Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 262 : Aura Teratai Es


__ADS_3

Kemenangan telak jatuh kepada Yanji, pemuda itu mengalahkan kelima pemuda dari sudut merah dengan waktu kurang lebih dua puluh menit.



Daun membuka tutup mulutnya tidak dapat berkata apa-apa, Bakat sehebat Yanji sangat langka bahkan Keluarga Bangsawan sekelas Duke mungkin tidak memiliki lebih dari tiga bibit unggul seperti Yanji.



Tidak lama setelah kemenangan pemuda tersebut muncul beberapa orang berseragam putih yang membawa kelima pemuda dari sudut merah, mereka membawa kelimanya secara bersamaan meninggalkan banyak pasang mata yang melihat mereka ketika bahkan sudah hilang dari pandangan setiap orang.



“Pemenang pertarungan ini adalah Yanji, murid dari Pahlawan Kerajaan!” Seorang pria yang menjabat sebagai wasit berteriak antusias mengumumkan pemenang pertandingan.



Yanji hanya menatap wasit tersebut sebentar sebelum melangkah keluar arena, meninggalkan semua sorakan tanpa menyapa semuanya.



“Muridmu hebat!” Xan Zhang memuji.



Levi tetap dengan wajah datarnya menganggukkan kepalanya sebagai balasan ucapan Xan Zhang, pikirannya saat ini sedang mengkhawatirkan keadaan Tuannya yang berada di Kerajaan Whazard.



“Setelah ini aku akan meminta izin kepada Raja untuk membiarkan ku memasuki Gerbang Dimensi...”



Meskipun baru mengetahui Tuannya pergi dari Kerajaan sekitar tujuh hari yang lalu, Levi telah melihat Gerbang Dimensi buatan Tuannya karena Gerbang itu sendiri memiliki ukuran yang cukup besar untuk dilihat dari kejauhan.



Beberapa saat kemudian seorang Pria kembar muncul dari sudut biru, kemunculan kedua pemuda ini sedikit mengejutkan pasang mata yang melihatnya.



“Lihat! bukankah mereka terlihat seperti Bangsawan Blaxland?”



“Iya, aku rasa mereka memang berasal dari keluarga Bangsawan!”



Satu demi satu penonton di barisan paling depan mulai membicarakan kedua pemuda yang tengah berdiri menatap sudut merah yang berada di seberangnya.



Kedua pemuda ini tidaklah lain adalah Ariel dan Aiken, mereka mengikuti pertandingan ini dikarenakan sebagai Murid dari Pahlawan Kerajaan tidak seharusnya mereka mencoreng nama baik Gurunya tersebut.



“Sepertinya ini akan menarik...” Xan Zhang berkomentar.



Xan Zhang mendengar sebuah bisikin dari barisan penonton di bawahnya tentang kedua pemuda berambut biru laut, dikatakan mereka berasal dari Keluarga Bangsawan sekelas Duke. Tinggal cukup lama di Istana Kerajaan membuat Xan Zhang cukup tahu menahu tentang para bangsawan Kerajaan Diamond, menurutnya Bangsawan Blaxland dapat dikategorikan sebagai seorang bangsawan yang berpengaruh.



“Siapa nama kedua pemuda ini?” Kali ini Raja yang berbicara.

__ADS_1



”Pemuda berambut biru laut yang memiliki wajah datar bernama Arlie, sedangkan pemuda berambut biru laut di sebelahnya yang memiliki sifat penuh semangat bernama Aiken...” Levi menjelaskan secara singkat.



Di waktu yang bersamaan sepuluh pemuda muncul dari lorong sudut merah, perawakan mereka kali ini terlihat lebih besar dari kedua pemuda di sudut biru. Setidaknya jika diperkirakan umur mereka sekitar 14 sampai 16 tahunan.



Levi kali ini tidak melakukan protes seperti di awal, dia yakin kedua muridnya ini akan mampu mengalahkan kesepuluh pemuda dari sudut merah selama mereka serius melakukannya.



Setelah wasit memulai pertandingan, kesepuluh pemuda dari sudut merah berpencar ke segala arah. Arlie memasang sikap waspada sambil menatap bergantian lawannya.



Seperti Arlie, Aiken juga memperhatikan lawannya dengan waspada. Kemampuannya lebih lemah dibandingkan dengan adiknya maka dari itu dia lebih khawatir lawannya akan mengincarnya lebih dulu.



“Sudah lama sekali, campuran!”



Suara sinis terdengar dari salah seorang pria yang berlari mengelilingi Arlie dan Aiken, suara ini cukup terdengar familiar di telinga Aiken maupun Arlie.



“Hmm...” Arlie memilih untuk tidak membalas.




“Keturunan campuran yang memiliki keberuntungan! Kalian bahkan mengotori nama Pahlawan Burung Kematian!” Lagi-lagi suara pria yang sama terdengar, kali ini Arlie masih berusaha untuk menahan emosinya.



Tetapi Aiken tidaklah sama dengan Arlie dia bergerak maju mendekati salah satu lawannya dengan cepat, sambil mengarahkan pukulannya dia bergerak cepat.



Kesepuluh pemuda yang menjadi lawan keduanya menjadi begitu antusias melihat Aiken keluar dari jangkauan serangan Arlie. Mereka semua mengakui kemampuan Arlie memang di atas mereka, tetapi jika mereka bersatu besar kemungkinan mereka yang akan keluar sebagai menang.



Dengan mengalahkan Aiken, saudaranya yang lebih lemah akan membuat mereka menjadi lebih mudah untuk mengalahkan Arlie. Hanya saja mereka tidak menyadari, raut muka Arlie yang tadinya khawatir kini berubah menjadi senyuman licik.



Kesepuluh pemuda yang mengelilingi keduanya kini bergerak menuju satu arah yang sama, yaitu Aiken. Mereka memang dari sebelum mulainya bertanding merencanakan untuk mengalahkan Aiken lebih dulu.



Hanya saja mereka tidak menduga, ketika mereka mendekati Aiken pemuda tersebut mengeluarkan aura dingin yang begitu pekat dari tubuhnya. Beberapa merasakan tubuhnya mulai bergerak lambat hingga akhirnya berhenti bergerak, sementara sisanya yang masih dapat bergerak memilih mundur.



“Sayang sekali, sepertinya aku terlalu meremehkan kalian...” Aiken tersenyum menyeringai.



Kemampuannya naik begitu cepat setelah mempelajari yang namanya Aura Teratai Es dari Gurunya, Levi. Beberapa hari yang lalu setelah saling beradu kemampuan dengan Arlie, Aiken menyadari kemampuannya dalam memanipulasi sangatlah rendah dibandingkan dengan adiknya.

__ADS_1



“Bagaimana bisa...”



“Tidak mungkin...”



Tujuh pemuda yang berhasil meloloskan diri dari aura dingin yang menyelimuti sekitar Aiken cukup tertegun sekaligus tidak percaya melihat tiga kawannya yang menjadi Es. Ketiga kawannya itu membeku dan sama sekali tidak bergerak, menandakan kedinginan es milik Aiken sangatlah dingin.



“Bagaimana bisa keturunan campuran sepertimu memiliki manipulasi sehebat ini?!” Suara Pria yang sama kembali terdengar, kali ini cukup keras.



“Campuran Cimpirin compuron memangnya apa yang salah dengan keturunan Campuran?! Selama manusia berusaha mereka dapat mengubah apapun yang mereka inginkan! Dasar mahluk primitif.” Aiken tersenyum mengejek.



Pemuda yang dari tadi terus mengejek dirinya dan Arlie sebenarnya adalah keturunan langsung dari Bangsawan Blaxland, namanya adalah Zean. Pemuda ini dari dulu terus mem-bully Arlie juga Aiken karena memiliki darah campuran.



Meskipun pemuda itu memakai topeng yang menutupi bagian atas wajahnya, Arlie maupun Aiken dapat langsung mengenalinya karena suara pemuda ini dapat dikatakan sering mereka dengar dan sangat diingat karena mereka sudah cukup lama menahan kesalnya bully dari pemuda ini.



“Kau berkata aku Primitif?!! Kau berani?!” Mata Zean terbuka lebar, tatapannya tajam menuju Aiken murni penuh kebencian.



“Memangnya apa yang perlu ku takuti? Kau hanya anak yang berlindung di balik keturunan langsung. Sekalipun aku mengalahkanmu kau paling hanya dapat mengadu seperti bocah!”



Aiken tertawa lepas setelah mengatakannya, dia yakin dengan perkataannya barusan akan membuat Zean merasa sangat marah dan kehilangan ketenangannya. Di lain sisi Aiken juga sebenarnya sangat puas, ketika berada di wilayah Keluarga Bangsawan Blaxland tidak sekalipun dia berani membantah perkataan Zean namun karena telah berada di luar kandang pemuda tersebut, dia cukup berani dan sekarang rasanya puas setelah membuat marah Zean.



“Kau!! Beraninya kau menghina Tuan muda! Tidak akan ku maafkan kau!” Seorang perempuan yang berada di sisi kiri Zean, membentak Aiken.



Mendengar Aiken membuat Tuan mudanya marah perempuan ini tidak dapat menahan amarahnya dan tanpa berpikir panjang menerjang sambil mengarahkan Pedangnya pada Aiken.



Arlie menghentakkan kakinya, dalam sekejap sebuah retakan muncul di antara perempuan tersebut dengan kakaknya. Duri-duri es muncul seperti dinding dan menghentikan langkah perempuan tersebut.



“Kalian terlalu mem-bully kakakku, tidakkah kalian berpikir tentang perasaanku sebagai adiknya?” Arlie tertawa kecil.



“Kau!!!”



...— — —...


NOTE : Mohon maaf kepada Reader yang masih setia membaca novel kualitas kentang ini, Akhir-akhir ini author banyak sakit jadi cukup sulit untuk menulis, tetapi auhtor cuma berharap ini bukan karena Corona🙂 itu saja selebihnya mohon dimengerti kan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2