Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 208 : Pertempuran Asosiasi Penyihir Hitam III


__ADS_3

Puluhan jarum secara mengejutkan terbang ke arah Ling Chen yang hampir menebas Corvette, memaksanya mundur beberapa langkah sebelum melihat arah jarum dilepaskan.



Sementara Mark menggerakkan kembali bonekanya, Corvette mundur mendekati Mark.



Ling Chen hanya menghela nafas sebelum mengeluarkan pedang miliknya, kali ini dia benar-benar serius akan menggunakan seluruh kekuatannya.



Sebuah Gagang pedang muncul, setelah berganti detik warna merah mulai keluar dari dalam Gagang pedang dan menjadi layaknya pedang laser.



Ling Chen bergerak maju dan menebas Boneka tersebut, gerakan Ling Chen sangat gesit dan tidak dapat dilihat oleh mata, seketika Ling Chen berada di depan Mark.



Saat itu terjadi, Mark baru dapat menyadarinya, dia ingin mundur namun pedang milik Ling Chen menebas dadanya dan membuat darah segar keluar.



Corvette yang berada di samping membuka tutup mulut tidak bisa berkata-kata, Ling Chen benar-benar sangat kuat seperti para demon.



“K-kau–! Kau bukan manusia! Siapa kau sebenarnya?!” Corvette berteriak sambil mundur beberapa langkah.



Ling Chen meliriknya, tetapi saat melihat Corvette, dia tiba-tiba melihat ke arah Boneka di belakang Ling Chen, boneka itu terhenti lalu secara tiba-tiba tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.



Corvette mengerutkan keningnya dengan keringat yang bercucuran.



Ling Chen diam cukup lama sampai akhirnya dia tersenyum, “Tentu aku manusia, namun hanya setengah... Lalu kalian, aku mau tau apa kalian masih ingin hidup atau tidak, menurutmu apa aku perlu membiarkanmu hidup?” Ling Chen menaikan alisnya memasukan pedangnya.



Corvette menelan ludahnya, dia menatap Ling Chen dengan pandangan yang berbeda. Corvette ingin mengatakan, yah kau harus membiarkan ku hidup, tetapi sadar kemungkinannya kecil.

__ADS_1



“Tuan kau harus membiarkan diriku ini hidup, aku memiliki bakat yang hebat, aku akan melayani mu seumur hidupku.” Corvette berusaha merayu Ling Chen agar membiarkannya hidup.



Sementara Mark yang terbaring di atas tanah sedang berusaha menghentikan pendarahannya sambil menarik mundur tubuhnya. Siapa yang menyangka akan ada lawan sekuat ini?



Ling Chen tidak membalas perkataan Corvette melainkan maju mendekati Mark, dia mengarahkan tangannya kepada Mark seketika sebuah lidah berukuran besar mulai melilit tubuh Mark dan membawanya masuk ke dalam mulut Ling Chen yang berada di tangan.



Melihat itu Corvette hampir tidak dapat bernafas, dia pernah mendengar sesuatu semacam seorang Ksatria yang mempelajari ilmu Demonic, mereka memiliki kekuatan yang besar namun juga memiliki satu efek samping.



Efek samping itu akan membuat suatu anggota tubuh lainnya tumbuh, membuat paras mereka terkadang menjadi aneh, Corvette menduga Ling Chen adalah salah satu Ksatria yang mempelajari ilmu Demonic.



Tetapi satu hal yang membuatnya heran, mengapa Ksatria yang mempelajari ilmu Demonic menyerang Penyihir Aliran Hitam? Mempelajari Ilmu Demonic sama saja telah terjerumus aliran hitam, tetapi Ling Chen membantai orang aliran hitam? Tidak masuk akal.




Corvette sebenarnya ragu mengatakannya, namun berhubung ini menyangkut nyawanya, dia memberanikan diri.



Ling Chen sedikit terkejut dengan perkataan Corvette, dia ingin Corvette menjelaskan apa yang dimaksudnya, namun secara tiba-tiba Levi turun dari atas langit. Pakaiannya dipenuhi dengan darah, wangi asam terasa jelas berasal darinya.



Jantung Corvette seakan berhenti saat menatap Levi, sekarang dia menjadi heran. Sebenarnya siapa di sini yang berasal dari Aliran Hitam?


**


Keberadaan Asosiasi Penyihir Hitam akhir-akhir ini membuat keributan di seluruh penjuru wilayah kerajaan Diamond, para warga dari berbagai desa juga terus mengeluh akibat mendapatkan serangan dari para penyamun.



Surat-surat itu saat ini bertumpukan menjadi sebuah gunung surat, Daun hanya menghela nafas sambil meminum teh buatan Layla.

__ADS_1



“Layla apa ada kabar dari wilayah Timur dan Barat?” Daun bertanya setelah menelan dua tegukan teh nya, dia menaruh gelasnya di atas mejanya yang juga di penuhi ratusan surat.



“Wilayah Timur telah mengirim surat, tetapi sampai saat ini Wilayah Barat belum mengirim surat apapun...” Layla menjelaskan.


Memang dibandingkan dengan wilayah Barat, Wilayah Timur kerajaan memang yang lebih dekat, tidak heran mereka yang lebih dulu mengirimkan sebuah surat dibandingkan Barat.



Raja akhirnya tersenyum antusias saat mendengar berita yang diberitahukan Layla, dia kemudian menanyakan surat itu berada di mana?



Tetapi wajah Layla menunjukkan rasa khawatir saat Daun menanyakannya, membuat Daun berpikir apa ada yang salah?



Setelah diam cukup lama Layla akhirnya membuka suara, dia menjelaskan bahwa surat yang berasal dari Wilayah Timur tercampur dengan surat-surat lainnya akibat kelalaian salah satu anggota. Tetapi Layla mengatakan saat ini alasan tumpukan surat-surat ini di taruh untuk membiarkan Daun mencarinya.



Daun mengangguk pelan, dia baru tersadar belum menanyakan alasan mengapa surat-surat ini di tumpuk di atas mejanya. Sesaat dia mencari surat di tumpukkan gunung surat, Daun mengerutkan keningnya, dia menatap Layla.



“Tunggu dulu, kenapa aku yang mencarinya?!”



“Sebab Raja yang bertanggung jawab atas semua ini, para pekerja saat ini sedang libur.” Layla dengan santai menjawabnya.



“K-kalau begitu tolong bantu aku mencarinya, ini akan sulit bahkan untuk kita berdua, mungkin butuh satu Minggu untuk menemukannya.” Daun mengeluh dan meminta bantuan Layla.



“Ah saya baru ingat belum memasakkan sesuatu untuk suami saya yang tercinta, saya izin pamit undur diri dulu yang mulia.” Layla dengan jurus seribu kakinya menghilang sangat cepat bak melihat rentenir hutang.



Daun mengerutkan keningnya, dia berdiri dan melihat keseluruhan tumpukan surat, dia kembali duduk di bangku kerjanya sambil memijat keningnya yang terasa pusing.

__ADS_1



“Aku akan mati lebih dulu sebelum menemukan surat itu...”


__ADS_2