
Ling turun bersama dengan Amedia, namun Amedia tidak berjalan beriringan dengan Ling, mungkin karena dirinya merasa tidak pantas, akhirnya dia lebih memilih tidak beriringan dengan Ling, namun Ling tidak terlalu memikirkannya, dia juga lebih menyukai berjalan sendiri pada dulu, dia masih belum terbiasa dengan keramaian.
Ling pun akhirnya turun ke lantai satu, sampai disana, Ling dapat melihat banyaknya pelayan yang memberikannya hormat, Ling menjadi teringat bahwa dia belum melatih mereka saat Ling menatap mereka yang memberikan hormat.
"Besok pagi jam 9 kalian segera berkumpul di halaman belakang, aku akan mengajarkan kalian sebuah jurus dari masing masing kelompok." Setelah berkata seperti itu, Ling pergi meninggalkan mereka dan menuhin ruang tamu, tidak lupa sebelum itu Ling melirik ke arah Amedia memberikan tanda untuk dirinya mengikutinya.
"Terimakasih tuan!" Suara mereka terdengar saat Ling membuka pintu ruangan tamu.
Ling masuk bersama dengan Amedia, diruang tamu itu sendiri, kini terdapat dua orang pria tampan yang sedang bertatapan muka, namun tatapan itu mereka sama sekali tidak terlihat bersahabat.
Melihat seseorang telah masuk kedalam ruang tamu, Levi dan Sasaki segera melirik ke arah pintu masuk tersebut.
Levi segera bangkit dari kursi empuknya dan segera setengah duduk memberikan hormat.
"Salam tuan." Levi menyapa Ling.
Berbeda dengan Levi, Sasaki segera berdiri dan maju memeluk Ling seperti layaknya seorang saudara.
"Saudara Ling, kau harus menyiapkan pesta yang meriah mengerti, aku sudah bersusah payah untuk mengikuti kemauan mu, dan juga saudara Ling, siapa orang itu." Sasaki melepaskan pelukannya lalu menunjuk Levi yang kini sedang memberikan hormatnya, Levi tidak bangkit karena tuannya itu belum merespon nya.
Melihat Levi setengah duduk memberikan hormat kepada Ling, membuat Sasaki terkejut.
'Aku yakin kekuatan nya berada di atasku, tetapi mengapa pria ini memberikan hormat kepada Ling?' Batin Sasaki yang kemudian kembali berpaling ke arah Ling.
__ADS_1
"Dia adalah pelayan ku senior Sasaki, mungkin dia tidak sopan, tetapi dia yang terus menjagaku di kediaman ini, tetapi, perlu diketahui, dia bukan pelayan keluarga Gronth, melainkan pelayan diriku sendiri." Ucap Ling sedikit sombong, setelah berkata seperti itu, Ling kemudian segera memberikan tanda untuk Levi kembali mengangkat kepalanya.
Sasaki menelan ludahnya saat mendengar perkataan Ling, dia kemudian hanya tersenyum paksa sambil menutupi keterkejutan nya.
"Ouh ya, kalau begitu dimana Yuki?" Tanya Sasaki mengalihkan pembicaraan.
Ling segera menatap Amedia memberikan kode kepadanya untuk memberitahu.
Amedia sendiri segera berbicara setelah mengerti maksud tuannya.
"Kak Yuki berada di kamarnya, sebelum tuan Levi pergi tadi, tuan Levi telah merencanakan untuk membuat Yuki terus berada di kamarnya, namun aku tidak tau rencananya, tetapi tadi sebelum aku pergi ke kamar tuan, aku pergi ke kamar kak Yuki untuk mengeceknya, dan ternyata kak Yuki memang masih berada di kamarnya." Amedia menjelaskan rinci.
Setelah mendengar penjelasan dari Amedia, Ling dan Sasaki kemudian menatap Levi secara bersamaan, pertanyaan yang mereka katakan pertama kali adalah apa yang Levi lakukan? dan ajaibnya, Ling dan Sasaki berkata secara bersamaan.
Levi yang mendengar pertanyaan dari tuannya agak ragu untuk memberitahu, dia terlihat memainkan kedua tangannya itu seperti seseorang yang sedang ingin menyatakan cintanya.
"Ehm, sebenarnya aku menggoda Yuki untuk membuat dirinya terus berada di kamar tuan, sebelum aku menggodanya, aku berkata bahwa Yuki harus berada terus dikamar nya, atau jika tidak, aku akan melakukan sesuatu kepadamu, namun dia terlihat masih bertanya tanya, karena itu aku menggunakan godaan yang cukup ekstrim, seperti menunjukkan gaya seksi ku, dan memainkan tubuhku, tetapi anehnya, baru beberapa menit, dia sudah pingsan, itu aneh." Pikirannya polos.
Ling yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas panjang lalu menaruh tangannya di jidatnya.
Sedangkan Amedia yang ikut mendengarkan kini pipinya terlihat sangat memerah merona, Amedia kemudian menatap Levi dari ujung kaki dan hingga kepala, imajinasi kotor mulai terpikirkan oleh Amedia dan pada akhirnya hidungnya mengeluarkan mimisan dan terjatuh sambil memberikan tanda tangan jempol.
Berbeda dengan Ling dan Amedia, Sasaki kini seperti kehilangan nyawanya, matanya terlihat hitam semua dengan beberapa kerutan di beberapa kepalanya.
__ADS_1
"Kurang ajar, beraninya kau menggoda adikku." Sebuah pukulan dilayangkan oleh Sasaki ke arah hidung Levi, namun dengan mudahnya Levi menangkisnya dengan sebelah tangannya.
Tidak sampai disitu saja, bahkan Levi mengomentari tentang tenaga Sasaki yang lemah, Ling hanya dapat menghela nafas panjang lalu membawa Amedia yang kini terlihat tersenyum dengan darah yang mengalir dari hidungnya.
"Kalian jangan lupa untuk membersihkan ruang tamuku, jika tidak akan kupastikan kalian musnah." Ucap Ling sambil melambaikan tangannya namun tubuhnya menghadap kedepan, dan juga di sebelah tangan Ling, kini terlihat Amedia yang sedang diseret oleh Ling.
"Baik tuan." Jawab Levi.
Perilaku Levi membuat Sasaki sudah kehabisan kesabaran, dia mengeluarkan jaring dari pundaknya, jaring jaring itu terlihat tebal dengan penampilan yang berwarna putih perak.
Ling segera menutup pintu ruangan tamu, Ling yakin sebentar lagi ruang tamunya akan menjadi arena pertarungan di antara mereka, namun Ling tidak perlu khawatir dengan keselamatan Levi, meskipun Ling tau bahwa Sasaki hanya berbeda 4 tingkat dengan Levi, dan juga Sasaki mempunyai Class uniqe yang dimana dirinya mempunyai Class Beast, tetapi Ling tidak terlalu khawatir, sebab.
Ling tersenyum menyeringai, 'Levi mempunyai skill counter beast.' Ling tertawa jahat sambil menaruh tangannya di area matanya dan satu tangannya lagi menarik Amedia.
Para pelayan lain yang melihat Ling tertawa, justru merasakan bulu kuduk mereka berdiri, entah mengapa tawanya Ling sangat menakutkan bagi mereka, tidak terkecuali Estes yang kini menatap Ling dengan raut wajah yang pucat.
Ling berjalan ke arah mereka dan menyerahkan Amedia dengan tangan kanannya, Ling kemudian mengangkat Amedia ke arah mereka, namun Ling kini terlihat seperti layaknya orang yang sedang mengendong kucing.
Estes maju dan mengendong Amedia di tangannya, dia kemudian kembali melirik Ling ingin tau suara apa yang terdengar di dalam ruang tamu.
Alih-alih menjawab, Ling terlihat hanya diam, para bawahan Ling tidak dapat melihat bahwa Ling sedang melihat beberapa item nya.
Sedangkan itu, Ling yang baru membuka statusnya menjadi sadar dengan beberapa hal yang beru pada layar sistem, seperti terdapat sebuah ruangan penyimpanan dan juga status kesehatan nya, Ling kemudian menekan memerintahkan kepada sistem untuk membuka layar penyimpanan nya, Ling ingin tau apa yang berada di dalamnya, dan saat dibuka...
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d :