Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 213 : Pelatihan Militer


__ADS_3

Militer Kerajaan akhir-akhir ini sangat ramai dikunjungi oleh para Keluarga Bangsawan, mereka cukup penasaran dengan latihan yang di jalani oleh pasukan Militer.



Mereka mendengar Raja memberikan otoritas terhadap Xan Zhang untuk mengajari Pasukan Militernya. Dia juga diperbolehkan membuat Grub yang berisikan anggota militer pilihannya.



Xan Zhang saat ini sedang menatap Prajurit-prajurit di hadapannya, sekitar dua ratus prajurit berjejer rapih memberikan hormat kepadanya.



Mereka sangat berantusias saat mendengar Xan Zhang yang akan menjadi Pelatih Militer. Meskipun begitu, tidak jauh dari Xan Zhang, berdiri sosok Pria yang berkisar 40 tahunan ke atas. Dia memiliki wajah yang tegas, Kornea mata yang berwarna biru muda besar juga membuatnya terlihat jauh lebih muda beberapa tahun, dia bukan lain adalah Menteri Pertahanan, Jacobs Aldiva.



“Menteri Keamanan, Apa yang biasanya kau lakukan untuk mengajari mereka pertama-tama?”



Meskipun Xan Zhang sangat kuat, nyatanya dia tidak cukup yakin dapat menjelaskan dengan baik kepada prajurit tentang kekuatannya.



Sementara Jacobs Aldiva memegangi dagunya sambil menatap ke atas langit yang cerah.



“Aku mengajari mereka pondasi lebih dulu, tetapi karena mereka bukanlah prajurit Amatir ku rasa itu tidak perlu. Tetapi jika menurut Jenderal Xan Zhang, Pondasi pertahanan mereka kurang, Jenderal Xan Zhang diharapkan memberikan mereka petunjuk."



Xan Zhang mengangguk paham, dia mulai mengalihkan pandangannya. Menatap satu prajurit ke prajurit lainnya, setelah melihat cukup seksama akhirnya Xan Zhang memberikan perintah pertamanya.



“Buat pertahanan! Jangan buat aku mengulanginya! Aku akan mengetes ketahanan kalian. Jika kalian semua tidak dapat menahan tinjuku, jangan harap kalian dapat bersantai-santai!” Xan Zhang berkata tegas, tatapannya menjadi jauh lebih dingin.



Jacobs Aldiva tertegun melihatnya, Xan Zhang menjadi seperti orang yang berbeda dari sebelumnya.



‘Apa manusia memang dapat berubah dengan cepat?’



Sementara Jacobs Aldiva sedang bergumam dalam hati, para Prajurit mulai membuat pertahanan dengan posisi terbaik mereka, berharap setidaknya dapat menahan satu tinju Jendral Yang di Agungkan mereka.



“Tetapi sebelum ku mulai, pastikan kalian memiliki tekad untuk menahan tinjuku yang seperti ini...”

__ADS_1



Xan Zhang menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya, lalu membuangnya setelah beberapa puluh detik. Dia kemudian membuka matanya dan meninju udara di sampingnya, sebuah angin besar tercipta dan gelombang angin terbang begitu cepat menghantam tembok perbatasan kamp militer.



Tembok Kamp Militer yang terbuat dari timah panas seketika hancur dan berlubang. Prajurit yang melihatnya tidak bernafas saking terkejutnya, tetapi mereka tidak sadar karena terlalu fokus. Mereka kemudian menatap Xan Zhang yang saat ini sedang bertanya.



“Ada yang ingin mencoba pertama?”



Semua menggelengkan kepalanya bersamaan, bahkan secara tidak sadar Jacobs Aldiva yang berada di belakang Xan Zhang juga ikut menggelengkan kepalanya kencang, karena teringat gurunya semasa dia menjadi Prajurit Amatir.



Xan Zhang hanya menghela nafas berat, dia akhirnya hanya menyuruh Prajurit di hadapannya mengayunkan Pedang sampai seribu kali.


**


Kurumi terbang melesat dengan cepat ke Kamp Militer, dari atas dirinya dan Levi dapat melihat Prajurit yang sedang mengayun-ayunkan pedangnya secara terus-menerus.



Tidak jauh dari sana, di sekitar Kamp Tembok Militer juga terlihat banyak Prajurit yang sedang berkumpul mengelilingi Tembok yang hancur. Kurumi dan Levi dalam sekali lihat dapat mengenali siapa yang membuatnya hancur.




Keduanya menjadi pusat perhatian karena turun dari atas langit, Prajurit-prajurit menatap keduanya dengan mata kagum, mereka mengetahui siapa orang yang ada di hadapan mereka.



Ksatria Burung Kematian, Levi! Menurut cerita yang mereka dengar dari rumor yang beredar, Levi adalah seorang Ksatria yang sangat kuat, dia mampu merapal banyak mantra sihir hitam. Meskipun awalnya Kerajaan menolak keberadaan Penyihir Hitam, berkat Levi itu semua hilang.



Lalu para Prajurit menatap gadis yang berada di sebelahnya. Dia memiliki wajah yang cantik, sekilas gadis tersebut terlihat lugu layaknya gadis cantik pada umumnya, namun mengetahui dia adalah Penyihir Sesat mereka mempertimbangkan kembali apa yang dipikirkan.



Mengetahui kedatangan kedua rekannya, Xan Zhang memberikan perintah kepada Prajurit-prajurit di hadapannya untuk tetap melakukan latihannya sampai seribu. Xan Zhang kemudian membalikkan badannya dan menatap kedua rekannya.



“Ada apa? Apa Tuan membutuhkan bantuan ku?” Xan Zhang bertanya sambil berjalan menuju keduanya.



“Tidak, hanya saja kami ingin melihat pelatihan kamp militer. Kami cukup bosan hanya memandang langit.” Kurumi menjawab juga sambil berjalan menuju Xan Zhang, tentu dibelakangnya Levi mengikuti.

__ADS_1



Saat keduanya hanya terpisah beberapa langkah, pembicaraan mulai terjadi kembali, namun kali ini Levi yang memulai.



“Apakah ada Penyihir di sini? Mereka semua Knight, aku juga ingin membantu tuan dengan menaikkan kekuatan tempur Penyihir Kerajaan.”



“Kalau begitu kau seharusnya pergi kepada Ketua Penyihir Kerajaan. Dia yang mengatur semua anak yang memiliki bakat sihir...” Xan Zhang berpendapat.



“Memang Lokasi Ketua Penyihir Kerajaan di mana?” Levi bertanya kembali.



“Ketua Penyihir Michael Aldiva, berada di kota ini, hanya saja tidak sembarang orang dapat bertemu dengannya. Jadi kau harus memiliki surat izin dari Yang mulia Daun untuk menemuinya...” Jacobs Aldiva yang tidak sengaja mendengar segera memberitahu Levi.



Ketiganya menatap Jacobs Aldiva yang berjalan kepada mereka. Dia memasang senyum yang menawan namun ketiganya dapat merasakan bahwa Jacobs Aldiva setidaknya memiliki kemampuan 40% dari Xan Zhang.



“Begitu, baiklah terima kasih kepada Menteri Pertahanan Jacobs Aldiva, saya pamit undur diri karena ingin bertemu dengannya.” Levi sekedar memberikan hormat kecil, lalu terbang kembali meninggalkan Kurumi dan kedua laki-laki itu.


**


Ling Chen berada di kamarnya sedang berusaha untuk tidur saat sebuah Sambaran Petir menabrak tubuhnya dan membuat jantungnya terkejut. Ling Chen terjatuh dari atas kasurnya saking terkejut.



Tidak lama sejak Ling Chen terjatuh, suara tawa terdengar berulang kali menggema di kamarnya. Ling Chen berdecak kesal dalam hati, namun sadar tidak ada yang dapat dilakukannya.



Ling Chen kembali menaiki tempat tidurnya, tidak sampai hitungan menit seekor anak Harimau berbulu putih dengan aura biru muda yang mengelilinginya muncul.



Ling Chen menutupi telinganya berusaha tidak mendengar dan mengabaikan Master Petir.



“Chen, Jangan mengabaikan ku, aku datang ke sini karena ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan. Baiklah aku minta maaf untuk yang sebelumnya...” Meskipun telah meminta maaf, Ling Chen dapat mendengar Master Petir terkekeh kecil.



“Ini menyangkut nyawa, dari orang-orang yang berada di Kerajaan Whazard. Aku dapat melihat para Giant ini sedang membuat lampu-lampu yang terang, akan ada Festival di sana.”


__ADS_1


“Tetapi masalah sebenarnya adalah. Jika Festival itu berjalan dengan lancar, maka kedua temanmu yang memiliki Api suci akan menjadi persembahan untuk ritual, Api suci yang mereka miliki juga akan menjadi milik Pemimpin di sana...” Master Petir melanjutkan.


__ADS_2