
Sekitar seribu km dari keberadaan restoran yang kini sedang mengadakan pesta. Terlihat banyak orang yang panik akan suara bel yang dibunyikan.
Beberapa saat sebelum kejadian, seorang prajurit berzirah melihat segerombolan sosok dari atas tembok yang menjadi barier pelindung.
"Hey hey, apa itu?" Prajurit berzirah itu mencolek temannya yang sedang bermain catur disebelahnya.
"Ada apa, coba kemarikan teleskop mu."
Prajurit A menyerahkan teleskop tersebut kepada kawannya si prajurit B.
Prajurit B terkejut saat melihat banyaknya sosok yang kini sedang berlari ke arah kerajaan mereka. Akan tetapi sebenarnya dia tidak bisa melihat dengan jelas sosok gerombolan tersebut, itu dikarenakan terdapat banyak asap debu yang menutupi seluruh wujud mereka.
Prajurit B berpaling dan meminta rekan yang tadi bermain catur dengannya segera membunyikan bel. Dia sendiri lalu menyuruh prajurit A untuk mengabarkan berita ini kepada kepala keluarga Kavila dan berbagai bangsawan lainnya.
Dengan cepat, berita mengenai kedatangan sosok gerombolan tersebar kemana-mana akibat bunyi lonceng yang bunyinya adalah pertanda buruk, atau pertanda serangan.
Para pasukan penerjang yang berada cukup dekat segera berkumpul di atas tembok sambil melepaskan pedang mereka dari sarungnya.
Sedangkan itu, berita kini telah terdengar hingga ditempat keberadaan Kurumi. Lebih dari lima ratus orang pasukan penerjang segera pergi ke tembok wilayah tiga untuk menahan pergerakan dari sosok yang datang. Mereka mendapatkan perintah dari atasan mereka, karena itu mereka tidak bisa melawannya.
'Hhm, sepertinya rencanaku gagal, yah sudahlah.'
Kurumi sendiri tidak bisa berbuat banyak karena dia disini bukanlah penguasanya. Akan tetapi jika dia disuruh untuk membunuh mereka semua, Kurumi yakin 100% dirinya dapat melakukannya.
Sedangkan itu, Vamas menjadi ngeri saat mendengar berita tentang kedatangan sosok gerombolan itu, dia menduga pastinya itu adalah para Goblin dan Orc.
Melihat kengerian dari sikap Vamas, Kurumi menjadi berdecak kesal. Kekasihnya sama sekali bukan orang yang penakut seperti Vamas saat ini.
__ADS_1
"Vamas, apakah kau tidak mempunyai Class? Kenapa kau takut? Bukankah dengan Class mu kau bisa melawan mereka?" Kurumi mencoba untuk bertanya terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kekesalannya.
"Ah, sebenarnya nona Kurumi, aku mempunyai Class yang aneh. Menurut hasil tes dari Menara Zlark, aku tidak akan bisa menggunakan Class ku karena Class ku bisa dibilang aneh dan unik..."
Vamas juga bercerita, bahwa mungkin Class yang dimilikinya sama sekali tidak berguna karena Class tersebut tidak bisa digunakannya.
Kurumi menjadi lebih paham alasan Vamas tidak melawan saat bertemu dengan Rian, namun dia merasa bahwa Vamas tidak berusaha untuk menjadi lebih kuat, mungkin faktor tersebut lah yang membuat dirinya sampai sekarang masih menjadi pecundang.
"Tapi apa kau berusaha untuk menggunakan Class mu?"
"Aku sudah berusaha, tapi hasilnya sia-sia, aku hanya dapat mengeluarkan sebuah bola hitam yang mengeluarkan warna ungu di luarnya, tapi itu sama sekali tidak berguna saat ku gunakan untuk menyerang."
Vamas juga menambahkan bahwa dirinya pernah sekali mencoba untuk menyerang batu dengan bola hitam tersebut. Akan tetapi bukannya hancur, batu tersebut hanya tertelan kedalam bola hitam ungu miliknya.
Kurumi yang mendengar hal tersebut tentu saja menjadi semakin tertarik untuk mengetahui Class yang dimiliki oleh Vamas, akan tetapi situasi sekarang tidak memungkinkan untuknya meriset Class Vamas. Pada akhirnya Kurumi kemudian pergi ke anggota Undead lainnya.
* * *
Ling yang mendengar berita tersebut langsung mengajak seluruh pelayannya untuk pergi secara diam-diam dari pesta tersebut. Saat semua fokus tertuju kepada prajurit yang kini sedang bersujud. Ling memanfaatkannya untuk dapat pergi secara diam-diam dari sana.
* *
Sesampainya di luar, Ling langsung berlari ke arah pelayannya yang menjaga kereta kuda miliknya. Diikuti dengan ketujuh pelayannya. Untuk pelayan Undead nya sendiri Ling setuju untuk membiarkan mereka berada di luar ruangan pesta.
Tidak butuh banyak waktu bagi Ling untuk sampai di kereta kuda miliknya, dia langsung berkata untuk ketiga pelayannya yang menjaga kereta kuda miliknya bersiap-siap untuk menuju markas besarnya.
Sedangkan itu, dikarenakan Ling adalah sosok bangsawan dari keluarga Gronth, maka garasinya sudah dikhususkan. Terlebih, karena dia adalah seorang anak dari kepala keluarga keluarga bangsawan. Karena hal itu pula, kereta kuda milik orang tuanya dan saudaranya berada di dekatnya.
__ADS_1
"Tuan muda, anda ingin kemana?" Tanya seorang pria yang bertugas menjaga kereta kuda milik orang tua Ling.
"Ini bukan urusanmu." Ling langsung masuk kedalam kereta kudanya setelah berkata seperti itu. Diikut dengan ketiga pelayan lainnya.
Setelah ketiga bawahan ketua kelompok siap, mereka segera menjalankan kudanya. Ling juga langsung memberitahu tujuannya, tujuan Ling adalah puncak dari tebing tinggi yang dimana disana terdapat kastil tua.
"T-tuan Ling, apa kau yakin? Disana dikatakan terdapat mahluk aneh yang disebut Ghoul, sampai sekarang misteri mengenai adanya Ghoul belum terungkap. Akan tetapi, sebenarnya belum ada kepastian juga dari kerajaan tentang mahluk ini, tapi apa tuan yakin?"
Bukan maksud Johan meremehkan kekuatan Ling, akan tetapi dia khawatir tuannya akan kenapa-napa saat mungkin bertemu dengan mereka.
Sedangkan itu, Ling tertawa mendengar hal tersebut, "Hahaha, sudah-sudah jalan cepat, aku akan menceritakan sesuatu kepadamu." Ling berhenti tertawa lalu tersenyum seringai.
Kereta kuda dipercepat dan pada akhirnya keluar dari gerbang restoran itu. Johan kini menantikan cerita Ling sambil menyetir kereta kuda yang sedang dikendalikannya.
Bukan hanya Johan, bahkan seluruh pelayan manusia Ling penasaran. Yuki, Eric, Estes, Amedia, dan juga Areka. Saking penasarannya, Areka dan Amedia mendekatkan kudanya kepada kereta kuda milik Ling.
Ling tersenyum lalu mulai menceritakannya.
"Ghoul memang ada, aku sudah pernah bertemu dengannya. Mereka memiliki tampilan hitam, dan hanya mata dan mulut saja yang dari dalamnya mengeluarkan cahaya merah. Akan tetapi, mereka sama sekali bukan tandingan ku, huh, jika dibandingkan kalian, mereka jauh lebih lemah..."
Tidak sampai disana, Ling juga menceritakan bahwa pelayannya saat itu masihlah lemah, akan tetapi mereka bisa melawan Ghoul bahkan hanya mendapatkan luka kecil. Karena itu Ling berkesimpulan bahwa Ghoul adalah mahluk yang lemah.
Tidak terasa, kereta kuda milik Ling kini telah sampai di tengah-tengah tujuannya, Ling kemudian membuka jendela kereta kudanya lalu mengeluarkan sebuah kembang api dari tangannya.
"Dengan begini, apapun alasannya seharusnya mereka semua akan berkumpul." Gumam Ling sambil tersenyum melihat kembang api yang menyinari gelapnya malam.
Meskipun malam, akan tetapi Ling yakin seluruh pelayannya akan berkumpul di satu titik. Sebenarnya. Ling telah memberitahukan kepada mereka tentang kembang api khusus yang dibelinya dari sistem waktu perpisahan mereka. Kembang api itu sendiri memiliki arti darurat.
__ADS_1
_ _ _
Kuota tadi malam sempat abis, padahal ini episode tinggal klik publikasi doank, maaf" hahahaha