Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 24 - Nama Pedang dan Masalah


__ADS_3

Setelah selesai mengatakannya, Ling kemudian turun ke bawah meninggalkan para bawahannya itu dengan santai, tidak lupa sebelum itu Ling juga memasukan pedangnya ke dalam tubuhnya kembali.


Estes dan Yuki terdiam dengan mulut yang terbuka, entah sudah berapa kali tuannya itu selalu mengejutkan nya, mereka berdua lalu berpaling dan mengatakan kepada anggotanya untuk segera pergi membeli banyak makanan.


Dengan cepat, seluruh anggota Estes dan Yuki menghilang dalam beberapa detik, mereka semua pergi lewat tembok kamar Ling yang hancur itu, Estes dan Yuki hanya tersenyum tipis melihat anggotanya itu keluar dari tembok yang hancur, tidak lama Yuki dan Estes pun pergi keluar secara bersamaan.


* * *


Dimalam hari, di dalam Akedemi Feniks, kini di area murid dalam sudah terlihat cukup gelap di beberapa tempat, hanya saja masih cukup banyak tempat yang berjualan kebutuhan pangan.


Seorang anak laki laki remaja berjalan sambil ditemani para gadis di kedua sisinya, dia berjalan sambil meminum sebuah arak ditangannya.


Laki laki itu minum dengan santai sambil terus melirik para gadis disampingnya, tidak lama arak yang berada di botolnya pun habis, dia pun membuangnya di sembarangan tempat, membuat botol itu hancur.


"Huh, mari kita beli arak lagi." Pria itu tersenyum genit, dia lalu memegang bokong dari gadis yang berada di sisi kanannya.


"Ah tuan Youl, anda nakal." Gadis itu menjentikkan jarinya di pipi pria mabuk itu.


Pria itu tersenyum mesum, tubuhnya terlihat gemuk dengan rambut yang berantakan, dia adalah Youl Shion, murid dalam Feniks.


Tepat saat Youl dan kedua wanita disisinya itu sampai di sebuah depan bar, terlihat beberapa wanita dengan paras yang cantik di depan bar tersebut, mereka terlihat sedang mengatur pernafasan .


"Cepat, kita tidak ada waktu untuk beristirahat!" Ucap seorang wanita yang berada paling depan, dia terlihat seperti orang yang memimpin wanita lainnya.


Semua wanita yang berada di belakangnya segera berlari kembali setelah wanita di depannya menyuruh mereka untuk kembali berlari.


Namun tepat setelah pemimpin wanita itu berlari, sebuah tangan tiba tiba saja merangkul tubuhnya.


Wanita pemimpin itu seketika tertarik dan kini berada diperlukan seseorang, dia melihat ke atas dan menemukan sosok laki laki yang menatapnya dengan tatapan mesum, dia tidak lain dan tidak bukan adalah Youl.

__ADS_1


"Cantik sekali." Youl mengendus aroma kepala dari gadis itu.


"Brengsek!" Wanita itu memukul keras dada Youl dengan sikunya.


Youl seketika termundur kebelakang, dia kemudian memegang dadanya yang kini terasa sakit akibat pukulan dari wanita yang dirangkulnya itu.


"Kurang ajar! beraninya kau memukulku! dasar wanita ******." Youl seketika itu. mengeluarkan sebuah api dari mulutnya.


Api yang besar hampir mengenai sang pemimpin wanita, api tersebut akhirnya malah membakar bar yang berada dibelakang wanita itu, membuat orang yang di dalamnya segera keluar dari dalam.


Beberapa saat kemudian, semua orang yang berada di dalam keluar dengan cepat, termasuk pemilik bar, mereka melihat ke arah kiri dan kanan ingin mengetahui siapa yang berani beraninya membakar bar mereka.


"Siapa yang membakar bar kami!" Seorang pria botak dengan badan yang penuh dengan otot berkata lantang. Dia kemudian melirik ke arah para wanita dan juga ke arah Youl yang kini disebelahnya terdapat wanita yang sedang melihatnya.


Youl segera menunjuk ke arah wanita yang tadi beradu cekcok dengan nya, membuat pria botak itu geram kepada para wanita itu.


"Kalian! berani beraninya membakar bar ku." Pria botak itu maju kehadapan pemimpin wanita.


Sedangkan itu, para anggota dari wanita itu kini menatap Youl dengan tatapan sinis.


"Ck." Youl berpaling lalu berjalan menjauh dari Bar dan juga kelompok wanita itu.


Namun sebelum Youl sempat pergi dari sana, sebuah tangan besar menggenggam pundaknya dengan erat, Youl pun berpaling dan menemukan tatapan mata yang mengintimidasi dari paman botak itu.


"T.. tunggu paman, mereka berbohon-." Sebuah tinju tepat mengenai wajah Youl sebelum Youl menyelesaikan perkataannya.


Seketika itu Youl terpental ke belakang cukup jauh, Youl juga menemukan beberapa giginya hancur, dan juga dari tepi bibirnya terdapat darah yang keluar.


Youl kembali berdiri lalu memuntahkan darah dan giginya yang copot itu, Youl kini menatap paman itu dengan perasaan benci, namun dia juga mengetahui dirinya tidak akan dapat melawan paman dari bar tersebut, Youl pun akhirnya melemparkan sebuah kantong yang berisikan emas di dalamnya ke arah paman botak itu, dia lalu pergi dengan perasaan kesal dan dendam, terlebih dendamnya ini mengarah kepada wanita yang memukulnya itu.

__ADS_1


* * *


Sedangkan itu, Ling kini terus menunggu kelompok Ilusi yang belum juga datang dari tadi, Ling terus melihat pedangnya itu, dia pun terfikir untuk menamakan pedang itu, karena dari statusnya juga terdapat tanda nama, hanya saja itu masih belum ada karena Ling belum memberikannya.


Ling kemudian melirik kembali ke arah pintu namun belum melihat kedatangan dari para kelompok ilusi, sedangkan para kelompok wizard dan elf sudah datang dari tadi, tepatnya lima belas menit yang lalu mereka sampai.


Ling kemudian mulai memikirkan nama yang akan diberikannya kepada pedangnya itu, sekaligus itu juga untuk mengurangi kebosanannya yang sedang menunggu kedatangan kelompok ilusi.


'Pedang ini memiliki tampilan yang terlihat seperti burung Phoneix, dan juga setiap diriku memberikan energi mana ku, pedang ini segera berubah menjadi berwarna merah.' Batin Ling sambil mengeluarkan energi mana nya, dan dalam sekejap, pedang itu berubah warna, membuat para kelompok elf dan wizard yang berada di belakangnya Ling terkejut sekaligus kagum.


'Senjata tuan Ling sangat kuat, hebat sekali.' Batin Estes. Dia melirik pedang yang dipegang oleh tuannya itu dengan perasaan kagum, dia juga sebenarnya agak iri dengan tuannya itu, tetapi dia segera melempar pemikiran itu jauh jauh.


'Anpou, tidak tidak, terlalu Nora, Kraus, hhm, itu lebih terdengar makanan yang renyah.' Ling agak sulit untuk menemukan nama untuk pedangnya itu.


Namun tiba tiba saja sebuah nama muncul di kepalanya, dia mendapatkan ide nama yang sangat bagus baginya.


"Pedang penguasa api!" Ling berteriak secara tiba tiba membuat pelayan nya kaget.


Ling kemudian tersenyum tipis kepada para bawahannya itu, dia sadar telah membuat kaget mereka semua.


Tepat setelah itu, pintu dari kediaman terbuka dan masuklah banyak orang yang tidak lain adalah Yuki dan para bawahannya.


Yuki segera berjalan cepat dan menaruh bahan bahan makanan dan juga beberapa air bersih, dia kemudian berjalan mendekati Ling dan segera memberikan hormat diikuti oleh yang lainnya.


Yuki kemudian menceritakan tentang dirinya yang terlambat kepada Ling, dia menceritakan saat dirinya sedang mencari bahan bahan yang ingin dibeli, dirinya sempat berhenti di depan bar karena para bawahannya yang terlihat sedang mengambil nafas, namun sialnya dia bertemu dengan murid dalam yang berperilaku mesum, karena itu dia akhirnya sempat memakai kekerasan untuk menghadapi nya. Begitulah Yuki menjelaskan kepada Ling.


Rupanya wanita pemimpin yang tadi sempat beradu cekcok dengan Youl adalah ketua dari Kelompok Ilusi.


_ _ _

__ADS_1


C o n t i n u e d :


__ADS_2