
Kurumi tengah memeluk Ling Chen dari belakang, meskipun tidak memiliki perasaan apapun terhadap Tuannya. Kurumi merasa lega dengan kondisi Tuannya yang baik-baik saja.
ㅤ
Tetapi di sisi lain, Mahluk Bayangan Laba-laba Es Perak yang tidak mengenali Kurumi, terlihat bergerak maju lalu menghunuskan kakinya yang tajam kepada Kurumi.
ㅤ
Naga Kecil yang berada tidak jauh dari Laba-laba Es Perak segera mengambil tindakan, menggunakan sayapnya sebagai penghalang dan di tambah dengan skill Pengerasan. Naga Kecil berhasil memblokir serangan Laba-laba Es Perak kepada Kurumi.
ㅤ
Di saat yang bersamaan Kurumi juga baru melepaskan pelukannya. Dan mengalihkan pandangannya terhadap Laba-laba Es Perak di belakangnya.
ㅤ
“Mahluk ini! Apakah dia memberontak kekuatan Tuan?! Tidak bisa dibiarkan, beraninya dia ingin menyerang Tuan!” Kurumi belum menyadari bahwa dia lah sebab tersebut. Pikirannya yang Eksplosif, membuatnya demikian.
ㅤ
Terlihat Kurumi membuat kuda-kuda, bersiap bertarung dengan Laba-laba Es Perak.
ㅤ
Sementara itu Ling Chen baru mengalihkan pandangannya ke belakang ketika menyadari bentrokan energi yang keluar dari kedua sosok di belakangnya.
ㅤ
“Uhh mungkin ini akan cukup memakan waktu.” Ling Chen terlihat beberapa kali menghela nafas berat, sebelum bergerak maju.
**
Untuk menenangkan keduanya setidaknya di butuhkan satu jam lewat beberapa menit. Lebih cepat dari perkiraan awal yang akan menghabiskan waktu dua jam.
ㅤ
“Huh... Baiklah karena kalian telah mengerti sebaiknya kita segera keluar Makam ini.” Ling Chen nampak sudah cukup lelah setelah menjelaskan panjang lebar, tidak ingin terlalu berbicara kembali.
ㅤ
Laba-laba Es Perak yang telah menjadi mahluk bayangan mengangguk beberapa kali. Sampai pada akhirnya dia memutuskan masuk ke dalam bayangan Ling Chen untuk mempermudah Tuannya dalam bergerak. Sementara Kurumi yang berada di sampingnya, terlihat menyesali perbuatannya.
ㅤ
“Tidak ada gunanya untuk menyesal sekarang. Kita terlalu membuang banyak waktu berharga, sebaiknya kita tidak berlama-lama kembali. Juga karena aku memikirkan sebuah Rencana cadangan, aku akan membuat satu Gerbang Dimensi di sini...”
ㅤ
Ling Chen mengalirkan mana pada telapak tangannya, lalu menfokuskan mana tersebut untuk membuat sesuatu. Tidak lama proses pembuatan Gerbang Dimensi dimulai. Cahaya keunguan bertebaran di sana, ketiak cahaya keunguan menghilang sebuah Gerbang Dimensi terlihat berdiri kokoh.
ㅤ
__ADS_1
Ling Chen lalu melirik Kurumi, “Aku akan mengatakannya satu kali. Besok kita akan kembali ke sini menggunakan Gerbang Dimensi yang telah ku sambungkan dengan yang di luar. Juga aku memikirkan suatu rencana, rencana itu berhubungan dengan ini...” Ling Chen membuang wajahnya dan berjalan beberapa langkah ke depan Lorong Besar.
ㅤ
“Αφυπνίζω!”
ㅤ
Sebuah kata yang tidak dapat dimengerti oleh Kurumi dan Naga Kecil terdengar. Naga Kecil yang telah lama berada di manapun dengan Ling Chen menyadari Tuannya tersebut sedang melakukan Mantra pemanggilan khas seseorang dengan Kelas Necromancer.
ㅤ
Sesaat setelah Ling Chen mengatakan hal tersebut, lantai batu yang berada di lorong retak dan lama-kelamaan hancur. Tidak lama ratusan Skeleton muncul, lalu menjadi ribuan hingga menjadi Belasan Ribu. Di saat yang sama Ling Chen sedikit terjatuh, membuat salah satu lututnya menopang berat tubuhnya.
ㅤ
“Aku masih sanggup, sampai mana ku habis aku akan melakukan Summon sebanyak mungkin!” Ling Chen berteriak tegas, menyemangati dirinya sendiri.
ㅤ
Ketika Kurumi berniat untuk segera membantu, dirinya tertegun karena teriakan tegas Tuannya yang seolah memberitahu dirinya masih kuat, ‘Uhk sebaiknya aku tidak mengganggu Tuan. Di saat-saat seperti ini dia mungkin akan merasa kesal.’ Kurumi memutuskan untuk melihat dari kejauhan, tidak berani mengganggu Tuannya.
**
Setelah Mensummon sebelas ribu pasukan yang terdiri dari Orc, Goblin dan Troll. Ling Chen terjatuh pingsan akibat kehabisan mana. Kurumi segera menangkap tubuh Tuannya ketika hampir saja menyentuh tanah.
ㅤ
ㅤ
“SEMUANYA! KARENA TUAN TIDAK SADARKAN DIRI! AKU YANG AKAN MENGAMBIL KEPUTUSAN!” Sambil berkata demikian, Kurumi membocorkan aura tingkatannya. Membuat 22.000 ribu pasukan monster tertegun sambil melangkah mundur memberi ruang.
ㅤ
“KALIAN AKAN TETAP DI SINI SAMPAI TUAN KEMBALI. KALIAN MENGERTI?!!” Kurumi meninggikan suaranya agar seluruh pasukan monster mendengar.
ㅤ
Seluruh Prajurit Monster yang terdiri dari skeleton dan lainnya, segera menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sebelum bersorak kecil lalu memberikan hormat.
ㅤ
Di sisi lain Naga Kecil yang menyadari tubuhnya lah yang paling besar segera kembali ke bentuk awalnya. Dia melompat lalu terbang dan mendarat di kepala Kurumi, mengetahui sebentar lagi mereka akan segera pergi.
ㅤ
Selepas melihat semua Prajurit Monster mengangguk paham, Kurumi segera berjalan menuju Gerbang Dimensi.
**
(Area Belakang Tanah Tinggi Setelah Dua Jam berlalu )
__ADS_1
ㅤ
Dua jam telah berlalu semenjak Kurumi membantu Tuannya untuk menstabilkan mana di dalam tubuhnya. Proses berlangsung sekitar dua jam dan saat ini hari masihlah pagi.
ㅤ
“Mana ku sudah hampir habis, sebaiknya aku juga segera memulihkan manaku.” Kurumi beranjak dari tanah yang di duduki olehnya. Lalu mengambil tempat untuk mengisi kembali persediaan mananya.
ㅤ
Ketika lima menit baru saja berlalu Kurumi membuka matanya kembali karena merasakan aura Master Petir, “Master Petir?!”
ㅤ
Di saat yang sama, sebuah kepulan awan berwarna gelap tiba-tiba muncul dan mendekati Kurumi. Kurumi yang tidak mengenali awan tersebut segera mundur beberapa langkah.
ㅤ
“Jangan takut, ini adalah teknologi yang telah tersebar luas di dunia Dewa. Awan Hitam ini dapat menghubungkan ku dengan orang yang ku inginkan. Setelah aku memasukan sedikit aura ke dalamnya.”
ㅤ
“Juga sepertinya kalian berhasil masuk ke dalam Kerajaan Para Monster Besar itu yah. Tetapi melihat Murid Chen” Mengalihkan pandangannya pada Ling Chen, lalu kembali menatap Kurumi, “Kalian pasti mengalami sesuatu yang tidak terduga. Yah bagaimanapun juga kehadiran ku di sini untuk membantu kalian.”
ㅤ
“Kalau begitu...” Master Petir mengakhiri pembicaraannya dengan bertindak terbang ke arah Ling Chen. Awan Gelap yang menjadi teknologi itu terbang dan berhenti di atas tubuh Murid Chen.
ㅤ
Kurumi juga segera mengikuti Awan Hitam yang tengah berada di atas tubuh tuannya itu. Ketika sedang mengamati baik-baik Awan Hitam, Kurumi membelalakkan matanya karena sebuah listrik kecil berwarna biru seperti menusuk tubuh Tuannya.
ㅤ
“Apa yang kau lakukan?!” Kurumi ingin segera bertindak menghentikan Awan Hitam yang dikendalikan Master Petir tersebut.
ㅤ
Namun, di sekitar tubuh Ling Chen tiba-tiba saja muncul sebuah Pedang yang terbuat dari petir, melingkarinya. Pedang-pedang Petir yang melingkari tubuh Ling Chen berhasil membuat Kurumi terdiam tidak dapat menembusnya.
ㅤ
“Maaf-maaf saja, aku sudah mengetahui kau tidak akan dengan mudah membiarkan aku menggunakan metode ini. Dengan terpaksa aku telah selesai memindai sekitar tanah untuk memasang Formasi Sihir dalam waktu singkat. Tetapi kau tidak perlu khawatir, ini hanya akan membuatnya kesakitan...”
ㅤ
“Yah mungkin akan ada beberapa efek samping...” Master Petir terkekeh kecil, suaranya terasa aneh dan membuat suatu firasat buruk bagi Kurumi.
ㅤ
Kurumi hanya dapat menelan ludahnya ketika mendengar rintihan suara Tuannya yang kesakitan, ‘Psikopat...’
__ADS_1