Levi dan Arthur sadar tuannya telah menginjak tanah baru yang bahkan tidak diketahui oleh penduduk kerajaan Whazard.


Mereka kemudian berjalan ke tujuan masing-masing setelah berada di ruang tamu. Ling kembali ke kamarnya, Levi naik ke atas kediaman menjaga dan memantau segalanya lewat mata burung gagaknya. Sedangkan Arthur membawa Rafaela ke kamarnya.


Arthur sedikit menyembuhkan luka Rafaela dengan mengalirkan mana di dalam tubuhnya ke tubuh Rafaela.


"Dengan begini sore hari nanti Rafaela akan kembali sadar. Untuk sekarang aku harus menggantikan posisnya untuk memasak..." Arthur keluar dari kamar Rafaela menuju dapur.


Sesampainya di sana dia sedikit bingung ingin memasak apa? Sebab semua makanan yang berada dalam kediaman hangus terbakar menjadi abu.


"Aku akan meminta Levi menyuruh gagaknya berburu. Sebelum tuan mengajukan protes karena sarapannya lama!" Arthur berjalan cukup cepat namun lupa membawa pisau di tangannya, dan parahnya lagi dia mengira itu adalah pedang yang menemaninya di kerajaan Whazard.


Saat sampai di depan pintu Arthur terkejut melihat Panatua Menara Jianhou dan termasuk Jiu Lan. Arthur memasang wajah senyum tulusnya sambil mengangkat pisau di tangannya.

__ADS_1


Para Panatua sedikit takut melihat tampang Arthur yang sedemikian rupa.


"A-apa, a-apa Ling memiliki pelayan psikopat? Bagaimana bisa dia memperkerjakan pria ini? Dia terlihat sangat menakutkan memasang senyum sambil mengangkat pisau." Xue Yin bergumam menatap Arthur ngeri.


__ADS_2