
Setelah mengobati luka pada tubuh dan tangan Kurumi Ling Chen mengeluarkan delapan Orc penjaga di sekitar Kurumi untuk menjaganya sementara dia pergi.
ㅤ
“Kata Theo di sekitar sini terdapat banyak Sumber Daya. Kalau begitu...” Ling Chen berjalan ke sekitar ruangan, setiap melewati tumpukan emas dirinya memasukannya ke dalam Cincin Dimensi untuk menyimpannya sebagai hadiah bagi dua Kerajaan yang akan membantunya.
ㅤ
Memutari dalam dua puluh menit lewat satu detik, seluruh ruangan menjadi begitu bersih. Tidak ada lagi penampakan Koin emas yang berserakan di mana-mana seperti sebelumnya. Juga Ling Chen mendapatkan sekitar 10.000 Spirit Stone dan 300 Ginseng yang mengandung Soul Elemen Bumi.
ㅤ
Dirinya melanjutkan perjalanan ke ruangan lainnya meninggalkan Kurumi bersama dengan delapan Orc.
**
Dalam perjalanan menuju ruangan-ruangan lainnya Ling Chen bertarung dengan puluhan Laba-laba Perak. Pertarungan antara dirinya dengan Laba-laba Perak terkesan relatif singkat, karena permainan Pedang Ling Chen yang ganas. Bersamaan dengan terbunuhnya Laba-laba Perak suara notifikasi terdengar jelas di telinga dirinya.
ㅤ
Ling Chen sendiri telah mendapatkan emas sekitar 200.000 ribu lebih dari hasil Levling nya ke sekitar Makam. Di beberapa makam Ling Chen juga kerap kali menemukan beberapa Fragmen kelas menengah.
ㅤ
“Panen besar. Hari ini adalah hari besar!” Sejak tadi dirinya sudah melakukan banyak pertarungan, mendapatkan dua ratus ribu emas membuat semangat Ling Chen kembali membara.
ㅤ
Saat ini Ling Chen tengah beristirahat sambil menyerap Spirit Stone untuk memulihkan mana nya dengan cepat.
ㅤ
Dua puluh menit kemudian mana Ling Chen telah pulih hingga menjadi dua belas ribu. Dia pun kembali melanjutkan perjalanan untuk mengetahui Rahasia pada makam ini.
**
Setelah berjalan hingga memasuki pedalaman Makam. Ling Chen dapat merasakan Mana yang begitu kuat. Ling Chen menelan ludahnya ketika tubuhnya terasa sangat dingin. Setiap Ling Chen melangkah, kakinya akan semakin terasa berat juga kedinginan.
ㅤ
“Ukh sebenarnya siapa yang memiliki mana sebesar ini.” Ling Chen menggigil karena angin yang berhembus sangat kencang.
ㅤ
__ADS_1
Ling Chen akhirnya berhenti sejenak untuk mentransformasikan tubuhnya. Dirinya duduk bersila sebelum memejamkan mata. Ketika telah duduk bersila selama beberapa menit, tubuh Ling Chen terlihat membesar, bulu-bulu hewan serigala tumbuh di tubuhnya.
ㅤ
Mengingat Ling Chen memiliki kemampuan menyerap tubuh dulu, dia mampu menyatukan beberapa bagian tubuh hewan dengan tubuhnya.
ㅤ
Ketika tubuh Ling Chen telah di penuhi oleh bulu-bulu Serigala, rasa dingin yang menimpa dirinya berubah menjadi angin sepoi-sepoi biasa. Dirinya pun berdiri lalu melanjutkan perjalanan.
ㅤ
“Lorong yang gelap.” Ling Chen saat ini berada pada sebuah lorong. Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini lorong tersebut memiliki luas yang cukup besar. Di sekitar, Ling Chen juga kerap kali menemukan bangkai manusia yang sudah menjadi tulang-belulang.
ㅤ
Tetapi masalahnya bukan terletak pada hal itu, melainkan karena mana yang begitu kuat juga karena kegelapan di sekitar lorong tidaklah wajar. Kegelapan itu seperti melemahkan orang yang berada di dalamnya. Ling Chen untungnya tidak terpengaruh karena memiliki Soul Elemen Tipe Kegelapan.
ㅤ
Perjalanan untuk menuju keluar lorong ternyata sangat jauh. Juga Ling Chen saat ini di hadapan kan dengan situasi yang membingungkan. Terdapat tiga lorong kecil lainnya di dalam sini, Ling Chen menjadi bingung harus mengambil langkah apa.
ㅤ
Juga di pertigaan ini, tidaklah gelap karena di sekitarnya terdapat sebuah Stone berbentuk emas yang menerangi area sekitarnya. Membuat Ling Chen tidak perlu mengandalkan X-ray kembali.
ㅤ
ㅤ
Lingkaran Sihir itu perlahan memperlihatkan tubuh berwarna hitam, yang memiliki sisik-sisik gelap di sekitarnya. Ketika Lingkaran Sihir mencapai ketinggian lutut Ling Chen, seekor Naga kecil terlihat. Wajahnya begitu lucu, Ling Chen membuka matanya lebar-lebar karena mengenali sosok tersebut.
ㅤ
“Miya!? Bagaimana kau bisa keluar? Aku tidak memanggilmu.” Ling Chen merasa heran, dirinya tidak pernah tau Hewan Kontrak dapat memunculkan diri sendiri.
ㅤ
“Kyuuu.... Kyu... Kyu...” Naga Kecil berseru lantang, nadanya terdengar sangat marah.
ㅤ
Dirinya hanya tersenyum canggung ketika melihat Naga Kecil yang memperlihatkan wajah kesal. Meskipun tidak mengerti bahasa yang di ucapkan olehnya, Ling Chen mengetahuinya dari raut wajahnya.
__ADS_1
ㅤ
Ling Chen kemudian terlihat mengeluarkan dua buah daging dari Cincin Dimensi nya, memegang gagang tulang dari daging tersebut dengan masing-masing tangannya memegang satu. Naga Kecil yang mencium bau daging dari arah tuannya, segera melompat ke arah Ling Chen.
ㅤ
Meskipun Penampilan Ling Chen seperti tikus yang belum mandi, Naga Kecil dapat memastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah Tuannya. Ketika melihat Ling Chen untuk pertama kali tadi, Naga Kecil juga sempat heran tetapi dirinya tidak memperdulikan nya, lebih memilih untuk melampiaskan emosinya yang sudah lama tidak di panggil oleh Tuannya.
ㅤ
Ling Chen terkekeh ketika melihat tingkah laku Naga Kecil, sebagai hewan kontrak yang terikat dengan Raja Kegelapan yang di kenal jahat, Ling Chen tidak pernah menyangka akan melihat Hewan Kontrak nya selucu ini.
ㅤ
“Hahaha.” Ling Chen mengelus kepala Naga Kecil.
ㅤ
Ketika Naga Kecil selesai memakan daging, Naga Kecil melihat Ling Chen antusias, perutnya terasa jauh lebih baik setelah makan. Tentu moodnya juga ikut kembali, tidak lagi kesal dengan Ling Chen.
ㅤ
Ling Chen tersenyum balik lalu mengulurkan tangannya, seketika Naga Kecil berjalan hingga ke pundaknya. Ling Chen pun kembali berniat melanjutkan perjalanan, tetapi masih bingung harus memilih jalan yang mana.
ㅤ
“Miya, menurutmu aku harus berjalan kemana lebih dulu? Aku masih tidak tau harus masuk darimana.” Ling Chen berbicara tanpa melihat ke arah pundaknya. Masih menatap Ketiga lorong di hadapannya secara bergantian.
ㅤ
Sedangkan Naga Kecil yang mendengar pertanyaan mendadak dari tuannya, segera melihat wajah tuannya. Setelah melihatnya Miya pun melihat ke arah Tiga Lorong secara bergantian, tidak lama ekspresi tenangnya berubah menjadi beringas.
ㅤ
“Pokyu! Kyu... Kyu... Pokyu!” Naga Kecil terlihat sedang menatap mangsanya. Tangannya mulai mengeluarkan cakar. Ling Chen yang merasakan cakaran tersebut segera melihat pundaknya.
ㅤ
Terlihat Naga Kecil sedang memandangi sesuatu tajam. Membuat Ling Chen menatap pada arah yang sama.
ㅤ
“Lorong Kanan?” Berbeda dengan Naga Kecil, Ling Chen tidak dapat merasakan apapun selain mana dan angin kencang. Berbanding terbalik dengan Naga Kecil yang tidak merasakan Angin.
__ADS_1
ㅤ
Ling Chen menelan ludahnya sebelum berjalan memasuki Lorong Kanan. Suara Naga Kecil yang berada di pundaknya semakin besar setiap langkah memasuki Lorong Kanan.