Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 21 - Pengumuman dan Levi


__ADS_3

Ling berjalan dan melirik berbagai barang yang ada, tetapi dia tidak menemukan yang menurutnya cukup bagus, Ling pun tetap mencoba mencarinya walaupun tingkat keberhasilan nya mungkin hanya sekitar 5%.


Setelah mencari ke sekelilingnya, Ling masih tidak menemukan barang yang menurutnya cukup bagus, dia pun akhirnya hanya membeli sebuah pisau biasa namun berjumlah sekisar 30 pisau biasa, setelah itu, Ling berpindah ketempat obat obatan setelah selesai memasukkan pisau pisau itu kedalam tubuhnya, Ling sangat pintar untuk memanfaatkan skill dari sistem nya itu, pisau pisau yang banyak itu hilang dalam sekejap saat Ling menghempaskan tanganya ke udara, membuat pedagang yang berada di depannya kaget dan mundur.


Kembali ke cerita, Ling kini berjalan ke beberapa toko obat obatan, tetapi tiba tiba saja sebuah air turun dari langit, yah, tidak salah lagi, itu tidak lain adalah air hujan, namun untuk saat ini itu baru dinamakan rintik rintik, karena itu Ling mempercepat gerakannya, dia mengambil beberapa obat yang menurutnya cukup bagus, dia juga membayar lebih untuk obat obatan karena dia juga belum tau harganya dan juga dirinya dikejar oleh waktu.


Setelah mendapatkan 20 Obat obatan, Ling kemudian berlari secepat mungkin ke kediamannya itu, kecepatan Class Assassin adalah kecepatan yang paling tinggi dari semua Class, tergantung dari tingkat nya, karena itu Ling cukup cepat untuk Sampai di kediaman nya. Terlebih, dahulu di dunia sebelum dirinya hidup di tubuh ini, Ling mempunyai banyak jurus yang disebutnya sebagai Jurus meringankan tubuh, Ling pun otomatis juga menggunakan jurus meringankan tubuh itu untuk mempercepat gerakan nya di dunia ini.


Kembali ke cerita, Ling kini telah sampai di pintu depan kediaman nya, dia segera membuka pintu dan segera naik ke kamarnya yang berada di lantai 3.


Sesampainya di sana, dia segera menaruh obat obatan dan kembali mengeluarkan pisau pisau yang berada di tubuhnya, Ling menaruh semua benda itu dikasur nya, lalu setelah itu dia mulai membersihkan dirinya dan segera turun kembali ke lantai satu untuk makan selesai mengenakan pakaian hangatnya, namun sebelum itu Ling membawa beberapa obat dari kamarnya, berniat untuk memberikan beberapa obat penyembuh luka kepada bawahannya.


Saat Ling berada di lantai satu, dia menemukan makanan telah disediakan, hanya saja para bawahannya itu sama sekali tidak terlihat sejak tadi dirinya memasuki kediamannya.


'Kemana mereka semua? kenapa kediaman ini mendadak sepi?' Ling bingung dengan situasi ini, terlebih rekannya yang cerewet itu juga tidak terlihat.


Namun tiba tiba saja Ling merasakan sesuatu mendekatinya, tetapi itu terasa familiar baginya, dia pun segera memalingkan wajahnya dan menaruh tangannya ke arahnya, bersiap menyerang bila memang diharuskan.


Tetapi sesuatu yang terasa familiar itu kemudian terlihat, seseorang dengan tubuh manusia namun mempunyai aura seperti Zabuza, dia kini menunduk memberikan hormat.

__ADS_1


"Ka-."


"Hamba adalah Levi tuan Ling. Hamba kesini menggantikan Zabuza karena melihat Zabuza yang terlihat lemah, dia mengaku bahwa tuan tidak memberikan nya latihan dan misi, karena itu tubuhnya kini masihlah lebih lemah daripada diriku dan ketiga Undead lainnya." Levi berbicara seadanya, dia tidak berani untuk membohongi tuannya itu.


Ling menyadari, pelayan nya itu tidak akan berbicara sebelum dirinya memperbolehkan nya, Ling pun memperbolehkan dirinya untuk berbicara.


"Terima kasih tuan, kalau begitu hamba akan memberitahu kejadian dua hari yang lalu, dua hari yang lalu kami mendapatkan serangan mendadak dari mahluk yang bernama Ghoul, mereka menyerang Kastil secara tiba tiba, akibatnya kami para Undead segera memberantas mereka, hanya saja kami tidak membunuh sebagian karena mungkin saja mereka akan menjadi santapan yang bagus bagi tuan." Levi memberitahu tentang monster yang bernama Ghoul itu.


'Menarik, Ghoul yah, nama monster ini aku baru tau di dunia ini.' Ling tersenyum tipis lalu kembali memandang Levi.


Dia berterima kasih kepada pelayan nya itu, namun masih ada yang mengganjal di hatinya, dari tubuh Levi, terdapat aroma darah manusia, Ling dengan cepat segera menanyakan keberadaan dari pelayan manusia nya itu, dia menduga bahwa Levi membunuh mereka.


"A..aku sudah, mengikat mereka di belakang gudang." Jawab Levi sambil menundukkan kepalanya, dia merasa tuannya kini menjadi marah akibat dirinya mengikat para manusia itu.


Ling tanpa basa basi segera berlari ke gudang, dia lalu menemukan semua bawahannya kini sedang diikat lalu di mulut mereka juga terdapat penghalang agar mereka tidak dapat berteriak.


Disana juga terlihat dua orang yang terbaring dengan darah di kepala nya, ling segera mengecek mereka terlebih dahulu memastikan mereka tidak mati, untung saja mereka masih bernafas, Ling segera memberikan mereka obat obatan yang tadi dirinya sempat beli, hasilnya darah yang keluar dari kepala mereka berdua menjadi berhenti, nafas mereka juga kembali lebih teratur setelah Ling memberikan mereka obat.


Dua orang itu adalah Eric dan juga Kaito, mereka terbaring dilantai tadi.

__ADS_1


Ling lalu mulai melepaskan ikatan dari para pelayan manusia nya itu setelah selesai memberikan obat kepada kedua orang tadi, satu persatu mulai dilepaskan nya, namun tiba tiba saja para wanita dari pelayan Ling berteriak tidak jelas saat mulutnya ingin dibukakan dari penghalang.


Para pelayan itu melihat sosok yang mengikat mereka, para pelayan itu mengira bahwa Undead itu akan mengikat tuan mereka juga, karena itu mereka terus berteriak tidak jelas meskipun suaranya tertahan akibat penghalang.


Gadis yang telah dibukakan penghalang nya segera berteriak memperingati tuannya itu bahwa dibelakangnya terdapat orang yang sudah membuat mereka seperti sekarang ini, namun alangkah terkejutnya saat tuannya itu berkata.


"Aku sudah tau, dia adalah pelayan ku, aku akan menjelaskan kepada kalian setelah ini." Jawab Ling lalu dia mulai melepaskan ikatan dari para bawahan lainnya.


Para pelayannya itu kini menatap Ling dengan mulut yang terbuka lebar, mereka tidak dapat mempercayai perkataan nya, namun melihat orang yang telah membuat mereka seperti ini hanya diam saja di depan pintu sambil menundukkan kepalanya membuat mereka mempercayai perkataan Ling.


Selesai melepaskan ikatan dari semua bawahannya, Ling menyuruh beberapa dari mereka untuk membawa kedua orang yang tergeletak itu, selebihnya Ling menyuruh mereka untuk mengikuti nya ke ruang yang kosong.


Sesampainya disana, Ling mulai memberikan penjelasan kepada mereka semua, dia juga mengenalkan pelayannya itu, hanya saja Ling tidak memberitahu wujud asli dari Levi.


Ling kemudian menanyakan sesuatu kepada Levi di depan semua orang yang berada di depannya itu, dia menanyakan kenapa dia menyerang para pelayan manusia nya itu dan membuat Kaito dan Eric terluka.


Levi mulai menjelaskan kepada semua nya kenapa dia menyerang mereka, dia menjelaskan bahwa dirinya menduga bahwa mereka adalah orang yang berniat untuk melukai tuannya, karena itu dia menyerang mereka dan menyekap nya di gudang, hanya saja kedua orang yang bernama Kaito dan Eric itu terus dapat bebas dari ikatannya, karena itu akhirnya Levi membenturkan kepala mereka ke tembok agar mereka dapat diam.


_ _ _

__ADS_1


C o n t i n u e d :


__ADS_2