Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 239 : Menyelinap IV


__ADS_3

Kurumi mengalirkan mana di sekitar pedangnya, membuat sebuah aura berwarna merah tua yang mengelilingi Pedang miliknya.



Laba-laba berwarna putih yang berada di sisi kegelapan terlihat mendesis, merasa terancam dengan Pedang yang di genggam oleh Kurumi.



Keduanya saling bertatapan beberapa saat sampai Kurumi dengan cepat meloncat dan terbang menuju Laba-laba putih tersebut. Dia dengan sigap mengayunkan pedangnya kepada Laba-laba putih tersebut. Laba-laba Putih yang menyadarinya segera bereaksi untuk menghindar.



Namun, tepat sebelum pedang Kurumi menebas ke arah yang dihindari Laba-laba Putih, dia mengubah haluan Pedangnya, mengarahkannya ke arah Laba-laba Putih menghindar. Laba-laba Putih yang berada di udara tidak dapat kembali menghindarinya, terpaksa dirinya menjadikan salah satu kakinya sebagai Perisai untuk melindungi nyawanya.



Srashhh...



Pedang Kurumi berhasil melukai salah satu Kaki Laba-laba Putih dan membuat luka dalam pada kakinya. Cairan berwarna hijau keluar dari kakinya. Di duga itu adalah darah milik Laba-laba tersebut.



Laba-laba tersebut kemudian melompat menjauh ke sisi terang dengan pandangan yang masih tertuju kepada Kurumi. Dirinya tidak menganggap Ling Chen sebagai orang yang berbahaya. Dia kembali mendesis kesal melihat Kurumi, karena berkat wanita tersebut salah satu kakinya mendapatkan luka yang serius.



Luka tersebut juga tidak berangsur-angsur membaik, itu seperti Teknik regenerasi milik Laba-laba putih tidak bekerja. Bahkan luka tersebut semakin lama semakin sakit dan meluas, layaknya hutan yang terbakar.



Melihat hal tersebut Kurumi memasang senyuman kemenangan, “Kau bodoh, kau kira bisa menggunakan Regenerasi milikmu untuk menekan Elemen Kegelapan? Kegelapan adalah Elemen yang busuk, tidak akan bisa kau menetralkan nya kecuali kau memiliki Soul Elemen Air, Kegelapan ataupun Cahaya.” Kurumi tertawa puas melihat Laba-laba di hadapannya kembali mendesis, namun tidak seperti sebelumnya desisannya semakin lama semakin kecil.



Senyuman di wajah Kurumi menghilang, dia kemudian kembali memegang erat Pedangnya. Melihat Laba-laba Putih dihadapannya semakin terlihat kering, Kurumi segera mengakhiri penderitaannya dengan membunuhnya.



Srottt...



Pedang Kurumi menusuk tepat di kepala Laba-laba Putih, membuat laba-laba tersebut mati dalam sekejap. Tubuh Laba-laba Putih yang masih berdiri tiba-tiba mengering dalam sekejap, dan mengeluarkan kembali cairan berwarna hijau dari kepalanya yang terlepas.

__ADS_1



Kurumi segera menjauhi nya dan berjalan ke arah Ling Chen. Dia menunduk di hadapan tuannya itu sebelum mengatakan sesuatu.



“Tuan apa kita masih harus menelusuri makam?” Kurumi bertanya demikian bukan tanpa sebab, dia dapat merasakan masih banyak Laba-laba Putih seperti yang di bunuh nya barusan.



Ling Chen sendiri telah mengetahuinya lewat sense, namun, karena Gerbang juga terlihat tidak terbuka. Dan Teleportasi miliknya menjadi tidak berguna, Ling Chen memutuskan untuk kembali menelusuri makam.



“Sayangnya aku tidak bisa membawa mu keluar, karena Teleportasi ku terhalang oleh Energi Kuno dan Gerbang Itu juga. Lalu karena mana Kuno ini adalah hal yang langka, kita harus menemukannya! Lalu menyerapnya.” Ling Chen menjelaskan secara singkat tujuannya.



Setelah mendengarkan perkataan Ling Chen Kurumi hanya dapat mengangguk pelan sebelum kembali berjalan di depan untuk melindungi tuannya tersebut.


**


Dua jam berlalu dengan singkat, Perjalanan ke dalam makam sangatlah menyusahkan, karena di dalam Makam kerap kali Ling Chen di serbu gerombolan Laba-laba Putih. Untungnya serangan para Laba-laba yang di kenal sebagai Laba-laba Perak ini terkesan simple, membuat Ling maupun Kurumi semakin lama semakin mudah mengalahkan mereka.




Jika yang menemukan tempat ini adalah seorang Pencari Harta Karun, Ling Chen menduga mereka akan segera mati karena di butakkan dengan banyaknya harta. Dan tewas dengan mengenaskan oleh Laba-laba Perak di luar.



“Huh... Akhirnya kita dapat kembali memulihkan mana.” Sejak tadi Ling Chen telah bertempur habis-habisan dengan para Laba-laba Perak. Meskipun mereka tidaklah sekuat Giant, jumlah mereka yang terkesan begitu banyak membuat kelemahan tersebut menghilang.



Ling Chen sendiri mengetahui mengapa Laba-laba ini di namakan Laba-laba Perak. Karena dalam beberapa kondisi, Ling Chen sempat berhadapan dengan Laba-laba yang telah dewasa, Laba-laba tersebut dapat merubah seluruh bagian tubuhnya menjadi sekeras Perak. Hal tersebut tentu saja membuat Ling Chen pada awalnya kesulitan.



Namun, berkat Pedang Pedang Naga Terbangnya, hal sulit semacam itu berhasil di kalahkan olehnya. Jika Pertahanan Laba-laba Perak sekeras ini, maka Ling Chen menjadi menantikan saat-saat dirinya berhasil mengaktifkan Pertahanan Naga Colossal.



Di sisi lain ternyata Kurumi dari tadi memilih diam untuk melakukan Pemulihan. Terlihat beberapa luka sobek di paha juga pipinya, perlahan-lahan mulai mengecil.

__ADS_1



Melihat hal tersebut Ling Chen tidak ingin ketinggalan, dia segera memulihkan mana nya dan tubuhnya.


**


Melewati beberapa jam kemudian Mana Ling Chen telah pulih hingga menginjak angka sembilan ribu ke atas. Sementara Kurumi yang dari tadi memulihkan mananya telah berhasil memulihkan mananya hingga sebelas ribu.



Ketika keduanya selesai, perut mereka berbunyi keras menandakan lapar. Keduanya tersenyum canggung dalam beberapa waktu sampai akhirnya suasana kembali seperti semula akibat terdapat topik pembicaraan.



Keduanya pun mulai memasak daging yang di simpan oleh diri sendiri masing-masing. Setelah matang mereka dengan lahap menghabiskan seluruh Daging yang mereka masak.



Tidak lama semenjak mereka selesai makan, suara sendawa mulai terdengar dari keduanya. Kurumi hanya tersenyum canggung sementara Ling Chen lebih memilih segera meninggalkan ruangan, merasa begitu canggung.



**


Keduanya kembali melanjutkan Perjalanan ke pedalaman makam. Setiap perjalanan menuju ruangan pasti terdapat lorong Gelap, hal tersebut sebenarnya tidak menganggu penglihatan keduanya. Bagaimana juga Ling Chen memiliki mata X-ray yang dapat menganalisis suatu tempat. Juga Kurumi memiliki mata Ras Demon yang tajam.



Ketika mereka menemukan sebuah ruangan yang terlihat seperti aula. Lorong yang mereka gunakan untuk masuk ke dalam ruangan ini tiba-tiba saja terkunci. Dan tertutup oleh dinding yang bergeser. Keduanya hanya dapat menghela nafas panjang sebelum mengalihkan perhatian mereka pada setiap sudut ruangan.



Ruangan aula ini ternyata memiliki dua lantai, lantai pertama terlihat seperti tempat bertanding. Sementara lantai kedua terlihat begitu banyak bangku seperti tempatnya para Penonton. Lantai Pertama bukan hanya seperti tempat Bertarung, tetapi juga mirip seperti tempat yang dulunya di gunakan sebagai tempat Menghakimi.



Terlihat jelas karena di pinggir setiap lantai satu terlihat dua atau tiga bangku panjang yang di gunakan untuk tempat duduk di depan Hakim. Ketika keduanya masih melihat sekitar, lampu aula tiba-tiba mati semua. Membuat Ling Chen dan Kurumi seketika berpegang tangan, tidak ingin berpisah.



Ketika keduanya masih meneliti tentang gelapnya aula. Sebuah Cahaya menerangi sesosok manusia. Manusia tersebut terlihat seperti berumur puluhan tahun, dia sedang menari-nari dengan menggunakan sebuah topeng di matanya. Mukanya terlihat seperti badut.



“Selamat Datang! Ku ucapkan terima kasih karena telah datang kemari.” Manusia Badut tersebut menyeringai untuk beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2