
Setelah berdiskusi cukup lama, Ling dan Count akhirnya memutuskan untuk merekrut empat foto yang Ling berikan.
Untuk anak perempuan yang terlihat kembar itu, mereka bernama Yaya dan Yiyi, mereka berdua berasal dari keluarga Sakura. Dan untuk anak laki-laki berambut hitam pekat itu, dia bernama Taori Kavila dan rekannya yaitu pria berbadan kekar, Hamura Leorantius.
"Lalu Ling, tentang Shukaku dan rekannya? A..apa kita akan mengajak mereka sekarang?"
"Tidak, untuk sekarang kita fokuskan kepada mereka berempat saja, dalam seminggu ini kita akan menargetkan mereka sebagai Aliansi kita, tenang saja, jika mereka masih sayang dengan nyawa mereka pasti akan menuruti aku." Ling terlihat tersenyum, namun senyumannya mengundang rasa takut di hati kecil Count.
Disaat itu juga, seorang wanita cantik berpakaian pelayan datang ke arah Ling, dia berjalan pelan lalu menunduk hormat sebelum memberikan surat yang berada di tangannya.
Ling mengambil suratnya dan kemudian menyuruh wanita itu pergi untuk beristirahat, dikarenakan mereka sudah lama terus berlatih, Ling memberikan kelonggaran untuk semua pelayanan istirahat sepuasnya, kira-kira sekitar tiga hari, lalu setelah itu mereka akan bekerja giat kembali dan berlatih kembali.
"Kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan Ling tuan Count." Setelah itu wanita yang bukan lain adalah Amedia pergi ke atas tangga meninggalkan Ling dan Count di ruang makan.
Bersamaan dengan itu, Ling telah membuka suratnya dan membaca, isi surat mengatakan bahwa ayah Ling tidak dapat datang karena terdapat urusan mendadak, isi surat mengatakan terdapat seseorang yang berasal dari luar kerajaan, mereka mengaku bahwa mereka berasal dari timur, dan untuk ketuanya sendiri, dia bernama Xan Zhang.
Ling cukup terkejut saat melihat nama Xan Zhang tertera di dalam surat, Ling kemudian menduga bahwa Xan Zhang yang bertemu dengan mereka lalu mengarahkannya ke kerajaan, namun sebagai gantinya mereka harus berkata bahwa Xan Zhang adalah ketua dari kelompok penjaga mereka.
"J..jadi begitu..."
Ling yakin dengan pasti bahwa Xan Zhang memiliki pikiran sendiri kenapa dia menjadi ketua dari kelompok orang itu, namun untuk sekarang sepertinya Ling harus menyerahkannya kepada pelayan Undead nya yang berada di luar Akedemi.
Ling kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Count, "Count, bukankah setiap seminggu sekali murid dalam boleh meminta izin untuk keluar dari Akedemi?" Ling menaruh suratnya kembali ke dalam saku bajunya.
__ADS_1
"Iya memang benar begitu, tetapi Guru Akedemi menegaskan bahwa hanya sampai matahari terbenam, jika lewat dari itu akan mendapatkan hukuman, dan juga untungnya kita dapat meminta izin dari pembimbing kita." Count berbaik hati untuk menjelaskan kepada Ling karena dia sendiri penasaran dengan apa yang ingin Ling lakukan.
"Baguslah, kalau begitu aku akan bersiap dulu." Ling berdiri dan berniat berjalan meninggalkan Count, namun Count membuat Ling berhenti sejenak, dia mengatakan.
"Ling, apakah kau ingin pergi ke pusat perbelanjaan di Restoria?"
Ling membalikan tubuhnya dan bertanya tentang maksud Count, "Restoria? apa itu?"
"Hah? serius tidak tau? ouh ya yah, kan kehilangan ingatan." Count tertawa lepas saat teringat Ling yang kehilangan ingatannya.
Segera sebuah pukulan di lepaskan oleh Ling ke kepala Count dan membuat kepala anak itu benjol.
"Cepat jelaskan saja." Nada Ling berbicara terkesan dingin, membuat Count yang ingin marah menjadi merinding.
"Begitulah, kalau begitu apa aku boleh ikut?"
Ling yang mendengarnya langsung menolak mentah-mentah, "Tidak bisa, sementara aku pergi kau bujuk salah satu dari kedua team itu, sebagai gantinya aku akan mengenalkan gadis yang sangat cantik kepada mu, dan juga..."
Ling secara tiba-tiba melempar sebuah botol yang air di dalamnya berwarna merah, segera saja Count menangkapnya.
"Itu adalah Ramuan Regenerasi, itu dapat memulihkan luka dalam sekejap dan memberikan Mana yang banyak kepada penggunanya, itu sendiri sebenarnya adalah ramuan yang dibuat oleh keluarga Phoneix, kalau begitu aku akan bersiap dulu." Ling melangkah pergi dari ruang makan dan pergi menuju tangga untuk pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan reaksi dari Count.
Dan untuk Count sendiri sangat terkejut dengan perkataan Ling, ramuan regenerasi dari keluarga Phoneix terkenal akan kecepatannya saat memulihkan tubuh, tetapi Ling dapat memberikannya dengan mudah membuat Count penasaran dengan sosok sahabatnya itu.
__ADS_1
'Dari mana sebenarnya dia mendapatkannya, ramuan ini bahkan sangat sulit untuk di dapatkan oleh keluarga terpandang sekalipun, tetapi dia dapat memberikannya dengan mudah, aneh.'
Untuk keluarga Phoneix sendiri, mereka menjualnya dengan harga yang sangat mahal, bahkan satu botol penuh saja seharga 10.000 keping emas, dan itu adalah setengah hasil dari keluarga terpandang luar, berbeda dengan lainnya, keluarga Phoneix adalah salah satu keluarga inti dari kerajaan, mereka biasanya tinggal di dalam tembok yang jauh lebih kuat, berikut contohnya...
Dan di tengah-tengahnya adalah dimana tempat tinggal Raja, yaitu kerajaan Whazard berada, untuk tempat tinggal keluarga Gronth sendiri mereka berada di wilayah 4, wilayah terkecil dari yang lainnya, dan untuk dua keluarga inti lainnya, mereka bernama Keluarga Saga, dan Keluarga Naga Hitam.
**
Setelah selesai bersiap, Ling segera mengambil kudanya yang telah disiapkan oleh Amedia, Ling sebenarnya menyuruh yang lainnya, namun Amedia berkata dirinya sangat ingin melayani Ling secara terus-menerus, Ling hanya tersenyum canggung menanggapinya, dia memang suka jika memiliki pelayan yang setia, hanya saja Ling tidak terbiasa untuk dilayani oleh seorang wanita secara terus-menerus.
Melihat Ling telah naik di atas kudanya, Amedia tersenyum dan melambaikan tangannya bersamaan dengan Count.
"Hati-hati tuan."
"Hati-hati Ling, tenang saja Kediaman mu akan ku jaga."
Mereka berdua melambaikan tangannya hingga Ling berjalan dan menghilang dari pandangan mereka.
**
Ling kini telah sampai di kediaman gurunya, yaitu tetua Queen, menurut perkataan dari Count, Ling dapat meminta izin kepada pembimbingnya untuk pergi keluar dari Akedemi.
__ADS_1
Melihat Ling datang, prajurit yang menjaga gerbang tersenyum dan menyambut Ling bagaikan tuan mereka sendiri, mereka sudah cukup sering melihat Ling masuk dan keluar dari kediaman, karena itu mereka sudah mengenali wajahnya sebagai murid dari Tetua Queen, namun mereka bersikap baik bukan tanpa sebab, dikarenakan Ling sering memberikan mereka uang tambahan saat mereka sedang membutuhkan, mereka menjadi sangat patuh kepada Ling, mereka sangat menghormatinya karena kebaikan hatinya yang bagaikan mutiara di dasar laut, dan tentu saja itu hanya tanggapan mereka, mereka belum pernah melihat lain sisi Ling, jika saja mereka melihatnya mereka pasti tidak akan percaya dengan apa yang dilihatnya.