Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 46 - Cerita Xan dan Xin ( 2 )


__ADS_3


[ Tingkat Petarung ]


- Perunggu


- Perak


- Emas


- Emas Murni


- Master


- Grand Master


- Epic


[ Tingkat Monster/Hewan Sihir ]


- Biasa


- Tingkat Roh


- Tingkat Pil Roh


- Tingkat Alam Roh


- Tingkat Bumi


- Tingkat Langit


- Tingkat Penguasa


[ Tingkat Ramuan/Obat ]

__ADS_1


- Tingkat 1 \= Akar


- Tingkat 2 \= Tunas


- Tingkat 3 \= Batang


- Tingkat 4 \= Daun


- Tingkat 5 \= Buah


- Tingkat 6 \= Pohon


- Tingkat 7 \= Pohon hijau


- Tingkat 8 \= Pohon 100 tahun


- Tingkat 9 \= Pohon 500 tahun


* * *


Berada di dalam sebuah tenda, kini Xin menjadi pusat perhatian dari seluruh orang yang berada di dalam tenda, termaksud pria berbadan besar tadi.


"Saudara Xin, jadi kau bersedia memberitahu kami jika kami memberitahukan informasi dari dunia luar sana? benar begitu?" Tanya Yamato memastikan, sebenarnya dia tadi sempat mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh Xin, hanya saja dia tetap ingin memastikannya.


"Benar saudara Yamato, setelah kau memberikan informasi kepadaku tentang dunia luar sana, maka aku akan menuntun mu ke sebuah kerajaan, termaksud kenapa kalian berada disini, aku ingin tau." Jawab Xin rinci.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mulai bercerita."


Yamato kemudian mulai bercerita, bahwa kerajaan milik rajanya hancur diserang oleh para raksasa, dia juga berkata di benua timur sana kini sangat banyak terdapat raksasa, mereka biasanya disebut Giant, namun sebelumnya, Giant itu sama sekali tidak menyerang bersamaan, tetapi secara tiba-tiba mereka kini menyerang satu persatu kerajaan secara bersama-sama, akibatnya sudah cukup banyak kerajaan di benua timur yang hancur akibat mereka, namun ada beberapa juga yang masih dapat bertahan, seperti kerajaan Bintang 4 dan 5, mereka masih dapat bertahan akibat mereka mempunyai cukup banyak hewan sihir kelas 4 untuk dikendalikan.


"Hanya itu yang aku dapat katakan saudara Xin, kami semua berasal dari benua timur, kerajaan kami pun hanyalah bintang 2, meski begitu kami beruntung masih dapat melarikan diri." Mimik wajah dari Yamato menjadi terlihat lesu, itu dapat terlihat jelas di wajahnya.


Xin adalah Undead, sejak dirinya menjadi Roh, dia sudah kehilangan perasaannya, namun dia hanya mempercayai di keadaan apapun dirinya harus terlihat senyum dan ceria, meskipun itu duka, dia akan tetap tersenyum. Wajar bagi Xin untuk tidak peduli dengan perasaan pria itu, hanya saja dia adalah orang yang selalu menepati janjinya.


"Besok pagi kita akan pergi ke kerajaan Whazard, namun sebenarnya kerajaan ini tidak tau bahwa di luar sana masih terdapat banyak manusia, kerajaan ini hanya tau merekalah manusia terakhir di dunia ini, jadi, mereka pasti akan sangat terkejut, dan mungkin akan menyerang kalian, tetapi tenang saja, tuan ku berasal dari keluarga terpandang, dia tidak akan membiarkan siapapun bertindak sesukanya, meskipun itu raja atau bahkan seluruh dunia." Semenjak Ling pergi saat selesai membentuk kelompok Assassin Ghost, Xin selalu membaca buku, namun suatu saat dirinya mendapatkan sebuah buku dimana disana tercantum cara untuk memenangkan seseorang, dan cara inilah yang dipakai nya barusan.

__ADS_1


Sedangkan mereka yang mendengar bahwa tuan dari saudara Xin adalah seseorang yang berasal dari keluarga terpandang menjadi lega, bagaimanapun juga keluarga terpandang adalah keluarga yang dihormati di setiap kerajaan, bahkan raja sendiri juga harus bersikap sopan meskipun dirinya sebenarnya raja.


Setelah itu, Xin dan mereka berlima berbincang beberapa hal lainnya, setelah 30 menitan berbincang, mereka mengatakan.


"Saudara Xin, bagaimana jika kita makan dulu?" Tanya Shue.


Shue adalah satu satunya wanita yang menjadi pemimpin saat ini, dia memiliki rambut panjang berwarna hitam dengan wajah dan tubuh yang terlihat menawan, meski begitu dia sebenarnya sudah mempunyai suami dan memiliki seorang anak.


"Ah, tidak bisa, sebelumnya aku telah memakan Beruang Niso, itu membuat tubuhku sangat kenyang." Xin menggaruk kepalanya sambil tersenyum menolak ajakan Shue.


Mereka yang mendengar perkataan Beruang Niso membuka matanya lebar-lebar, bagaimanapun juga Beruang Niso adalah beruang yang sangat besar, terlebih dia dapat mengendalikan tanah sesuka hatinya, mereka yang mendengar tidak cukup percaya, bagaimanapun juga tinggi dari beruang itu sendiri adalah 5m, sedangkan Xin tidak lebih dari 300cm, namun melihat tubuh dan bekas bekas luka pada tubuh Xin, mereka menjadi sadar bahwa orang yang berada dihadapan mereka adalah orang yang sering bertempur.


"O..ouh, a..hahaha." Mereka semua memasang senyum ragu, pasalnya orang yang dapat membunuh hewan tingkat Pil Roh pastinya sangat kuat, tetapi saat kembali melihat tubuh Xin, bahkan mereka tidak melihat luka baru dari tubuhnha, hal itu menandakan Xin tidak butuh banyak usaha untuk membunuh beruang Niso, karena itu mereka bernafas lega, untungnya mereka tidak menyerang Xin, kalau tidak mungkin setengah dari pasukan mereka akan mati terbunuh.


Segera setelah itu, Yamato mengajak Xin ke sebuah tenda, Xin dibiarkan untuk beristirahat di sana.


Setelah itu, Yamato berpamitan dan pergi dari tenda Xin, bagaimanapun juga hari telah malam, mereka membutuhkan istirahat untuk perjalanan besok hari.


Keesokan paginya, kini semua orang bangun dari tempat tidurnya yang berada di dalam tenda, mereka mulai melakukan tugasnya masing-masing untuk persiapan pergi, ada yang memasak, menggantikan petugas patroli malam, dan ada juga yang merapihkan barang-barang untuk segera pergi.


Sedangkan itu, Xin dari semalam tidak tidur, dia hanya menatap satu arah tanpa bergerak sedikitpun, namun setelah hari berganti pagi, kini Xan kembali tersadar dan Xin tertidur, sebelum Xin tertidur, dia memberikan beberapa salinan ingatannya ke Xan agar dirinya mengerti dan paham dengan situasinya.


Xan memegang kepalanya yang masih belum seutuhnya roh nya mengantikan, dia kemudian berdiri namun tubuhnya masih belum seimbang, 'Huh, aku tidak tau ternyata roh dapat pusing juga.' Batin Xan sambil memegang kepalanya.


Tidak beberapa lama kemudian, seorang pria berbadan kekar dan berambut coklat datang memasuki tenda Xan, dia adalah Yamato, kapten dari kerajaan Timur yang bernama Kerajaan Bhaki, kerajaan Bhaki sendiri terkenal akan kemampuan obat obatannya, di kerajaan mereka sendiri sangat banyak terdapat Alchemist, karena itu selain di panggil kerajaan Bhaki, kerajaan itu sering dipanggil Para Kerajaan Alchemist.


"Saudara Xin, anda sudah bangun rupanya, kalau begitu bagaimana jika kita sarapan terlebih dahulu?" Ajak Yamato dengan mimik wajah yang tersenyum.


"Baiklah." Xan tanpa ragu mengiyakannya.


Xan dan Yamato pun berjalan ke meja makan yang dimana disana terdapat 4 orang lainnya yang berada di tenda semalam, mereka semua makan bersama.


Sedangkan orang orang yang menjadi prajurit kerajaan menjadi iri karena Xan dapat makan bersama dengan Pemimpin Shue, meskipun dia sudah menikah, nyatanya masih cukup banyak orang yang masih menyukai, meskipun itu dalam diam.


Saat mereka sedang asyik-asyiknya tertawa bersama sambil meminum alkohol, seorang wanita muda dengan pakaian yang terlihat mewah datang ke meja tempat Xan dan lainnya berada, wajahnya terlihat rupawan dengan khas sebuah susuk emas di rambutnya.

__ADS_1


_ _ _


[ Continue ]


__ADS_2