Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 240 : Simulasi


__ADS_3

“Selamat Datang! Ku ucapkan terima kasih karena telah datang kemari.” Sosok manusia yang terlihat seperti Badut itu, menyeringai untuk beberapa saat ke arah Ling Chen dan Kurumi.



Ling Chen dan Kurumi segera memasang sikap waspada ketika melihat badut tersebut tertawa sendiri. Di saat Badut tersebut tertawa lebih lantang, aura miliknya keluar lebih besar. Hal itu membuat Ling Chen dan Kurumi merasakan tekanan di pundak mereka, meskipun begitu mereka masih dapat menahannya.



Ketika mereka fokus dengan mempertahankan tekanan yang menimpa mereka. Sebuah suara tepukan terdengar setelah Badut tersebut berhenti tertawa.



“Hebat! Hebat! Kalian adalah Kandidat yang cocok! Selamat kalian terpilih untuk menyelesaikan Simulasi ini.” Badut itu tersenyum menyeringai, masih memperlihatkan senyuman yang mengerikan



Ling Chen diam mendengar perkataan Badut di hadapannya, ketika sedang terdiam secara tiba-tiba sebuah Notifikasi muncul dari sistemnya.



Ling Chen segera membuka sistem, ketika dirinya membuka. Dia dapat melihat sebuah Quest untuk menyelesaikan Simulasi ini. Bahkan Simulasi ini dikatakan adalah sesuatu yang tidak bisa di tolak. Ling Chen mau tidak mau akhirnya menerima Simulasi yang di katakan berkaitan dengan dunia ini.



“Badut Psikopat! Apa yang harus ku lakukan untuk menyelesaikan Simulasi ini?!” Teriak Ling Chen bertanya dengan keras kepada Badut tersebut.



Badut yang mendengar perkataan Ling Chen hanya memasang wajah tersenyum, tetap tidak merubah raut wajahnya meskipun seharusnya akan kesal.



“Sabar anak muda! Sebelum menuju Simulasi sesungguhnya aku akan memberikan mu simulasi awal!” Badut tersebut tertawa kencang sambil menunjuk salah satu Lorong.



Lorong yang di tunjuk oleh Badut tersebut seketika di sinarri oleh Cahaya. Jeruji Besi yang menghalang jalan Lorong tersebut juga terlihat naik. Tidak lama dari Lorong tersebut, muncul Gorila yang cukup besar, auranya terasa begitu berat ketika masuk ke dalam Arena.



Ling Chen telah menganggap selain di balik Jeruji Besi dan Di lantai dua, semua tempat ini adalah Arena Bertarung.



“Kurumi maafkan aku tapi kita harus menyelesaikan Simulasi ini lebih dulu jika ingin selamat.” Jujur saja dirinya merasa ini terlalu berbahaya, terlebih Gorila di hadapannya saat ini adalah Monster dengan rank A. Yang setara dengan tingkat Heavenly Fate.



“Tidak tuan, ini semua karena diriku yang ceroboh. Andai aku tidak menyentuhnya, mungkin kita tidak akan berakhir di sini.” Kurumi masih menganggap dirinya yang bersalah atas semua hal ini.

__ADS_1



Ketika keduanya masih sibuk menyalahkan diri masing-masing, Gorila tersebut bergerak maju. Suara kakinya yang besar membuat keduanya segera tersadar. Mereka melompat lalu terbang untuk membuat Gorila tersebut kebingungan.



Seperti yang di harapkan, Gorila ini hanya melihat mereka sambil mencari sesuatu untuk di lempar. Ling Chen menghela nafas lega ketika masih sempat menghindar, dia lalu mengarahkan tangan kanannya kepada Gorila tersebut.



Lidah yang begitu panjangnya melesat terbang menuju Gorila yang sedang di sibukkan oleh sekitarnya. Gorila tersebut sadar akan sesuatu yang tiba-tiba melesat cepat ke arahnya, namun, dirinya tidak sempat menghindar dari lidah tersebut.



Lidah yang di keluarkan dari tangan Ling Chen mengikat tangan kiri Gorila. Ketika lidah itu selesai melilitnya, lidah itu tertarik sendiri seperti memang sudah cara kerjanya seperti itu.



Sementara Kurumi yang berada tidak jauh dari Ling Chen segera melompat ke arah Gorila di hadapannya. Sambil melakukan kuda-kuda tebasan. Gorila yang di sibukkan oleh tarikan lidah yang begitu besar, tidak memiliki waktu untuk meladeni Kurumi. Membuat Gadis itu bergerak secara leluasa.



Kurumi tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia bergerak cepat sambil menghentikan waktu Gorila tersebut. Dia terbang dengan cepat di belakang Gorila, lalu mengayunkan Pedangnya yang tajam ke bagian belakang leher Gorila.



Darah keluar namun, bergerak sangat lambat, Kurumi tidak berhenti sampai di sana. Dia melakukan beberapa kali tebasan di mata Gorila dan hidungnya. Membuat Gorila tersebut terluka parah, ketika waktu kembali berjalan dengan normal.




Kurumi yang masih terbang di atas langit bahkan dapat merasakan Getaran yang hebat dari Gorila tersebut. Dia dengan cepat terbang menjauh, untuk menghilangkan efek Gorila di hadapannya.



“Dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan Gravitasi. Jangan lengah!” Ling Chen berteriak memberitahu Kurumi. Dia mengetahuinya lewat matanya yang telah selesai menganalisisnya.



Gorila tersebut memukul-mukul Dadanya dengan kedua tangannya secara paksa sambil berteriak. Teriakan tersebut membuat tanah di sekitar mereka bergetar, juga membuat Ling Chen dan Kurumi menutup telinga. Merasakan sakit di telinga mereka.



“Gorila ini!” Ling Chen hanya dapat berdecak kesal. Tugasnya kali ini hanya untuk mensupport, sedangkan Kurumi bertugas sebagai penyerang.



Badut yang berada di lantai dua kembali tertawa lantang, merasa pertarungan di hadapannya begitu menakjubkan.

__ADS_1



“Kalian pasti bisa! Ayo Hahahaha!” Badut tersebut tertawa semakin keras.



Ling Chen hanya dapat mengepalkan tangannya, merasa kesal. Tetapi dia harus segera mengakhiri ini juga, agar waktu tidak terbuang sia-sia. Dia dengan cepat membangkitkan Seribu Skeleton, untuk mengalihkan perhatian Gorila ini.



Gorila teresebut marah begitu menyadari banyaknya Skeleton muncul di hadapannya. Dia kemudian mulai berteriak layaknya monyet sambil membanting tangannya ke tanah, membuat beberapa Skeleton kembali tertindih oleh tanah.



Kurumi kembali bergerak dengan lincah, dia mengarahkan Pedangnya tepat ke kepala Gorila di hadapannya. Kali ini dia memegang dengan keras Pedangnya, bersiap untuk menyerang Gorila tersebut. Karena menyadari Gorila ini dapat menghilangkan efek samping dari Tebasan Pedangnya. Kurumi mulai mengalirkan Mana dalam jumlah besar di tebasan kali ini.



Gorila yang menyadarinya, dengan cepat membuat Gravitasi yang memberatkan seluruh mahluk di sekitarnya. Dia menyadari serangan kali ini sangat berbahaya untuknya, dia tidak ingin mengambil resiko.



Merasa akan segera menang, Gorila tersebut menggebu-gebu dengan sesekali berteriak. Namun, ketika dia sedang menggebu-gebu dadanya, Kurumi terbang cepat dari arah belakangnya.



Srottt....



Kurumi berhasil menusuk kepala Gorila tersebut, hingga menembusnya lewat kepala depan. Di Pedangnya, bahkan terlihat serpihan otak yang kemungkinan besar belahan dari otaknya ketika melakukan serangan ini.



Kurumi menghela nafas lega ketika selesai melakukan serangan kali ini. Dia membutuhkan setidaknya tiga ribu mana untuk serangan kali ini. Dia lalu turun ke bawah dengan perlahan. Ketika kakinya telah menyentuh lantai, Kurumi terlihat terjatuh lemas.



Ling Chen segera menghampirinya, dia mengetahui Gravitasi tadi sangatlah kuat. Kurumi dapat berhasil menerobos Gravitasi tadi pastinya membutuhkan mana yang tidak sedikit, juga pastinya memiliki cedera akibat gravitasi yang kuat.



Ketika Ling Chen sedang memeriksa tubuh Kurumi, Badut yang berada di lantai dua kembali tertawa lantang.



“Bagus-bagus! Wanita itu sangat hebat. Jika dia dapat bertahan hidup sampai akhir aku akan memberitahu apapun yang kau atau dia inginkan.” Kata Badut tersebut, sambil tersenyum menyeringai.


__ADS_1


Ling Chen hanya meliriknya sebentar sebelum pandangannya kembali tertuju pada Kurumi. Melihat Kurumi memejamkan matanya, membuat Ling Chen menyadari bahwa Kurumi merasakan lelah di seluruh tubuhnya. Dengan cepat dia melakukan tindakan untuk merilekskan tubuh Kurumi, yang mungkin mendapatkan tekanan yang sangat kuat ketika melawan arus Gravitasi.


__ADS_2