
Berita terkait kehancuran Organisasi Asosiasi Penyihir Hitam membuat para Petinggi Kerajaan mematung, terlebih beberapa dari mereka yang terlibat dengan Asosiasi Penyihir Hitam.
ㅤ
Karena apabila mereka diketahui, status, kekayaan dan pastinya wewenang mereka akan di cabut.
ㅤ
Mereka mengalami syok berat karenanya, terlebih karena Raja dan lainnya yang mulai fokus menyelediki pengkhianat di antara para petinggi kerajaan.
ㅤ
“Apa yang harus kita lakukan Ketua?” Beberapa pria tua dengan setelan kemeja sutra mulai mendesak ketua di antara mereka, Bavista.
ㅤ
Bavista adalah seorang petinggi kerajaan yang bertugas sebagai, Badan Pemeriksa Keuangan Pusat Kerajaan, oleh karena itu statusnya sangat dihormati dan memiliki otoritas yang cukup besar di seluruh Kerajaan.
ㅤ
Jika petinggi lainnya mulai menyelidiki, Bavista sendiri tidak yakin dia akan lolos dari Panglima Pertahanan dan Keamanan Pusat Kerajaan, karena itu dia sedang memikirkan bagaimana agar dirinya lolos dari tersangka.
ㅤ
“Untuk saat ini aku harap kalian kembali ke kediaman kalian masing-masing, apabila pertemuan ini terus berlanjut aku khawatir akan ada mata-mata kerajaan yang melihatnya...”
ㅤ
Meskipun Kediaman Bavista besar dan ketat akan penjagaannya, dia mengetahui betapa hebatnya kemampuan para mata-mata kerajaan untuk menyelidiki sesuatu. Sebab mereka berada di bawah perintah Panglima Pertahanan dan Keamanan Pusat Kerajaan.
ㅤ
Para petinggi kerajaan awalnya menolak, namun dalam beberapa menit Bavista akhirnya dapat menenangkan mereka. Bavista kemudian masuk ke dalam kamarnya, dia memandangi seluruh kamarnya.
ㅤ
Bavista menghela nafas kemudian menutup kamarnya, dia berjalan ke suatu kamar dan membukanya. Terlihat anak berusia tujuh tahunan sedang berbaring di tempat tidur sambil membaca buku.
ㅤ
Menyadari pintu terbuka, anak tersebut menaruh bukunya dan berseru kepada Bavista, “Ayah! Aku ingin kita bermain? Boleh?” Ucapnya sambil menuruni kasur yang terasa tinggi baginya.
ㅤ
Bavista tersenyum menanggapinya, dia kemudian mengelus kepala anak tersebut lembut, “Maaf, ayah sedang sibuk Lay.”
ㅤ
Senyuman berubah menjadi masam, anak kecil tersebut menunduk beberapa cm ke bawah.
ㅤ
Merasa bersalah Bavista memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan, dia menanyakan kepada anaknya buku apa yang sedang di bacanya.
__ADS_1
ㅤ
Saat mendengar itu, anak kecil tersebut terlihat senang dan berantusias, dia dengan cepat menjelaskan, “Buku yang sedang ku baca adalah buku pemahaman tombak, saat aku besar aku akan melindungi ayah dan menjadi pahlawan seperti yang ibu harapkan.”
ㅤ
Seketika Bavista mengeluarkan air mata dari matanya, dia menyadarinya namun tidak mengerti penyebabnya. Anak kecil itu hanya menatap Bavista dengan kebingungan.
**
Beberapa hari setelah dilakukan penyelidikan, beberapa bukti menunjukkan para petinggi kerajaan, salah satunya adalah Bavista, Badan Pemeriksa Keuangan Pusat Kerajaan.
ㅤ
Saat dilakukan pemeriksaan dan di tanya, Bavista tanpa melawan menjawab yang sebenarnya. Dia juga memberitahu alasannya berkhianat terhadap Kerajaan adalah karena percaya saat Kerajaan Runtuh, dia akan mendapatkan sebagian uang yang dimiliki kerajaan.
ㅤ
Tentu para anggota kerajaan yang terlibat dalam penyelidikan menjadi sangat kesal dengan Bavista, tetapi Raja tidak memberikan izin untuk mereka menghukum secara pribadi.
ㅤ
Berbeda dengan parlemen penyelidikan, mereka yang ikut membantu Asosiasi Penyihir Hitam dari belakang layar menjadi murka terhadap Bavista yang memberitahu Parlemen Penyelidik, bahwa mereka ikut serta dalam kegiatan tersebut.
ㅤ
Raja Daun juga ikut terlibat dalam penyelidikan, dia mendengar apa yang dikatakan Bavista. Dia hanya menghela nafas panjang, sebelum mengalihkan pandangannya ke petinggi lainnya yang dikatakan Bavista juga ikut serta berkhianat.
ㅤ
**
Sudah dua hari berlalu sejak Ling Chen beristirahat di Menara Suci, dirinya telah pulih dan kekuatannya kembali prima.
ㅤ
Ling Chen dan Levi sudah bersiap kembali dan bertemu Raja Daun, saat mereka akan pergi, terlihat empat prajurit bermata tajam sedang melihat mereka tanpa berkedip, mereka perlahan mulai membungkukkan tubuh dan memberikan hormat dari jauh.
ㅤ
Levi memalingkan wajahnya dan segera terbang, Ling Chen menggaruk kepalanya heran sambil bertanya mengapa tiba-tiba sekali kecepatan Levi menjadi jauh lebih kuat?
**
ㅤ
Perjalanan Menuju Kerajaan seharusnya membutuhkan waktu setengah hari bila terbang menggunakan kecepatan Levi pada biasanya, namun saat ini kecepatan itu menjadi beberapa kali lipat lebih tinggi, membuat Levi dan Ling Chen sampai dalam waktu enam / tujuh jam.
ㅤ
“Kerajaan sudah mulai dekat, aku akan mengabari yang lainnya...” Ling Chen berpesan kepada Levi setelah itu dia mulia menghubungi Pilar Demonic lainnya.
ㅤ
__ADS_1
Di dalam pembicaraan batin, Kurumi menjelaskan sebagai perwakilan dari Xan dan Arthur, mereka berada di dalam kerajaan menunggu kedatangan Ling Chen. Ling Chen menghela nafas lega, saat dia kembali membuka mata, dia sudah berada di atas kerajaan.
ㅤ
Ling Chen lompat dan terjatuh, tidak lama sejak Ling Chen jatuh Levi turun dengan wujudnya, lalu dua prajurit mulai menghampiri mereka.
ㅤ
“Selamat datang kepada pahlawan, silahkan ikuti kami.” Kedua prajurit itu berbicara dengan wajah yang tegang, Ling Chen hanya tersenyum sebelum mengikuti mereka dari belakang.
**
Keberadaan Ling Chen serta ke empat lainnya menjadi pusat perhatian dari seluruh petinggi kerajaan yang berkumpul. Mereka menatap Ling Chen dengan pandangan yang berbeda, ada beberapa perasaan kagum.
ㅤ
Ling Chen yang mendapatkan banyak perhatian sedikit gugup namun memasang masih dapat mempertahankan fake smile.
ㅤ
Di antaranya, Bavista yang lehernya di ikatkan oleh besi menatap Ling Chen, dia tidak tau harus berkata apa, dia juga tidak tau harus marah atau senang, tetapi dia saat ini hanya dapat menghela nafas dan melamun.
ㅤ
“Pahlawan Kerajaan, Ling Chen. Terima kasih, berkatmu kerajaan ini merasa aman sekarang, aku juga telah mengirimkan beberapa prajurit mata-mata untuk memeriksa markas mereka.”
ㅤ
Levi menatap Raja dengan pandangannya yang dingin, hal itu membuat Daun segera menjelaskan maksudnya.
ㅤ
“B-bukan aku tidak percaya, tetapi aku ingin memastikan mayat dan warga yang berada di sana. Apakah mereka aman atau tidak...”
ㅤ
Levi yang menyadarinya berkeringat dingin, dia membuang wajahnya tanpa berkata-kata. Ada sesuatu yang dilakukannya namun dia tidak memikirkannya, Levi saat ini hanya berharap Ling Chen tidak mengetahui apa yang dilakukannya.
ㅤ
Sementara itu Raja akhirnya memberikan beberapa hadiah sebagai bentuk terima kasih. Ling Chen menolaknya, dia memberitahu apa yang akan di mintanya.
ㅤ
“Aku tidak menginginkan hadiah seperti ini, tetapi aku ingin kalian memberikan yang lainnya...”
ㅤ
Suasana mendadak hening, Raja sekalipun terdiam mendengar perkataan Ling Chen.
ㅤ
“Oleh karena itu, aku akan memberitahu kalian identitas asliku... Aku adalah seorang pangeran dari suatu kerajaan.”
__ADS_1