
Ling mengeluarkan banyak ramuan di depan meja, kira-kira terdapat dua ratus ramuan yang memiliki dua khasiat yang berbeda beda.
"Ini semua untuk kalian berlatih di rumah kalian masing-masing, kalian semua bagi rata saja, ingat, tidak boleh membantah diriku, kalian harus membagi rata ini semua, kalau begitu aku akan pergi ke atas untuk bersiap terlebih dahulu." Ling berdiri dan berjalan ke arah tangga.
"Terima kasih tuan Ling!" Mereka semua mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ling, jika bukan karena tuannya itu, mereka yakin bahwa mereka tidak akan menjadi petarung tingkat emas dalam waktu sesingkat ini.
* *
Sedangkan itu, Ling yang dalam perjalan ke atas kamarnya secara tiba-tiba dikejutkan dengan sistem yang muncul, sistem mengatakan bahwa Ling mendapatkan sebuah hadiah dari sistem, hadiah itu berupa kunci berwarna emas, nama kunci itu sendiri bernama kunci pintar.
"Hhm, hadiah ini gunanya untuk apa? aku tidak tau, aku masukan saja ke invetori ku."
Ling kembali berjalan ke kamarnya setelah memasukan kunci pintar ke invetori nya. Ling sendiri tidak perlu kembali membersihkan dirinya dikarenakan sebelumnya telah membersihkan diri di penginapan keluarga Sakura.
Selesai berkemas dan merapihkan beberapa barangnya, Ling pun pergi dengan membawa sebuah koper di tangannya, koper yang beratnya sekitar 150kg itu hanya di angkat dengan satu tangan oleh Ling, bagi Ling sendiri, mengangkat koper itu sama halnya seperti membalikkan telapak tangan, terlalu mudah.
Ling kembali turun kebawah, sampai di bawah, dia bisa melihat hanya tersisa beberapa orang, untuk bawahan Ling yang lainnya, mereka telah pergi beberapa saat setelah Ling naik ke atas.
"Tuan, saya saja yang bawa." Miru berlari meminta Ling menyerahkan kepadanya, namun Ling menolaknya, tidak baik menyusahkan wanita, karena itu dia sebagai gantinya menyuruh Levi yang membawa barang-barang nya.
Sambil berjalan keluar, Ling melirik keseluruh anggota sebelas pilar sucinya, dia melihat hanya terdapat tiga anggota sebelas pilar suci, seharusnya terdapat empat.
"Ngomong-ngomong dimana Kurumi? bukankah seharusnya dia kembali?"
"I-itu, kami kurang tau tuan." Mereka mengalihkan pandangannya, malu karena tidak dapat memberitahu tuannya.
Ling hanya tersenyum, dia sadar bahwa dirinya kini masih bergantung kepada bawahannya, dia kemudian berpaling dan melihat sebuah kereta kuda berjalan ke arahnya, di sana dapat terlihat Johan yang sedang mengendarai kereta kuda tersebut.
__ADS_1
Jihan kemudian memberhentikan kereta kuda persis di depan Ling.
"Tuan, silahkan naiklah." Johan tersenyum riang sambil membukakan pintu kereta kuda.
Ling pun masuk kedalamnya setelah kopernya di masukan oleh Levi.
Sementara itu, beberapa saat setelahnya, terlihat beberapa kuda yang kini datang ke arah mereka, jumlah tepatnya sekitar enam kuda, lima kosong dan satu sudah ditaiki oleh Yuki.
Keempat kuda lainnya sendiri sama sekali tidak Yuki pegang, itu semua dikarenakan pengaruh sugesti/ilusi pada kuda itu.
Yuki menyerahkan tali-tali kuda itu kepada masing-masing bawahan Ling lainnya, mereka akan bertugas untuk mengawal Ling hingga ke kediaman keluarganya.
Berbeda dengan Xan Zhang yang terdahulu, para Undead Ling yang berada di sini sudah bisa mengendalikan kekuatannya, karena itu saat mereka menaiki kuda, kuda itu tidak mengalami cedera seperti halnya kuda yang di taiki Xan Zhang.
Kereta kuda itu sendiri di bawa oleh Johan. Ling yang berada di dalamnya membuka jendela pada kereta kuda, dia ingin melihat pemandangan kediamannya, kediaman Ling sendiri di kunci rapat-rapat oleh Leonard, mereka sekarang berniat untuk pamit undur diri kepada tetua Queen.
Ling membuka pintu kereta kudanya dan memasuki kediaman Tetua Queen, namun saat dia memasuki kediaman tersebut, di sana hanya terlihat anggelina, sang anak dari Tetua Queen.
Ling pun bertanya kepada anggelina dimana ayahnya, tetapi anggelina menggeleng kepalanya pelan dan berkata bahwa ayahnya sedang sibuk. Keputusan raja semalam sudah bulat, dia menyuruh untuk kepala keluarga Shion berkumpul di kerajaan karena alasan terdapat penyusup dikerajaan.
Ling mengangguk pelan dan berterima kasih karena telah memberitahukan kepada dirinya, dia kemudian kembali keluar dari kediaman Tetua Queen dan langsung menaiki kereta kudanya.
Perjalanan Ling untuk keluar dari Akedemi sendiri cukup terbilang cepat, entah apa yang dilakukan Johan, yang pasti kuda itu terlihat semakin cepat jika dikendarai olehnya.
Dari dalam Ling dapat mendengar suara heboh dari bawahannya, dia mendengar suara tawa yang riang dari Johan yang menjadi kusirnya, dia pun membuka tirai yang membatasi dirinya dengan Johan.
"Haha, ayo makan ini ayo, jika kau bisa mempercepat gerakanmu, aku akan memberikan mu seratus buah apel." Ucapnya kepada kuda itu.
__ADS_1
Seakan mengerti maksud dari Johan, kuda itu berlari semakin cepat, membuat Johan yang terkejut pun terjatuh, untungnya, Ling yang berada di belakangnya menangkapnya dari belakang.
"T-tuan Ling~"
Ling yang mendengarkannya secara tiba-tiba merinding dan melepaskan tubuhnya Johan kebawah, entah mengapa suasananya menjadi suasana romantis.
Bukk...
Hal itu tentunya membuat Johan terjatuh, namun rasa sakit itu hanyalah sedikit, dikarenakan tubuh petarung akan semakin kuat setiap dirinya naik tingkat.
Johan bangun dari tempat terjatuhnya dan langsung kembali ke posisi semula, dia duduk di depan untuk segera mengendalikan kudanya yang berlari cukup cepat.
"Tuan, maafkan hamba yang bersikap kurang pantas, apakah tuan ingin segera kembali ke rumah?"
Ling tersenyum lalu berkata, "Tentu saja! cepatlah!"
Segera Johan membuat laju kuda tersebut menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya, dengan menggunakan energi mana nya, Johan membuat sebuah sayuran dari energi tersebut, dan nyatanya, sayuran itu mengandung sebuah energi yang membuat kuda itu semakin kuat, sehat, dan cepat, selain dapat mempelajari teknik elemen tanah dan kayu, Class Elf mempunyai beberapa kelebihan seperti, mereka dapat menumbuhkan sebuah makanan hanya dengan energi mana yang tersimpan, bahkan terdapat sebuah legenda yang dimana seseorang Petarung Class Elf akan dapat memanggil pasukan mereka sendiri saat tingkat mereka melewati tahap Epic.
* *
Satu setengah jam terlewatkan, meskipun terbilang kuda itu sangat cepat, tetapi kecepatan itu tentu tidak dapat di mengalahkan kecepatan dari Ling dan para bawahannya, hanya karena ingin tampil sebagai seorang bangsawan, Ling harus menunggu beberapa jam di kereta kudanya sambil tertidur.
Ling sendiri sepanjang perjalanan tertidur, dan juga Johan yang hanya dipisahkan oleh tirai merah di belakangnya dapat mendengar suara Ling yang sedang mengigau.
* * *
[ 21/40 ]
__ADS_1