Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 275 : Kekaisaran Malam


__ADS_3

Menyaksikan kematian tiga bawahan terpercayanya, Victor tertawa cukup tenang. Dia tidak pernah menduga akan datang hari di mana ke tiga bawahan nya itu mati.


Gelak tawa Victor masih terdengar jelas, ketika dia berhenti tertawa senyumnya menjadi dingin disertai dengan aura membunuh yang besar. Aura membunuh itu cukup membuat prajurit monster dan raksasa di sekitar jatuh pingsan.


Beberapa dari mereka bahkan mati tidak bisa mengatur pernapasannya.


Ling Chen sendiri tidak yakin dapat bertahan menghadapi aura membunuh sebesar ini, jika tidak di bantu aura membunuhnya dirinya yakin sudah pingsan sejak awal.


“Ling Chen! Setelah semua yang bawahan mu lakukan, jangan harap aku membiarkan kalian melarikan diri!” Seolah-olah tidak ingin memberi waktu bagi Ling Chen bernafas lega, Victor menyerang dengan ganas.


Sesuatu berbentuk Pedang besar dengan sebuah aura membunuh yang terpancar, berhasil membuat Ling Chen beserta pengikutnya mengeluarkan kuda-kuda, Victor cukup puas.


Senjata yang di bawa Victor di punggungnya bernama Golok Hitam, senjata itu memiliki kualitas yang mendekati pusaka kelas langit.


Ling Chen dan para pengikutnya menaikkan kewaspadaan mereka setelah sebelumnya Victor melakukan penyerangan.


Menyadari perilaku lawannya, Victor tersenyum tipis sambil memandang ke empatnya. Dia merasa telah membuat ke empatnya merasa takut, “Sudah terlalu lambat bagi kalian jika ingin meminta maaf...” Victor berkata dengan wajah dinginnya.


“Kau terlalu percaya diri, apa kau tidak pernah mendengar pribahasa di atas langit masih ada langit?” Xan Zhang bertanya geram, melihat tingkah sombong nya membuat dirinya merasa kesal.


Mendengar perkataan Xan Zhang, Ling Chen merasa senang karena dia mempercayai kemampuannya sampai ke tingkat itu. Namun harus di akui Victor bukanlah lawan yang mudah di hadapi.


Ling Chen terlihat fokus akan sesuatu, beberapa saat Mana mengalir ke seluruh tubuhnya, memperkuat fisiknya secara signifikan.


Melihat Ling Chen tidak lari dan malah bersiap untuk melawan dirinya membuat Victor merasa perlu menghormatinya. Seandainya takdir mempertemukan keduanya dalam keadaan berbeda, mungkin dia akan berteman dengan manusia itu.


Setelah mengalirkan Mana yang cukup banyak ke seluruh tubuhnya, Ling Chen terlihat menggigit ibu jarinya, membuatnya mengeluarkan darah yang kemudian darah itu di teteskan ke sebuah potongan daging bersegi.


“Graarrrr!”


Muncul Undead dari daging tersebut, kekuatannya mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan Raja para raksasa itu, namun terdapat maksud tersembunyi.


Victor menghela nafas pelan, dia ingin setidaknya lawannya serius untuk menghadapinya. Seperti yang diharapkan, Victor hanya membutuhkan beberapa detik untuk membuat Undead tersebut tidak dapat kembali bergerak.

__ADS_1


Sekali lagi Victor menghela nafas, kali ini sambil menaikkan kedua alisnya, mempertanyakan maksud dari tindakan Victor.


Ling Chen hanya dapat tertawa di dalam hati, “Sekalipun kekuatannya jauh di atas ku, sistem berada di pihak ku!”


Ding!


Notifikasi yang sudah lama tidak terlihat berbunyi.


[Persyaratan Debuff terpenuhi, 50% atribut Raja Raksasa di hilangkan]


Mendengar itu senyuman mulai menghiasi wajah Ling Chen. Belum lama ini, dirinya menemukan ternyata ada beberapa skill Pasif yang cukup berguna, salah satunya merupakan kutukan.


Victor merasa setengah kemampuannya lenyap begitu saja, dia tidak mengetahui kemana perginya kemampuannya itu tetapi dengan begini dirinya tidak begitu yakin dapat menghadapi pemuda di hadapannya.


“Apa pemuda ini yang melakukannya?!” Dilihat dari perilakunya, Victor yakin akan hal ini.


Hanya saja Ling Chen tidak berniat membiarkan Raja Raksasa itu terus memikirkannya. Sebenarnya kutukan itu sendiri hanya aktif dalam tiga puluh menit, selama Victor dapat bertahan selama itu dia pasti akan menjadi pemenang nya.


Victor yang mendapatkan serangan dari tiga arah terpaksa mundur, dirinya yakin jika terus dilanjutkan bukan tidak mungkin dirinya akan tewas.


Sayangnya sebelum Raja Raksasa itu dapat melarikan diri, Kurumi menghentikan waktu di sekitarnya, membiarkan Ling Chen membunuhnya.


Setelah bertarung melawan tiga bawahan Ling Chen sekaligus, Victor mengalami luka dalam yang begitu dalam, akibatnya tebasan dari pedang Ling Chen dapat dengan mudah memotong lehernya.


Hari itu Ling Chen dengan bangga mengatakan dirinya akan menjadi Kaisar dan bukan raja dari wilayah itu.


**


Satu bulan berlalu setelah hari pertarungan dengan para raksasa, kini Istana yang sebelumnya di buat oleh para raksasa digunakan sebagai tempat tinggal Kaisar Ling beserta pengikutnya.


Karena pertarungan yang sebelumnya terjadi, Ling Chen membutuhkannya banyak tenaga kerja untuk membangun kembali wilayah nya. Untungnya kerusakan pada bagian istana masih terbilang sedikit dibandingkan dengan wilayah luar.


“Mungkin setidaknya kita membutuhkan 4-6 bulan untuk perbaikan secara keseluruhan...”

__ADS_1


Kerajaan Diamond memutuskan membantu Kekaisaran Malam yang kini di kuasai oleh Ling Chen. Menurutnya, selama pemuda itu menyelesaikan perbaikan wilayahnya, Kerajaan Diamond akan mendapatkan keuntungan jangka panjang.


Selain urusan dengan perbaikan, kini orang-orang dari keluarga Ling dengan Putri kerajaan yang telah Runtuh kembali. Setelah lama menghabiskan waktunya menjelajahi benua, keluarga Ling saat ini menjadi keluarga pedagang.


Putri Laura Kamaitahi adalah dalang di balik semua ini, dengan di bantu Yamato dan Shue anggota keluarga Ling menjadi begitu pandai dalam berbisnis.


“Sebenernya apa yang terjadi? Mengapa Ibukota menjadi begitu berantakan? Dan apa-apaan bentuk Istana yang terlalu besar itu!” Yamato bertanya histeris melihat istana dengan ukuran abnormal.


Ling Chen hanya tertawa kecil melihat tingkah kapten pasukan itu, dia lalu mulai bercerita kepada semuanya tentang yang terjadi.


Tentu pada awalnya semua nya begitu terkejut, mereka bakan mempertanyakan keputusan yang di ambil Ling Chen.


“Nak, menjadi Kaisar tidak semudah yang kau pikirkan, kau setidaknya membutuhkan kekuatan untuk melindungi wilayah mu dari gangguan negara tetangga maupun bandit...


Tentu kau juga harus memperhitungkan pengeluaran Kekaisaran serta pendapatan.” Shoto menasehati anaknya itu.


Dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah terbayangkan anaknya yang lemah itu kini menjadi seorang Kaisar.


“Untuk keamanan Kekaisaran ayah tidak perlu mengkhawatirkannya, segera setelah perbaikan selesai seluruh keamanan di wilayah kekaisaran akan di kelola oleh pelayan ku Levi.”


“Oh...”


Shoto merasa terkejut karena tidak dapat mengetahui tingkat praktisi sosok di hadapannya. Kalau dirinya ingat-ingat kembali, anaknya juga sudah tidak bisa di analisis tingkat praktisi nya.


Ling Chen meneruskan pembicaraan beberapa saat sebelum mereka semua akhirnya diperbolehkan menginap di Istana. Shoto lalu di angkat menjadi menteri keuangan, Shoto berjanji dia akan mengurus masalah keuangan Istana.


Setelah bangun dari tidurnya ibu Ling Chen langsung memeluk anaknya dengan hangat. Ling Chen yang terlihat seperti pembunuh berdarah dingin kini terlihat bagaikan anak kecil.


Setahun setelah semuanya berlalu kini Kekaisaran Malam banyak di ketahui oleh sekitar dan menjadi pusat perhatian kekuatan Benua.


Terlebih Kekaisaran Malam telah mendapatkan sertifikat sebagai Kekaisaran yang memiliki kekuatan tempur berfaliasi bintang 10 dan menjadi salah satu kekuatan tempur terbesar di Benua Daratan Tengah.


-END

__ADS_1


__ADS_2