
Dengan hanya menggunakan 2000 skeleton, seluruh prajurit dari kedua kubu tersebut sama sekali tidak dapat melawan balik. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh pihak Teluk Octopus maupun Bukit Penyihir, sama sekali tidak membuat skeleton Ling mati.
Ling masih menyisakan dua orang, meskipun sebenarnya dia berkata akan membiarkan satu orang saja yang hidup.
Orang itu adalah pemimpin dari kedua kubu, Lise dan juga Julius.
Julius terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya, dia bertarung menggunakan segenap kekuatannya akan tetapi serangannya sama sekali tidak berefek kepada Skeleton. Andai dia memiliki esensi light, dia pasti tidak akan seperti ini.
Lise yang berada tidak jauh dari Julius, telah bersiap-siap memegang pedangnya untuk membunuh Julius. Dia tidak ingin mati terlebih lagi, saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengakhiri nyawa musuhnya. Skeleton Ling membuat sebuah ruang untuk mereka berdua.
Julius mengalihkan pandangannya ke belakang, dia dapat melihat Lise mendekat ke arahnya dengan menggenggam pedang. Julius masih mengingat apa yang dikatakan Ling pertama kali. "Bersiaplah karena aku hanya akan membiarkan satu dari kalian yang hidup"
Dengan segera, Julius membuat sebuah pelindung sihir dari esensi nya. Suara besi yang bergesekan terdengar, pedang dari Lise hampir membuat Julius kehilangan nyawanya.
"Sialan, kau masih memiliki energi yang tersisa rupanya. Baiklah, aku akan menunggu sampai energimu habis."
Lise terus menyerang pertahanan Julius secara beruntun, dia juga mengalirkan mana ke pedangnya untuk membuat pedang tersebut lebih keras dan memiliki daya kerusakan yang tinggi.
Ling dari atas bangunan kediamannya, hanya tersenyum santai melihat pertarungan didepannya. Siapapun yang akan menang, itu akan tetap menguntungkan dirinya.
"Ku pikir Lise akan menang tuan." Dari belakang, muncul Arthur dan Levi.
Ling hanya tersenyum, pandangannya tetap tertuju kepada Lise dan Julius. Pertarungan ini sudah jelas akan dimenangkan oleh Lise, namun Ling tau kepribadian Julius tidak akan dengan cepat menyerah. Kalaupun dirinya tidak dapat menang, kemungkinan dia akan meledakan tubuhnya sendiri.
Waktu berlalu dan Lise tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah. Sudah dari tadi dirinya menyerang pertahanan Julius, akan tetapi pertahan tersebut tetap tidak juga menghilang.
"Sialan kau pria tua! Kau hanya Anji*g kapar*t yang bersembunyi di balik pertahanan!" Lise terbawa api amarah.
Julius terus berkonsentrasi untuk menyembuhkan luka tusukan di perutnya. Untuk mempertahankan pelindung air dan menyembuhkan lukanya, Julius membutuhkan konsentrasi tinggi. Kalau tidak pengontrolan mana yang digunakannya akan menjadi pedang bermata dua.
__ADS_1
Untungnya, Lise bukanlah pemuda yang bijaksana, dibandingkan memikirkan cara mengatasi pelindungnya. Lise sedari tadi hanya sibuk menyerang menggunakan pedangnya.
"Yah awalnya ku pikir Lise akan menang, tetapi setelah menyadari Julius membawa Stone Art. Ku pikir dia masih memiliki kesempatan, terlebih..."
TL/N : Stone Art versi kecil spirit stone yang berguna menyimpan 'mana'
Ling pada awalnya juga tidak menyadari karena Julius memakai banyak sekali fragmen yang berguna bagi tubuhnya. Seperti pakaian kulitnya, pakaian tersebut adalah Fragmen rank B yang berguna menetralisir serangan sihir dan dapat menahan setidaknya 20 tinju seberat 75kg tanpa luka sama sekali.
Sarung tangan yang dilengkapi Anti Magic juga membuatnya dapat menahan sihir dengan tangannya. Kalung Jade Marcela membuat semua auranya tertutup, namun kalung tersebut juga membuat efek khusus agar Ling tidak dapat melihat statistik miliknya.
Tetapi pada akhirnya Ling menfokuskan kembali penglihatannya dan dalam beberapa menit statistik nya terlihat.
...**...
Julius melepaskan pukulan beruntun yang membombardir tubuh Lise hingga terdengar bunyi tulang yang patah. Julius terus menerus meninju tubuh Lise, hingga Lise tidak lagi bernafas.
Julius terjatuh lemas, setelah lama bertahan akhirnya dia dapat membalas serangan Lise. Tubuh Julius sangat lelah, rasanya Julius ingin tertidur meskipun hanya sebentar. Tetapi, dia masih waspada dengan apa yang akan Ling lakukan.
"Seperti yang anda inginkan."
...* *...
"Arthur, bagaimana perkembangannya?"
"Tuan, semua potion yang dibuat oleh tuan, pagi tadi telah saya luncurkan. Hasilnya dalam satu hari seluruh barang yang tuan buat telah habis terjual." Arthur memberitahu laporan tersebut.
Ling hanya tersenyum, Potion yang dibuatnya adalah kualitas terbaik. Jelas itu akan dapat terjual cepat meskipun dengan harga yang mahal. Untuk mendapatkan uang sebenarnya bukan hal sulit bagi Ling, menggunakan sistem, akan sangat mudah bagi Ling menghasilkan uang. Namun setelah dipikir-pikir ulang, hal ini menjadi pemborosan.
Dengan begitu, Ling mengeluarkan produk-produk yang dibuatnya untuk di jual. Produk-produk tersebut adalah potion-potion dengan kualitas terbaik milik Ling. Terlebih dibantu ingatan dari dunia lamanya, membuat Potion bagaikan membalik telapak tangan.
__ADS_1
Selain itu, Green maks Potion dapat juga menyembuhkan luka tusukan. Namun tidak seperti Potion Phoneix, mereka membutuhkan tambahan 3 hari istirahat.
Ditengah pertempuran dan peperangan, sering kali seseorang kehabisan mana. Maka dari itu, Mana Adder Blue adalah Potion yang sangat berguna disaat pertempuran. Terlebih kaca yang dipakai untuk menyimpannya kecil dan praktis di bawa meskipun tidak memiliki tas.
Mencuri resep obat yang dibuat keluarga Phoenix, Ling membuat obat yang dihasilkan dari satu tetes darahnya. Darah yang biasa digunakan untuk Potion Phoneix adalah darah Phoneix, namun Ling menggantinya dengan darahnya sendiri. Meskipun begitu efeknya tidak terlalu jauh dari kemampuan regenerasi Phoneix. 11 12.
Jangan lupakan, Necromancer memiliki regenerasi yang sangat cepat. Berkat hal tersebut, Potion ini berfungsi.
Di keesokan paginya, Ling membiarkan Julius pergi. Tentunya, Ling telah memasukan fragmen Far Version Eye di bola mata Julius saat mengobatinya tadi malam.
...* *...
Julius masih tidak dapat percaya, mengapa Ling membiarkannya pergi begitu saja? Apa dia sangat takut dengan Teluk Octopus?
"Seharusnya tidak, dengan pasukan sebanyak itu Teluk Octopus akan kesulitan melawannya. Terlebih dirinya dibantu Menara Jianhou, aku tidak tau harus berbicara apa kepada ketua. Sial! Menara Jianhou memiliki pengamatan yang bagus, andai kami yang lebih dulu bertemu dengannya..."
Julius merasa kesal karena telah didahului oleh Menara Jianhou, namun dia terpikirkan sesuatu seperti menawarkan uang yang banyak kepada Ling. Tetapi... Jika Julius pikir-pikir, yang dilakukan Ling saat membeli di lelang kemarin...
"Ah dia kaya! Bagaimana caraku mengambilnya dari Menara Jianhou lac*r!"
"Tunggu, mungkin ketua Elisa bisa!"
Julius mengingat julukan serta kemampuan Elisa, dia di juluki sebagai Ratu penggoda. Parasnya sangat-sangat cantik serta tubuhnya sangat indah di pandang, membuat para laki-laki meneteskan air liurnya. Sejauh ini baru beberapa orang yang pernah di dengar mampu menahan godaan dari pemimpin Elisa.
__ADS_1
"Dia masih bocah bau kencur, ketika dia melihat ketua Elisa, aku yakin dia akan menjadi budak yang melakukan apapun demi dirinya..."