
Sebagai Grand Elder yang berasal dari ras raksasa air, Yulita tentunya memiliki reputasi dan kemampuan yang hebat. Dalam sejarah Grand Elder raksasa air, Yulita memiliki soul elemen tipe air dan angin.
ㅤ
Baginya yang memiliki kedua elemen tersebut, seharusnya api tidak akan mampu melukai kulitnya. Tetapi pemikirannya itu kemudian dipatahkan oleh Xan Zhang yang hanya merupakan bawahan seorang manusia!
ㅤ
Yulita mundur cukup jauh kebelakang, mencoba bertarung sambil menjaga jaraknya dengan Xan Zhang. Dirinya menyadari jika pertarungan jarak dekat terus berlanjut, maka dirinyalah yang akan dirugikan.
ㅤ
Xan Zhang bergerak cepat berjalan menuju kebelakang Yulita, dia menyadari kegelisahan yang ada di pikiran wanita raksasa itu. Xan Zhang kemudian bergerak menusuk leher belakang Yulita.
ㅤ
Wanita raksasa itu tidak dapat menyamai kecepatannya, alhasil dirinya tidak dapat menghindari luka yang diberikan dan menghembuskan nafas terakhirnya.
ㅤ
Xan Zhang merasa bersalah, dia tidak mengetahui dengan menusuk leher menggunakan ibu jari tangannya, dapat membuat lubang besar di leher wanita raksasa itu.
ㅤ
“Yah, setidaknya aku melakukan pekerjaan ku dengan benar...”
**
Tidak terlalu jauh dari lokasi pertarungan, Bing sang Raksasa burung terlihat sedang bertarung dengan Levi.
ㅤ
Pertarungan sudah berlangsung selama dua puluh menit, namun Bing sama sekali tidak dapat mendekati Levi. Dia merasa frustasi karena kesusahan untuk menyerang Levi. Burung-burung gagak selalu membuatnya termundur saat hampir melukainya.
ㅤ
Bing yang dari tadi diam akhirnya mulai memprotes cara bertarung Levi.
ㅤ
“Apakah kau tidak memiliki malu? Kau terus menerus menjaga jarak sambil menyerang menggunakan bulu sialan itu!” Dengus Bing kesal.
ㅤ
Levi tidak membalas perkataan raksasa burung itu, namun dia menunjukkan senyuman kemenangan. Perilaku tersebut berhasil membuat raksasa burung emosi meledak-ledak.
ㅤ
__ADS_1
Bing yang dipenuhi dengan amarah kemudian melancarkan jurus. Dari tiga sisi angin badai muncul entah dari mana, bergerak dengan cepat menghantam posisi Levi.
ㅤ
Namun dengan mudahnya Levi menghindarinya, hal itu membuat marah Bing semakin menjadi. Bing kemudian menggunakan ¼ tenaga dalam yang berada di dalam tubuhnya untuk membuat ruang lingkup di sekitarnya.
ㅤ
Bahkan saat itu Levi merasa terkejut karena kecepatan Bing melesat naik. Burung-burung gagak yang biasanya dapat menghentikan pergerakan Bing untuk sementara kali ini mati ketika berada beberapa meter di dekatnya.
ㅤ
‘Menarik.’
ㅤ
Jujur Levi baru mengetahui adanya skill seperti ini, dan jujur dirinya menginginkan kemampuan yang dimiliki oleh Bing. Namun, situasi berkehendak lain, kepalanya hampir hilang ketika Bing mendekatinya.
ㅤ
Levi saat itu merasa tersudutkan, terlebih di situasi ini Burung-burung gagak nya sama sekali tidak berguna. Dirinya kemudian memutuskan untuk menjaga jarak sambil melemparkan beberapa bulunya.
ㅤ
Bulu gagak yang dimiliki Levi memiliki berat hampir tiga puluh ton, namun bulu-bulu tersebut terlihat terhenti dan hilang ketika berada di dekat Bing. Hal itu tentu membuatnya merasa bingung.
ㅤ
ㅤ
Bing tersenyum mengejek, dia merasa kemenangan telah berada di tangannya. Sementara saat itu, Levi menunjukkan wajah dingin yang mengintimidasi.
ㅤ
Bing tertawa mengejek, “Kau tau, aku sangat takut.”
ㅤ
Levi hanya tersenyum mendengar gelak tawa Bing, dia kemudian mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh. Ketika mengalirkan tenaga dalamnya hampir ke seluruh tubuh, sayap yang dimiliki Levi berubah menjadi berwarna merah tua, di kepalanya juga muncul tanduk besar berwarna merah.
ㅤ
“Aku bahkan belum menggunakan tenaga dalam ketika bertarung dengan mu.. Lalu, kau meremehkan diriku? Apa kau bercanda?”
ㅤ
Gelak tawa yang dimiliki Bing hilang seakan di telan oleh bumi.
__ADS_1
ㅤ
Ketika melihat penampilan Levi, Bing dapat merasakan aura membunuh yang sangat kental merembes keluar dari sosoknya. Bahkan saat itu, secara tidak sadar dirinya merinding saat matanya bertatapan dengan Levi.
ㅤ
Merasakan tekanan yang hebat, tubuh Bing terjatuh ke tanah dengan posisi hampir terjatuh.
ㅤ
Sementara itu di atasnya, terlihat Levi mencabut satu buah sayap yang dimilikinya, dirinya kemudian melihat sayap merah itu dan berkata, “Aku menyebutnya, sayap dari neraka.” Sayap itu kemudian dilempar dengan pelan ke arah Bing.
ㅤ
Meskipun melemparnya dengan pelan, sayap itu bergerak dengan sangat cepat lalu menembus kepala Bing hingga kepala yang dimilikinya meledak. Bing akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, tetapi bahkan dirinya masih tidak mengetahui bagaimana cara Levi membunuhnya.
**
Perubahan yang dinamakan ‘Sayap neraka’ milik Levi tidak bertahan terlalu lama. Segera setelah mengonsumsi tubuh Bing, wujud Sayap Neraka miliknya menghilang.
ㅤ
Tidak jauh dari tempat bertarung Levi dan Xan Zhang, mereka melihat raksasa yang tersisa memutuskan mundur. Mereka dapat menebaknya dengan mudah, kematian kedua pemimpin raksasa pastinya berdampak buruk bagi mental pasukan yang tersisa. Terlebih mereka tidak memiliki pemimpin, jika peperangan ini terus dilanjutkan, mereka akan mati dengan sia-sia.
ㅤ
Melihat pasukan musuh telah mundur, Levi dan Xan Zhang memutuskan kembali ke sisi Ling Chen. Tuan mereka, atau yang saat ini dipanggil Pangeran Chen, terlihat menikmati peperangan yang terjadi di hadapannya.
ㅤ
“Tuan Ling, apa perintah selanjutnya?”
ㅤ
Ling Chen tidak langsung menjawab, dia sedang mengecek kekuatan tempur yang dimilikinya secara diam-diam. Selesai mengecek, dirinya memberikan keputusan untuk pasukan manusia setidaknya beristirahat untuk satu sampai dua jam.
ㅤ
Tetapi dirinya menambahkan, untuk yang masih memiliki tenaga dan keinginan bertarung, dapat mengikuti peperangan selanjutnya. Perintah selanjutnya Ling Chen memerintahkan bagi seluruh prajurit Monster nya untuk langsung menyerbu musuh.
ㅤ
“Seperti yang anda inginkan Tuanku.”
ㅤ
Levi kemudian bergerak dengan cepat memberi perintah yang disampaikan tuannya kepada para monster. Sementara itu Ling Chen yang berada di ruangan, terlihat sudah selesai memutuskan sesuatu.
__ADS_1