Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 231 : Gerbang Dimensi


__ADS_3

Keesokan harinya, Ling Chen memberi tahu Rafaela bahwa dia akan segera pergi menuju Kerajaan Whazard. Rafaela yang mendengarnya tiba-tiba sangat terkejut, dia langsung melarang apa yang ingin dilakukan Ling Chen



“Kenapa kau baru memberitahunya sekarang?!” Bentaknya kesal.



“Karena aku tidak ingin kau melarang ku.” Ling Chen tersenyum canggung menjawabnya.



Rafaela semakin mengerutkan kening mendengar alasan Ling Chen, “Baik! Terserah dirimu! Aku tidak peduli lagi!” Rafaela membuang muka lalu berjalan menjauh.



Ling Chen menatapnya yang perlahan-lahan menjauh, dirinya tersenyum kecut melihat Rafaela begitu kesal, “Apa tidak ada pelukan hangat?”



Rafaela berhenti lalu terdiam, hingga beberapa detik kemudian dirinya memalingkan wajahnya kepada Ling Chen. Jujur dirinya membenci Ling Chen yang tidak terlalu terbuka dengannya, namun, Rafaela sadar dirinya bukan siapa-siapa bagi Ling Chen, itu haknya untuk memberitahunya atau tidak.



Tetapi dirinya benar-benar khawatir dengan keselamatan Ling Chen. Rafaela menghela nafas berat, dia kemudian kembali kepada Ling Chen dan memeluknya erat, begitu juga sebaliknya.



Ling Chen tersenyum mendapatkan pelukan hangat, setelah melepas pelukannya Ling Chen melihat orang-orang di sekitarnya. Kazan, wajahnya terlihat begitu sedih mengetahui Ling Chen akan segera pergi.



Ling Chen tersenyum senang sebelum mengelus kepala anak laki-laki tersebut. Dirinya begitu senang mendapatkan perhatian dari Kazan juga Rafaela, “Kazan, laki-laki hanya menangis ketika sendirian. Atau kau akan mendapatkan ejekan dari anak-anak yang mengetahuinya, mengerti?” Dengan senyuman Ling Chen bertanya.



Kazan yang dari tadi menunduk sambil menahan air tangisan yang beberapa kali keluar dari matanya, segera menaikkan kepalanya lalu menatap Ling Chen. Bukannya menghentikan tangisnya, Kazan malah terlihat semakin menangis yang kemudian berjalan memeluk Ling Chen erat.



Ling Chen hanya tersenyum sambil mengelus kepalanya yang berada di dadanya, beberapa menit kemudian Ling Chen mendorong pelan Kazan dari pelukannya, dia masih menangis tersedu-sedu.



Ling Chen sedikit terkekeh melihat Kazan, dia lalu mengeluarkan sebuah topi dari penyimpanan sistemnya. Topi yang berwarna hitam dengan dua tanduk merah berukuran sedang di atasnya, dengan lembut di taruh di atas kepala Kazan.



“Kau ini, seperti menganggap aku ini akan mati saja.” Ling Chen tertawa cukup keras, setelah beberapa saat tawanya mereda lalu berhenti, “Dengar Kazan! Jangan terlalu banyak menangis! Juga tolong jaga topi itu, topi itu sebuah harta tidak ternilai bagiku, tolong jaga sampai aku kembali.” Ling Chen memasang senyuman lebar, menunjukkan gigi-giginya yang putih tertata rapih.



Kazan tidak menjawabnya namun, memegang ujung topi hitam yang baru di dapatnya, topi itu saat ini masih terlalu besar di kepalanya membuatnya menutupi sebagian pandangan Kazan.


__ADS_1


Kazan memegang erat topi tersebut, tidak ingin melepaskannya karena Ling Chen mengatakannya sangat berharga. Sementara Safir yang berada di dekat Kazan mencoba menenangkannya.



Melihat Kazan yang sudah lumayan tenang Ling Chen tersenyum lega, “Kalau begitu aku pergi, sampai jumpa lagi.” Ling Chen melambaikan tangannya sebelum menghilang bersama Kurumi.


**


Ling Chen berteleportasi ke halaman Kerajaan Diamond bersama dengan Kurumi. Setelah sampai Ling Chen melepaskan pegangannya pada Kurumi, lalu mengarahkan tangannya ke jalan batu yang kosong, seketika sebuah cahaya muncul dan dari bawah cahaya perlahan membentuk sebuah gerbang.



Prajurit Kerajaan yang melihat itu hampir tidak bernapas, merasa kagum dengan apa yang dilakukan Ling Chen meskipun mereka tidak benar-benar tahu apa yang Ling Chen coba lakukan.



Butuh sekitar satu menit sampai Ling Chen dapat berhasil membuat Gerbang Dimensi di halaman depan Istana Kerajaan. Gerbang itu sendiri memiliki tampilan berwarna Hitam arang yang lebarnya mencapai 15 m, dengan tinggi 10 m, terlihat begitu mengerikan.



Dirinya menghela nafas panjang setelah berhasil membuat Gerbang Dimensi itu.



Dia kemudian mengalihkan pandangannya terhadap para Prajurit yang masih terpana melihat Gerbang dimensi. Ling Chen menyadarkan mereka lalu menyuruh mereka memanggil Raja Daun.



Sementara menunggu kedatangan Raja Daun Ling Chen kembali melanjutkan membuat Gerbang Dimensi, setidaknya harus ada empat Gerbang Dimensi di sini untuk mengirimkan pasukan dalam jumlah besar.




Ketika jarak mereka sudah dekat dengan Ling Chen pandangan mereka bertemu, Raja Daun pertama-tama menunduk hormat membuat Para Prajuritnya keheranan tetapi ikut menunduk, begitu juga dengan Para Petinggi Kerajaan lainnya.



Setelah Ling Chen menyuruh mereka berdiri Raja Daun segera mempertanyakan apa yang sedang di lakukan oleh Ling Chen, “Sebenarnya apa yang sedang dilakukan anda Pangeran Chen?”



Ling Chen tersenyum sebelum menjelaskannya, “Ini adalah sebuah Gerbang Dimensi yang akan menghubungkan kalian dengan Kerajaan Whazard. Kalian tidak perlu lagi melakukan banyak persiapan untuk membawa Makanan. ”



“Tetapi sebagai gantinya, kalian memerlukan banyak mana, saranku adalah siram Gerbang Dimensi ini dengan lima Potion mana setiap tiga jam sekali, tujuannya untuk mempertahankan Gerbang Dimensi ini...”



Ling Chen menambahkan Gerbang Dimensi untuk saat ini tidak memerlukan mana untuk mempertahankan bentuknya. Tetapi itu hanya berlaku untuk tiga hari, lalu setelah tiga hari Raja Daun diharuskan menyiram Gerbang Dimensi setiap tiga jam sekali.



“Pangeran Chen mohon maaf, tetapi itu artinya Gerbang Dimensi ini bertujuan untuk berteleportasi ke Kerajaan anda? Betul begitu?” Salah Satu petinggi Kerajaan bertanya memastikan.

__ADS_1



Ling Chen meliriknya, “Yah begitulah, kalian hanya perlu membawa Senjata lalu memasang tenda untuk merawat Prajurit di sekitar sini.”



Setelah mengatakan hal tersebut Ling Chen kemudian melirik Kurumi yang berada di sampingnya. Bersama dengan Kurumi ke Kerajaan Whazard membuatnya merasa kehilangan banyak beban. Ling Chen kemudian kembali menatap Raja Daun.



“Raja Daun, tolong beritahu Xan Zhang dan yang lainnya bahwa kami pergi, setelah tiga hari berlalu. Jika aku memberitahunya saat ini dia akan berhenti melatih Prajurit-prajurit mu.”



“Saya mengerti Pangeran Chen.”



Ling Chen kemudian beranjak pergi tetapi mengehentikan langkahnya karena belum memberitahu sesuatu kepada Raja Daun, dia kemudian berbalik untuk mengatakannya.



“Gerbang Dimensi ini saat ini tidak terhubung dengan apapun. Jadi jangan coba memasukinya atau mungkin kau akan terkurung dalam waktu. Yah itu kemungkinan terburuknya sih, juga aku lupa mengatakannya, kalian masuk ke dalam setelah sepuluh hari dari sekarang berlalu, masuk ke dalamnya ketika jam menunjukkan pukul sebelas siang, mengerti?”



“Saya mengerti Pangeran Chen.”



“Kalau begitu aku pamit undur diri, jaga diri kalian pastikan tubuh kalian prima dan makan sebanyak-banyaknya makanan enak. Aku soalnya juga tidak yakin Peperangan ini akan berlangsung cepat. Saat waktu itu tiba sudah terlambat untuk kalian memakan sesuatu yang enak.” Setelah selesai mengatakannya, Ling Chen beserta Kurumi menghilang.



Raja Daun memasang wajah tersenyum kecut, dia kemudian melirik sekitarnya. Terlihat beberapa Prajurit sedikit gentar karena perkataan Ling Chen. Dia lalu mendekati mereka.



“Sebelum pergi ke Medan Pertempuran, ada baiknya kita berpesta lebih dulu. Karena ada baiknya pula kita mati dengan perut yang puas.” Raja Daun tersenyum tipis menatap Prajurit-prajurit nya.



Meskipun menjadi lebih takut mendengar perkataan Raja Daun, mereka akhirnya menyetujuinya dengan semangat.



......CONTINUE......


Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis, Penulis Hanya Berharap Tanpa Paksaan untuk melakukan :


•Like (Setelah membaca)


•Komentar (Positif/Negatif+Saran)


^^^Written by : arkan^^^

__ADS_1


...(Sekian Terimakasih)...


__ADS_2