Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 151 - Sayang kamu memang pintar


__ADS_3

Ling terdiam setelah mendengar laporan dari Ghoul hijau tua tersebut, sambil terdiam. Ling juga terus menerus membuat suara ketukan dari kursinya.


‘Jika perkataan dan intuisi Ghoul ini tidak salah, Yuki dan yang lainnya seharusnya baik-baik saja. Dan menurut laporan darinya, ada ledakan besar yang baru saja terjadi. Kemungkinan besar, ledakan itu diakibatkan oleh cloning ku. Jadi, sepertinya Yuki dan lainnya baik-baik saja, kalau begini aku tidak perlu khawatir.’ Batin Ling memikirkan kemungkinan besar.


‘Lebih dari itu,’ Ling berdiri kembali lalu melirik satu persatu pelayannya,.


‘Sepertinya aku harus memikirkan tentang mereka. Aku tidak boleh membiarkan mereka mati, dan juga. Seharusnya sekarang aku dan lainnya mulai mencari keluar wilayah. Kemungkinan Giant yang dapat mengalahkan Miru ada di luar. Dan menurut ingatanku, Miru seharusnya tadi berjaga di urata, jadi kemungkinan besar di sanalah Miru tewas dan Giant yang mengalahkan nya kemungkinan besarnya juga ada di sana. Kalau begitu lebih baik aku dan lainnya segera ke sana.’


Segera, Ling memerintahkan kepada seluruh pelayan Undead nya, ke tujuh Ghoul nya, dan pasukan monster yang masih menyerang manusia dan Giant. Untuk berkumpul di wilayahnya saat ini.


Dalam hitungan menit, seluruh kubu Ling telah berkumpul di satu titik, untuk yang tidak tau kemana Keluarga Gronth pergi. Mereka saat ini berlindung di bawah tanah, atau bisa saja mereka kabur lewat jalur bawah tanah bersama dengan orang-orang dari kerajaan Bhaki.


Hampir seluruh atasan keluarga Gronth sudah mengetahui hal ini akan terjadi, karena itu tidak terlalu sulit untuk memberikan arahan kepada pengikut Keluarga Gronth untuk pergi. Meskipun sebenarnya mereka tidak mau. Akan tetapi, setelah mendengar penjelasan dari orang-orang kerajaan Bhaki, seluruh keluarga Gronth mengambil mengikuti kemauan mereka.


Namun, secara tidak sadar, mereka telah berada di masa depan yang Ling buat. Karena manusia tidak mengetahui masa depan, kenapa tidak kalian buat saja sendiri masa depan itu. Begitulah kata-kata Ling yang membekas di ingatan para orang-orang kerajaan Bhaki.


Lalu, setelah berhasil mengumpulkan seluruh pengikut Ling, Ling pun memerintahkan untuk membagi dua tim. Tim pertama, berjumlah 5 sosok, 5 sosok itu adalah...


Kurumi, Levi, Xan Zhang, Arthur, Zabuza. Mereka adalah 5 terkuat.


“Tugas kalian adalah, mengancam dan memaksa Raja untuk menjadi kubu kita, kita akan mengambil keuntungan dari sini.” Ling melemparkan sebuah bola berwarna emas gelap, ukuran bola tersebut seperti bola kasti, hanya saja lebih besar sedikit.


“Ketua kelompok yang memimpin akan bertanggung jawab jika kalian tidak bisa melakukannya. Ketua kelompok pertama, ku serahkan padamu Kurumi.” Ling sangat-sangat mempercayai kemampuan Kurumi, tidak ada yang lebih kuat selain dia di sini. Kecuali Ling.

__ADS_1


“Yes, my lord.” Ucap seluruh kelompok pertama sambil membungkukkan tubuhnya.


Setelah diperbolehkan berdiri, Kurumi dan yang lainnya segera menghilang bagaikan tidak pernah ada.


“Kelompok kedua...”


Xiao Li, Xiao Zhang, Hyugo, Leonard, Ghoul 7 warna, dan seluruh monster Undead berbentuk kadal.


“Kalian akan ku tugaskan untuk membasmi Giant yang tersisa di luar. Untuk berjaga-jaga akan ku pinjamkan Orb inti monster ini.” Ling melemparkan Orb inti yang di dapatkan nya tadi.


Leonard, dengan tubuh mungilnya itu, melompat dan mengambil Orb inti monster tersebut. Ukuran Orb inti monster seperti bola kasti, hanya saja Orb inti monster ini memiliki ukuran yang sedikit lebih besar.


Segera setelah mendapatkan perintah, kelompok kedua bergegas menuju ke luar kerajaan. Dan Ling sebagai pemimpin organisasi Cold Blood Trops, sepertinya harus memantau Kurumi dan lainnya yang bertugas menjadikan Raja berpihak kepada mereka.


“Raja sudah turun tangan langsung, sepertinya ini masalah yang besar, banyak kota dan desa yang sudah hancur lebur. Masalah ini sepertinya lebih besar dari dugaan kita... Sumireko.” Seorang anak muda yang terlihat tidak jauh berbeda tampangnya dengan Ling, mengintip dari kejauhan.


Anak atau lebih tepatnya pemuda tersebut, memiliki rambut berwarna coklat, dengan poni yang terbelah, matanya berwarna hijau tua, dan pakaian yang dikenakannya terlihat seperti baju besi untuk tentara kerajaan.


Di belakangnya, terlihat seorang gadis berambut hitam yang rambutnya di kuncir dua. Matanya berwarna emas sedikit gelap, lalu dia memakai rok mini dan pakaian atasannya adalah baju kemeja, namun terdapat beberapa kancing yang tidak di tutup. Alhasil membuat sebuah penampakan yang menyegarkan mata para pria.


“Itu tidak masalah, selama kita masih terus bersama, aku tidak mempermasalahkannya.” Ucapnya dengan nada menggoda.


Pria yang di depannya tidak membalikan badannya dan melihat wanita yang berada dibelakangnya, namun nampak terlihat jelas wajahnya sedikit memerah.

__ADS_1


“Hey kenapa kamu tidak melihatku? Ouh apa kamu malu? Hihihi lucu sekali.” Wanita itu tersenyum tipis sambil menutup bibir nya.


“Sumireko, berhentilah bercanda. Kita ada di situasi dimana ini mengancam keselamatan seluruh orang di kerajaan ini. Kau lihat sendiri tadi kan? Mahluk raksasa itu, memakan manusia dengan lahapnya.”


“Hmm, yah itu benar, tapi memangnya kenapa? Kita hanya seorang budak. Meskipun di kerajaan ini sudah di larang, namun nyatanya masih banyak penjual budak, para bangsawan sebenarnya sudah mengetahuinya. Namun mereka menutup rapat mulut mereka. Dan sekarang kita akan membantunya? Jangan harap!” Tanpa di sadari, Sumireko terbawa suasana dan meluapkan emosi kekesalannya.


Hal itu membuat mereka diketahui oleh orang-orang dari kerajaan.


“Siapa di sana?! Keluar! Kalau kalian rakyat kerajaan sebaiknya kalian pergi ke wilayah Keluarga inti. Di sana cukup aman karena banyak prajurit yang berjaga.” Ucap seorang prajurit bersenjata lengkap.


Lalu, prajurit itu kemudian kembali ke barisannya dan mengikuti yang lainnya. Pada akhirnya, ternyata kedua orang tadi tidak di anggap ancaman sama sekali.


Sumireko mengambil nafas lega, menyesali perbuatannya tadi, dia kemudian melirik pemuda di depannya, “Kaizen, aku minta maaf tadi aku terbawa emosi.”


“Tidak apa-apa, kita memang hanya seorang budak, namun kita menjadi budak karena alasan berbuat crimenal. Jadi jelas para bangsawan tidak akan melaporkan ini, namun ada juga yang mengira kita menjadi budak karena miskin, namun 1 hal yang ingin ku katakan...”


“Manusia mempunyai dua sisi, sisi baik dan sisi buruk, semua orang memiliki kedua sisi ini. Jadi, semua tidaklah sempurna, dan bisa jadi, apa yang terlihat salah, tidaklah salah, dan terbalik, yang terlihat tidak salah justru dialah yang salah. Jadi apa yang kau pelajari kali ini?”


“Um, manusia selalu memiliki hal buruk dan hal baik. Terus... Yang terlihat salah belum tentu salah, dan yang terlihat benar, mereka belum tentu benar. Kita tidak tau apa-apa tentang mereka, jadi yang kamu maksud adalah...”


“Iyah, itu yang ku maksud, kita tidak boleh berburuk sangka hanya karena dia terlihat salah...”


“Iya iya, sayang, kamu memang pintar. Aku mengaku kalah kalau begini. Hehe.”

__ADS_1


__ADS_2