Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 143 - Perubahan yang dipengaruhi


__ADS_3

“Mari, kita bertiga kalahkan raksasa jelek ini. Dengan cepat!”


Kaito tersenyum melihat Shukaku, dia tiba-tiba maju hingga bersampingan dengan Shukaku. Jarak mereka tidak terlalu jauh, sekitar tiga langkah.


Kaito menutup matanya, dan tangannya bergerak layaknya air, tenang. Namun dalam beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba gerakan tangannya berubah menjadi kasar.


Tangan Kaito, perlahan-lahan terlihat berganti kulit menjadi sisik naga berwarna orange, sisik-sisik itu sungguh kontras dengan api yang melapisi tangan Kaito. Bukan hanya tangannya yang berubah menjadi sisik naga. Akan tetapi, kaki maupun badan, berubah menjadi sisik naga. Terkecuali kepala.


Dari ujung tangan Kaito hingga siku tangannya, api membara terlihat berkobar. Kaito membuka matanya dan tersenyum lebar.


“Kemampuan Class : Dragon Lava's.”


Dragon Lava's adalah kemampuan khusus milik Class Dragon. Sungguh orang yang memiliki bakat saja yang dapat menggunakan kemampuan ini. Berbeda dengan lainnya, kemampuan Dragon Lava's tidak dipengaruhi oleh rank. Akan tetapi, semangat dan kekuatan lah yang dapat mempengaruhi mereka.


Shukaku yang berada di sampingnya, tidak dapat menutup mulutnya. Dia sungguh kagum dengan perubahan milik Kaito.


Tidak jauh berbeda dari Shukaku, Ling juga sama terkejutnya, hanya saja dia tidak membuka mulutnya. Akan tetapi, memperlihatkan ekspresi terkejut.


Kaito tersenyum, dia kemudian mengayunkan tangannya, dalam sekejap. Sebuah pedang yang lebar, namun tipis, muncul di tangan Kaito.


“Ling, kau diam di sini saja. Ini adalah panggung milikku dan Shukaku.”


“Iyah kau benar!”


Sringgg...


Shukaku, membuat tubuhnya mengeluarkan sengatan listrik di sekitarnya, alhasil Kaito yang berada di sampingnya sedikit terkena sengatan tersebut. Akan tetapi, sengatan listrik milik Shukaku, hanya menimbulkan luka gesekan di sisik Kaito, itupun hanya luka kecil.

__ADS_1


Kaito memasang wajah kesal, Shukaku yang berada di samping Kaito memasang wajah terkekeh, dia kemudian langsung melompat ke arah raksasa berzirah itu. Meninggalkan Kaito di belakangnya.


“Ini adalah panggung ku, jangan menghalangi naga kecil.” Ucap Shukaku di udara.


“Apa?! Dasar kau Lizard mini!”


Sedangkan itu, Giant yang melihat Shukaku terbang ke arahnya, langsung mengayunkan senjatanya ke arah Shukaku.


Shukaku yang melihat serangan itu, langsung menghilang ke arah berlawanan. Yah, arah berlawanan yaitu adalah Shukaku langsung berada di belakang Giant tersebut.


Kemampuan yang digunakan Shukaku, bernama Storm Lizardman. Sihir yang sudah diwariskan turun-temurun dari kakeknya, sihir ini bukan hanya membuat penggunanya memiliki pertahanan yang hebat. Kecepatan yang tinggi juga menjadi salah satu kemampuan sihir ini.


Namun yang lebih di takuti dari sihir ini adalah, saat seseorang menyerang mereka dari belakang. Sebuah buntut yang panjang akan keluar dari bokong pengguna sihir tersebut. Dan akan langsung menyerang orang yang akan menyerang dari belakang.


Shukaku, langsung mencakar dan mencakar leher dari Giant itu. Giant yang merasa kesakitan langsung memegang lehernya dengan tangannya. Hal itu membuat Shukaku harus mundur kebelakang.


Kaito langsung mengarahkan pedangnya ke arah jantung dari Giant itu. Namun, sebelum Kaito berhasil sampai, sebuah senjata mengenai dirinya dari samping dan membuat dirinya terpental.


Yang melakukan itu bukan lain adalah Giant berzirah itu, dia menebas Kaito dengan pedangnya. Membuat Kaito terpental, hanya saja dia merasa bingung. Kenapa tubuh manusia itu tidak mengeluarkan darah? Seharusnya tenaga yang digunakannya besar, terlebih tubuhnya besar dan bertenaga.


Boom...


Kaito baru saja terjatuh di tanah, dan membuat sekitarnya berasap. Akibat tubuhnya, sekitarnya saat ini dipenuhi oleh kepulan asap tanah.


Ling yang melihatnya dari jauh, langsung mengeluarkan sebuah senjata berwarna biru muda.


‘Aku memang tidak memiliki senjata penguasa api. Itu karena Ling asli yang menggunakannya, namun aku masih memiliki pedang diamond ini.’

__ADS_1


Dari mulut yang berada di tangan Ling, sebuah pedang muncul. Ling langsung memasang kuda-kuda. Lalu, mulai mengaktifkan mode Ghost dan membuat sekitarnya berasap dengan aura kegelapan miliknya.


1,2,3


Wushhhh...


Bayangan berwarna biru muda terlihat di mana-mana, Giant yang tidak dapat melihat apapun, terpaksa mengibaskan pedangnya ke arah manapun.


Shukaku yang berniat untuk menghabisi Giant itu, langsung mundur karena memikirkan konsekuensinya.


Untuk Ling, dengan segala kemampuan yang ada, dia membuat serangan yang cepat dan kuat. Gear besi berwarna abu-abu gelap itu, perlahan mulai penuh dengan goresan pedang.


Ling bukan hanya menyerang biasa, dia juga menggunakan efek pedang diamond miliknya. Pedang yang digunakan oleh Ling saat ini, memiliki kemampuan mendinginkan yang sangat cepat.


Zirah besi itu, sudah dapat dipastikan mulai retak akibat dinginnya pedang Ling.


Giant yang merasa terpojok, mulai berputar-putar dengan pedangnya. Membuat sebuah badai angin. Ling merasa ini cukup berbahaya bagi teman-temannya, langsung pergi mundur untuk membantu teman-temannya keluar dari situasi ini. Angin yang kencang itu, pasti akan membuat teman-teman Ling cukup terluka.


Ling dengan cepat, mundur sambil mengeluarkan asap hitam (aura) dan menambahkan beberapa ilusi untuk mengalihkan perhatian Giant itu.


Namun, baru saja Ling ingin mundur, sebuah gelombang yang besar membuat Ling terpental ke samping. Asap maupun ilusi yang digunakan Ling, langsung hilang berkat gelombang tersebut.


Perlahan, Ling membuka matanya, dia dapat melihat sosok naga berukuran 3m. Naga itu berwarna hitam dengan mata berwarna ungu. Dia juga memiliki tanduk yang terbakar oleh api ungu di atas kepalanya. Naga itulah yang berada di pusat keluarnya gelombang.


“Siapa dia? T-tunggu, aura ini...”


Ling mengenali aura ini, aura yang terasa familiar, hanya saja aura yang saat ini dirasakan oleh Ling. Jauh lebih besar daripada orang yang dikenalinya.

__ADS_1


“J-jangan bilang, ini... Perubahan milik Class Dragon yang di pengaruhi oleh api Dewa ku!”


__ADS_2