Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 48 - Cerita Xan dan Xin ( 4 )


__ADS_3

Perjalanan pun dimulai, kini semua orang tidak ada lagi yang berani menganggu Xan Zhang, bahkan melihat matanya sekalipun mereka masih takut, bagaimana tidak, hanya dengan 1 Pukulan, dan ratusan dari mereka pingsan, bahkan 50 orang terdepan pingsan sekaligus mendapatkan luka yang serius, itu sudah dipastikan bahwa Xan Zhang sangat kuat, dan mereka lebih yakin bahwa Xan Zhang menahan sebagian kekuatannya agar mereka yang terpukul tidaklah mati.


Yamato berjalan mengenakan kudanya di samping Xan Zhang, Xan Zhang sendiri tidak menaiki kuda karena waktu dirinya tadi menaiki kuda, kuda itu langsung mengalami patah tulang, bisa dibayangkan berat tubuh Xan Zhang sangat besar.


"Anu, saudara Xin, apakah kau tidak apa-apa hanya terbang?" Yamato berusaha menekan ketakutannya, dia yang melihat pukulan Xan Zhang menyadari pukulannya masihlah tidak sepenuhnya menggunakan tenaga utuhnya, bayangkan saja apa bila Xan Zhang menggunakan seluruh tenaga, bukan tidak mungkin mereka kini telah menjadi mayat akibat pukulan dari Xan Zhang sepenuhnya.


"Tidak apa-apa saudara Yamato, aku mempunyai banyak Mana, karena itu tidak perlu khawatir, lagipula aku tidak yakin ada kuda yang dapat kutunggangi." Balas Xan Zhang sambil melirik kesegela kuda di sekitarnya.


Para kuda yang melihat Xan Zhang segera memalingkan wajahnya, mereka juga takut mengalami takdir seperti kuda hitam yang tadi di naiki Xan Zhang.


"Lihat, para kuda pun terlalu takut, jadi kau tidak perlu khawatir, kalau begitu mari kita percepat." Ucap Xan Zhang mengajak Yamato.


Yamato sendiri hanya tersenyum canggung, dia kemudian berteriak kepada seluruh prajurit untuk mempercepat pergerakan, setelah itu Yamato mengejar terbang dari Xan Zhang.


Xan Zhang sendiri kini menuntun mereka dari tempat yang dilewatinya, dia menggunakan hidungnya untuk menemukan baunya saat pergi ke luar dari tembok.


Beberapa jam kemudian, mereka kini tiba disebuah hutan yang pohonnya sendiri sangatlah besar, pohon itu berwarna hijau kuning, Xan Zhang mengetahui ini sudah cukup dekat dengan hutan yang dimana dirinya bertemu dengan Beruang Niso.


Namun saat Xan Zhang melirik kebelakang, Xan Zhang dapat melihat semua kuda terlihat lelah, Xan Zhang hanya menghela nafas, sepertinya dia harus lebih lama lagi berada di luar kerajaan.


"Saudara Xin, sepertinya kita harus istirahat dulu, sore hari kita akan melanjutkannya kembali." Ucap Yamato sambil mengarahkan kudanya mendekati Xan Zhang.


Note : Mungkin ada yang bingung kenapa Xan Zhang disebut Xin, itu karena Xan Zhang tidak mungkin memberitahu kalau jiwa dalam tubuhnya berbeda.

__ADS_1


Xan Zhang menghela nafas pelan lalu berjalan mendekati seluruh pasukan yang kini sedang membuat tenda, tenda yang dibuat hanya beberapa, dan juga itu adalah tempat dimana yang terluka beristirahat dan beberapa tenda lainnya adalah untuk koki memasak.


* * *


Satu kilometer dari keberadaan Xan Zhang, seekor singa putih dan beberapa singa lainnya sedang duduk di antara tebing tinggi, biasanya dari atas mereka melihat mangsa, hanya saja dari beberapa hari sebelumnya, mereka tidak mendapatkan makanan karena di bawah tebing terdapat seekor Giant yang memakan hewan-hewan lainnya. Mereka sama sekali tidak berani untuk turun, terlebih sang singa adalah induk dari ketiga bayi Singa Relic Emas.


Para Raksasa itu sendiri memiliki tampilan yang cukup dibilang sama dengan manusia, hanya saja tubuhnya yang besar menjadi perbedaan, tinggi mereka sendiri bisa mencapai 5-30 m, namun mereka juga menggunakan pakaian layaknya seorang manusia.


Seseorang Giant yang paling besar datang kepada bawahannya yang sedang memakan hewan buas dan monster, "Kalian, apakah sudah puas?" Tanya seorang Giant yang paling besar, tingginya sendiri sekitar 18 m dengan rambut yang berdiri tegak ke atas.


Para bawahan dari Giant sendiri berjumlah 2 dengan tinggi sekitar 11 m dan 10 m, dengan sang pemimpin menjadi 3, mereka berdua kemudian melirik atasannya, "Tidak, kami masih belum selesai aniki." Ucap salah seorang dari Giant.


Note : Aniki, biasanya adalah sebutan para raksasa ketika memanggil yang lebih besar dari mereka.


"Hanya saja dari sini aku dapat mencium bau masakan meskipun samar-samar, tetapi aku yakin penciuman ku cukup tajam." Ucap rekan dari raksasa itu.


- Giant Ras Biasa


- Giant Ras anjing


- Giant Ras hiu


- Giant Ras elang

__ADS_1


- Giant Ras Elemen


Diantara Ras Giant, Giant yang memiliki ras Elemen lah yang paling kuat, mereka para Giant Ras Elemen biasanya hanya mempunyai 1 elemen saja, tetapi karena tubuh mereka lebih besar, energi dan mana mereka pun lebih besar dan kuat daripada manusia, karena itu Giant Ras Elemen adalah penguasa para Ras Giant lainnya.


Kembali kecerita, Giant 18 m yang mendengar itu segera menanyakan lebih lanjut kepada Giant yang memiliki ras anjing itu, "Apakah kau juga merasakan bau manusia?" Tanya Giant 18m kepada sang ras anjing, untuk ras anjing sendiri dia mempunyai tubuh dengan tinggi 10 m.


Giant Ras anjing itu menggeleng kepalanya pelan sebelum menjawab, "Tidak, tapi aku yakin itu adalah masakan dari manusia Aniki, untuk sekarang aku masih lapar, dan juga di atas tebing terdapat Singa Relic Emas, aku yakin dagingnya mempunyai energi yang tinggi." Giant Ras anjing itu mengeluarkan lidahnya lalu menjilati bibirnya dengan air liur yang menetes, itu sangat terlihat seperti anjing.


Giant 18 m, hanya menghela nafas panjang sebelum kembali duduk, dia sudah cukup kenyang, meskipun tubuhnya besar, tetapi dirinya memang sudah cukup kenyang, terlebih dia hanyalah ras biasa, namun ras biasa memiliki keunggulan seperti mereka dapat menjadi sebesar 25 m, bahkan 30 m, namun itu sudah sangat jarang di temui di ras Giant.


* * *


Selesai beristirahat sekitar 2 jam, mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke kerajaan Whazard, namun sepanjang perjalan di dalam hutan, mereka berhadapan dengan cukup banyak hewan buas, hanya saja Xan Zhang yang berada paling depan terus membunuh mereka dengan pedang yang sangat besar yang dipinjamkan oleh Yamato, Yamato sendiri hanya menatap Xan Zhang dengan perasaan kagum dan ngeri, pasalnya sudah lebih dari puluhan mayat hewan sihir yang telah di bunuh oleh Xan Zhang, namun Xan Zhang masih terlihat bugar dan tidak berkeringat, membuat mereka cukup merinding saat memikirkan mereka yang menjadi lawan Xan Zhang.


Saat mendapatkan suara getaran dari jauh, Xan Zhang berhenti, begitu pula dengan hewan sihir sekitarnya, mereka lari terbirit-birit menjauh dari kerumunan Xan Zhang, mereka yang dari kerajaan Bhaki hanya menatap heran para hewan, mereka masih belum dapat merasakan adanya getaran, meski begitu terdapat beberapa yang mengetahuinya, seperti Yamato, Yaki, Riko, Eyas dan Shue, mereka kini adalah orang-orang terkuat dari kerajaan Bhaki, namun saat merasakan getaran ini, mimik wajah mereka berubah drastis, wajah cantik Shue kini diliputi oleh kegelisahan, dia menyadari ini adalah getaran yang ditimbulkan oleh seorang raksasa/Giant.


Yamato sebagai kapten yang mengatur perjalanan segera berteriak keras, "Semuanya, putar balik, di depan terdapat raksasa yang datang kesini." Teriak Yamato kepada semuanya.


Mereka yang mendengar itu menjadi sangat panik, mereka tau betul kekuatan Giant sangat besar, segera kerumunan itu menjadi tidak teratur dan terpecah belah karena takut, mereka yang terpecah belah berlari karena lebih menganggap nyawa mereka lebih penting dari pada menjaga putri, namun masih terdapat beberapa prajurit yang berdiri tegak, bahkan segera berlari kedepan kereta kuda tuan putri untuk melindunginya dari marabahaya.


Xan Zhang tersenyum melihat tingkah laku prajurit itu, dia senang karena masih terdapat orang-orang yang mempunyai kesetiaan sejati seperti mereka. Xan Zhang kemudian berteriak lantang, "Semuanya! ada aku disini, tidak akan kubiarkan mereka berlaku seenaknya! dengan kekuatan yang diberikan oleh Tuan ku! tuan Ling! aku bersumpah setia kepadanya! aku diajarkan untuk menjadi seorang yang berani! tidak akan aku lari dari ini, dengan nama tuan ku! aku bersumpah akan melawan siapapun yang ingin melukai tubuh ini!" Teriak Xan Zhang penuh arti, dia kemudian membungkukkan tubuhnya lalu kepalanya menurun dan tangannya kini seperti orang yang sedang ingin berubah, perlahan, sebuah sayap besar muncul dari pundak Xan Zhang.


"Aku! dari kelompok Killer Owls! tidak akan lari!" Perkataan nya singkat, namun itu membuat semua orang termotivasi untuk tidak takut, para prajurit segera berteriak mengikuti perkataan dari Xan Zhang.

__ADS_1


_ _ _


TO BE CONTINUE : Untuk kedepannya, mungkin akan menjadi Pertempuran antara Raksasa dengan Xan Zhang, namun sekitar 1/2 chapter lagi sepertinya selesai, dan kita akan melanjutkannya kembali dengan Ling yang harus bertemu dengan kedua orang sekaligus, yaitu ayahnya dan Count, soreja, arigato Minna~ [ jika ada kesalahan kata, mohon dimaafkan, author masih pemula dan masih harus banyak belajar, jika kakak² lebih hebat dan pro, mohon sarannya di kolom komentar, terima kasih ]


__ADS_2